
"Oh ya ? Aku ingat kalau tidak salah Tuan Yuanzheng sekarang baru berumur 18 tahun bukan ? Apa lagi sebagian besar waktu tuan muda di habis kan untuk perang, aku tidak tahu kalau Tuan Muda Yuanzheng memiliki naluri seperti pria dewasa. " Ucap nya dengan nada penuh ejekan.
Dia mengambil jubah luar nya dan menggunakan nya dengan anggun. Lagi pula, dia tidak peduli dengan keberadaan Yuanzheng Yuwen yang berada di belakang nya.
"Nona Xue, apa kau tidak takut aku akan melakukan sesuatu yang tidak pantas ? Jika kau bertemu dengan orang lain dengan menggunakan pakaian seperti ini, maka mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak di ingin kan." Kata Yuanzheng Yuwen masih membela diri.
"Tuan Muda Yuanzheng tidak pernah bermain dengan wanita selama ini, bahkan muncul beberapa rumor belakangan ini tentang tuan muda Yuanzheng. " Ucap nya menghentikan sejenak kata kata nya dan mengikat pakaian luar nya.
Wajah Yuanzheng Yuwen tampak memerah di bawah sinar remang remang.
Memang karena sikap dingin nya terhadap wanita, muncul beberapa 'rumor' buruk. Seperti yang belakangan ini heboh adalah Yuanzheng Yuwen menyukai pria.
Lalu ada juga rumor kalau 'Naga' milik Yuanzheng Yuwen tidak bisa 'berdiri' atau dengan kata lain dia adalah laki laki yang cacat.
"No-nona Xue mempercayai rumor itu ?" Tanya Yuanzheng Yuwen tidak percaya.
"Ya dan tidak. Aku lebih tepat nya tidak memiliki waktu untuk mengurusi urusan pribadi mu Tuan Muda. Lagi pula untuk pertanyaan mu sebelum nya, jika aku bertemu dengan orang lain dengan pakaian seperti ini maka tidak akan ada yang bisa menghalangi ku untuk mengcongkel mata nya lalu memotonh lidah nya. "Kata nya sambil terkekeh, dia tidak repot repot untuk menggunakan cadar nya.
Karena bagai mana pun, Yuanzheng Yuwen sudah tahu bagai mana bentuk wajah nya yang asli.
Dia mengeluarkan belati dari pakaian bagian dalam nya.
"Tuan muda pasti tahu bukan apa kelanjutan nya ? jika ada seseorang yang masuk ke kediaman ku tanpa izin, apa lagi melihat ku dalam keadaan yang tidak pantas bukan ? Tapi, karena itu anda. Aku hanya bisa memaklumi nya, lagi pula kau tidak akan mengambil keuntungan dari gadis kecil seperti ku bukan ? Lalu, siapa yang tidak akan mengenakan pakaian tidur mereka di waktu tengah malam begini ? Yang aneh adalah orang yang masih memakai pakaian lengkap mereka di tengah malam seperti ini. " Ucap nya panjang lebar sambil menyajikan teh.
Yuanzheng Yuwen tampak terdiam mendengar kan kata kata nya yang sangat memojok kan pria itu. Lagi pula, Yuanzheng Yuwen tidak tahu kalau dia selalu membawa pedang dengan diri nya.
"Lalu, apa yang di ingin kan oleh Tuan Muda Yuanzheng dari gadis kecil seperti ku sampai sampai membuat tuan muda datang tengah malam seperti ini ?" Tanya nya.
"Aku tentu saja akan membicarakan hal yang penting. Nona Xue, anda mungkin memang muda tapi tubuh mu mengatakan sebalik nya. Aku takut, banyak sekali orang yang akan rela untuk mati demi melihat tubuh indah mu. Aku jadi merasa sangat beruntung. " Kata Yuanzheng Yuwen berusaha untuk membuat nya merasa malu.
