Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
226. Membersihkan Cadangan Makanan


Yun Sichou menyeka darah yang ada di tangannya dan berdiri sambil menyeringai. Sudah saat nya untuk memulai aksinya.


Rong Yanran akan tersiksa dengan racun yang dia buat dan tidak bisa mengatakan apapun selain merubah kilat matanya.


Dia berdiri dan membersihkan noda di pakaiannya, dia melepas topeng manusia nya. Topeng manusia nya sudah tidak dibutuhkan lagi.


Karena, kekacauan yang asli akan segera tiba. Dia berjalan keluar dengan gaun merah darah nya, sepatu hak kayu yang lumayan tinggi.


Langkah nya terdengar menggema di lorong yang sepi dan gelap itu, seperti yang di katakan oleh nya sebelumnya. Tempat ini tampak seperti penjara yang digunakan untuk mengurungnya.


Dia berjalan menuju tempat yang lebih gelap, tidak banyak orang yang mengetahuinya. Tapi tempat gelap ini terhubung dengan lumbung tempat penyimpanan seluruh makanan.


Tentu saja dia mengetahui ini dari Rong Xian , rambutnya terurai sampai ke pinggang dengan jepit rambut di kepalanya.


Dia berjalan dengan kedua tangan di belakang dan berjalan dengan anggun menuju tempat yang gelap itu, kebanyakan orang tidak akan berani masuk ke tempat yang begitu gelap dan lembab.


Tapi, bagi Yun Sichou yang selalu hidup di dalam kegelapan. Tempat ini seperti taman bermain baginya.


Dia melihat sebuah pintu kayu yang tampak sangat lusuh. Dengan sekali tendangan, pintu itu berubah menjadi debu.


Dia berjalan masuk dan melihat begitu banyak cadangan makanan, dia menyimpan nya ke cincin ruang yang sangat besar.


Dia berjalan dengan langkah yang cepat dan tepat menuju ujung ruangan yang tersambung dengan tempat harta.


Ada begitu banyak jebakan di sini, jadi dia dengan hati hati melewatinya sambil menyimpan cadangan makanan milik Sekte Pedang Bulan.


Hanya butuh 2 hari lagi sebelum Sekte Pedang Bulan akan sepenuhnya hancur dan hanya menyisakan nama.


"Kalian sepertinya memiliki sangat banyak cadangan makanan sampai sampai bisa memberikan pasokan makanan pada pasukan ketiga klan besar. Aku ingin melihat ketika kalian tidak memiliki nya. " Ucapnya dengan penuh kebencian.


Karena mereka, mereka yang melakukan hal jahat itu padanya. Mereka telah membunuhnya, dia yang sebenarnya sudah mati.


Ini hanyalah sisa tubuh yang kosong, tubuh ini seperti pisau pembunuh. Dia akan terus mengasahnya, supaya bisa memotong banyak orang.


Tapi, seperti yang dia katakan, dia sendiri telah mati bersama dengan peperangan itu. Nyawa nya mungkin masih bertahan, tapi karakternya telah mati.


Dia bukan Xue Fenghuang yang dulu lagi, bukan diri nya lagi. Dia tidak bisa mengenali dirinya sendiri lagi, karena orang orang ini !


"Darah harus di bayar darah , mata harus dibayar mata, dan nyawa harus dibayar nyawa !"Ucapnya dengan penuh kebencian.


Dia terus maju dan membersihkan harta serta cadangan makanan yang dimiliki oleh Sekte Pedang Bulan.


Kebencian nya telah mendarah daging, jika dia tidak membalas dendam maka jiwa jiwa dari orang orang yang memilih untuk tinggal dan berjuang bersama dengan Sekte Es Biru tidak akan tenang.


Dia telah lama menjadi tempat menampung kebencian, terlalu banyak kebencian yang dipikul olehnya. Kadang kadang, memikirkan nya saja sudah membuatnya lelah.


Dia tersadar dari lamunan nya dan memilih untuk berjalan keluar setelah semua nya kosong, tidak ada barang bagus disini kecuali Kristal Roh yang berjumlah sangat banyak.


