Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
178. Memusnahkan Sekte II


"Kalian tampak nya sangat senang ketika hidup menjadi pemimpin dimensi ini ? Kenapa kau melakukan ini ? Sekte Biru Es tidak pernah berebut posisi pemimpin selama ini. " Ucap nya dengan marah.


"Itu semua karena kau ! Kau adalah penyebab nya ! Kau yang menghancurkan sekte mu ! Kau yang membangkitkan rasa iri..... Ahhhh !!" Liu Yang tidak bisa menyelesaikan ucapan nya sebelum dia menusuk kan sebuah belati di bahu kiri Liu Yang.


Bukan area vital, tapi menimbulkan rasa sakit yang mendalam.


"Aku akan membuat mu merasa kan apa yang telah ku rasa kan. Apa kau tahu berapa banyak tusukan di tubuh ku saat itu ? Lebih dari 10 !! Kau harus membayar nya, kalian semua harus membayar nya !!!" Dia meraung dan mengcengkram kerah Liu Yang.


Dia seperti orang gila yang marah sebelum kembali tertawa , wajah nya sudah di penuhi dengan darah. Dia menggores leher Liu Yang.


Darah mengalir dengan deras, lalu dia menusuk kedua mata pria tua itu dan melakukan tusukan lain nya pada p


tubuh Liu Yang.


Dalam sekejap, tubuh pria tua itu berubah menjadi papan panahan yang di penuhi dengan lubang lubang, baik besar maupun kecil.


Liu Yang sudah tidak bisa berbicara dengan lidah nya yang di potong, mata nya sudah buta dan tubuh nya terus bergetar.


Dia mengambil salah satu selendang wanita penghibur yang ada di sana dan mengikat nya ke lampu kaca yang ada di langit langit.


Setelah itu, dia menggantung tubuh Liu Yang yang sudah setengah mati, tubuh yang dia beri mantra untuk bertahan selama 6 jam dan menikmati semua rasa sakit nya.


Dia memotong pita suara nya, memotong jari nya, lengan nya, kaki nya, kondisi Liu Yang saat ini bahkan tidak akan bisa di kenali lagi.


Dia menatap dan tertawa dengan ruang sambil bertepuk tangan sebelum menangkap sebuah pisau yang melayang ke arah nya.


Tawa nya menyusut menjadi senyum , dengan senyum lebar dia berbalik dan berjalan ke sudut. Tersangka yang telah melemparkan pisau pada nya langsung gemetar.


"Ka.. kami hanya ingin bertahan hidup !" Ucap wanita penghibur yang melemparkan pisah pada nya.


"Bertahan hidup ya? Aku padahal akan melepaskan kalian tadi nya, tapi karena kalian begitu setia pada Liu Yang sampai sampai ingin mati bersama nya maka aku akan mengabulkan nya. " Ucap nya dengan sinis.


Seluruh tubuh nya di penuhi dengan asap hitam, asap hitam itu melaju ke depan dan mencekik belasan wanita penghibur itu.


Asap hitam ini bukan lah milik nya, tapi asap hitam ini sangat menuruti perintah nya. Hampir sama dengan di tanam oleh orang lain tanpa di ketahui oleh nya.


Hanya saja, siapa yang akan memberikan nya kemampuan sedemikian rupa ? Asap hitam ini akan muncul setiap kali kemarahan nya sedang memuncak.


Melihat Liu Yang saat ini benar benar membuat amarah yang telah lama di pendam oleh nya keluar tanpa bisa di kendalikan.


Wanita wanita penghibur itu jatuh ke tanah satu persatu dengan mayat utuh, ini adalah hal paling baik yang bisa di lakukan oleh nya.


Dia berjalan keluar dan membiarkan Liu Yang yang terus meronta gonta dengan hanya menyisakan tubuh tanpa anggota tubuh lain nya.


Bahkan jika pria tua itu berhasil meloloskan diri, pria tua itu tidak akan berbeda jauh dengan sampah yang menunggu kematian.


