Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
105. Penginapan III


"Siap kan hati mu saat menghadapi kenyataan, jika kau masih merasa ragu maka lebih baik untuk menunda mengetahui kebenaran di banding kan terpukul hanya karena kebenaran. " Ucap Xue Yun.


Dia tersenyum lebar mendengar kan ini.


"Aku sudah terbiasa untuk di kecewa kan oleh kebenaran dan aku tahu kalau asal mula dari rasa kecewa itu adalah harapan ku yang terlalu tinggi pada sesuatu, jangan khawatir ini tidak akan menganggu ku. Lalu, kebenaran pada akhir nya akan terungkap entah selama apa itu, itu hanya di bedakan oleh waktu. Selamat tinggal, Ketua Sekte. " Ucap nya, dia berjalan keluar dengan jantung yang berdetak cepat.


Dia jelas tahu kalau kebenaran yang akan datang nanti pasti akan melibat kan diri nya yang sebenar nya bukan hanya Xue Fenghuang yang sudah meninggal.


Kaki nya berjalan tanpa arah sebelum kaki nya membawa nya pada halaman belakang penginapan yang sepi, helaan nafas terdengar dari bibir nya.


Dia jelas jujur soal kalau dia terlalu sering di kecewakan oleh kebenaran dan sial nya dia masih tidak bisa membiasakan diri dengan rasa sakit itu.


Dia sudah tidak menaruh harapan apa apa lagi pada apa pun, tapi setiap kali gagal dia masih merasa kan kekecewaan.


Dia memukul pelan dada nya yang terasa sesak, suara bisikan terdengar jelas di telinga nya dan itu jelas bukan hanya halusinasi yang dia rasa kan.


"Semua kesedihan, kekecewaan dan kemarahan akan berubah menjadi dendam. Jadi lah hantu pendendam yang baik, bunuh semua orang seperti yang kau ingin kan. Lampias kan rasa sakit dengan pembunuhan. "Terdengar suara seorang wanita yang tampak menyanyi di samping telinga nya.


"Siapa kau ?!" Tanya nya sambil berdiri dengan marah.


"Siapa pun aku, kau tidak bisa menyakiti ku. Aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Kita adalah satu dan tidak bisa saling melukai. " Jawab suara itu lagi dengan suara lembut yang di buat buat dan ini membuat nya marah.


"Tunjuk kan diri mu yang sebenar nya ! Kau tidak layak untuk mengatakan itu pada ku, aku dan kamu tidak sama ! Tidak ada yang layak untuk di sama kan dengan diri ku. " Ucap nya dengan marah.


"Lihat lah dan tunggu lah, bunga kebencian akan lahir di dalam tubuh mu dan tidak akan ada yang bisa memberikan mu kehangatan dengan tulus, orang baik dalam kehidupan mu akan meninggal kan diri mu. Cinta sejati tidak akan bisa mematahkan kutukan, ini adalah mahakarya ku untuk mu, sayang ku. Hi Hi Hi. " Ucap suara wanita itu sebelum menghilang, dia merasa kalau ada sesuatu yang meledak di dalam hati nya.


Dan dia baru menyadari kalau ada sebuah pohon kering di dalam dantian nya, dia menatap itu dengan serius. Dia terduduk dengan lemas, kata kata tadi benar benar mengacak ngacak hati nya.


Kata kata yang bisikan tadi benar benar berbeda dengan kata kata wanita di balik badai salju yang ada di mimpi nya.


Apa kah wanita yang di balik badai salju itu berniat untuk menolong nya agar tidak tenggelam dalam kenikmatan kematian ?


Siapa sebenar nya kedua wanita ini ? Kenapa kata kata mereka berdampak besar pada diri nya dan apa hubungan antar diri nya dan Xue Fenghuang yang suda meninggal ?


Apa kah kedua wanita ini adalah orang yang sama ? Atau mereka adalah rival yang berusaha untuk saling melawan menggunakan diri nya sebagai media ?


Sebuah tangan terulur pada nya, ketika dia mendongak hanya untuk melihat siapa pemilik tangan ini dan dia begitu terkejut.


Dia meraih tangan itu dengan ragu ragu dan berdiri dengan tatapan aneh, dia masih belum bisa menstabilkan pikiran nya.


Setelah dia berhasil berdiri , kedua tangan terasa menutupi telinga nya.


"Jangan dengar kan apa pun yang di bisik kan oleh nya, semua nya adalah kebohongan yang ingin menyesatkan mu. " Ucap pria ini.


Dia terdiam dan tidak mengerti, bagai mana mungkin Ketua Sekte mengerti apa yang di rasa kan nya sebelum nya.


"Semua yang dia kata kan adalah ketakutan dalam hati mu, jangan biar kan kata kata nya mengambil alih diri mu dan kau akan berubah menjadi boneka milik nya. " Ucap Xue Yun.


"Ketua Sekte, sebenar nya apa hubungan mu dengan ku ? Kenapa kau tahu bahkan untuk hal ini ?" Tanya nya dengan suara serak.


"Kau akan mengetahui nya ketika kita pulang ke sekte dan aku harap kau tidak kecewa, pertandingan selanjut nya akan di lanjut kan minggu depan. Ini semua karena kau menghancurkan arena pertarungan sampai sedemikian rupa. " Ucap Xue Yun.


"Ketua Sekte, apa kah kebenaran yang akan aku dapat kan nanti benar benar sangat berat untuk di terima, tolong beri kan aku sedikit gambaran sehingga aku bisa mempersiapkan diri. Semakin lama, aku merasa kalau aku semakin kehilangan diri ku. Mimpi buruk selalu menghantui ku dan wanita di balik badai salju itu mengatakan kalau dia adalah diri ku dan bisikan ini juga mengatakan kalau aku adalah diri ku juga. Aku benar benar ketakutan dan bingung. " Gumam nya.


"Huft, ini mungkin sangat berat tapi kau memang harus mengetahui nya. Mungkin ini bisa membantu mu melawan bisikan bisikan tadi. " Ucap Xue Yun.


"Tapi ketahui lah satu hal kalau masih banyak orang yang menyayangi mu dengan tulus. " Ucap Xue Yun sebelum sebelum menarik nya ke dalam pelukan pria itu.


Dia menghela nafas berat dan tidak menolak pelukan itu, mendengar kata kata yang di ucap kan oleh Xue Yun membuat diri nya menjadi lebih tenang dan menenggelamkan diri nya di pelukan hangat milik Xue Yun.


Setelah beberapa saat, Xue Yun menyuruh nya untuk berjalan kembali ke kamar nya dan dia menurut. Ketika dia baru saja membuka pintu , dia melihat Lin Cong Zi yang sedang duduk sambil merenung sebelum terkejut ketika melihat kehadiran nya.


Lin Cong Zi berlari dan memeluk nya dengan sangat erat, lebih erat dari biasa nya.


"Saudari Xue, kau tahu ? Aku begitu khawatir dengan mu, aku senang kalau kau sudah baik baik saja. Kau tidak lihat saja ketika Ketua Sekte melihat mu, dia sangat marah dan beberapa kerutan terlihat dari pinggiran topeng yang di gunakan oleh Ketua Sekte. " Cerita Lin Cong Zi dengan berapi api.


Bonus Like 10 k : 4 / 4