Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
33. Terkejut


Di sisi lain,


Ruangan Jing Luyan yang tampak sangat tenang tiba tiba mendapat kan seorang tamu yang tak pernah di duga. Seorang wanita muda dengan tubuh yang menggoda mengetuk pintu Jing Luyan tiga kali sebelum membuka nya.


"Tetua Yin. Apa kau masih ingat dengan keponakan mau satu ini ?" Sindir Jing Luyan dengan sinis.


"Ha ha ha, kau marah karena hal itu ? Aku ini sibuk, belakangan ini perpustakaan tampak sangat ramai pengunjung. " Kata Tetua Yin yang merupakan Bibi Jing Luyan.


"Bibi Yin, untuk apa kau datang kemari ? Tidak biasa nya kau datang untuk hal yang tidak penting ? Apa kah murid murid itu kembali mengejek mu ? Kenapa kau tidak menunjuk kan identitas mu yang sebenar nya ?" Tanya Jing Luyan berturut turut.


Yin Shang tertawa dan melangkah lalu duduk dengan anggun di kursi depan keponakan kecil nya itu.


"Kau terlalu cerewet, sama seperti ibu mu saat masih kecil. " Kata Yin Shang dengan sorot mata sedih.


"Aku yakin adik ku melihat perkembangan anak nya yang sangat mengagumkan. " Gumam wanita berumur 45 tahun yang masih tampak seperti gadis 20an tahun.


Jing Luyan hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan bibi nya itu sambil menatap ke lukisan wanita cantik di sudut ruangan nya.


"Oh ya, aku hampir melupakan tujuan kedatangan ku kemari. Tujuan ku datang kemari adalah memberi tahu mu, kalau aku kemarin melihat seorang gadis muda yang sangat cantik dan menarik. Dia sangat sopan dan hati hati, bahkan memiliki selera yang baik. " Kata Yin Shang.


"Benar kah ? Siapa yang bisa menarik perhatian Tetua Yin yang melegenda ?" Canda Jing Luyan.


"Aku serius , dasar bodoh ! Kau tahu, dia memiliki tubuh yang sangat sempurna untuk anak umuran nya. Tapi aku melihat tampak nya kondisi nya kurang baik , dia di penuhi dengan tatapan ejekan sepanjang jalan. Tapi ini lah satu hal yang ku kagumi dari nya ! Dia bahkan tidak menunjuk kan riak sedikit pun menghadapi hinaan seperti itu, hanya berjalan seolah olah tidak ada yang menghina nya. " Kata Yin Shang dengan menggebu-gebu.


"Siapa nama nya ? Apa kah dari murid bagian dalam ?" Tanya Jing Luyan sedikit antusias.


"Ya, dia berasal dari murid bagian dalam. Kalau tidak salah nama nya adalah Fenghuang, aku juga dengar kalau dia selalu di kait kaitkan dengan nya. Aku penasaran dengan ini, kau hutang penjelasan dengan ku. " Kata Yin Shang dengan serius.


Jing Luyan sedikit kagum dengan kehebatan Xue Fenghuang yang bahkan bisa menarik minat bibi nya yang terkenal selektif ini.


Dia pun menceritakan semua nya kepada bibi nya tanpa ada yang di tutupi.


"Dia adalah gadis yang hebat, dasar kau bajingan. Kau yang membuat masalah bagi nya , tapi kau juga yang pergi duluan. " Kata Yin Shang dengan marah.


"Bukan nya aku tidak ingin membantu nya, hanya saja dia selalu menjaga jarak pada orang lain. Aku rasa, dia seperti takut pada sesuatu, sehingga terus menerus berhati hati. "Kata Jing Luyan.


