Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
44. Tungku Tiga Warna


"Kau !" Suara manis itu tampak menggeram.


"Aku ? Kenapa ? Tidak sanggup memberikan tawaran ?" Tanya nya dengan nada mengejek.


"15.000 Koin Emas ! " Kata Ling Kuan dengan marah.


"15.100." Ucap nya dengan santai.


"16.000 !" Kata Ling Kuan dengan sedikit menggeram.


"16.100 !" Kata nya.


"25.000 Koin Emas ! " Kata Ling Kuan dengan emosi.


"Sebut kan nama mu, aku akan mencari mu setelah ini !" Kata Ling Kuan lagi, Nyonya Lin tampak tersenyum sangat lebar bahkan bibir nya tampak seperti ingin robek.


"Nona, kenapa kau sangat tersinggung ? Kita menawar secara adil. " Jawab nya dengan tawa pelan tapi menusuk.


"25.100 !" Ucap nya.


"50.000 ! Kau sangat menginginkan nya bukan ? Aku akan memberi mu dengan harga murah. " Kata Ling Kuan dengan senyum jahat.


Dia tahu, Ling Kuan pasti tidak akan menawar lagi setelah ini. Jadi dia hanya diam dan membiarkan Nyonya Lin terus tersenyum lebar.


"Apa kah ada yang akan menawar lebih tinggi ? Lima puluh ribu, satu !" Kata Nyonya Lin yang mulai menghitung.


"Tunggu ! Bagai mana mungkin ?! Cepat beri kan tawaran mu bodoh !" Kata Ling Kuan dengan panik.


"Aku sudah tak menginginkan nya lagi, lagi pula nona Ling tampak nya sangat menginginkan nya. Aku tidak ingin mendapat gelar sebagai seorang perebut barang gadis cantik. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.


Tentu saja dia tidak akan melepaskan Ling Kuan dengan mudah.


"Lima puluh ribu, dua ! Lima puluh ribu, tiga ! Selamat Nona Ling, anda berhasil mendapat kan tungku tiga warna !" Kata Nyonya Lin dengan bersemangat.


Dia bisa mendengar umpatan yang di layangkan oleh Ling Kuan yang tertuju pada nya, dia hanya tertawa pelan menanggapi hal tersebut.


"Meimei, aku memang hebat dalam hal ini. Jiejie mu ini, masih belum seberapa !" Kata Qin Yue sambil tertawa puas.


Meski pun 50.000 koin emas tidak banyak bagi nya, tapi jika di banding kan dengan milik murid luar sebuah sekte, itu akan menjadi seluruh harta mereka.


Jadi, bisa di bilang dia berhasil untuk membuat bangkrut seorang murid Sekte Tianwen. Setelah itu, tidak ada pelelangan yang benar benar menarik lagi bagi nya.


Setelah pelelangan selesai, dia mengajak Qin Yue untuk berjalan memutar dari jalan pulang mereka.


"Meimei, ini bukan jalan pulang. Apa yang akan kau lakukan ?" Tanya nya.


"Mengambil barang ku. " Ucap nya.


"Kau akan membunuh murid sekte Tianwen itu ? Apa tidak masalah ? aku takut itu akan menyinggung Sekte Tianwen. " Kata Qin Yue dengan sedikit khawatir.


"Jiejie tenang saja, aku bisa mengatasi hal remeh seperti ini. Ayo berjalan ke depan. " Ucap nya, dia yakin gadis dari sekte Tianwen itu masih tidak jauh.


Tatapan nya teralihkan pada lorong kecil yang sudah berlumuran darah, di sana seorang pemuda berjubah putih sedang berdiri.


Di depan pemuda itu, ada seseorang dengan pakaian hitam yang tangan nya berlumuran darah.


"Nona Xue, lama tak berjumpa. Aku tadi nya berniat untuk membelikan mu Tungku Tiga Warna ini, tapi sayang nya ada seorang lalat yang tidak tahu diri. " Kata pemuda itu tanpa menoleh.


"Oh ya ? Aku sangat kagum dengan sifat rendah hati Adipati Yuanzheng, yang bahkan masih bisa mengingat diri ku ini. " Kata nya sambil menunduk dan memberikan salam.


Dia menerima nya tanpa ragu dan membungkuk untuk berterima kasih.


"Terima kasih Adipati Yuanzheng. Hal baik ini, pasti akan ku balas di masa depan. " Kata nya, dia tidak berniat untuk menawar kan sesuatu.


