Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
293. Merebut Kembali


Mereka sampai di Kota Haili, yang merupakan kota tempat tinggal Xue Ying sebelumnya. Mereka berjalan di antara orang orang yang ramai dan padat.


"Xue Ying, apakah sejak awal kota ini selalu ramai seperti ini ?" Tanya nya dengan bingung.


Xue Ying tampak bingung dan menatap sekitarnya dengan bingung.


"Seharusnya tidak begitu, meskipun ini adalah bulan dimana kota akan mencapai titik paling ramainya. Tapi, agak mustahil untuk sampai seramai ini. " Ucap Xue Ying.


Dia berjalan sedikit menyamping dan mendekati seorang pria yang sedang berjalan jalan sambil mengobrol dengan teman nya.


"Permisi, saudara apakah boleh aku tahu kenapa Kota ini sangat ramai ? Seingatku beberapa tahun lalu tidak seramai ini. " Ucapnya dengan cara bicara yang telah di pelajarinya selama beberapa hari ini.


"Ah ini karena Ketua Xue mengatakan bahwa akan membuka harta karun keluarganya, siapapun yang datang bisa ikut mencari dan siapapun yang berhasil maka bisa mendapatkan harta karun untuk dirinya sendiri. " Ucap pria itu dengan berapi api.


"Benarkah ? Terima kasih atas informasi mu saudaraku. " Ucap nya dengan antusias seolah olah itu adalah informasi yang sangat penting.


"Tidak perlu berterima kasih, ini hanya bantuan kecil. " Ucap Pria itu dengan malu malu.


"Biar aku beritahu sedikit lagi, Sekte sekte besar akan datang kemari dalam 3 hari yang merupakan hari di mana Ketua Xue akan membuka tempat harta karun itu. " Ucap pria itu lagi.


"Ternyata begitu, saudara apakah kau akan ikut nanti ? Jika begitu maka kita akan segera bertemu lagi, terimakasih atas informasi yang telah kau berikan. " Ucapnya sebelum berjalan menjauh.


Wajah ramahnya berubah menjadi dingin dan tidak tersentuh.


"Ini gila, pamanku sudah gila. Itu adalah sesuatu yang telah di jaga oleh leluhur kami selama 18 generasi. " Ucap Xue Ying dengan wajah marah.


"Mari lampiaskan kemarahan mu nanti, akan lebih baik kalau kita segera bertemu dengan paman mu, aku membutuhkan sebuah informasi darinya." Ucap nya dengan mata yang menggelap.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Yuanzheng Yuwen yang dengan sigap menyadari perubahan nya.


"Ini buruk, Keluarga Xue ini tidak mungkin seberani itu. Mereka tidak memiliki sesuatu untuk membukanya, ada dalang di balik semua ini dan mengundangku untuk datang. " Ucap nya dengan dingin, nada nya keras seolah olah dia tidak sama dengan orang yang antusias dan ceria tadi.


Xue Ying memandang nya dengan bingung dan terkejut.


"Bagaimana kau bisa tahu ?" Tanya Xue Ying dengan terkejut.


"Aku akan jujur padamu karena situasi nya telah begini, maka aku akan bilang bahwa tempat yang sedang diburu oleh orang orang adalah tujuanlu. " Ucap nya dengan kilat dingin.


Xue Ying tampak terkejut dan tiba tiba mengerti.


"Apakah kau memiliki hubungan dengan Dewa Xue ?" Tanya Xue Ying.


"Hm." Jawab nya dan tidak ingin berkata lebih lanjut.


"Kalau begitu, maka ini semua menjadi lebih masuk akal. Kami, Keluarga Xue telah diminta untuk menjaga selama 18 generasi. Apabila kau memang keturunan Dewa Xue pasti kau memiliki sesuatu yang disebut kunci. " Ucap Xue Ying degan tenang.


"Tapi, selain kunci itu kau membutuhkan ini. " Ucap Xue Ying mengambil permata yang ada di kalung wanita itu.


