
"Yuanzheng Yuwen ?" Tanya nya dengan terkejut.
"Jangan terkejut seperti itu. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menaruh nampan makanan di meja.
Pemuda itu melirik sedikit ke buku buku yang di baca oleh nya, bahkan tanpa sempat di simpan oleh diri nya.
"Panggil aku Long Tian saat berada di sini. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menghela nafas.
Long Tian atau Yuanzheng Yuwen menarik kursi tepat di sebelah nya dan menyuruhnya untuk duduk kembali, dia dengan patuh menuruti kata kata pemuda itu.
"Kenapa kamu datang kesini ?"Tanya nya dengan sedikit bingung.
"Ini sudah malam, itu tidak akan baik untuk kesehatan mu. " Ucap nya dengan tenang.
"Fenghuang."Panggil Yuanzheng Yuwen sambil memegang kedua bahu nya.
Dia menatap Yuanzheng Yuwen dengan tatapan mendalam dan tidak dapat di artikan.
"Jangan membuatku merasa bahwa aku adalah orang yang lemah dan tak berdaya. Tolong bantu aku untuk melupakan ini, meskipun hanya sebentar. Aku mohon. "Ucap Yuanzheng Yuwen dengan suara yang sangat pelan, hampir hampir tidak terdengar.
"Tentu saja. " Jawab nya dengan berat hati.
"Mendengar mu menjawab seperti ini membuatku tenang. Aku tidak akan tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Tapi, aku paling tidak akan berusaha untuk melupakan hal ini dan menikmati sisa hidup ku dengan penuh kebahagiaan. " Ucap pemuda di depan nya ini dengan penuh kelembutan.
Dia hampir seperti terbius oleh pesona yang di miliki oleh pemuda di depan nya.
"Aku mengerti, baiklah, lepaskan aku. " Ucap nya dengan sedikit aneh.
Dia merasakan sesuatu yang aneh di dalam diri nya ketika menatap Yuanzheng Yuwen dengan sepenuh hati seperti tadi.
"Makanlah terlebih dahulu, jangan merusak tubuh mu sendiri. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Biarkan saja dulu, aku masih belum lapar. " Jawab nya sambil membaca buku.
"Aku tidak ingin di bantah, ayo makan dulu. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan lembut tapi tegas.
Dia menghela nafas pasrah dan menutup buku nya , sebelum kembali menoleh ke arah Yuanzheng Yuwen. Dia membuka mulut nya lebar lebar dan sesendok nasi di suapkan pada nya.
"Akan sangat sulit jika menggunakan sumpit, nasi akan lebih mudah jatuh. Jadi aku menggunakan sendok. " Ucap Yuanzheng Yuwen menjelaskan.
"Gunakan yang mana nyaman untuk mu. " Ucap nya dengan sedikit tidak jelas, karena mulut nya di penuhi nasi.
Dia kembali membuka mulut nya dan beberapa saat kemudian Yuanzheng Yuwen kembali menyuapi nya sesendok nasi dan lauk.
Hal itu terus berlanjut seperti itu sampai beberapa jam kemudian.
2 Hari kemudian
Kekuatan Xue Fenghuang terus bertambah meskipun menghabiskan waktu nya sebagian besar untuk membaca buku.
Dia memiliki beberapa pemikiran untuk membantu memperlambat luka milik Yuanzheng Yuwen melebar. Dia memandang ke sekitar dan melihat kalau ini sudah lebih dari 5 hari.
Sudah seharus nya orang tiga Klan datang kemari, tapi mereka masih belum menunjuk kan diri sama sekali. Dia saat ini sedang duduk dan makan bersama dengan Xue Hongli, Yuanzheng Yuwen, Shangguan Qing dan Long Tian Tang.
"Nona Xue, kamu begitu hebat. Apa kah masih sendirian ?" Tanya Long Tian Tang dengan raut wajah serius.
Dia yang sedang makan tiba tiba mendapatkan pertanyaan semacam ini, merasa terkejut dan tersedak makanan nya sendiri.