"Terima kasih atas pujian mu Tuan Muda Yuanzheng, ini membuat ku ada ide. Dengan diri ku seperti ini, aku pasti bisa membuat kekacauan besar. Bukan kah begitu Tuan Muda Yuanzheng ? Aku penasaran, berapa banyak orang yang rela mati demi diri ku. " Ucap nya sambil terkekeh, dia memainkan cangkir teh nya.
Jujur saja, tubuh nya masih sangat lelah. Tapi, apa boleh buat ? Yuanzheng Yuwen memang bukan orang normal. Jika orang normal, mana ada yang datang bertamu di tengah malam ?
"Nona Xue, aku benar benar kagum dengan kepribadian mu. Aku datang kemari untuk membahas bisnis milik mu, Toko Phoenix Salju. " Kata Yuanzheng Yuwen dengan ekspresi serius.
"Ya, apa yang bisa di diskusi kan dari toko kecil ku, Tuan Muda Yuanzheng ?" Tanya nya dengan dingin.
Karena, bagai mana pun gelar sebagai seseorang yang bodoh dan wajah jelek masih menempel dengan erat di tubuh nya.
"Aku berniat untuk membawa toko Phoenix Salju masuk ke pasar milik ku, dengan syarat membagi 10 persen penjualan setiap bulan. " Kata Yuanzheng Yuwen.
"Ha ha ha Tuan Muda, tampak nya anda terlalu percaya diri ? Apa kah anda tahu berapa banyak pasar yang mengajukan permintaan untuk kami ?" Tanya nya sambil tertawa meremehkan.
Suasana menjadi lebih tegang, tapi dia tetap dengan tenang menyeruput teh nya.
"Nona Xue, anda tidak tahu berapa banyak orang yang ingin mengajukan permintaan supaya bisa masuk dan berjualan di pasar milik ku ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.
"Tentu saja tahu, lagi pula banyak toko yang lebih unggul di banding kan kami saat ini. Kenapa tuan Muda tidak membawa mereka ? Apa kah mereka tidak setuju dengan persyaratan yang anda buat ?" Tanya nya dengan senyum mengejek.
"Nona Xue, anda salah paham. Mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menolak, jika itu mereka, maka mereka akan langsung menerima kesepakatan bahkan jika aku meminta 20 persen dari mereka. " Kata Yuanzheng Yuwen.
"Kalau begitu, kenapa tidak membuat persyaratan dengan mereka ? Aku ingin melihat berapa banyak toko yang setuju dengan mu. " Ucap nya sambil tersenyum ramah dan menunjuk pintu.
"Baik lah, baik lah. Seperti nya aku tidak bisa membohongi nona Xue. Aku akan serius sekarang, aku menginginkan 5 persen dari hasil penjualan. " Kata Yuanzheng Yuwen.
"Hm, aku setuju. Di mana surat perjanjian nya ?" Tanya nya.
Yuanzheng Yuwen mengeluarkan kertas, dia memberikan tanda tangan nya setelah membaca syarat dengan teliti untuk memastikan tidak ada persyaratan yang merugikan nya.
Setelah kedua nya menandatangani surat perjanjian kesepakatan, Xue Fenghuang tertawa ringan dan memasuki kan surat itu ke dalam cincin ruang nya.
"Sebenar nya Tuan Muda, tidak ada pasar yang mengajukan diri untuk mengajak kami. " Ucap nya sambil mengangkat bahu.
"Tidak ada ?" Yuanzheng Yuwen tampak terkejut dengan kata nya.
"Tidak ada. Benar benar tidak ada, aku bahkan sampai bingung. Nah, tuan muda Yuanzheng, aku sudah akan tidur sekarang. Apa kau berniat untuk menemani ku ?" Sindir nya.
"Tidak tidak, tentu saja tidak ! Aku akan pergi, terima kasih Nona Xue. " Kata Yuanzheng Yuwen sebelum menghilang dalam kegelapan.
Dia terkekeh dan melepas kan jubah luar nya sebelum kembali membaring kan tubuh nya di atas ranjang.
"Benar benar menyebal kan, pemuda itu membuat ku kehilangan nafsu untuk tidur. Padahal tubuh ku masih sangat lelah. " Gerutu nya.