
"Apakah kau bisa memberikan ku suatu yang berharga ? Apakah itu nyawamu ?" Tanya nya dengan acuh tak acuh.
"Aku akan menyerah dari sini apabila kamu membawa mayat kakak ku. " Ucap Shui Yao.
"Apa kau pikir aku butuh kau menyerah untuk menang dari sini ? Bagaimana kalau aku mengatakan aku bisa mengalahkanmu dalam satu gerakan ?" Tanya nya dengan suara pelan.
Dia menunduk, dan menempelkan bibirnya di telinga Shui Yao sebelum berbisik.
"Jika kau menang dariku maka aku akan memberikan mayat kakak mu, tapi jika kau kalah maka aku akan membawa mu menemui kakak mu. " Bisik nya dengan suara pelan.
Dia tersenyum dan berjalan mundur, tampaknya Shui Yao sudah terpaku dan menatapnya dengan tatapan kosong. Dia terus tersenyum seperti tidak ada beban.
Dia berjalan mundur dan Shui Yao nenatapnya dengan muram, dia hanya melawan dengan tangan kosong. Melawan seseorang seperti Shui Yao tidak bisa dengan cepat membunuhnya, melainkan harus perlahan lahan.
"Shui Yao, apa kau ingin tahu siapa aku ?" Tanya nya pada Shui Yao.
"Jika kau kalah maka kau harus menyebutkan nama mu !" Ucap Shui Yao dengan geram.
"Bahkan jika aku menang, aku masih akan menyebutkan namaku. Hanya saja, kau tidak akan bisa mengatakan nya pada siapa pun lagi. " Ucap nya sambil tertawa lantang.
Kebencian di dalam hatinya seperti air pasang yang naik dan menutupi sebagian besar pesisir pantai, itu memenuhi hatinya.
Hatinya yang penuh duri membuatnya menjadi semakin menjadi jadi dengan kebencian yang seluas samudera dan sedalam lautan itu.
Pecahan es kecil kecil terbentuk di belakang tubuh nya dan memutar, dia mendorong ke depan. Shui Yao dengan segera membentuk dinding air yang melelehkan es.
Ketiga klan benar benar bukan hanya nama seperti 10 sekte besar, selama ribuan tahun ketiga klan tidak pernah tergantikan.
Reputasi ribuan tahun Klan Shui benar benar tidak dapat diragukan, sayang sekali bahwa satu tindakan dari keserakahan mereka akan membawa klan ribuan tahun mereka ke ambang kehancuran.
Orang orang dari ketiga klan menganggapnya sebagai penjahat yang tidak terampuni, tapi baginya orang orang ketiga klan adalah batu loncatan nya.
Kenapa dibedakan menjadi 3 , yaitu karena Klan Feng mengendalikan Angin, Klan Jin mengendalikan logam, dan Klan Shui mengendalikan air.
Semuanya memiliki keunggulan masing masing, banyak sekali monster Ketiga klan yang belum keluar. Perwakilan mereka saat ini hanya untuk sopan santun dan menunjukkan dominasi mereka saja.
Karena, biasanya Ketiga klan selalu menjadi pemenang. Tapi, bisa dia pastikan, tahun ini dia akan membersihkan seluruh murid perwakilan ketiga klan dari pertandingan ini.
Kali ini , mereka telah menemukan lawan yang salah. Dia bukanlah seseorang yang akan melepaskan suatu masalah begitu saja.
"Tarian Phoenix Es !" Ucapnya dengan penuh penekanan.
Phoenix Es terbentuk di belakang nya dan tangisan Phoenix terdengar dari belakangnya.
"Maju !" Perintahnya pada Phoenix Es itu.
Phoenix Es itu seolah hidup dan maju untuk menyerang penghalang air milik Shui Yao dengan sayap dan cakarnya.
Setiap kepakan sayap Phoenix Es itu, terbentuk sebuah gelombang dingin yang membuat tulang siapapun bergetar.
Byurrr
Air berhamburan kemana mana dan penghalang air itu hancur, pecahan pecahan es itu dengan cepat menancap di tubuh Shui Yao.
Tidak peduli secepat apapun Shui Yao menghindar, itu masih menancap. Meskipun itu menancap, tapi itu tidak mengeluarkan darah.
Lalu, Shui Yao melawan Phoenix Es dengan sepenuh hati dan melupakan bahwa dia adalah lawannya yang sebenarnya.
