
"Zuanshi, duduklah dulu. " Ucap Shangguan Shiyi dengan halus.
"Maafkan aku, aku tidak bisa mengendalikan diri. " Ucapnya, sebelum kembali tersenyum manis seperti anak yang penurut.
"Kamu terlalu cepat berubah ekspresi, sampai sampai aku takut kalau kamu ada gangguan jiwa. " Ucap Rong Xian dengan khawatir.
"Mungkin juga ada, tidak ada yang tahu. " Jawabnya asal asalan.
Memang, tidak menutup kemungkinan jika dia memiliki gangguan jiwa. Tapi, siapa yang peduli apakah dia memilikinya atau tidak ?
"Melihatmu yang begitu manis dan imut membuatku mengingat masa lalu, saat kita baru pertama kali bertemu. " Ucap Shangguan Shiyi.
Wajahnya memerah kala mendengar kata kata tidak tahu malu pria itu, dia mendengus dan memalingkan wajahnya.
Bagaimana mungkin dia tidak ingat bagaimana pertemuan pertama mereka ?
Dia mencuri uang Shangguan Shiyi pada saat itu !
Ini adalah aib yang tidak bisa dihapuskan olehnya dan akan di tanggung olehnya seumur hidup.
"Jangan bahas lagi, soal itu. Lebih baik kembali ke permasalahan kita. " Ucapnya dengan dingin.
Shangguan Shiyi pun memilih untuk tidak membahas hal memalukan itu lagi melainkan hanya tersenyum penuh makna, setiap kali dia melihat senyuman itu dia merasa tidak nyaman.
Seolah olah ada seekor Harimau yang siap untuk menerkam dirinya kapan saja. Seluruh bulu kuduknya berdiri kala membayangkan hal ini.
"Bagaimana kau bisa menemukan alasan untuk bertemu denganku ?" Tanya nya dengan bingung pada Shangguan Shiyi.
"Aku mengatakan bahwa kamu adalah sepupu kecilku. " Ucap Shangguan Shiyi tanpa rasa bersalah.
Mendengar ini alisnya terangkat dan mendengus kesal.
"Mulai sekarang kau harus memanggilku sebagai Biao Ge di depan banyak orang. " Ucap Shangguan Shiyi dengan penuh kebanggaan.
"Biao Ge kepala mu !" Teriaknya dengan kesal.
(Biao Ge : Kakak Sepupu Laki laki )
"Biao Ge, aku tidak mau ! Shixiong saja !" Ucapnya dengan tatapan sengit.
"Tidak masalah untuk memanggil Biao Ge, Shixiong, atau apapun itu. Yang membuat senioritas di sini bukanlah umur melainkan kekuatan. " Ucap Rong Xian.
"Kalian bisa berjalan jalan terlebih dahulu, meskipun disini tidak baik tapi pemandangan alamnya tidak buruk." Ucap Rong Xian.
"Baik." Jawabnya dengan kompak bersama dengan Shangguan Shiyi.
Dia berjalan bergandengan dengan Shangguan Shiyi.
"Shixiong, karena kau shixiong ku mulai sekarang, kau harus mentraktir ku setiap saat. " Ucapnya dengan suara manja.
"Ha ha ha, jika aku mentraktir mu setiap saat maka aku akan bangkrut. " Jawab Shangguan Shiyi.
"Ckck, kau berkata seolah olah aku makan sangat banyak. " Dengusnya dengan kesal.
"Memang sangat banyak kan ?" Tanya Shangguan Shiyi dengan nada mengejek.
"Jika tidak dalam Sekte maka aku akan mematahkan tangan mu. " Ucapnya dengan sinis.
Dia menatap Shangguan Shiyi dengan tatapan penuh permusuhan. Sebelum dari belakang ada panggilan seseorang.
"Shangguan Shixiong !" Panggil dari belakang.
Bagaimana mungkin ada seorang gadis seumuran dengan nya yang masih begitu manja.
"Ya ?" Shangguan Shiyi menanggapi dengan datar.
"Shangguan Shixiong, aku..... aku....... Ayah memintaku untuk menemanimu berjalan jalan. " Ucap gadis itu dengan suara yang manja dan wajah yang memerah.
"Maafkan aku Nona Qian, aku tidak bisa melakukannya. "Jawab Shangguan Shiyi dengan sedikit canggung tapi tegas.
Wajah Nona Qian itu tampak berubah menjadi murung dan sedih, air mata mulai menetes dari kedua kelopak matanya.
