Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
155. Identitas Baru


Dia duduk di kedai dengan tatapan yang tajam, mengamati siapa pun yang datang ke dalam kedai di balik cadar nya.


Tidak lama kemudian, makanan di hidangkan dengan indah dan sangat menarik. Harum makanan membuat perut nya berbunyi.


Dua ekor kepiting asam manis yang di sajikan dengan menggoda di taburi dengan daun bawang di atas nya.


Lalu , ada sepotong besar kaki babi yang di olesi kecap dan di panggang. Dia menatap nya dengan mata yang berbinar.


Lalu, ada daging babi tumis sayur yang di masak dengan kembang kol, wortel, dan sayur hijau. Diri nya saat ini menjadi perhatian banyak orang.


Karena porsi makan nya yang benar benar besar, tapi dia tidak peduli. Dia mengangkat cadar nya sedikit dan mulai memakan semua nya dengan lahap.


Tidak butuh waktu lama, semua makanan di meja kosong di sertai dengan tiga guci arak yang kosong tanpa menyisakan setetes pun.


Dia menutup cadar nya dan mengelus perut nya yang membulat, dia menggerakkan tubuh nya dengan kaku.


Sudah lima bulan dia tidak makan apa apa, dan itu terasa sangat menyiksa sekali. Di bulan pertama, dia merasa seperti akan mati.


Bulan kedua, itu bahkan lebih buruk lagi. Bulan ketiga, dia merasa lebih baik. Bulan keempat, dia hampir tidak merasakan apa pun.


Lalu, pada bulan kelima, dia benar benar tidak merasakan apa pun lagi. Semua nya terasa mati rasa.


"Karena sudah makan kenyang, maka waktu nya untuk berolahraga. " Gumam nya sambil menyeringai di balik topi bambu.


(Yang masih belum paham dengan topi bambu nya, maka yang author maksud adalah topi bambu dengan kain tipis di sekitar nya. Ini membuat wajah Xue Fenghuang / Yun Sichou tidak akan kelihatan. )


Yun Sichou berjalan keluar dengan santai setelah membayar makanan nya, dia membawa pedang hitam yang selaras dengan pakaian nya.


Pedang nya di pegang nya dengan satu tangan, dia berjalan dengan anggun, penampilan nya saat ini layak nya seorang malaikat pencabut nyawa.


Dia berjalan cukup lama sampai akhir nya menemukan sebuah rumah gubuk kecil, dia mengetuk pintu itu.


Ketukan nya halus dan tidak terburu buru, pintu tidak langsung di buka. Sampai akhir nya menunjuk kan dua pria yang menggunakan pakaian lusuh.


"Permisi, apa kah aku boleh masuk ? Aku sedang ingin membicara kan sesuatu dengan kalian. " Ucap nya dengan ringan.


"Tentu, tentu. Silakan masuk !" Ucap kedua pria lusuh itu, dia berjalan dan duduk di salah satu bangku.


Dia di sajikan teh, ekor mata nya melirik ke teh itu dan menyeringai di balik topi bambu nya. Dia meminum teh itu sampai habis.


"Gongzi, bagai mana ? Apa kah kalian sudah mendapat kan Xue Fenghuang dan Xue Yun ?" Tanya salah satu pria dengan antusias.


"He he he, seperti yang di harap kan dari kembar Zhou. Kalian memang benar benar pintar dalam berpindah haluan ya ?" Tanya nya dengan ringan.


Ekspresi kedua pria itu membeku, dia membuka cadar nya dan menunjuk kan wajah nya yang cantik tapi mengerikan.


"Kalian ingin tahu aku di mana bukan ? Maka beritahukan itu, tapi di alam kematian !" Dia mengangkat kedua tangan nya.


Kedua orang itu terangkat ke atas dengan ekspresi seperti sedang tercekik.


"Di teh itu ada racun, kekuatan mu akan segera menghilang !"Ucap salah satu orang itu.


"Kalian pasti belum pernah mendengar ini, tapi aku adalah seseorang yang kebal dengan racun. Racun kecil yang kalian kata kan tadi, bahkan tidak layak di sebut racun !" Dia tertawa dingin.


"Kalian akan menemui kematian yang mengenaskan !" Dia tertawa, tatapan nya menajam.


Dia mengikat kedua orang itu dengan Qi nya, lalu dia meninju perut mereka dan mereka berteriak dengan kesakitan.


"Sekarang kultivasi kalian telah lumpuh, aku akan membuat kalian merasakan apa itu hidup yang lebih buruk dari kematian ! " Ucap nya.


Dia memotong kedua lengan mereka dan memotong kedua kaki mereka, lalu memotong lidah mereka.


