
Dia segera maju dan menotok beberapa titik akupuntur milik Yuanzheng Yuwen yang membuat tubuh pria itu menjadi kaku.
Dia memaksa tubuh kaku itu untuk duduk dalam posisi teratai dan dia duduk di belakang tubuh Yuanzheng Yuwen dengan posisi yang sama.
"Apa yang sedang kamu lakukan ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan lembut.
"Kamu masih memiliki luka. " Ucap nya dengan kaku.
"Itu adalah luka ku sejak masih kecil, tidak dapat di sembuhkan. " Jawab Yuanzheng Yuwen.
"Aku tidak percaya, bahwa ada sesuatu di dunia ini yang tidak bisa di sembuhkan. " Ucap nya dengan keras kepala.
Dia bisa mendengar kalau Yuanzheng Yuwen hanya menghela nafas ringan, dia mulai mengalirkan Qi nya ke dalam tubuh pemuda itu.
Butuh waktu lama untuk memastikan posisi luka Yuanzheng Yuwen, kalaupun tahu dia masih merasakan keraguan.
Keringat dingin mengalir dari tangan nya dan dia mencabut Qi nya dari tubuh Yuanzheng Yuwen.
"Dantian mu terluka, jika tidak segera di obati maka Dantian mu akan rusak dan kekuatan mu akan turun secara perlahan. " Ucap nya dengan sedikit gemetar.
Sangat sedikit orang yang berhasil selamat setelah Dantian mereka rusak atau bahkan tidak ada orang yang selamat, kebanyakan mereka akan meledak.
"Tidak ada cara untuk itu, aku sudah mencari cara, belakangan ini. Tapi tidak menemukan apa pun. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tenang, seolah olah tidak terkejut.
"Kamu sudah tahu ? Kenapa kamu tidak mengatakannya ? Meskipun tidak bisa sepenuh nya diobati, tapi masih bisa membuat penunda luka nya membesar sampai kita berhasil menemukan cara. " Kata nya dengan sedikit cemas.
Yuanzheng Yuwen sudah di anggap nya sebagai keluarga sendiri, bagaimana mungkin dia hanya duduk dan berpangku tangan melihat pemuda itu kesulitan ?
"Aku tidak ingin merepotkan mu. Lagipula, luka ini sudah jauh lebih tua di bandingkan yang kau bayangkan. " Ucap Yuanzheng Yuwen, berusaha untuk menjelaskan dengan lembut.
"Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mencari cara." Ucap nya dengan tatapan serius.
Dia mengembalikan kemampuan gerak pemuda itu dan dia memandang Yuanzheng Yuwen.
"Aku akan pergi kembali ke kamar ku. " Pamitnya, dia berjalan ke arah yang berlawanan.
Tangan nya mengepal dengan erat, mata nya sedikit memerah. Jika dia tidak salah memperkirakan, maka umur yang dimiliki oleh Yuanzheng Yuwen paling hanya 1 tahun atau 2 tahun lagi.
"Sialan, aku lemah sekali. " Umpat nya dengan marah.
Dia masuk ke dalam kamar nya, menutup pintu kamar nya rapat rapat dan duduk di tepi tempat tidur nya dengan mata yang memerah.
Dada nya bergerak naik turun, nafas nya menjadi tidak stabil, dia berusaha untuk menatap ke atas dan menyimpan air mata nya.
Tapi, pada akhir nya semua nya masih sia sia. Air mata yang sudah di tahan nya sejak tadi, mulai menetes tanpa dapat di kendalikan.
"Apakah semua orang yang berada di dekat ku akan pergi ?Mereka akan meninggalkan ku ? Inikah harga yang harus ku bayar ?" Gumam nya sambil mengepalkan tangan.
Suara nya bergetar, dia mengambil cangkir di samping nya dan membanting nya ke tanah. Dia menghancurkan meja kayu di samping nya dengan kekuatan penuh.
