
Dia sudah kembali ke tempat duduk nya dan beberapa pertandingan telah di selesai kan , tapi nama nya masih belum di panggil.
Sampai akhir nya, di pertandingan ke 22 dia baru saja di panggil. Dia menarik nafas nya dalam dalam sebelum tersenyum di bawah topeng nya.
Dia terbang menuju arena dengan anggun, gaun nya berterbangan di tiup oleh angin membentuk sebuah payung sebelum dia mendarat di arena pertarungan.
"Salam, Xue Fenghuang dari Sekte Biru Es !" Ucap nya dengan sopan.
"Salam, Kuang Yao dari Sekte Jari Surgawi !" Ucap laki laki di depan nya.
Laki laki di depan nya ini tampak kasar dan membawa pedang besar, tapi kekuatan tarung nya masih sedikit di bawah nya.
Dia mengeluarkan Pedang Es Jiwa yang berukiran Phoenix Es, hawa dingin menguar dari pedang Biru tersebut.
"Tarian Phoenix Es !" Ucap nya, dia berputar sebelum menggunakan satu kaki untuk meloncat ke depan dan memukul dengan kuat.
Kuang Yao menahan pedang nya dengan pedang besar, dia meloncat mundur dengan salto demi menghindari pedang besar yang menebas bagian bawah nya.
Dia kembali melompat dan memutar tubuh nya saat melihat Kuang Yao berusaha untuk mengincar kaki nya, dia berdiri di atas pedang Kuang Yao dengan satu kaki dan menekan pedang itu.
Pedang itu menyentuh lantai dan terdengar suara gesekan besi dengan tanah. Dia berusaha untuk tetap berada di atas pedang yang miring itu.
Kuang Yao berusaha untuk menarik pedang nya dan menyingkirkan nya dari atas pedang pemuda itu dengan menyeret pedang besar itu berputar.
Sampai pada suatu saat, Kuang Yao mengumpulkan tenaga dan mendorong pedang besar itu ke udara. Dia yang melihat itu meloncat ke atas pagar pembatas.
Dia menancapkan pedang nya di tanah dan mengangkat kedua kaki nya sebelum mendaratkan tendangan di dada Kuang Yao.
Kenapa dia selalu mendarat kan tendangan pada musuh nya adalah karena tubuh nya yang sangat pendek, dia hanya bisa melakukan lompatan untuk menendang seseorang.
Kuang Yao terlempar ke belakang sedang kan dia mundur beberapa langkah ke belakang dengan pedang Es Jiwa di tangan nya.
Kuang Yao kembali berlari ke depan dan meloncat ke arah nya, dia berguling ke depan melewati lompatan Kuang Yao.
Dia menebas pedang nya ke arah atas untuk menebas kaki Kuang Yao, pedang nya menancap sedikit ke tumit Kuang Yao.
Sedang kan dia sendiri di tendang oleh kaki Kuang Yao yang lain, tubuh nya menabrak pembatas. Darah menetes dari sudut bibir nya, dia menatap sekitar nya dan melihat tatapan Lin Cong Zi yang memberi nya semangat.
Dia berdiri lagi dan menyerang dengan brutal, dia memilih untuk tidak bermain aman lagi. Dia maju ke depan dan konfrontasi langsung.
Kuang Yao tampak kewalahan, di sisi lain pedang nya terus mendorong tubuh pria kekar di depan nya sedang kan kaki nya menendang kaki Kuang Yao dengan kuat.
Kuang Yao jatuh ke belakang dan terguling dalam posisi terlentang dengan mulut yang menyembur kan darah karena pedang nya yang menembus bahu pria itu.
Dia menginjak dada Kuang Yao dengan nafas yang terengah engah, tatapan nya berubah menjadi buas, ini adalah dia yang sebenar nya !
Dia yang brutal dan dapat menyerang siapa pun dan dengan benda apa pun, ini dia yang tidak takut dengan rasa sakit apa pun sebagai bayaran nyawa musuh nya.
