
Kenangan demi kenangan buruk milik nya di tayangkan dalam layar hologram , dia memandang kenangan itu tanpa ekspresi apapun.
Seolah olah dia sedang menonton film di bioskop, lalu itu berubah menjadi kenangan nya yang baru baru ini.
Yang berada di dalam kehidupan masa kini dan terus menonton sampai habis, dia tidak mengeluarkan suara sedikit pun.
Sementara yang ketiga lain nya sudah tidak tahan dan terus mengumpat layaknya orang kerasukan.
"Apakah kalian sudah puas ?" Tanya nya dengan datar.
"Tidak akan puas sampai membunuh -" Ucap Lan Tianjin dengan berapi api sebelum akhirnya berhenti karena terkejut.
"Membunuh siapa ? Mereka semua sudah mati, kenapa kalian harus memikir kan nya susah susah ?" Tanya nya dengan acuh tak acuh.
"Tidak ada yang tersisa dari mereka, bahkan tidak ada yang mati dengan mayat utuh. " Ucap nya dengan dingin.
"Kenapa kau ada di sini ?" Tanya Feng Taoran berusaha untuk menyelamatkan harga diri terakhir.
Feng Taoran berusaha untuk menyimpan harga diri terakhir yang bisa disimpan dah berusaha untuk bersikap tenang seperti biasa.
"Aku awalnya bingung kenapa aku bersin bersin jadi aku ingin meminta obat flu padamu, tapi sekarang aku tidak memerlukan nya lagi. " Ucapnya dengan tatapan tajam.
"Kenapa bisa begitu ? Jika kau sakit maka kau harus beristirahat terlebih dahulu !" Ucap Lan Tianjin dengan panik.
"Kalian masih bertanya kenapa bisa begitu ? Tentu saja kalian yang menyebutku ! Fenghuang ini, Fenghuang itu, Fenghuang ini, Fenghuang itu. Fenghuang kepalamu !" Umpat nya dengan marah.
"Kalian menyebutkan namaku dan namaku lagi, bagaimana mungkin hidung ku tidak gatal. "Ucap nya lagi dengan tegas memarahi ketiga pria itu.
"Ehm, maafkan kami Fenghuang. " Ucap Feng Taoran.
"Huft, tidak apa apa. Maafkan aku karena tidak bisa mengendalikan kata kata ku. " Ucapnya sambil menunduk dengan sopan.
Dia tahu bahwa kata kata nya kurang berkenan di hati orang lain sehingga dengan tulus meminta maaf.
Lagi pula, dia tidak bisa menarik ucapan nya lagi dan menelan nya kembali. Dia hanya bisa meminta maaf.
"Tidak perlu meminta maaf !" Ucap Lan Tianjin.
"Tidak perlu khawatir. " Ucap Lan Tianjin sekali lagi.
Baru saja dia akan berbicara lagi tapi seorang pelayan telah datang bersama dengan seorang wanita cantik yang elegan.
"Tuan, Nona Wang sudah datang. " Ucap pelayan itu.
"Kamu bisa pergi. " Ucap Feng Taoran.
"Selamat datang Wang Xi Rong, kau pasti lelah setelah perjalanan jauh, bukan ?" Tanya Feng Taoran.
"Seperti yang kau lihat, aku memang lelah. Tapi tidak masalah, mari berkumpul. Kau pasti Xue Fenghuang, kan ?" Tanya Wang Xi Rong dengan sopan.
"Ya, aku sudah mendengar nama besar Nona Wang sehingga aku sangat mengagumi Nona Wang. " Ucapnya basa basi.
"Tidak perlu memanggil Nona Wang ini, Nona Wang itu, kau bisa memanggilku Xi Rong. " Ucap Wang Xi Rong dengan tenang.
"Ah, tapi itu kurang sopan bukan ?" Tanya nya dengan canggung.
"Tentu saja tidak, lagipula marga Wang hanya bertahan sementara sebelum akhirnya menghilang. " Ucap Xi Rong dengan sopan.
(Wang Xi Rong bisa dilihat di cerita Pedang Jiwa Naga bersama dengan Zhang Wei. )
"Kalau begitu, Rong Jie aku akan menjamu mu sebagai tanda kesopanan ku. " Ucap nya.
"Baik." Jawab Xi Rong.