Dia menerima permata kecil itu dan memang Xue Ying dengan tatapan terkejut sekaligus tidak percaya.


"Bagaimana jika aku berbohong padamu ?" Tanya nya.


"Jika begitu maka aku tidak akan memiliki wajah lain untuk menghadap pada leluhur ku, lagipula aku percaya padamu karena kau telah menolongku selama ini. " Ucap Xue Ying dengan yakin.


"Seperti nya kita akan segera bertemu dengan tamu terhormat, dan Nyonya Xue, Dewa Xue yang kau sebutkan sudah mati. " Ucap nya dengan dingin.


"Apakah itu ayahmu ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan cemas dari belakang.


"Ayahku sudah mati, aku tidak memiliki ayah lagi. " Ucap nya sambil menyeringai.


"Mari kita tunggu seperti tidak ada masalah sama sekali. " Lanjutnya lagi, kebencian yang telah lama dia tekan berubah menjadi dua kali lipat.


Dia hampir tidak bisa membendung kebencian nya yang mendalam ini, matanya yang sempat berubah menjadi merah darah berubah menjadi hitam kembali.


Dia melihat sekitarnya dengan dingin , dia merasa bahwa rasa dingin menjadi dua kali lipat dan memukul dirinya dengan kuat.


Dia tiba tiba merasa sakit dan terpukul, tapi apabila yang muncul hari ini memang dia maka dia tidak akan segan.


Dendam nya tidak memandang status, di dalam hatinya, ayahnya sudah mati, paman nya sudah mati.


Semuanya sudah pergi meninggalkan nya tanpa ada yang tersisa.


"Yuwen, jika sesuatu terjadi padaku di masa depan maka jangan ragu untuk menahan ku. Kau boleh membunuhku atau apapun itu. Paling tidak patahkan kaki tangan ku dan ikat aku agar aku tidak hilang kendali. " Ucap nya dengan ringan.


"Kenapa begitu ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan bingung.


"Karena, bisa saja aku tidak mampu menahan kekuatan iblis ku dan melukai semua orang. Aku akan membunuh semua orang termasuk dirimu, sebelum aku sampai disitu, tolong bunuh aku lebih dahulu. Aku takut melukai orang lain. " Ucap nya dengan tatapan yang sedih.


Inilah apa yang diinginkan oleh ayahnya, Xue Tian Long ingin dia menjadi alat pembunuh bagi pria tua itu dan dia tidak akan membiarkan dirinya sendiri untuk menjadi alat pembunuh siapapun, dia manusia dan memiliki perasaan.


Dia sekarang mengerti kenapa Xue Tian Long memberikan Pecahan Surgawi padanya, agar seluruh beban di jatuhkan di atas pundaknya.


Dan yang paling penting adalah, dia akan mencari setiap Pecahan Surgawi. Dengan begini, Xue Tian Long tidak perlu repot repot untuk mencarinya satu persatu.


Pria tua itu pasti akan datang disini dan merampas harta yang ada di balik Pecahan Surgawi.


Untunglah, dia telah menyadari ini semua lebih dahulu dan mampu mempersiapkan diri. Paling tidak, dia tidak akan terlalu terpukul nanti.


Dia menertawakan diri nya sendiri yang tampak seperti katak dalam sumur selama ini, dia pikir dia telah sangat hebat.


Tidak menyangka bahwa itu semua hanyalah hayalan yang telah di buat oleh Ayahnya dan pamannya.


"Kita sudah sampai. " Ucap Xue Ying yang membuat nya sadar dari lamunan nya dan menatap bangunan megah di depannya.


Dia menatap ke sekeliling tanpa minat dan harapan seperti sebelumnya.


"Ayo masuk, tidak perlu khawatir. " Ucap nya sambil membawa Xue Ying untuk masuk.


Dua orang menghalangi pintu masuk dengan tegas.


"Dilarang masuk ! Tuan sedang menerima tamu penting !" Ucap salah satu penjaga.


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 1 / 3