"Dia gadis yang unik, kau harus menegaskan sesuatu. Jika kau memang menyukai nya maka kau harus mengejarnya dan melindungi nya dari mulut mulut jahat itu, tapi jika kau memang tidak menyukai nya maka sebaik nya kau tidak mempermainkan nya. Meski pun mental seseorang kuat, ada kala nya seseorang akan merasa lelah. Kau harus pertimbangkan baik baik. Dia masih muda dan masa depan nya masih panjang. " Kata Yin Shang bangkit dari duduk nya.


"Oh ya, satu lagi, gadis itu melatih Seni Bela Diri Tarian Ribuan Pedang Es dan Pedang Tanpa Bayangan selama 10 hari ini. Aku rasa , dia telah berhasil melatih nya dengan sempurna." Kata Yin Shang sebelum meninggal kan Jing Luyan sendirian.


Jing Luyan merasa kalut memikir kan kata kata bibi nya sebelum memutus kan sesuatu. Di sisi lain, Xue Fenghuang dengan pakaian serba hitam nya pergi ke cabang Toko Phoenix Salju yang baru buka di Pasar Tianwen.


Toko itu sangat ramai dan sesak, tapi dia berhasil menyelinap masuk dan langsung naik ke lantai 2.


"Le Ning !" Panggil nya.


"Nona ? Ini benar benar diri mu ?! Astaga, kau sangat kurus sekarang !" Kata Le Ning sambil menitik kan air mata dan memeluk nya.


"Astaga, kau berlebihan. Aku baik baik saja, lalu aku bertambah kurus dari mana ? Jari ku yang kurus maksud mu ?" Canda nya.


"Nona, bisa bisa nya kau bercanda. Tapi aku senang kalau kau baik baik saja. Kau harus makan lebih banyak makanan bergizi nona. " Kata Le Ning sambil terus berbicara dan mengajak nya untuk makan.


Dia tidak tahu kalau orang yang di sukai nya, Jing Luyan, akan membuat kekacauan besar di Sekte Tianwen.


Dia sibuk dengan makanan nya dan para pelayan nya lalu bercanda canda.


"Nona, sekarang kita sudah dekat. Kau bisa datang kemari setiap hari. " Kata Le Ning.


"Aku tidak bisa....... Kita masih harus menyembunyikan ini dengan baik. Bagai mana dengan hasil perang dari Jenderal Qin ?" Tanya nya.


"Oh ya, aku memang ingin membahas ini kepada nona setelah acara makan selesai. Misi perang yang di jalan kan oleh Jenderal Qin adalah misi bunuh diri yang sengaja di buat oleh Kaisar, Kaisar takut dengan kekuatan yang di pegang oleh Kaisar Qin. Tapi ternyata, Jenderal Qin berhasil pulang dengan selamat. Ini membuat Kaisar geram dan marah, Jenderal Qin pun yang datang ke istana untuk memberikan penghormatan di usir dengan tidak hormat. Putri nya di tuduh mencuri sesuatu di Kediaman Kaisar sehingga harus di asing kan. Ini membuat Jenderal Qin marah dan memohon keadilan dari Kaisar. " Kata Le Ning panjang lebar.


"Setelah mendengar kata kata mu, aku sadar kalau ternyata Kaisar memang bodoh. Pria itu sudah tua dan otak nya sudah larut di dalam laut, dia bahkan tidak lebih dari tua bangka yang di penuhi ketakutan oleh orang yang ingin mendapat kan tahkta nya. " Cibir nya pada Kaisar Zhu.


"Nona, kita bisa mendapat kan kesempatan dari ini. " Kata Le Ning.


"Tenang, aku sudah memiliki rencana. Jika berhasil, maka aku tidak perlu takut lagi dengan 4 Kota Besar. " Dia menyeringai.


Jenderal Qin adalah pemilik Kota Qin Shui, itu tidak kalah dari kota Kuwei milik Kediaman Xue atau Kota Mu Jin milik Kediaman Mu.


"Kita akan pergi ke tempat Jenderal Qin malam ini. " Ucap nya dengan suara rendah.


"Baik nona, aku akan menyiapkan orang orang kita dan kuda. " Kata Le Ning.


