Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
311. Kakak Laki Laki


" Kata katamu ini mirip dengan kata kata Yuanzheng Yuwen. " Ucap nya sambil tertawa ringan.


"Apa kau memiliki hubungan dengannya ? Kau terlihat sangat dekat dengannya. " Ucap Lan Tianjin dengan tatapan menyelidik.


Dia memberi tatapan mengejek pada Lan Tianjin.


"Lihatlah, kau seperti kakak yang sangat perhatian pada adik nya dan tidak ingin adiknya memiliki kekasih seorang berandalan. " Ucap nya dengan nada mengejek yang sangat jelas.


"Semua kakak akan melakukan itu. " Ucap Lan Tianjin dengan acuh tak acuh.


"Hahaha, baiklah. Aku akan jujur, aku dan dia adalah sepasang kekasih. " Wajah Lan Tianjin langsung muram ketika mendengar ini.


"Aku mendengar bahwa asal usulnya tidak di ketahui, bagaimana mungkin kamu bisa berkencan dengan sembarang orang ?" Tanya Lan Tianjin dan mulai berceramah.


Dia yang mendengar ini tertawa ringan.


"Ge Ge tidak perlu khawatir, aku akan baik baik saja. Lagipula aku bisa mengamati orang dengan baik, pengalaman ku lebih banyak darimu. " Ucapnya dengan tawa lembut.


"Ge, jika kamu penasaran dengan kata kata ku yang aneh menurut mu maka kau bisa bertanya pada Feng Ge. Jika kau ingin aku bercerita sendiri maka aku tidak sanggup. " Ucapnya dengan senyum cerah.


Dia kembali berbaring dan berbincang sebelum akhirnya dia mengusir Lan Tianjin dengan alasan bahwa dia akan segera beristirahat.


Akhirnya, Lan Tianjin meninggalkan nya dengan raut wajah tidak rela. Meskipun mereka baru bertemu di saat mereka telah dewasa, tapi semuanya menjadi lebih hangat.


Lan Tianjin sangat baik padanya meskipun mereka belum mengetahui bahwa mereka adalah saudara.


Dia mengingat kata kata Feng Taoran yang bercanda bahwa mereka mungkin adalah kakak adik karena sifat mereka yang mirip dan tentu saja kekerasan kepalaan mereka yang tidak kalah satu sama lain.


Dia sama sekali tidak beristirahat seperti yang di katakan nya pada Lan Tianjin, dia berbaring dengan kedua mata yang terbuka lebar.


Air mata mulai mengalir dari kedua kelopak mata indahnya, dia hampir tidak bisa menahan air mata ini lagi.


Dia sudah lama menginginkan seorang kakak laki laki yang bisa menjaganya, ketika dia dibully di masa lalu.


Dia selalu berharap dan berharap, sebelum akhirnya dia merasa bahwa itu mustahil dan menertawakan diri nya sendiri karena harapan yang tidak masuk akal.


Dia berharap bahwa akan ada kakak laki laki yang memasang badan di depannya ketika teman temannya mengejeknya.


Lalu, ada kakak laki laki yang membawanya keluar dari panti asuhan dan membawanya keluar dari gudang gelap dan lembab.


Dia berharap ada yang mengulurkan tangan dan memeluknya ketika dia mengatakan bahwa dia takut, takut gelap.


Tapi, semakin dewasa dia maka, semakin sadar dia bahwa itu adalah hal tidak masuk akal. Dia tidak mungkin memiliki kakak laki laki, dia adalah anak tunggal.


Dia tidak menyangka bahwa ini menjadi kenyataan, dia tidak bisa menahan rasa haru yang meluap dalam dadanya.


Ini adalah air mata kebahagiaan bukan air mata kesedihan seperti sebelumnya.


"Sekarang aku tidak sendiri, aku memiliki kakak laki laki dan memiliki kekasih yang akan melindungi ku. " Ucapnya, dia memejamkan mata nya dan air mata mengalir lebih deras.


Xue Fenghuang memandang langit di luar dengan tatapan sedih, dia mengucapkan rasa terima kasihnya yang tidak bisa di lukiskan dengan kata kata.