Yuanzheng Yuwen yang berada di sebelah nya langsung menepuk nepuk bahu nya dengan perlahan. Lalu memberikan nya secangkir teh yang masih hangat.
Dia meminum teh itu dengan perlahan untuk meredakan rasa sakit di tenggorokan nya.
"Ayah, kamu seharus nya tidak berbicara ketika sedang makan. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tenang menegur ayah nya.
"Baik, baik. Maafkan aku nona Xue, aku berpikir bahwa kamu cocok dengan Tian'er. Meski pun wajahnya begitu tampan, tapi dia tidak memiliki satu pun kekasih. Ini membuatku cemas, sedangkan umur ku sudah tidak panjang lagi. " Ucap Long Tian Tang sambil menghela nafas.
Yuanzheng Yuwen diam diam menunduk untuk menyembunyikan rasa malu, mendengar ayah nya berkata seperti ini membuat pria itu merasa seperti pria yang tidak laku.
"Bagiku, Tian' er adalah satu satu nya keluarga ku yang tersisa. Istri ku telah meninggal sejak lama, tubuh nya rentan terhadap udara dingin sehingga tidak bisa mengandung. Aku kesepian ketika kepergian nya sampai akhir nya Long Tian datang. Dia adalah satu satunya orang yang selalu berada di sisi ku. Ketika dia diracuni, ini membuat ku ketakutan dan memanggil semua tabib ataupun alkemis. Tapi, pada akhir nya semua sia sia. " Lanjut Long Tian Tang sambil menghela nafas berat.
"Untuk menjawab pertanyaan Ketua Long yang pertama, maka jawaban nya adalah aku masih sendiri. Aku tidak memiliki waktu untuk mengurus masalah seperti itu. Aku selalu di sibukkan oleh pertarungan. " Jawab nya dengan penuh kesopanan.
"Ya, sangat baik. Putraku adalah seseorang yang pemalu, dia sangat jarang untuk berada di dekat lawan jenis nya sehingga aku khawatir. Sampai akhirnya kamu datang, Nona Xue. Kamu adalah satu satu nya wanita yang dekat dengan putraku, sejak dia datang kemari. " Ucap Long Tian Tang.
"Ketua Long telah memuji Xue ini secara berlebihan dan membuatku merasa malu untuk menerima hal ini. " Ucap nya sambil menangkupkan tangan.
"Hmmm, kalian masih muda dan bisa di pikir kan dengan baik baik. Hanya saja, aku merasa bahwa Nona Xue adalah wanita paling sempurna yang bisa dipasangkan dengan Tian'er. " Ucap Long Tian Tang.
"Ayah hentikan pembahasan ini. " Ucap Yuanzheng Yuwen tidak sanggup menahan malu lagi.
"Tentu, Nona Xue adalah seorang petarung wanita yang terkemuka. Setelah aku melihat nya dengan mata sendiri, aku benar benar kagum. " Ucap Long Tian Tang menutup ucapan nya dengan kata kata manis.
"Terima kasih atas pujian mu Ketua Long. " Ucap nya sekali lagi menangkup kan tangan nya dengan sopan.
Dia diam diam merasa diri nya berkeringat dingin ketika sedang di tanya seperti itu. Sejak dia datang kemari , dia belum menjalik hubungan asmara dengan siapa pun dan tidak tertarik untuk melakukan nya juga.
Yang ada di pikiran nya, hanya lah untuk membalas dendam, balas dendam dan balas dendam.
Masalah percintaan tidak pernah menjadi kepentingan baginya, belum lagi dengan ketakutan nya di masa lalu. Dimana dia di khianati oleh kekasih nya sendiri.
Meskipun dia sudah memaafkan hal itu, tapi rasa sakit dari kejadian tersebut masih membekas, tidak peduli seberusaha apa pun dia untuk melupakan kenangan buruk itu.
Bonus Like 31 k : 2 / 3