
1 Jam mereka berjalan, dia masih belum melihat ujung dari padang pasir ini. Keringat mengalir deras dari dahi nya dan dia melihat beberapa orang juga mengalami hal yang sama dengan nya.
Dia terus berjalan meskipun kaki nya sudah terasa sangat panas, diam diam dia mengalirkan Qi nya ke kaki nya dan setiap langkah nya membuat pasir panas itu membeku.
Karena panas yang ekstrim di tambah dengan es beku, membuat suara kedua elemen yang berlawanan itu menarik perhatian beberapa orang di belakang nya.
"Terima kasih Xue Shidi, dengan begini kaki ku menjadi lebih baik. " Ucap salah satu pria di belakangnya.
"Hanya trik kecil, jangan terlalu sungkan. " Ucap nya dengan tenang.
"Kau baik pada orang orang itu tapi tidak memerdulikan aku yang ada di sebelah mu. " Ucap Zhao Lu dengan kesal.
"Kau sudah tua, harusnya kau bisa mengurus dirimu sendiri. " Ucap nya dengan datar.
Tapi dia masih menjulurkan tangan nya dan meraih tangan Zhao Lu, ini tidak bisa di bilang sebagai gandengan.
Karena, lebih tepat nya dia mengcengkram lengan Zhao Lu.
"Huft, rasa nya menjadi lebih baik. " Ucap Zhao Lu sambil memejamkan mata dan menikmati sensasi dingin di tangan nya.
"Apa yang akan kau gunakan sebagai bayaran karena telah membuat ku, tuanmu bekerja untukmu ?" Tanya nya dengan suara pelan tapi penuh keangkuhan.
"Yang rendah ini tidak memiliki banyak benda, hanya memiliki wajah dan tubuh. Bagaimana jika aku menyerahkan tubuhku pada Tuan ?" Tanya Zhao Lu dengan tidak tahu malu.
"Tentu saja, serahkan tubuhmu. Aku akan menggunakan tubuhmu untuk uji coba racun berbahaya milik ku, bagaimana ?" Tanya nya dengan kejam dan tanpa rasa kasihan.
Tentu saja, wajah Zhao Lu langsung pucat pasi. Biasanya, jika seseorang digoda seperti itu maka orang itu akan segera malu.
Tapi, orang semacam Xue Fenghuang ini bahkan jauh lebih tidak tahu malu lagi. Xue Fenghuang menyadari pikiran Zhao Lu dan hanya mendengus ringan.
Dia menatap Zhao Lu dengan tatapan penuh kemenangan. Dia terus berjalan sampai akhirnya melihat sekelompok orang dengan pakaian serba hitam dan tanpa alas kaki, mendarat mengelilingi mereka.
"Hati hati !" Teriaknya secara refleks.
Dia menarik tubuh Zhao Lu saat sebuah pisau kecil dengan 4 mata pisau, dilemparkan ke arah mereka.
(Shuriken)
Pisau pisau kecil itu seperti tidak ada habisnya, dia meloncat ke atas sambil menarik kerah pakaian Zhao Lu. Lalu menendang pisau itu kembali.
"Terima kasih. " Ucap Zhao Lu ketika mereka sudah mendarat.
Kerumunan menjadi pecah dan terpencar, banyak orang yang sudah terlalu lama di dalam Sekte dan cakar mereka menjadi tumpul.
Mereka bahkan tidak bisa memegang pedang dengan benar, dia menangkap salah satu pisau yang melayang ke arahnya dengan menjepit nya di antara jari telunjuk dan jari tengah.
Lalu melemparnya kembali ke arah orang orang berpakaian hitam, karena sergapan ini dan mereka tidak siap.
Bahkan, Lang Xun pun tidak bisa mencegah tumpahnya darah dari pihak Sekte Harimau Ilahi. Pisau terus keluar seolah olah tidak pernah habis.
Dia menghindar dengan gesit dan membunuh lebih banyak perampok, dia mengambil pisau itu dan melemparnya kembali.
Pisau pisau ini sangat bagus, nanti dia akan meminta orang untuk menempa nya.