Kekuatannya terlalu besar sehingga setiap air yang di keluarkan oleh Shui Yao , itu langsung membeku seketika. Ini membuat pria itu kesulitan untuk melawan Phoenix Es.
Pada dasarnya, air sudah sejak lama dikalahkan oleh es, selalu begitu. Tapi, dia percaya bahwa itu tidak seperti itu.
Semuanya kembali lagi pada pengguna nya, apakah penggunanya dapat menggunakannya dengan baik atau tidak.
Seperti Feng Taoran, mengendalikan sedikit api, tapi sebenarnya juga mengendalikan angin yang merupakan lawan dari api.
Dia sendiri, tidak memiliki banyak elemen. Hanya ada elemen es dan elemen kayu atau alam yang merupakan berkaitan dengan ilmu penyembuhannya.
Hanya saja, elemen kayu nya terlalu lemah untuk membuatnya bisa menyerang seseorang dengan elemen tersebut.
Karena itulah dia selalu menggunakan elemen es untuk menyerang orang lain.
Dia bahkan sampai lupa kalau dia sedang berada di atas arena dan sedang bertarung dengan orang lain, ketika dia mengangkat kepala nya dan menatap Shui Yao.
Pria itu sudah terbaring di tanah dan sekarat, dia langsung menarik Phoenix Es kembali ketika membunuh Shui Yao hanya membutuhkan pukulan terakhir.
Dia berjalan menuju Shui Yao dan menyadari bahwa seluruh bibir Shui Yao sudah beku, dia mengeluarkan belati nya dan memotong lidah Shui Yao.
Pria itu menjerit kesakitan dan beberapa orang klan Shui menatapnya dengan geram, Yuanzheng Yuwen dari belakang diam diam memberikan tatapan dingin pada orang orang Klan Shui.
Pengamat Kekaisaran tidak memprotes tindakannya sehingga dia melanjutkan nya lagi.
"Kau ingin tahu aku siapa bukan ?" Tanya nya dengan suara pelan.
Dia mengangkat sedikit jubah lengannya dan menunjukkan tato Phoenix es di pergelangan tangan kanannya.
Tatapan Shui Yao membelalak sedangkan dia tersenyum dingin.
"Karena kau sudah kalah, maka matilah. " Ucap nya, dia memukul dada Shui Yao menggunakan telapak tangannya.
Dia bangun dari posisi berlutut dan melihat Shui Yao terbatuk batuk darah sebelum akhirnya menutup matanya.
Tapi, tidak akan ada yang melupakan kengerian yang tergambar jelas di tatapan Shui Yao sebelum kematian menjemputnya.
"Kau ?! Kau kejam sekali ! Apakah kau tidak tahu bahwa dia murid Klan Shui ?!" Tanya Seorang murid Klan Shui.
"Aku tahu dia murid Klan Shui, karena dia menyebutkan nya. Lalu kenapa ? Apakah aku tidak boleh membunuhnya hanya karena dia murid Klan Shui ? Dia tidak berkata menyerah, apakah Pengamat Kekaisaran menentang hal ini ?" Tanya nya dengan ringan.
"Kau ?! Lihatlah, Shifu nya akan datang dan membalaskan dendam nya padamu !" Ucap murid itu sambil meludah.
"Tentu , aku menunggu kedatangan Tetua Shui Lan. Dikatakan bahwa dia adalah seorang gadis dengan kecantikan seperti bunga Teratai. Sangat tenang dan tidak agresif, aku justru penasaran kenapa murid nya begitu agresif ? Apakah dia tidak bisa mengajar murisnya dengan benar atau dia ternyata tidak sesuai dengan apa yang dikabarkan selama ini ?" Tanya nya dengan nada memprovokasi.
Shui Lan ini adalah seorang teratai Putih, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Sama seperti murid muridnya, Shui Lan adalah orang yang mengusulkan untuk mengambil Pecahan Surgawi.
Kenapa dia bisa mengetahui hal hal semacam ini ?Karena dia sudah menanamkan banyak mata mata di sana dan hanya menunggu waktu untuk membuat mereka semua bergerak.
Sejak dia memilih untuk menyerang, dia tentu saja merencanakannya dengan hati hati dan sempurna.
"Berani berani nya kau menghina Tetua Klan kami ?! Siapa yang memberimu begitu banyak keberanian ?"Tanya murid itu dengan penuh kemarahan.
Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3