Meja kayu itu menjadi debu dan dia jatuh berlutut sambil meneteskan air mata, dia memeluk diri nya sendiri dengan tubuh yang bergetar.
Saat ini, tampilan Xue Fenghuang mirip dengan seorang anak yang perlu perlindungan. Melihat ini membuat semua nya menjadi lebih realistis.
Satu persatu orang di dekat nya pergi, banyak yang datang tapi banyak juga yang pergi. Mereka meninggalkan kenangan yang sangat baik, tapi tanpa kesempatan untuk mengulang kembali.
Dia mencengkram dada nya sendiri, berusaha untuk menghilangkan rasa sesak yang berada di dada nya.
Setelah beberapa saat, dia menghapus air mata nya dan berdiri dengan tatapan yang tidak dapat di jelaskan.
"Kedatangan dan kepergian seseorang adalah kepastian, tapi aku masih tidak bisa membuatku terbiasa dengan hal ini. " Gumam nya sambil menghela nafas.
Dia duduk dan membersihkan seluruh air mata yang tersisa dan mulai membuka satu persatu buku pengobatan yang di miliki oleh nya.
Dia sendiri tidak terlalu berbakat dalam penyembuhan, jauh lebih baik dalam hal racun. Dia menghabiskan waktu nya hanya untuk membaca buku pengobatan dengan sepenuh hati sampai malam hari, tanpa menerima makanan yang di berikan sedikit pil untuk.
Setelah matahari mulai tenggelam, dia membanting buku yang di pegang nya dengan penuh kemarahan.
"Sialan ! Buku macam apa ini ?! Kenapa aku tidak bisa menemukan apa pun yang berkaitan dengan Dantian seseorang ?!" Gumam nya dengan marah.
Dia sudah membaca seluruh buku milik nya yang bertemakan tentang pengobatan, ada sebuah buku lusuh yang berada di sudut cincin ruang nya, tapi tidak di lirik nya sedikit pun.
Dia menghembuskan nafas dengan kasar dan berjalan keluar, langkah nya tidak berhenti ketika dia sampai di luar.
Dia terus melangkah menuju salah satu gedung bangunan yang sepi, di sana ada sebuah pintu batu yang memerlukan tanda pengenal Khusus untuk masuk.
Dia mengeluarkan tanda pengenal milik nya yang di berikan oleh Long Tian Tang pada nya. Ketika tanda pengenal masuk ke dalam lubang yang ada.
Mekanisme pintu mulai terdengar dan pintu mulai terbuka, di berjalan masuk dan mencabut tanda pengenal nya.
Pintu mulai kembali tertutup dengan kecepatan sedang. Dia berjalan ke dalam dan melihat banyak rak kayu setinggi dua kali lipat dari tinggi badan nya yang di penuhi dengan buku buku.
Mulai dari yang terlihat mengkilat sampai sangat berdebu pun ada di sini, tidak semua orang bisa masuk ke sini.
Di dalam Klan Long, ada batasan untuk masuk ke perpustakaan Klan.
Dia tidak tertarik dengan buku buku seni bela diri dan langsung berjalan menuju tempat buku buku tentang pengobatan.
Dia tidak melihat ada siapa pun di sini. Lagipula, siapa yang berani datang kesini sendirian malam malam ? Disini sangat sepi dan gelap.
Dia duduk di salah satu meja setelah mengambil lebih dari sepuluh buku di tangan nya.
3 Jam kemudian
Dia sudah berganti tempat duduk beberapa kali untuk mendapatkan tempat duduk yang nyaman, karena terlalu asik membaca, dia tidak menyadari kalau sudah masuk orang lain di perpustakaan.
Sekarang pria yang membawa nampan makanan sedang berjalan menuju tempat Fenghuang berada.
Fenghuang yang sedang membaca, merasa ada seseorang mendekat langsung berdiri dengan penuh kewaspadaan.
"Ini aku. " Ucap pria berbaju putih itu dengan halus.
Bonus Like 31 k : 1 / 3