Kaki nya sudah tidak ada, lengan nya, telinga nya, mata nya, lidah nya, gigi nya, semua nya sudah hancur.


Dia berjalan keluar dengan acuh tak acuh, membiarkan gaun nya yang bersimbah darah di hantam oleh angin yang sangat kuat.


Dia melihat ke arah langit yang mulai menggelap dan tersenyum lebar.


"Cuaca yang baik, aku akan membunuh orang dan kau mengalirkan air. Itu akan membentuk sungai Darah yang sempurna. " Ucap nya dengan ceria.


Dia menatap ke langit dengan penuh kebencian, dia awal nya percaya bahwa Dewa adalah orang yang bijak dan di penuhi dengan keadilan.


Setelah dia sadar, bahwa itu semua hanya lah angan angan. Itu semua hanya lah cerita dongeng anak anak.


Mereka mengusir ayah nya, mengutuk ayah nya, mencabut kekuatan ayah nya, masih tidak melepaskan ayah nya untuk pergi dengan cara mengambil Pecahan Surgawi dari Tangan ayah nya melalui 3 Klan.


Jika semua orang belum tahu, maka dia sudah tahu kalau 3 Klan adalah keturunan para Dewa. Ayah nya pernah bercerita soal ini di waktu kosong.


Ketika dia menyiksa Liu Yang, dia baru ingat akan hal itu dan itu membuat kebencian nya terhadap para Dewa menjadi lebih dalam.


Sampai hampir seperti air dan api, itu bukan berarti dia mendukung pihak iblis. Dia juga tidak senang dengan pihak iblis karena ibu nya.


Tangan nya yang berlumuran darah mengenggam belati perak nya dengan kuat dan berjalan menuju ruangan harta karun milik Sekte Jari Surgawi.


Dia melihat ada dua penjaga, dengan cepat dia melempar belati nya ke arah tenggorokan mereka dan memotong pita suara mereka.


Setelah itu baru lah dia keluar dari tempat persembunyian dan langsung membunuh kedua orang itu dengan mudah.


Ketika dia memasukkan nya, putaran pintu batu langsung terputar dan pintu batu terbuka dengan sendiri nya.


Dia berjalan ke dalam dengan tenang, langkah nya begitu tenang. Mata nya sedikit berbinar ketika melihat banyak nya senjata dan tumpukan Kristal Roh tingkat rendah dan tingkat menengah.


Bahkan ada Kristal Roh Tingkat Tinggi, benar benar mengagumkan ! Dia menyimpan semua nya ke dalam cincin ruang , bahkan satu cincin ruang tidak cukup.


Lalu dia melihat ada beberapa pintu batu lagi di dalam nya, total nya ada tiga. Dia mencoba untuk membuka yang pertama dan di dalam nya di penuhi dengan Pil.


Ruangan kedua, di penuhi dengan emas dan mutiara, serta ribuan batu untuk kultivasi. Dengan bantuan ini maka tidak akan sulit bagi nya untuk menembus ke tahap selanjut nya.


Dia berjalan ke ruangan ketiga, di sana di penuhi dengan buku usang. Dia menebak kalau itu semua adalah senior bela diri.


Dia menyimpan semua nya sampai bersih, tidak meninggal kan satu pun di dalam ruangan ruangan batu itu. Dia ingin melihat bagaimana tanggapan Ketua Sekte Jari Surgawi melihat perbendaharaan nya kosong.


Lalu melihat Liu Yang yang mati dengan mengenaskan, tentu saja dia tidak ingin membunuh mereka sekarang. Dia akan membuat mereka sedikit menderita karena kelaparan dan kemiskinan.


Dia berjalan keluar dengan senyum gila nya dan menginap di salah satu penginapan dengan pemandangan yang jelas.


1 Bulan kemudian


Dia sudah melihat bagaimana perubahan drastis Sekte Jari Surgawi dari waktu ke waktu, murid Sekte Jari Surgawi mencapai 10 ribu murid.