Dari luar, mereka mendengar banyak keributan.


Dia melihat ada seseorang yang berteriak teriak.


"Ternyata, hubungan antara Xue Fenghuang dan Ketua Sekte hanya teman saja ! Kita sudah salah paham dengan nya, kita harus minta maaf dengan nya karena sudah salah paham. "Teriak salah satu orang.


"Oh hanya teman ? Kita salah pada Xue Fenghuang, kita mengejek nya habis habisan. Aku akan meminta maaf pada nya nanti. " Kata salah seorang dengan wajah menyesal.


"Memang nya kau tahu dari mana ?" Tanya yang lain tidak percaya.


"Ketua Sekte yang berbicara sendiri saat berada di dalam sekte !" Teriak orang yang pertama dengan berapi api.


"Nona, anda tidak apa apa ?" Tanya Le Ning dengan khawatir.


"Bajingan satu itu benar benar akan di musnah kan ! Nona, kau lebih baik keluar saja dari Sekte Tianwen. " Kata Le Ning sambil memegang tangan nya dengan tatapan memohon.


"Memang nya aku kenapa ?" Tanya nya dengan pahit di mulut nya.


"Apa yang membuat ku harus keluar dari sekte ? Memang kenyataan nya aku tidak ada hubungan apa pun bukan dengan nya ? Dengan begini, kehidupan ku di dalam sekte akan menjadi lebih baik. Aku tidak akan di penuhi dengan ejekan lagi, aku bisa berlatih dengan tenang sekarang. Seharus nya kau senang dengan itu. " Ucap nya sambil berusaha untuk tersenyum selebar lebar nya.


Tapi yang keluar justru senyum pahit yang membuat nya tampak sangat menyedihkan.


"Nona, jangan membohongi diri sendiri. Itu akan menyiksa mu nona. " Kata Le Ning sambil mengenggam tangan nya.


"Kau berlebihan Le Ning, tetap jalan kan semua nya sesuai rencana. Tidak ada yang bisa menghalangi rencana ku dan keinginan ku, dia...... Jing Luyan, hanya batu pijakan untuk ku." Ucap nya dengan tatapan tajam.


"Nona....... Huft, jangan memendam semua nya sendiri. Kita sudah menjadi keluarga sekarang, nona kau memiliki 3 kakak laki laki kalau kau lupa. Mereka siap untuk melakukan apa pun untuk mu. " Kata Le Ning sambil memeluk bahu nya.


"Ya, aku tahu. Kita adalah keluarga , tapi aku memang baik baik saja. Aku akan pergi menuju Sekte Tianwen untuk mengambil misi untuk satu bulan. Aku akan berkultivasi di luar. " Ucap nya dengan tenang.


"Nona, apa kau tidak berniat untuk melatih kultivasi di menara kultivasi ?" Tanya Le Ning dengan bingung.


"Tidak, di sana tidak terlalu baik. Aku akan melatih kemampuan fisik ku supaya tidak hanya kultivasi ku saja yang berkembang melainkan kekuatan fisik ku juga berkembang. " Ucap nya dengan tatapan yakin.


Dia merapihkan piring yang di gunakan nya untuk makan dan sumpit milik nya.


"Aku sudah kenyang, terima kasih atas masakan mu Le Ning. " Ucap nya dengan tatapan senang.


"Nona, aku siap untuk membuat banyak makanan kapan pun kau butuh kan. Bagi ku, nona adalah yang paling baik dan satu satu nya keluarga bagi ku. Nona, apa kau sudah akan pulang ke Sekte Tianwen ?" Tanya Le Ning.


"Ya, aku sudah akan pulang. Nanti malam, aku akan keluar sekte menggunakan kuda. Persiap kan semua nya dengan sempurna, aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun dalam hal ini. " Ucap nya dengan tegas.


