
"Baik tuan, aku akan melakukan hal ini. " Ucap pria berjubah hitam itu memilih untuk menurut dengan kata kata tuan nya karena apa yang di kata kan oleh tua nya sangat masuk akal.
Nyonya Iblis Neraka adalah seseorang dengan sifat yang sangat buruk dan sangat berambisi sekali, lebih baik mereka membuat gerakan terlebih dahulu di banding kan dengan mereka yang di serang di saat tidak siap.
"Hm, di mana aku ?"Gumam suara seorang gadis.
Mendengar ini pria berjubah hitam segera menghilang menjadi asap hitam dan pergi melewati jendela.
"Kamu ada di penginapan, apa kah ada sesuatu yang terjadi pada mu ? Kenapa kau tiba tiba pingsan tadi ?" Tanya Fan Cheng dengan khawatir dan membantu Xue Fenghuang duduk.
Xue Fenghuang duduk sambil berusaha mengingat ngingat kejadian sebelum dia pingsan.
"Aku hanya merasa pusing, maaf kan aku kalau tadi membatalkan niat mu. Mari berjalan jalan besok, biar kan aku memulih kan diri terlebih dahulu hari ini. " Ucap nya dengan tidak enahk.
"Tidak perlu minta maaf, seharus nya aku lah yang minta maaf karena tidak mengetahui kalau kamu sedang kurang baik. " Ucap Fan Cheng.
"Tidak, kamu tidak salah. Memang pada dasar nya , aku baik baik saja sebelum nya hanya saja aku tiba tiba merasa pusing tadi dan pingsan. " Ucap nya.
"Hm, ternyata begitu, kalau begitu aku akan pamit istirahat lah, aku akan datang lagi kemari besok. " Ucap Fan Cheng.
"Apa kah kamu sedang di panggil ?" Tanya nya saat melihat cahaya hijau di telapak tangan Fan Cheng.
"Iya, kau benar. Tampak nya aku pergi bermain terlalu lama tahun ini, aku akan mengusahakan untuk datang besok. " Ucap Fan Cheng sebelum menghilang.
Benar benar menghilang, bukan berubah menjadi asap atau apa pun itu. Itu adalah kemampuan rahasia yang di miliki oleh suku Iblis, teleportasi.
Sayang nya Xue Fenghuang yang tidak mengetahui hal ini hanya melihat tempat Fan Cheng sebelum nya dengan tatapan kosong.
Meski pun baru bertemu sebentar dengan Fan Cheng, dia merasa kalau pemuda itu menempati beberapa ruang di hati nya.
Bukti nya dia merasa kehilangan dengan kepergian pemuda itu, entah mengapa dia merasa kalau kata kata itu lebih mirip seperti ucapan perpisahan.
Dia meremas dada nya yang terasa sesak sebelum jatuh berlutut dan menangis, selama ini, tidak banyak orang yang memilih untuk berteman dengan nya. Mendapat kan seseorang yang cocok dengan kepribadian nya pun sulit.
Begitu menemukan seseorang yang cocok, maka dia harus pergi atau orang itu akan meninggal kan nya.
Memang tidak ada yang abadi, tapi ini terlalu menyakit kan, dia tidak bisa menanggung ini semua terlalu lama.
Sekarang dia tahu kalau kematian bukan lah hukuman yang besar, melainkan hukuman paling besar adalah hidup dengan keadaan putus asa dan kesepian.
Air mata nya luruh tanpa dapat di tahan, dada nya terasa sesak, ini terasa sama seperti Jing Luyan mengatakan kalau mereka hanya teman.
Dia mengutuk diri nya sendiri atas lemah nya hati nya, dia tidak bisa melindungi diri sendiri dan tidak dapat mencegah diri nya untuk jatuh cinta pada seseorang dengan mudah.
Jika ada yang harus di salah kan di sini maka dia adalah satu satu nya orang yang akan di salah kan, rasa cemas yang dulu sudah lama menghilang perlahan lahan mengejar nya kembali.
Dia mengeluarkan belati nya dan menggores tangan nya sendiri beberapa kali, sebelum kembali tenang.
Rasa sakit dari goresan ini membuat nya kembali waras dan melupakan segala kecemasan milik nya.
Takut kehilangan orang yang berharga merupakan hal yang normal, tapi masalah nya kecemasan milik nya sangat berlebihan bahkan bisa membuat nya sampai sesak nafas.
Sudah lebih dari 5 tahun dia tidak pernah lagi mengalami ini, dan tiba tiba serangan kecemasan ini kembali menghampiri nya dan ini membuat nya takut.
"Tolong jangan kembali lagi, aku takut. " Gumam nya sambil memandang darah yang menetes dari lengan kiri nya dan belati nya.
Dia berusaha untuk menstabilkan nafas nya karena dia masih terengah engah. Dia memeluk kedua lutut nya.
Di sisi lain, seorang pemuda dengan pakaian putih sedang duduk sambil menyesap teh nya, di belakang nya ada seorang pria dengan pakaian merah.
"Tuan ku, kenapa anda harus di sini dan menanggung penghinaan ini ? Bagai mana pun status anda sangat Mulia jika di banding kan dengan orang orang ini. " Kata pria pakaian merah.
"Aku harus mencari jejak tuan Han, aku ingin membalas budi pada nya. " Ucap pemuda itu.
"Lagi pula, keluarga ku sudah sejak lama hancur, aku sekarang adalah anak yatim piatu, tidak ada beda nya menjadi anak angkat di sini atau pun di sana. " Lanjut pria pakaian putih.
"Tuan ku, aku memiliki satu informasi khusus dari salah satu mata mata ku kalau Nona Xue yang melakukan perdagangan dengan anda dulu sekarang menjadi murid bagian dalam Sekte Biru Es yang kuat. " Ucap Pria berbaju merah.
"Oh, dia ? Sekte Biru Es adalah salah satu sekte paling kuat di dimensi Tinggi seharus nya jika memang seperti dulu, kirim kan mata mata mu ke sana. Aku tertarik dengan gadis itu, dia pintar dan licik pada satu waktu, tapi sebenar nya adalah orang yang jujur. " Ucap pria baju putih itu.
Pria pakaian putih itu tidak tahu kalau orang yang sedang dia puji duduk di sudut ruangan setelah menutup jendela dan pintu nya rapat rapat.
Xue Fenghuang memeluk lutut nya, tubuh nya tampak bergetar seperti anak yang ketakutan. Mimpi orang di balik salju itu kembali menghampiri nya baru baru saja.
Tangan nya menggenggam belati nya dengan kuat sampai sampai tangan nya berdarah, sebelum ketukan pintu terdengar.
"Saudari Xue, apa kau baik baik saja ?! Kalau baik baik saja, ayo berjalan keluar bersama !" Teriak Lin Cong Zi.
Dia segera menyeka air mata nya dan menstabilkan suara nya.
"Aku baik baik saja, Saudari Lin, tunggu sebentar aku akan ganti pakaian !" Teriak nya.
Dia segera menyembuhkan tangan nya yang di basahi oleh darah dengan lapisan es tipis dan membalut nya dengan perban tipis sebelum menggunakan sarung tangan untuk menutupi luka di telapak tangan nya.
Sedang kan luka di lengan nya tertutupi oleh pakaian, dia mengubah pakaian nya menjadi yang lebar dan tebal. Dia mencuci muka nya untuk menyegarkan wajah nya.
Bonus Like 13 k : 3 / 3