Beberapa ribu murid sudah keluar, tapi tidak ada dari mereka yang lolos. Malam atau siang hari mereka keluar, mereka akan di bunuh dengan menyedihkan.


Itu adalah rahasia umum yang semua orang ketahui, kematian Tetua Liu Yang juga mengejutkan banyak orang bersamaan dengan puluhan aib nya yang selama ini tertutup rapat.


Mulai dari suka mabuk mabukan, suka memperkosa orang, suka bermain dengan wanita, pokok nya berbeda 180 derajat dengan yang orang ketahui.


Dia tertawa puas di sana dan duduk dengan tenang sampai siang hari , dia melihat ke arah Sekte Jari Surgawi yang tampak kusam.


Para murid menggunakan pakaian yang sederhana dan kasar, tetua tetua terpaksa untuk menanam sayuran untuk bertahan hidup.


"Sudah waktu nya untuk melakukan pembersihan, aku sudah memberi kalian waktu satu bulan. "Ucap nya dengan dingin.


Dia terbang dari jendela penginapan nya menuju ruangan kepala Sekte, sesampai nya di sana yang di lihat nya hanya lah lelaki paruh baya yang terbaring lemah dengan wajah pucat.


Ini sama sekali berbeda dengan Ketua Sekte gagah yang di lihat nya di pertandingan waktu itu , jika bisa maka dia tidak akan memilih jalan ini.


Hanya saja, dendam nya terlalu besar untuk di padamkan. Dia sudah bersumpah untuk membunuh semua orang yang berkaitan dengan kehancuran sekte nya.


"Ketua Sekte, lama tidak bertemu. " Ucap nya sambil melangkah dengan tenang.


"Kau ? Siapa kau ?" Tanya pria paruh baya itu dengan suara lemah.


"Ketua Sekte lupa ? Ini adalah aku. " Ucap nya sambil mengeluarkan cambukan yang di berikan oleh Liu Yang.


"Xu... Xue Fenghuang !" Ucap Ketua Sekte Jari Surgawi dengan ketakutan.


"Jangan takut, aku akan memberimu kematian yang baik. Aku akan memberimu kematian dengan mayat utuh, tidak seperti Liu Yang. Dia bahkan tidak bisa melakukan apa pun lagi. " Ucap nya sambil tertawa.


"Kau ? Kau yang membunuh nya ?!" Tanya pria itu dengan terkejut.


"Kenapa ? Kau terkejut ? Kalian sudah merencanakan untuk menghancurkan Sekte ku dan kalian masih berharap bahwa aku akan membiarkan semua nya lepas begitu saja ? Jika aku memang melakukan itu maka aku tidak akan tenang meski pun telah menjadi arwah. " Ucap nya dengan dingin.


"Aku beri kau dua pilihan, ingin mati dengan racun atau cekikan ? Aku menyarankan yang racun, karena tidak menimbulkan rasa sakit apa pun. " Ucap nya.


Dia mengeluarkan sebuah botol kaca yang berwarna putih dan menyerahkan nya pada Ketua a


Sekte Jari Surgawi.


"Jika aku meminum ini, apa kah kau akan melepaskan Sekte Jari Surgawi ?" Tanya pria tua itu dengan terbata bata.


Dia tersenyum tipis dan senyum mengejek hilang dari wajah nya.


"Kau tahu sendiri, dengan kematian mu musuh musuh lama akan datang. Sekte telah menjadi miskin, itu akan membuat mereka merasa kalau kehidupan jauh lebih buruk dari kematian. Apa kah kau masih mau memilih itu ? Jika kau memilih itu maka aku akan melepaskan Sekte Jari Surgawi. " Ucap nya dengan menjebak.


Semua akhir dari pilihan yang di berikan nya adalah sama, yaitu kematian. Beda nya, satu mati dengan tangan nya dan satu nya lagi mati dengan tangan orang lain.