Dia mencabut gigi orang orang itu satu persatu sebelum menggantung mereka di langit langit. Tidak memerlukan Qi, mereka hanya memerlukan tali biasa untuk menarik leher mereka.


"Selamat tinggal, jangan lupa untuk memberi tahu pada mereka keberadaan ku. " Dia berjalan keluar sambil menutup kembali cadar nya.


Dia merasa kalau identitas nya yang baru ini terlihat lebih baik, Yun Sichou. Nama yang baik dan sesuai dengan tujuan nya.


"Kemana aku harus pergi ? Ke Utara atau Barat ? Aku akan mengejar kalian. " Dia bersenandung kecil dengan nada yang menakutkan.


Dia tertawa kecil dan berjalan dengan anggun di tambah dengan tangan yang di kaitkan di belakang.


"Gongzi, apa kah anda ingin masuk ke dalam Rumah Seribu Keindahan ? Kami sedang mempersembahkan tarian dari seorang mantan murid Sekte Es Biru yang hancur !" Ucap seorang wanita dengan pakaian yang terbuka sambil bergelayut manja di lengan nya.


Awal nya dia tidak tertarik, bahkan sama sekali tidak tertarik dengan rumah bordil ini. Tapi ketika mendengar kata kata terakhir milik wanita itu, dia langsung tertarik.


"Benarkah ? Aku ingin melihat. Aku dengar, Sekte Biru Es adalah tempat berkumpulnya para kecantikan. " Ucap nya dengan ringan.


"Tentu saja, ini adalah didikan langsung dari Ouyang Si Niang, seorang tetua di Sekte Es Biru yang sangat cantik. "Ucap wanita itu.


"Oh, ternyata begitu. " Ucap nya.


Dia berjalan masuk dan melihat banyak hal yang tidak pantas, tetapi tidak ada yang bisa melihat nya dari balik topi bambu nya.


Dia melihat salah satu murid Senior Paviliun Teratai milik Tetua Ouyang, Zhuge Ling. Seorang gadis muda berparas cantik dan menggoda, tapi sayang nya kurang bersinar setelah kedatangan nya dan menyimpan banyak kebencian pada nya.


Dia melihat gadis bodoh itu dengan pakaian yang terbuka, sangat terbuka sekali dan ekspresi yang menantang sambil menari dengan sensual.


Dia tertawa ringan dan sesekali bertepuk tangan, tapi tatapan nya berbeda jauh dengan apa yang dia lakukan.


"Nona yang cantik, kamu tentu saja menginginkan ini bukan ?" Tanya nya dengan halus sambil menyerahkan 10 Kristal Roh di meja.


"Tentu saja, Gongzi. Kata kan apa yang kamu mau. " Ucap wanita di sebelah nya dengan lebih nakal dan menggesek gesek kan dada nya di lengan Yun Sichou.


Di dalam hati, dia meringis karena harus mengalami hal semacam ini.


"Aku ingin beberapa hidangan ringan. Tolong nona siap kan. " Ucap nya.


"Tentu saja, Gongzi. Tunggu Mei'er di sini. " Ucap wanita itu dengan genit.


Dia menatap ke arah Zhuge Ling yang tersenyum senang dengan orang orang yang memuja nya tapi tidak bisa menyentuh nya.


"Berani merendahkan martabat Sekte Es Biru dan Paviliun Teratai serta Tetua Ouyang, kamu akan membayar mahal untuk itu. " Dia mendengus.


Dia menjentik kan jari nya dan penghalang yang di buat di sekitaran Zhuge Ling hancur, orang orang yang melihat itu langsung mendekati Zhuge Ling dengan ganas.


Dia menabur kan afrodisiak di udara yang membuat semua nya lebih panas. Zhuge Ling berteriak ketakutan ketika orang orang mulai merobek pakaian nya.


"Tolong , jangan ! Tolong lepas kan aku !" Teriak Zhuge Ling.


Keadaan menjadi kacau, dia melihat Zhuge Ling yang melihat ke arah nya dan dia membuka cadar nya selama beberapa detik.


"Itu ! Itu !" Zhuge Ling tidak bisa menyelesaikan kalimat nya sebelum diperkosa ramai ramai oleh banyak orang.


Dia berjalan keluar dengan anggun dan tawa ringan yang mencekam.


"Selalu ada harga yang harus di bayar, kamu membawa nama Paviliun Teratai yang suci untuk melakukan hal kotor semacam ini. " Dia mendengus dan berjalan keluar.


Dia menutup telinga nya akan teriakan demi teriakan yang di keluar kan oleh Zhuge Ling, teriakan itu sangat merusak kesehatan telinga.