"Percaya lah pada ku nona, aku akan melakukan semua nya dengan sempurna sesuai dengan keinginan nona. " Kata Le Ning menunduk dengan sopan.


Dia mengangguk dengan puas dan pergi meninggal kan Toko Phoenix Salju yang sangat ramai, dia mengandalkan hal ini.


Dia masuk ke dalam kerumunan orang orang dan menghilang, ketika dia melihat sekeliling nya. Dia sadar kalau dia ternyata sangat pendek jika di banding kan orang orang lain.


Itu mungkin karena umur nya yang masih sangat muda di sini, dia akan segera berulang tahun ke 14 nanti. Dia akan melihat apa kah ada perkembangan untuk fisik nya nanti.


Di sisi lain, Jing Luyan sedang di marahi oleh seorang wanita muda.


"Jing Luyan, apa yang kau lakukan sebenar nya ?!" Tanya wanita itu dengan kalut.


"Aku merasa tidak layak untuk nya, aku tidak mungkin menahan nya terus. Apa lagi, dia masih sangat muda. " Kata Jing Luyan sambil menunduk.


"Aku sudah bilang, jika kau melakukan satu kesalahan maka kau akan menyesal. Aku kira dengan kata kata ku tadi kau akan mengejar perasaan mu, tapi ternyata kau mengambil jalan lain. Aku telah salah menilai mu, aku pikir kau adalah seseorang yang pemberani ternyata kau adalah seorang pengecut. " Kata Yin Shang dengan kecewa.


"Bibi Yin, semua nya tidak semudah yang kau kata kan. Kata kan lah aku memang pengecut dalam hal ini, tapi aku tidak bisa melakukan hal lain. " Kata Jing Luyan dengan kalut.


"Karena kau sudah melakukan ini maka kau tidak akan menemukan jalan kembali, tidak sulit untuk mencari pria lain dengan bakat, kepribadian dan kecantikan yang di miliki nya. Kau sebaik nya menjauhi nya, karena jika kau mendekati nya lagi setelah melakukan ini maka akan membuat nya semakin membenci mu. Jika aku menjadi diri nya maka aku sudah akan memotong mu menjadi 100 bagian !" Kata Yin Shang dengan dingin.


"Bibi, aku sudah membatalkan pertunangan ku dengan Nona Chen. Tapi, aku takut kalau dia justru membuat masalah pada Xue Fenghuang. Aku rasa mereka juga sudah bertengkar kemarin. Bibi, kau tahu sendiri kalau Klan Chen lumayan kuat untuk membuat masalah pada Xue Fenghuang, apa yang harus aku lakukan ?" Tanya Jing Luyan pada bibi nya.


Pada dasar nya, tidak ada yang mengetahui kekuatan asli milik Toko Phoenix Salju kecuali Xue Fenghuang dan bawahan terpercaya nya.


Jing Luyan dan Yin Shang tidak mengetahui, apa bila Xue Fenghuang mau maka gadis itu bisa melenyapkan Klan Chen sekarang juga dan membuat kekacauan besar di Kediaman Xue.


Tapi, dia, Xue Fenghuang masih memiliki misi yang lebih besar. Ambisi nya jauh lebih besar di banding kan menguasai beberapa kediaman yang bahkan tidak layak di pandang seperti Klan Chen.


"Kau tenang saja soal itu, aku akan melatih nya dan menjaga nya. Dia adalah bakat langka milik sekte kita, kita tidak dapat menyia nyia kan bakat langka nya. " Kata Yin Shang berhenti sebentar sebelum melanjut kan jalan nya.


Sedang kan Jing Luyan tampak memasang wajah rumit dan kacau, untuk 5 tahun terakhir ini Jing Luyan kembali mengeluarkan anggur yang di simpan rapat rapat oleh nya.


Dia hanya meminum ini ketika hati nya merasa kacau, 5 tahun lalu adalah waktu ibu nya meninggal kan nya sedang kan untuk ayah nya, dia tidak pernah bertemu dengan nya.