Melihat ini dia seperti ingin muntah, sudah jelas jika itu adalah air mata palsu.
"Ak... aku hanya ingin menemani Shangguan Shixiong, tidak memiliki niat lain. Tidak tahu kalau ditolak begitu dingin. " Ucap Nona Qian itu sambil terisak.
Dia mengeratkan gandengannya pada Shangguan Shiyi yang membuat pria di sebelahnya ini terkejut dan diam diam tersenyum.
"Nona Qian, Shangguan Shixiong sudah berjanji akan menemaniku selama ada di Sekte ini. Bukankah begitu, Shangguan Shixiong ?" Tanya nya dengan manja.
"Ya, tentu saja. " Ucap Shangguan Shiyi sambil mengelus rambutnya.
"Jadi, simpan air mata palsu ku itu Nona Qian. Semua orang mungkin merasa kasihan, tapi aku tidak. " Lanjutnya dengan sinis.
"Ayo pergi !" Ucapnya, dia berbalik sambil membawa Shangguan Shiyi.
Setelah agak jauh, dia menghela nafas dan menatap Shangguan Shiyi dengan canggung. Dia lupa kalau saat ini tubuhnya masih sangat menempel dengan tubuh Shangguan Shiyi.
"Akhirnya kau ingat untuk melepaskan nya, hm ?" Tanya Shangguan Shiyi.
Dia hanya menatap dengan tatapan malas dan menghela nafas sekali lagi, dia duduk di salah satu batu dekat taman.
"Dia menggunakan Qi untuk membuat air mata itu, sungguh tindakan yang pintar. Jika aku tidak melihatnya dengan jelas maka aku tidak akan menyadari kalau dia sebenarnya adalah seorang kultivator dengan elemen air, bukan angin. " Ucap nya dengan kesal.
"Sebenarnya aku sudah tahu akan hal ini, ketika kemarin aku berada di kediaman Wakil Ketua Sekte, aku sudah melihat dia menggunakan Elemen Airnya dengan diam diam. Lalu, untuk elemen angin itu semua hanyalah palsu. " Jelas Shangguan Shiyi dengan lembut.
"Huft, tidak menyangka akan ada lintah semacam itu yang menempel di tubuhmu. Apakah kau belum mandi sampai sampai lintah semacam itu menempel di tubuhmu ?" Sindir nya.
"Kenapa kau begitu marah ? Apakah kau cemburu melihat Nona Qian berusaha untuk mendekatiku ?" Tanya Shangguan Shiyi pada nya sambil menepuk nepuk pipinya.
Dia merasa wajahnya akan memerah jadi dia dengan paksa melepaskan kedua tangan Shangguan Shiyi.
"Hentikan omong kosong mu atau aku akan memotong lidahmu. " Dengusnya.
Dia merasa tidak senang ketika ada seseorang yang berusaha untuk mendekati Shangguan Shiyi, entah kenapa bisa begitu.
Tentu saja dia sudah memikirkan sebuah kemungkinan yang bisa membuatnya merasakan ini, hanya saja masih memerlukan waktu untuk memastikan perasaan nya.
Dia juga takut kalau Shangguan Shiyi hanya menganggap nya sebagai teman, dia takut untuk merasa kecewa lagi.
Meskipun dia sudah sering di kecewakan oleh banyak hal, dia masih belum bisa terbiasa dengan rasa kecewa itu.
Dia menatap wajah Shangguan Shiyi yang tersenyum dan ikut tersenyum, sebenarnya sosok ini telah tertanam di benaknya bahkan ketika pertemuan pertama mereka.
Dia merasa kalau sifat Shangguan Shiyi yang sangat baik, telah disalah artikan oleh nya. Dia berpikir kalau pria itu suka padanya, tapi setelah berpikir kembali dia mencabut pemikiran itu.
Siapa yang suka dengannya ? Seorang gadis yang hanya tahu bertempur dan membunuh, seseorang yang sama sekali tidak lembut, sama sekali tidak memiliki latar belakang, tidak di ketahui berasal dari keluarga mana, dan juga bukan orang yang sabar.
Di lihat dari segi manapun, dia tidak masuk ke dalam sisi istri idaman. Paling paling, orang orang hanya melihat dari segi wajahnya.
Selain wajah dan kekuatan, dia tidak memiliki sesuatu untuk di banggakan lagi. Dia pernah mendengar kalau seorang pria suka dengan gadis yang lembut, sedangkan dia sama sekali tidak lembut.