"A.... aku menyerah !" Ucap Kuang Yao dengan mulut yang penuh darah, dia meloncat mundur dan menyeka darah yang menetes dari sudut bibir nya.
"Saudari Xue, apa kau baik baik saja ?" Tanya Lin Cong Zi sambil membersihkan wajah nya dari keringat menggunakan sapu tangan yang sudah di rendam dengan herbal.
"Aku baik baik saja, aku tidak akan terluka hanya karena serangan remeh tadi. Aku bisa menendang nya 100 kali lebih banyak dari yang tadi. " Ucap nya dengan percaya diri sambil terkekeh.
"Aku yakin kau bisa, kau harus berjaga jaga. Aku takut kalau peserta selanjut nya akan memilih mu karena memikir kan kalau kau sedang terluka dan kelelahan. " Ucap Lin Cong Zi dengan khawatir.
"Saudari Lin, kamu benar. Jika dia benar benar memilih ku maka dia mencari mati. " Ucap nya dengan dingin.
Murid terakhir yang tidak terpilih adalah murid Sekte Api Abadi, dia adalah orang yang paling banyak bertengkar dengan Ketua Lin.
Kemungkinan besar, di penjahat tua itu akan menyuruh murid nya untuk mencari masalah dengan nya dan mempermalukan nya.
"Aku, Lu Yin, ingin menantang Xue Fenghuang dari Sekte Biru Es !" Ucap wanita itu dengan wajah sombong.
"Baik !" Ucap nya, dia langsung terbang ke depan.
"Aku ingin melihat orang yang telah mempermalukan sekte ku ! Terima serangan ku !" Ucap wanita itu sambil menghunus kan pedang nya.
"Pedang Garis Hitam : Tahap 1 !" Ucap Wanita itu dengan cepat, dia segera saja menghindari serangan itu.
Wanita itu berusaha untuk mengincar tubuh bagian atas nya, tapi ketika dia menghindar dia melihat kalau gerakan yang di buat oleh Lu Yin ini tampak aneh dan aneh.
Tapi dia masih belum menyadari dan segera saja menahan pedang itu, dia bertanya tanya apa maksud dari Lu Yin ini karena mengincar tubuh bagian atas nya tapi tidak mendorong terlalu kuat.
Seolah olah mengincar sesuatu yang menempel di tubuh nya, dia membelalak kan mata nya sebelum menyadari tujuan Lu Yin ini.
Wanita di depan nya ini berniat untuk memotong pakaian nya dan mempermalukan nya di depan umum !
"Brengsek !" Umpat nya dengan marah sebelum dia maju ke depan dan menjadi lebih agresif.
"Apa maksud dari umpatan mu itu , sialan ?!" Teriak Lu Yin dengan marah.
"Aku akan melakukan hal yang sama dengan mu, ini kan yang kau ingin kan ?" Tanya nya dengan suara rendah sebelum menggunakan gerakan rapih sebelum mengelilingi tubuh Lu Yin dengan pedang nya.
Pakaian Lu Yin yang memiliki tiga lapis dan jatuh dengan perlahan lahan yang menampakkan pakaian dalam milik Lu Yin.
Tampak nya wanita itu masih belum menyadari kalau pakaian nya sudah terlepas, banyak orang yang menyoraki Lu Yin.
"Kau lihat ? Banyak sekali orang yang menyoraki ku, kau harus sadar diri dan mundur dari hadapan ku !" Ucap Lu Yin tanpa tahu malu dan menyatakan nya dengan suara lantang yang menjadi tertawaan banyak orang termasuk diri nya.
Dia melangkah mundur sampai akhir nya kaki Lu Yin nyangkut di pakaian yang putus dan wanita itu terpeleset yang membuat wanita itu menampakkan beberapa bagian yang tidak pantas.
Dia tidak ingin mengambil langkah kejam ini sebenar nya, tapi Lu Yin ini sebenar nya ingin melakukan hal ini kepada nya, tentu saja dia harus memberi Lu Yin ini pelajaran.
Bonus Like 9 , 5 k : 4 / 4
note : maaf agak kemalaman karena author lagi kurang ide.