
Sudah 4 hari sejak dia bertengkar dengan Tetua Yu dan membuat banyak keributan, hari ini adalah hari pendistribusian pil.
Dia bahkan tidak tertarik sama sekali ketika melihat pil yang di bagikan hanya sebuah pil Roh Bumi dengan tingkat keberhasilan 80 persen.
Benar benar suatu kualitas yang buruk, sedangkan ada beberapa orang yang mulai bertengkar satu sama lain untuk mendapat kan sumber daya.
Dia menyimpan Kristal Roh yang di berikan, hanya berjumlah 15 Kristal Roh, benar benar menyedihkan sekali.
Dia berjalan kembali setelah mengucapkan terima kasih pada tetua sekte yang membagikan pil dan melempar pil Roh Bumi ke dalam cincin ruang nya.
Tidak banyak orang yang berani untuk mendekati nya melihat kalau dia saja berani menyinggung Tetua Yu sedemikian rupa.
Sampai akhir nya seseorang dengan tulisan 30 yang tampak sangat jelas di bagian lengan nya menghadang diri nya.
"Apa kah kau yang bernama Xue Fenghuang ?" Tanya wanita itu dengan sinis sambil menilai nya.
"Ya, kenapa ?" Tanya nya karena sedang tidak dalam suasana yang baik.
Belakangan ini, dia agak sulit menembus tingkat 1 Ranah Surga dan ini membuat nya sedikit frustrasi.
"Kau lumayan sombong juga, ayo bertarung di atas arena ! Jika aku kalah maka posisi ku saat ini adalah milik mu. " Ucap wanita itu sambil menarik tangan nya untuk terbang ke atas arena.
Dia hanya ikut saja sebelum mengeluarkan pedang nya, meski pun tidak niat untuk bertarung, tapi kapan lagi untuk mendapat kan posisi 30 ?
"Cakar Hitam Bayangan !" Kata Wanita itu dengan cepat, dia menunduk demi menghindari ratusan cakar hitam yang ingin mencapai nya.
Dia segera membuka mata nya dengan lebar karena menyadari kalau pertandingan kali ini tidak akan mudah, dia meloncat ke atas pagar arena.
Sebelum kembali meloncat tapi kali ini tujuan nya adalah bagian belakang wanita itu, wanita itu seperti nya sudah menebak niat nya dan menarik kaki nya.
Wanita itu menarik kaki nya sambil berputar putar, dia berusaha untuk menyeimbangkan tubuh nya sebelum menancap kan pedang nya ke tanah cukup dalam dan melakukan hentakan yang cukup kuat.
Kaki nya berhasil lepas dari genggaman wanita itu dan wanita itu mundur beberapa langkah.
"Gerakan yang baik ! Tapi ini baru permulaan !" Kata Wanita itu sebelum kembali menyerang nya, kali ini dia mengangkat pedang nya sebagai tameng.
Sebelum langkah nya berpindah pindah tanpa jejak, ini adalah salah satu seni bela diri dalam Pedang Tanpa Bayangan yang dia latih.
Tiba tiba saja langkah nya sudah berada di belakang wanita itu, wanita itu yang melihat bta segera merasa waspada dan berbalik.
Dia melompat membentuk bola di udara dan menendang dada wanita itu. Wanita itu tampak nya tidak terluka terlalu parah.
Jelas sekali kalau wanita ini jauh lebih kuat di banding kan dengan Fu Yin Kai yang bodoh.
"Kalau boleh aku tahu, siapa nama mu ?" Tanya nya dengan nafas yang agak terengah engah.
"Lin Cong Zi, murid Fraksi Racun !" Kata wanita itu dengan semangat.
Kekaguman nya ini bukan hanya kata kata semata, melainkan apa yang benar benar dia rasakan. Fraksi Racun biasa nya tidak terlalu hebat dalam kultivasi dan terlalu mengandalkan racun mereka.
Tapi, Lin Cong Zi ini adalah seorang kultivator hebat dan seorang ahli racun yang hebat dalam waktu yang bersamaan ini lah yang membuat nya kagum.
"Aku dengar kau adalah seorang ahli racun juga, apa kau tidak tertarik untuk masuk ke Fraksi Racun kami ?" Tanya Lin Cong Zi dengan bingung.
"Bukan begitu, Tetua Ouyang sudah lebih dahulu membuat banyak kebaikan untuk ku. Aku tidak mungkin mengecewakan nya dengan cara pindah ke Fraksi lain, belum lagi tanpa Tetua Ouyang maka mungkin aku tidak akan sebaik ini. " Ucap nya menolak dengan halus.
"Hm, guruku pernah bilang kalau kau tertarik untuk mempelajari racun maka kau bisa datang ke Fraksi kami tanpa bergabung dengan kami. Guru ku sangat menghargai setiap temuan racun, oleh karena itu dia secara pribadi mengundang mu. " Kata Lin Cong Zi.
"Sampai kan salam ku pada Tetua Zhong, aku akan mendatangi nya besok. " Kata nya sambil menangkup kan tangan di depan dada.
"Baiklah, jangan ingkari janji mu. Aku akan menemani mu besok karena biasa nya murid lain akan menangis ketakutan ketika melihat guru ku. " Ucap Lin Cong Zi sambil berbisik.
"Ha ha ha, kalau begitu ayo lanjut kan pertarungan ini lagi !" Dia mengambil ancang ancang.
Ribuan pedang es terbentuk di sekeliling nya sebelum maju dan menerjang Lin Cong Zi, wanita itu dengan pedang nya memotong ribuan pedang es menjadi dua.
Sedang kan dia mengambil kesempatan itu untuk mengambil kesempatan dan mendorong Lin Cong Zi ke depan dengan kaki nya.
Lin Cong Zi yang menyadari itu segera melompat dan berdiri di atas pedang nya, dia segera menarik pedang nya dan melakukan gerakan tebasan.
Ratusan cakar hitam yang muncul entah dari mana itu kembali di gunakan oleh Lin Cong Zi, dia segera menghindari serangan itu dengan gesit.
Ketika pedang nya bertabrakan dengan salah satu cakar hitam itu terdengar suara gesekan besi, dia menggertak kan gigi dan menekan pedang nya lebih keras sebelum membuat cakar itu retak.
Dia melompat ke belakang nya melakukan gerakan memutar yang membuat pakaian bagian bawah nya mekar seperti bunga yang indah.
Kaki nya terus melangkah bahkan tanpa di perintah, dia tampak seperti sedang menari tapi sebenar nya melakukan serangan yang mematikan.
Kreshhh
Akhir nya dia benar benar berhasil menghancurkan cakar hitam itu menjadi tiga potongan, seluruh serangan cakar hitam lain nya segera berhenti.
Lin Cong Zi berhenti menyerang dan memungut cakar itu dengan tatapan rumit. Karena ini membuat nya merasa tidak enak.
Dia tidak bergerak dari posisi nya dan mencari sesuatu dari dalam cincin ruang nya sebelum menemukan sebuah pisau bermata empat (shuriken) dan mengeluarkan nya.
Pisau itu memiliki satu set dengan 2 berwarna putih dan dua berwarna hitam, ini adalah senjata kelas 4 puncak yang di dapat kan nya dari pelelangan.
Dia berjalan ke depan dengan ragu, mendekati Lin Cong Zi yang berlutut sambil meratapi cakaran nya yang hancur karena nya.
(Yang penasaran dengan bentuk nya bisa langsung cek instagram author @KC.novel_writer)
Bonus Like 8 k : 1 / 3