Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
294. Merebut Kembali II


"Aku tidak bertanya tentang izin mu, minggir !" Ucapnya dengan dingin.


"Tidak boleh ! Kami tidak menerima pengemis !" Ucap penjaga yang lain.


"Hmph ! Karena kalian tidak ingin menyingkir maka jangan salahkan aku. " Ucapnya lagi.


Dia menghentakkan kakinya dan dua orang itu terlempar ke belakang dengan kuat, tapi tidak membunuh kedua orang itu.


Dia menendang pintu sampai terbuka lebar dan berjalan ke depan sambil menggendong Xue Lian Hua di pelukannya.


Langkah nya angkuh dan tidak memandang siapapun, aura berwibawa keluar dari tubuh Xue Fenghuang.


Puluhan orang menghalangi nya dan mengacungkan pedang ke arah nya. Baru saja dia akan menyelesaikan semua semut kecil ini, Xue Ying sudah berjalan ke depan lebih dahulu.


"Paman ketiga, tolong jangan halangi aku. " Ucap Xue Ying.


"Ying'er ? Kau masih hidup ?!"Tanya orang yang disebut dengan paman ketiga dengan terkejut.


"Ya, aku masih hidup. Tolong jangan halangi aku, paman kedua telah bertindak terlalu jauh. Kita telah melindungi tempat itu selama 18 generasi. " Ucap Xue Ying dengan tegas, kesan wanita yang mudah ditindas telah sepenuhnya hilang.


"Ying'er, dengarkan paman. Keluarga kita telah berjalan terlalu jauh, kau tidak bisa menghentikan paman kedua mu. Cepatlah pergi dan anggap aku tidak pernah melihat mu sebelumnya, jika kau masuk kau pasti akan mati !" Ucap paman ketiga Xue Ying sambil memejamkan mata.


"Aku memiliki cara untuk mengatasinya, aku membawa orang untuk menurunkan paman kedua !" Ucap Xue Ying dengan keras kepala.


"Dengan dua orang ini ? Itu tidak mungkin, Ying'er!Pergilah, jika dia melihatmu maka dia pasti akan membunuhmu. " Ucap Paman Ketiga Xue Ying.


"Xue Luo, untuk apa berbicara panjang lebar !" Ucap seorang pria berwajah licik dan menerjang ke depan.


"Paman keempat !" Ucap Xue Ying terkejut.


Orang yang di sebut sebagai paman keempat itu langsung menerjang dan berniat untuk mencekik Xue Ying.


Tapi, dia telah lebih dahulu menggunakan tangan kanan nya untuk menahan tangan kurus kering itu.


Sedangkan tangan kanan nya masih memegang Xue Lian Hua yang tampak sedikit ketakutan.


"Ck, Xue Ying keluargamu benar benar biadab. Untuk apa berbicara lebih banyak ?" Tanyanya dengan nada merendahkan.


"Siapa kau ?! Kenapa kau ingin mencampuri urusan keluarga kami ?!" Tanya


"Kau tidak bisa melarang ku untuk ikut campur, jika aku ingin maka aku bisa saja mencampuri urusan takdir. Apalagi hanya urusan keluarga kecilmu, itu akan mudah. Yang lebih mudah lagi adalah melenyapkan nyawa kecilmu. " Ucapnya dengan seringaian.


"Aku paling benci dengan orang seperti mu, orang yang menyergap orang lain. Orang sepertimu pantas untuk mati !" Ucap nya, dia melempar pria itu.


Pria itu menghantam dinding dan memuntahkan darah sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Tatapan dingin nya menelusuri sekitar yang membuat semua orang menggigil kedinginan.


"Siapa lagi yang berani untuk maju ? Aku tidak akan segan. " Ucap nya dengan lembut.


Meskipun ucapan nya lembut dan tampak seperti wanita tanpa kekuatan, tidak ada yang berani untuk maju lagi.


Bahkan satu langkah pun mereka tidak berani.


"Paman Ketiga ,anda harus mengerti situasi nya. Aku mohon, menyingkirlah. Anggap aku berhutang budi padamu. " Ucap Xue Ying dengan nada memohon pada Xue Luo.


