Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
37. Permainan


"Ayo pergi !" Ucap Xue Fenghuang sambil meloncat menaiki kuda, wajah nya tampak sangat dingin. Tapi di dalam hati nya, dia merasa sangat bahagia.


Jauh lebih bahagia di banding kan biasa nya, apa lagi sekarang kekuatan Toko Phoenix Salju nya telah berkembang pesat.


"Nona, bagai mana dengan perjanjian nya ?" Tanya Le Ning khawatir ketika melihat wajah nya yang tampak tidak ada ekspresi.


"Berjalan dengan sempurna, bahkan jauh lebih baik dari pada yang ku harap kan. Jalan kan rencana kita !" Ucap nya.


"Baik nona. " Kata Le Ning dengan patuh dan segera mengambil jalan memutar bersama yang lain.


Dia memacu kuda nya menuju pusat Toko Phoenix salju yang di urus secara pribadi oleh Paman Yun. Butuh beberapa waktu untuk menuju Kota Kuwei.


Tak terasa malam sudah tiba , langkah Xiao Hei melambat kala melihat toko yang lumayan ramai. Dia langsung memarkirkan Xiao Hei dan berjalan masuk dengan jubah hitam nya.


"Paman Yun, apa kabar ?" Tanya nya pada seorang pria tua yang sedang duduk santai di lantai dua dan sedang di pijat oleh beberapa gadis muda.


"Fenghuang ? Kau sudah pulang ?" Tanya Paman Yun terkejut dan segera bangkit dan memeluk nya.


Dia membalas pelukan pria tua itu, pria tua yang sudah di anggap nya sebagai keluarga sendiri.


"Bagai mana dengan kakak Qin, Xing Long ?" Tanya nya.


"Mereka baik baik saja, belakangan ini mereka menjadi sangat patuh. Itu karena Yun Long sudah menemukan seseorang yang di sukai nya. Tentu saja dia harus memamerkan kemampuan nya. " Kata Yun Wang sambil tertawa renyah.


"Tapi, paman Yun, saat ini Toko Phoenix Salju tidak menampakkan sayap nya sepenuh nya. Aku takut Kakak Long akan di remeh kan. " Ucap nya sedikit khawatir.


"Jika dia memang di remeh kan oleh wanita yang di sukai nya maka , wanita itu tidak pantas untuk Yun Long. " Kata Yun Wang dengan santai.


"Ayah angkat, adik Fenghuang, kau sudah kembali ?" Tanya Yun Long dari belakang nya dengan senyum lebar.


"Apa kau baru saja bertemu dengan gadis yang kau sukai ?" Tanya nya pada Yun Long.


Yun Long tersenyum malu malu sebelum menunduk kan kepala nya dan mengangguk.


"Kakak Long, ayo ikut aku. Aku akan membantu mu menata rambut mu supaya lebih menarik perhatian. " Ucap nya sambil menarik tangan Yun Long.


Yun Wang hanya tersenyum tipis sambil menggeleng geleng kan kepala nya.


Di sisi lain, dia menata rambut Yun Long dan merapihkan beberapa rambut yang tak tertata. Bahkan mengompres wajah Yun Long yang di penuhi dengan jerawat dengan beberapa tanaman herbal.


1 jam kemudian, gelap telah sepenuh nya turun. Dia melepas kan tanaman herbal dan membantu Yun Long untuk membilas wajah nya.


"Bagai mana ? Apa kah bagus ?" Tanya nya dengan senyum bangga.


"Astaga ! Apa kah ini benar benar aku ? aku menjadi sepuluh kali lipat lebih percaya diri di banding kan sebelum nya !" Kata Yun Long.


Dia tersenyum lebar melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Yun Long.


"Bagus kan ? Kau harus memberi ku kabar bahagia kakak Long, sebagai ganti nya. " Ucap nya.


Dia terkekeh dan mengeluarkan kipas nya, dia menyimpan jubah hitam nya. Yang hanya menunjuk kan pakaian serba hitam.


Udara malam adalah hal favorit nya, sangat menyegarkan dan menenangkan. Sampai akhir nya mereka berdua melihat seorang gadis yang lumayan cantik, tapi masih kalah jauh jik di banding kan dengan nya.