Dia menuangkan teh di cangkir kosong dan memberikan nya pada Xi Rong.
"Terima kasih. " Ucap Xi Rong dengan anggun.
"Hanya hal kecil, tidak perlu terlalu sungkan. " Ucapnya.
"Bagaimana dengan orang baru itu ?" Tanya Feng Taoran.
"Baik, dia baik. Berambisi tapi hatinya lembut. " Ucap Xi Rong sebelum akhirnya menyesap teh yang di tuangkan oleh nya.
"Bukan kah itu tidak terlalu bagus ?" Tanya Feng Taoran dengan bingung.
"Aku menyerahkan semua nya pada Kakek Qian , dia yang akan mengurus semua nya. " Ucap Xi Rong dengan acuh tak acuh.
"Oh ya, aku melupakan sesuatu. Selain baik dan hati nya lembut, dia juga agak terlalu bodoh. Aku tidak tahu nanti, seseorang bisa berubah seiring berjalan nya waktu. " Ucap Xi Rong.
"Orang bisa dengan cepat berubah dan menyesuaikan diri dengan tempat tinggalnya,setiap orang memiliki tiga tipe yang berbeda. " Ucapnya dengan lembut.
"Satu adalah mengikuti arus, yang lain berdiri di tengah arus dan bertahan, tidak melawan atau pun mengikuti sedangkan yang terakhir ini adalah yang paling jarang, yaitu melawan arus. Membutuhkan banyak tekad dan tidak mudah di lakukan, kebanyakan orang yang melakukan nya akhirnya tewas terbunuh dengan tragis. " Lanjut nya lagi.
"Apa yang di katakan oleh Fenghuang benar , mari melihat di masa depan seperti apa karakter nya. " Ucap Feng Taoran setuju.
"Kalau menurut Kakek Qian, dia akan menjadi lebih berdarah dingin tapi tidak terlalu kejam juga. Dia bisa dibilang cukup mudah terombang ambing. Sangat mengkhawatirkan bahwa pemuda itu. memiliki sikap semacam itu. " Ucap Xi Rong.
"Tidak bisa dikatakan kejam atau terlepas dari dunia fana, dia berada di tengah tengah. Sungguh mengerikan, dia bisa menjadi sangat baik tapi bisa menjadi sangat jahat. " Gumam nya.
"Fenghuang seperti nya sangat mengerti diri nya meskipun belum pernah bertemu dengan nya secara langsung. " Ucap Xi Rong dengan tertarik.
Dia yang mendengar ini tertawa sambil menutup mulut nya sendiri dengan anggun.
"Rong Jie terlalu memuji, aku hanya mengatakan apa yang menurut ku masuk akal. Karena aku sendiri pernah berada di titik tersebut, jadi besar kecilnya, aku bisa sedikit memahami pria itu. " Ucapnya sambil mengangguk ngangguk.
Mereka hening dan tenggelam dalam pikiran mereka masing masing, berbeda dengan Xue Fenghuang yang memikir kan banyak kemungkinan.
"Apakah pemuda ini penuh dengan dendam ?" Tanya nya penasaran.
"Tidak, dia tidak. " Ucap Xi Rong.
"Bagus lah kalau begitu , aku yakin bahwa dia akan lebih mudah di bimbing. Berbeda dengan orang yang penuh dendam akan sulit untuk di bimbing, orang yang penuh dendam adalah orang yang menyedihkan menurut ku. " Ucap nya dengan datar.
"Kau sedang membicarakan diri mu sendiri, Fenghuang. " Ucap Feng Taoran.
"Ehm, aku tidak merasa. " Ucap nya tanpa rasa malu.
"Siapa nama nya kemarin, aku lupa. " Ucap nya sambil mengalihkan pembicaraan.
"Zhang Wei. " Jawab Xi Rong.
(Zhang Wei adalah karakter dari cerita author yang lain, Pedang Jiwa Naga. )
"Hm, nama yang memiliki arti bagus, pahlawan. Semoga saja dia bertindak sesuai dengan namanya. " Ucap Feng Taoran sambil mengangguk.
Dia juga mengangguk setuju dengan kata kata Feng Taoran.
Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 2 / 3
Note : Maaf up nya agak malem, jangan lupa banyak komen supaya komen PDK sampai 1000 komen ❤