Dia meloncat ke atap menara yang paling tinggi di Sekte ini hanya untuk melihat puluhan orang rendahan telah membuat keributan yang tidak berarti di depan Sekte.


"Bayaran yang kalian berikan padaku, sudah lebih dari cukup. " Ucapnya sambil tersenyum puas.


"Kalian semua harus membayar ini ! Penderitaan ku juga harus kalian rasakan !" Ucapnya sambil tertawa lantang.


Dia sekali lagi tertawa lantang, tapi kali ini agak menyedihkan. Tawanya tidak membawa kesenangan melainkan kesedihan.


"Biar aku menemanimu. " Ucap suara halus di belakangnya.


Begitu dia menoleh yang dilihatnya adalah seorang pria dengan pakaian putih yang tampan dan menawan.


"Shangguan Shiyi, kenapa kau kembali lagi ?" Tanya nya dengan terkejut.


"Tidak apa apa, hanya ingin menemani mu untuk menonton. " Ucap Shangguan Shiyi.


Shangguan Shiyi duduk di sebelah nya dan mengelus rambutnya.


"Kamu sudah dua kali menemani ku untuk melihat adegan berdarah, ini membuatku merasa tidak enak padamu. " Ucap nya sambil cemberut.


Adegan berdarah yang dia maksud tentu saja di mana dia menghancurkan kekaisaran nya sendiri karena kemarahannya.


Ini adalah saat kedua ketika Shangguan Shiyi menemani nya menonton.


"Tidak masalah, di masa depan pasti akan lebih sering." Ucap Shangguan Shiyi.


Keributan di bawah terjadi karena tabib yang telah merawat Rong Yanran telah hilang dan keadaan Rong Yanran menjadi lebih buruk.


Puluhan ribu serangga datang dan menggerogoti tubuh Rong Yanran, tidak ada yang berani mendekati tubuh Rong Yanran.


Rong Yanran tidak bisa berteriak, tapi semua orang merasa ngeri saat melihat tatapan Rong Yanran yang seolah olah seluruh kulitnya sedang dikupas.


"Ckck, ini baru permulaan. Yang utama akan segera datang. " Ucap nya sambil tersenyum bangga.


Saat ini mereka berpindah dari atas menara menuju atas atap kediaman Rong Yanran. Dia mencabut salah satu pecahan atap dan dapat melihat ke dalam.


Seluruh tubuh Rong Yanran mengeluarkan darah, seluruh tubuh nya terkorosi dan dagingnya perlahan lahan hancur.


Melihat keadaan yang begitu kejam, tangan nya secara refleks menutup mata Shangguan Shiyi.


"Kamu tidak boleh melihat, terlalu kejam. " Ucapnya dengan pelan.


"Aku lebih tua darimu 2 tahun, seharusnya aku yang menutup mata mu. " Ucap Shangguan Shiyi sambil mengulum senyum.


"Tidak masalah, aku tidak akan terpengaruh dengan pemandangan menjijikkan ini. Tapi beberapa orang akan muntah setelah melihat pemandangan seperti ini. Jadi, karena aku tidak ingin kamu muntah jadi aku menutup mata mu. " Ucapnya.


"Baik, baik, aku mengikuti perintah mu. " Ucap Shangguan Shiyi sambil tersenyum lebar.


Dia melihat dengan mulut yang sedikit terbuka saat melihat senyuman yang seindah musim semi itu, senyumannya cerah seperti matahari. Dia berani bersumpah, bahwa ini adalah senyum paling indah yang pernah di lihat olehnya.


Bahkan, dalam mimpi pun dia tidak akan pernah membayangkan kalau manusia memiliki senyuman yang begitu sempurna.


Setelah sadar, di segera menutup mulutnya dan menjadi salah tingkah. Untunglah Shangguan Shiyi tidak bisa melihat reaksinya, karena mata yang tertutup.


Tidak ada orang di ruangan Rong Yanran, semua nya sibuk untuk menangani orang orang yang datang. Semakin banyak yang datang maka semakin repot mereka.


Yang terbaik belum datang, Long Qionglin masih belum datang kemari untuk membuat keributan. Jadi dia masih menunggu dan tidak tertarik dengan semut semut kecil diluar.