Sedang berjalan berdua dengan pemuda yang di kenal nya, pemuda itu adalah Tuan Muda kediaman Xue, Xue Xing Lun. Benar benar menjijikkan melihat gadis muda itu terus menerus menempel di tangan Xue Xing Lun.


"Ling Ling ?" Kata Yun Long dengan terbata bata.


"Itu wanita yang kau sukai ? Bagai mana kau bisa mengatakan kalau dia memiliki perasaan yang sama dengan mu ?" Tanya nya dengan sinis.


"Aku kemarin membelikan nya sebuah tusuk rambut, dan dia begitu senang. Dia berkata kalau aku sangat baik dan dia bilang kalau dia menyukai ku. " Kata Yun Long dengan sedih.


"Ayo pulang Fenghuang, ayah angkat bilang kalau dia tidak bisa mencintai kekurangan ku maka dia tidak layak untuk menjadi pendamping ku. " Kata Yun Long dengan ekspresi mantap.


"Aku setuju pada mu kakak Long, tapi kita harus memberi beberapa pelajaran pada gadis murahan ini. " Kata Xue Fenghuang sambil terkekeh.


"Adik Xing Lun, lama tak bertemu. " Ucap nya sambil terkekeh.


"Xue Fenghuang ? Kau telah berubah banyak ? Apa kau ingin sombong karena berhasil masuk ke Sekte Tianwen hasil merayu kepala Sekte ? Aku dengar kau kemarin di buang oleh Kepala Sekte ? Sekarang kau akan di usir dari Sekte Tianwen." Kata Xue Xing Lun dengan wajah menahan marah.


"Oh ya ? Apa kah memang begitu ? Kenapa kau terlihat sangat marah ? Bukan kah seharus nya aku yang marah ? Apa kah didikan nyonya Lin semua nya begini ? Semua kurang ajar dan menyukai wanita murahan ? Apa kah kau pulang untuk melihat keadaan ibu mu yang mengenaskan ? Dia sekarang sudah menjadi gila, tidak tahu apa kah dia masih sanggup untuk mengenali anak nya atau tidak. " Kata nya sambil mengangkat bahu.


"Kau ! " Xue Xing Lun merasa marah dan mengeluarkan pedang nya, dia dengan mudah menghindari serangan rendahan itu sebelum menendang perut Xue Xing Lun.


"Haish, aku tidak menyangka kalau aku akan mendapat kan dua mangsa sekaligus. " Ucap nya.


"Tujuan utama ku kemari adalah diri mu, wanita tidak tahu diri yang hanya bisa merayu seseorang !" Ucap nya pada wanita yang meringkuk ketakutan itu.


"Kakak Yun, tolong bantu aku !" Kata Ling Ling dengan panik dan menempel kan dada nya di lengan Yun Long.


"Lepas kan aku !" Kata Yun Long menghempas kan Ling Ling sampai jatuh ke tanah dengan wajah kecewa.


"Karena kau adalah satu satu nya saksi di sini maka aku harus membunuh mu. " Ucap nya pada Ling Ling sambil menyeringai.


"Jangan ! Jangan ! Aku tidak akan mengatakan apa pun! aku juga tidak ada hubungan dengan nya !" Kata Ling Ling itu sambil merangkak mundur.


"Aku ingin percaya pada mu, tapi sayang nya aku hanya percaya pada mulut orang mati. " Ucap nya sebelum menusuk kan pedang nya ke jantung Ling Ling.


Wanita itu terguling tanpa nyawa, Yun Long menatap nya dengan tatapan rumit.


"Maaf kakak Long, aku melakukan ini demi kepentingan kita. " Ucap nya dengan nada dingin.


"Aku mengerti. " Kata Yun Long, pemuda itu tahu apa bila Xue Fenghuang sudah turun tangan maka itu pasti akan berakhir dengan darah.


"Sekarang giliran mu, Adik Xing Lun. Kita akan bersenang senang di sini. " Ucap nya sambil terkekeh dan berjalan mendekati Xue Xing Lun yang terus merangkak berusaha untuk menjauhi nya.