Mereka sedang menonton kenangan demi kenangan yang di miliki oleh Xue Fenghuang. Masing masing sedang mengepalkan tangan dan menahan marah.


Mata Yuanzheng Yuwen sudah memerah dan tidak bisa menahan amarah dan hampir meledak. Sedangkan Lan Tianjin sendiri sudah sangat marah dan terus mengumpat.


Hanya Feng Taoran yang masih tenang dengan mata yang mengandung kesedihan dan rasa sakit. Siapa pun yang melihat tatapan itu akan menangis dan merasakan kesakitan yang mendalam.


"Sialan, bagaimana mungkin ada seseorang dengan kenangan yang begitu buruk seperti ini ?" Tanya Lan Tianjin dengan kemarahan yang tidak dapat di tahan.


"Jika orang orang ini masih hidup maka aku akan membunuh mereka sepuluh kali !" Ucap Lan Tianjin.


"Tidak perlu lagi, Fenghuang sudah membalas dendamnya. Mereka semua telah mati di tangannya. " Ucap Feng Taoran dengan suara serak, seolah olah menahan tangis.


Yuanzheng Yuwen tidak mengeluarkan sedikitpun suara, tapi tangannya telah mengepal dengan erat sampai sampai tangannya berdarah dan urat urat di tangannya muncul.


Mata pemuda itu memerah dan seolah olah merupakan bom waktu yang bisa meledak kapan saja.


"Sabar, ini hanya beberapa. " Ucap Feng Taoran.


"Kalian sudah bertekad untuk memahami Fenghuang bukan ? Lagipula dia telah memberi izin ini. Kalian harus menonton sampai akhir. Ini hanya sebagian. " Ucap Feng Taoran.


"Shixiong, bagaimana mungkin ini hanya sebagian ?! Apakah masih ada lebih banyak ?" Tanya Lan Tianjin putus asa dan tidak tahan lagi.


"Ehm, aku tidak ingin mempercayai nya tapi ini benar benar baru beberapa. Masih ada lebih dari 20 kenangan yang tidak kalah buruk dari ini. Tapi, ini hanyalah kenangan di kehidupan lalu nya dan bukan kehidupan masa kini. Jika ditetapkan semuanya maka mungkin akan menjadi 30 atau 40 kenangan buruk, aku tidak bisa membayang kan nya. " Ucap Feng Taoran dengan kecepatan yang tidak manusiawi.


Orang orang jika sedang panik, sedih dan khawatir, akan berbicara dengan sedikit asal asalan dan tidak jelas.


Feng Taoran, sebagai orang yang paling tua di antara mereka bertiga. Berusaha untuk menjadi lebih tegar dan tidak banyak bicara.


Sedangkan di tempat Xue Fenghuang, gadis itu merasa telinga nya gatal dan beberapa kali bersin.


"Apa kah ada yang sedang membicarakan ku ? " Tanya Xue Fenghuang dengan polos dan bingung.


"Ah aku akan pergi ke kamar Feng Ge untuk meminta obat flu, lebih baik untuk meminumnya terlebih dahulu dari pada nanti parah. Aku juga tidak memiliki obat flu. " Ucap nya.


Dia berjalan menuju tempat Feng Taoran dan mendengarkan raungan kemarahan dari Lan Tianjin.


Berbagai sumpah serapah keluar dari mulut Lan Tianjin, dia mengerutkan dahinya ketika mendengar suara Ge Ge nya.


Dia membuka pintu dengan perlahan dan mulutnya terbuka dengan lebar seolah tidak percaya dengan pemandangan di depannya.


Itu adalah kenangannya !


Sialan, pantas saja bagian depan ruangan sangat sepi dan tidak ada tanda tanda kehidupan. Ternyata mereka sedang duduk di sini dan memandang kenangan masa lalu nya.


Dia memandang mereka dengan kesal, tapi tetap duduk di belakang mereka bertiga dan menyembunyikan keberadaan nya.


Dia duduk dengan diam seolah olah dia tidak berada di sana.


Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 2 / 3