Karena dia tahu, bagi seseorang yang sudah mendapat kan semua nya seperti Yuanzheng Yuwen, menawar kan uang adalah pilihan yang buruk.


Lebih baik seperti ini, dia mendapat kan barang yang dia ingin kan, dan dia tidak bersinggungan dengan Yuanzheng Yuwen.


Jika di tanya, siapa yang paling tidak ingin ia singgung, maka jawaban nya adalah Yuanzheng Yuwen. Karena pemuda di depan nya ini adalah iblis dengan keberuntungan yang tinggi.


"Kalau begitu, kami akan pamit terlebih dahulu Adipati Yuanzheng. Tidak baik untuk berada di tempat sepi bersama pria, terima kasih. " Ucap nya, sambil menangkup kan kedua tangan nya di depan dada yang di ikuti oleh Qin Yue.


Dia menyimpan Tungku Tiga Warna ke dalam cincin ruang nya dan pergi menuju kediaman Qin.


"Meimei, apa kau sudah pernah bertemu dengan Adipati Yuanzheng sebelum nya ? Bagai mana mungkin kau bisa tetap tenang seperti itu ?" Tanya Qin Yue dengan antusias.


"Memang nya kenapa ? Tidak ada hal khusus, aku hanya beberapa kali bertemu dengan nya. " Ucap nya sambil mengangkat bahu.


"Dia sangat mendominasi kau tahu ? Aku sangat mengidolakan nya di medan perang. Pernah hari itu di peperangan aku mengajak nya untuk berbicara, tapi dia tidak menjawab dan hanya menatap ku dengan tatapan dingin. " Kata Qin Yue sambil merinding mengingat kejadian itu.


"Aku belum pernah melihat nya berbicara sendiri selama ini, selalu di wakil kan oleh bawahan nya. Kau sangat hebat Meimei, aku sangat kagum pada mu. " Kata Qin Yue dengan kagum.


"Jiejie, nanti setelah pulang kerumah. Kau istirahat lah dulu, ada yang ingin ku lakukan. " Kata nya.


"Apa itu ?" Tanya Qin Yue, belum sempat membalas, sekelompok laki laki datang menghampiri mereka.


Masing masing dari mereka memiliki wajah mesum yang sangat memuak kan.


"Hei, gadis gadis cantik. Apa yang kalian lakukan di sini ?" Tanya salah satu pria dengan senyum menyeringai.


"Kalian tebak lah, untuk apa kami datang kemari ?" Tanya nya balik dengan senyum menggoda.


Dia menahan tangan Qin Yue yang siap untuk mengamuk.


"Ternyata kedua nya adalah wanita penghibur, aku akan memuaskan kalian berdua dan membuat kalian berdua berteriak kenikmatan. " Kata yang lain sambil tertawa vulgar.


"Apa kah kalian yakin bisa memuaskan kami ? Dengan milik kalian yang kecil itu ? Kalian bahkan tidak dapat memuaskan anjing dan membual untuk memuas kan kami ?" Tanya nya dengan sinis.


Meski pun begitu, senyum nya tak berkurang.


"Apa maksud mu ?! Jangan memaksa kami untuk berbuat kasar pada mu !" Kata yang pertama dengan tidak senang.


"Jangan salah kan kami kalau berbuat kasar dan melukai kalian. " Kata yang lain.


"Baik, ini kata kata mu sendiri. Jangan salah kan aku juga karena berbuat kasar dan melukai kalian. " Ucap nya, dia mengangkat pedang nya yang di selipkan di dalam pakaian nya.


Cresshh


Dua kepala jatuh ke tanah, darah langsung menetes dengan deras dan meninggal kan sekelompok kengerian yang mendalam di dalam hati laki laki lain.


"Jangan salah kan aku karena kejam, kalian berniat untuk memuas kan ku bukan ? Maka mati lah dengan baik. Dengan melihat kematian, hati ku terasa puas. " Ucap nya sambil tertawa ringan, dalam sekejap semua kepala menggelinding ke tanah.


Bahkan Qin Yue menjerit tertahan kala sebuah kepala yang berekpresi terkejut menggelinding ke kaki gadis itu.


"Ayo pergi Jiejie, mereka ini adalah orang orang tercela. Tidak tahu sudah membuat berapa banyak masalah pada gadis gadis lain. " Ucap nya sambil menghela nafas dan menginjak salah satu tubuh dengan kesal sampai hancur.