Dia terus menyerang dan melihat bahwa Zhao Lu sedang menghadang langsung dua perampok yang memiliki kekuatan buruk untuk pertarungan langsung.
Hanya saja, Sekte Harimau Ilahi yang dikatakan adalah Sekte besar dan kuat telah mengecewakan nya. Murid murid Sekte ini bahkan tidak tahu cara memegang pedang yang benar.
Cakar mereka telah menjadi tumpul tanpa di asah lagi karena berpikir bahwa mereka berada di dalam naungan Sekte dan sibuk dengan kultivasi ganda mereka.
Ini sebenar nya cukup menyedihkan, dia tidak tahu harus tertawa atau menangis, tapi ini adalah kenyataan nya.
Dia terus menyerang tanpa mengeluarkan seni bela dirinya, dia tidak dalam keadaan terdesak sehingga tidak diperlukan untuk menggunakan seni bela dirinya.
Dia mengambil pisau pisau itu tanpa terluka dan mulai menyerang dengan cepat dan tepat, dia mendengus pada beberapa murid yang tumbang.
Murid murid itu jatuh ke dalam genangan darah, dia benar benar tidak dapat berkata kata lagi. Murid murid yang bahkan tidak bisa menangani hal kecil seperti ini, ingin dibawa ke pertandingan bergengsi seperti Tian Longfeng.
Bukankah itu hanya akan membuat Sekte merasa malu dan tidak memiliki wajah lain, dia menggelengkan kepalanya saat memikirkan ini.
Dia menyelesaikan ini bersama dengan Lang Xun sebelum menghitung bahwa ada 13 murid yang meninggal dan 5 diantara nya luka parah, 21 yang lain luka ringan.
Dia mendekat ke arah Zhao Lu dan menanyakan keadaan pria itu.
"Apa kau baik baik saja ?" Tanya nya dengan halus.
"Baik baik saja. " Ucap Zhao Lu masih tampak terkejut.
"Ini benar benar buruk, serangan semacam ini saja memakan korban. " Ucap nya dengan kesal.
Darah yang tergenang dengan cepat mengering karena teriknya sinar matahari, Lang Xun mengurus orang orang yang terluka sebelum perjalanan kembali di lanjutkan.
Dia mengembungkan pipi nya dengan kesal karena perjalanan yang panas dan panjang ini, hari sudah mulai gelap karena pertarungan tadi tidak memakan waktu sebentar.
Padang pasir ini berubah menjadi sangat dingin dan udara menjadi ekstrim, bahkan angin sangat dingin dan seolah olah menembus tulangnya.
Dia terus berjalan dengan tenang, kedinginan semacam ini bagaikan sahabat dekatnya. Tapi, murid murid lain berkata lain.
Kebanyakan merasa tidak tahan dan menggunakan beberapa lapis pakaian lagi, sebelum Lang Xun akhirnya memutuskan untuk menginap sebentar di padang pasir ini sambil menunggu esok hari.
"Siapa yang memiliki kayu bakar ?" Tanya salah satu Tetua yang ikut.
"Aku." Jawabnya dengan singkat.
Dia mengeluarkan setumpuk kayu bakar dari cincin ruang nya, lalu Zhao Lu melangkah maju dan api keluar dari tangan pria itu.
Kayu bakar itu terbakar dengan cepat dan membuat udara menjadi sedikit lebih hangat, dia duduk di dekat kayu bakar sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong.
"Apa kau tidak kedinginan dengan pakaian tipis itu ?"Tanya Zhao Lu yang duduk di sampingnya.
"Tidak." Jawab nya dengan datar dan dingin.
Setelah itu, suasana menjadi hening, sangat berbanding terbalik dengan murid murid lain yang terus bercerita satu sama lain.
Dia tidak berusaha untuk memulai topik pembicaraan, saat kedinginan seperti ini, dia hanya bisa memikirkan satu orang.
Tanpa disadari olehnya, sosok ini telah mendominasi seluruh pikiran nya. Apapun dan dimanapun dia berada, dia akan memikirkan sosok ini.
Bonus Like 38 k : 2 / 3