"Tunggu, baiklah. Ini semua salahku, aku sebagai generasi sebelum mu tapi tidak bisa menilai yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Hanya saja, sebelumnya aku ragu karena putraku berada di tangan paman kedua mu. " Ucap Xue Luo dengan wajah yang menua beberapa tahun dari sebelumnya.


"Kakak Keempat ditahan oleh paman ?" Tanya Xue Ying terkejut.


"Ya, dia membawanya ke Sekte Tiancai untuk dilatih. Tapi, kau tahu sendiri itu ancaman secara tidak langsung agar aku tidak berkhianat. " Ucap Xue Luo dengn pasrah.


"Ah, sepertinya ceritanya menarik sekali. Aku menjadi semakin penasaran dengan Xue Fang ini. " Ucap nya sambil berjalan masuk.


Tidak ada yang berani menghalangi langkahnya, dia menendang pintu dengan kuat dan melihat bahwa ada seseorang yang langsung pergi dengan secepat kilat.


Dia melihat Xue Fang yang sedang duduk dengan terkejut ketika melihatnya mendobrak pintu, dia melirik sebentar ke jendela, dimana orang itu kabur.


Dia tidak berniat mengejar, karena orang itu pada akhirnya akan menemuinya nanti setelah waktunya telah tiba.


"Apakah kau Xue Fang ?" Tanya nya pada pria yang sedang duduk dengan terkejut.


"Siapa kau ?" Tanya Xue Fang dengan terkejut dan waspada.


"Apakah itu semua penting ? " Tanya nya sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Katakan nama mu ! Aku adalah murid Sekte Tiancai !" Ucap Xue Fang sambil berteriak takut.


"Lalu, kenapa ? Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku bisa menginjak Sekte Tiancai seperti ini ?" Tanya nya sambil menginjak dupa yang hancur menjadi terbelah dua.


"Kau... kau... beraninya kau !" Xue Fang berteriak dengan tergagap.


"Tentu saja berani ? Kenapa aku harus takut dengan semut kecil sepertimu ?" Tanya nya dengan sinis.


Dia tersenyum mengejek pada Xue Fang yang tampak seperti seorang pengecut atau memang seorang pengecut.


"Xue Fang, Xue Fang, sejak kau mengambil alih keluarga mu dari kakak mu. Apakah kau pernah berpikir bahwa hari ini akan tiba untuk mu ? Tahukah kamu ini adalah hari apa ?" Tanya nya sambil berjalan mendekat pada Xue Fang yang telah terpojok.


"Ti.... ti... tidak. " Gagap Xue Fang.


"Kau yakin kau tidak tahu ? Biarkan aku memberi tahu kan ini padamu, hari ini adalah hari kejatuhan mu. " Ucap nya dengan senyum dingin.


Tangan kanan nya terjulur dan mencekik Xue Fang, pria itu meronta gonta sementara dia tersenyum manis pada Xue Lian Hua.


"Gadis kecil, jangan melihat ke belakang atau kamu akan menyesal seumur hidup. Kamu hanya perlu untuk menatap ku sepanjang waktu. " Ucap nya dengan lembut pada Xue Lian Hua.


"Baik jiejie. " Ucap Xue Lian Hua dengan patut.


Dia mengangguk dan mulai menekan Xue Fang lebih kuat, dia menutupi indra pendengaran milik Xue Lian Hua agar gadis kecil itu tidak mendengar teriakan memekak kan telinga.


"Nona Xue, tolong jangan bunuh paman kedua ku." Ucap Xue Ying dari belakang.


"Kenapa begitu ? " Tanya nya tanpa menoleh ke belakang.


"Tapi, tenang. Selama dia belum mengatakan apa yang ingin aku ketahui maka aku tidak akan membunuhnya, aku akan memberinya makan dan tempat tinggal sementara. " Ucapnya sambil melepaskan cekikkan nya pada leher Xue Fang.


Dia memukul perut Xue Fang dengan kuat, pria itu memuntahkan darah segar yang membasahi pakaiannya.


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3