
Dia masuk ke dalam ruangan nya dengan ekspresi kengerian yang terpampang jelas di wajah nya, benar benar menakut kan !!
Ini bukan kali pertama lagi dia melihat Lin Cong Zi belum mandi selama beberapa minggu dan aneh nya tubuh wanita itu tidak bau sama sekali.
Itu lah hebat nya ramuan yang di buat kan oleh Tetua Zhong khusus untuk Lin Cong Zi dengan segudang kebiasaan buruk nya.
Bahkan Tetua Zhong tidak bisa tidak menggeleng kan kepala nya pusing melihat kelakuan murid nya yang sangat aneh dan di luar nalar.
Sebenar nya, dulu dia pernah mendengar dari Lin Cong Zi kalau dia belum mandi selama 1 bulan lebih dan membayang kan itu saja membuat nya bergidik ngeri.
Dia adalah salah satu orang yang mudah berkeringat di mana pun dan sekali berkeringat seperti itu maka akan tidak nyaman apa bila tidak mandi.
Dia tidak bisa membayang kan Lin Cong Zi tidak melakukan nya selama jangka waktu yang lama, benar benar kemampuan yang luar biasa.
Dia menarik nafas dalam dalam dan menenangkan diri nya, sebelum berjalan ke arah balkon dan ber kultivasi.
Pluk
Dia mendengar ada sesuatu yang jatuh di depan nya jadi dia membuka mata nya hanya untuk melihat sepucuk surat yang di masuk kan ke dalam botol.
Dia tertawa ringan sekaligus waspada, siapa yang bisa menjatuhkan botol ini tanpa di deteksi oleh nya ?
Dia membuka tutup botol dan mengeluarkan isi surat tersebut dan membaca nya sebelum tertawa ringan.
'Nona cantik, aku belum puas berkenalan dengan mu, ayo pergi berkencan besok !'
-Orang paling tampan di neraka
Dia langsung tahu siapa yang mengirimi nya surat, siapa lagi kalau bukan hantu pria yang tadi , Fan Cheng, tentu saja !
"Kamu sangat percaya diri dengan mengklaim diri mu sebagai pria paling tampan di neraka, apa kah tidak takut untuk di amuk oleh hantu lain ?" Gumam nya sambil merasa geli. Tiba tiba sesosok pria sudah duduk di depan nya dengan pose yang mencengangkan.
"Jadi kamu setuju dengan ajakan ku, hm ?" Tanya Fan Cheng sambil bertopang dagu.
"Baiklah, aku juga penasaran dengan mu, bagai mana mungkin ada hantu yang sepercaya diri seperti mu. " Ucap nya dengan nad ayang menantang.
"Baiklah, kamu harus menepati janji mu ! Aku akan duduk di sini dan melihat mu ber kultivasi. " Ucap Fan Cheng dengan antusias.
Dia pun mendengus pelan dan duduk dalam posisi bersila, tidak tahu apa yang membuat nya sangat yakin kalau hantu di depan nya ini tidak akan melukai nya. Dia hanya merasa kan perasaan 'aman' saat bersama hantu pria ini.
Dia pun ber kultivasi dengan serius sampai akhir nya tak terasa matahari sudah mulai terbit dan suara ketukan terdengar.
Dia buru buru membuka mata nya dan berlari ke arah pintu, dia melihat Fan Cheng masih belum bergerak seinci pun dari posisi nya semalam dan melempar kan senyum pada nya.
"Kau diam diam di sana !" Teriak nya dengan suara yang tertahan, ketukan pintu semakin tidak sabar yang segera dia buka.
"Ada apa ?" Tanya nya dengan sedikit panik, dia menghalangi penglihatan Lin Cong Zi ke dalam kamar nya.
"Bilang saja langsung, aku sedang akan mandi dan ada beberapa masalah yang aku buat semalam yang membuat kamar ku berantakan parah, jangan masuk ! Aku akan merasa malu setengah mati !" Teriak nya dengan sedikit histeris.
"Baik lah, baiklah aku tidak akan masuk, ketua memanggil mu untuk mengajak makan. " Ucap Lin Cong Zi.
"Tidak perlu, beri tahu ketua kalau selera makanan ku tidak cocok dengan milik penginapan ini, aku akan makan di luar. " Ucap nya dengan buru buru.
"Baiklah, kamu sangat aneh pagi ini, seperti sedang menyembunyikan kekasih mu di dalam kamar !" Ucap Lin Cong Zi setengah mendengus sebelum berjalan pergi.
Dia menghela nafas lega dan segera mengunci pintu sebelum terduduk di balik pintu dengan nafas yang terengah engah.
Jika Lin Cong Zi melihat Fan Cheng mak gadis yang di penuhi dengan pemikiran tidak baik itu akan membuat nya, Xue Fenghuang, menjadi tokoh utama cerita milik nya !
Itu adalah mimpi buruk bagi Xue Fenghuang, jangan sampai hal tersebut terjadi ! Bukan apa, memang kata kata yang di gunakan dan alur milik Lin Cong Zi bagus, tapi adegan di dalam nya sangat vulgar dan tidak bisa di toleransi.
Tampak nya Lin Cong Zi melupakan kalau dia masih berumur 14 tahun meski pun jiwa nya berumur 23 tahun, tapi tetap saja rasa nya tidak pantas untuk membaca bacaan orang dewasa seperti itu.
"Benar kata teman mu, kamu seperti sedang menyembunyikan kekasih mu. Apa kah kau sudah menganggap ku sebagai kekasih mu ?" Tanya Fan Cheng sambil memegang dagu nya.
Dia terkejut karena Fan Cheng yang awal nya sedang duduk di balkon tiba tiba sudah berada di dekat nya.
"Hmph ! Jangan bermimpi terlalu tinggi ! Aku hanya tidak ingin merusak reputasi ku. " Ucap nya sambil mendengus.
"Baik lah, baik lah, biar kan kamu menang. Aku ingin bertanya satu hal pada mu, aku melihat ada beberapa garis hijau yang halus di bagian dahi mu, apa kah kau keracunan ?" Tanya Fan Cheng.
Dia dengan refleks menutupi garis garis hijau itu dengan poni nya yang tipis tipis.
"Tidak ada, kamu hanya salah lihat. " Ucap nya.
"Tidak mungkin, biar kan aku melihat nya dulu ! Itu bisa berbahaya untuk kelangsungan hidup mu !" Teriak Fan Cheng.
"Aku baik baik saja, aku yang punya badan tentu saja jauh lebih tahu tentang diri ku sendiri di banding kan kau !" Balas nya dengan teriakan lagi.
Mereka terus berlari mengelilingi kamar sampai akhir nya kaki nya tersandung karpet dan dia terjatuh sedang kan Fan Cheng jatuh di atas tubuh nya.
Dia menahan nafas nya dan mata nya membulat, Fan Cheng juga tampak terkejut dan mereka berdua membeku untuk beberapa detik sebelum teriakan dari luar terdengar.
"Saudari Xue, apa kau baik baik saja ? Apa kau memerlukan suatu bantuan ?" Tanya suara wanita dari depan, dia tahu suara itu adalah milik Lin Cong Zi.
"Tidak apa apa , Saudari Lin ! Aku hanya sedang bernyanyi !" Balas nya dengan teriakan yang tak kalah kencang.
"Baiklah, panggil aku jika kau membutuh kan sesuatu !" Teriak Lin Cong Zi dengan sedikit keraguan dari suara nya sebelum berjalan meninggal kan kamar nya.
Dia menghela nafas lega sebelum sadar kalau dia masih di timpa oleh seseorang.