
Dia melihat Jurang itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan , tatapan nya mengandung begitu banyak kebencian.
Tiba tiba, dari Jurang itu terdengar suara tangisan yang memekak kan telinga dan terdengar kepakan sayap. Dia langsung mengambil pedang nya dengan waspada.
Dalam waktu singkat, hawa menjadi panas dan sekelompok burung dengan warna merah terang yang serta bulu yang berwarna warni keluar.
Dia pikir ini adalah burung Phoenix ternyata adalah burung Zhu Que !
(Burung Zhu Que ini sama ya dengan Burung Vermillion. Ilustrasi nya akan author berikan di Instagram author @kc.nover_writer . )
Tangan nya mengepal dengan erat, untuk sekali lagi dia harus bertemu dengan burung Zhu Que. Burung yang membawa orang orang dari tiga klan besar untuk menyerang ayah nya.
Kebencian yang dalam mengakar pada hati nya , dia juga harus sekali lagi menyerang monster dengan elemen api.
"Tunggu sebentar, Burung Zhu Que bukan lah monster ! Melainkan binatang Ilahi !" Gumam nya dengan terkejut.
"Kenapa binatang Ilahi ingin bekerja sama dengan Monster seperti Ular Rumput Zhuge ?" Tanya nya dengan penasaran.
Tapi burung burung di depan nya tidak menjawab dan hanya menatap nya dengan tatapan ganas milik mereka.
"Maju lah jika kalian berani ! Atau kalian menunggu kedatangan ku di sana ?!" Tanya nya dengan nada memprovokasi sambil berjalan mundur menjauhi jurang itu.
Para burung yang memiliki harga diri tinggi itu langsung terbang ke arah nya, burung itu berjumlah sekitar 50 . Tidak banyak, tapi kekuatan mereka tidak bisa di bayangkan.
Alasan kenapa dia berjalan mundur adalah karena jika harus bertarung di tepi jurang maka itu tidak akan menguntungkan nya.
Bahkan mungkin dia bisa kalah dan masuk ke dalam jurang karena bertarung di sana, dia membentuk sebuah formasi dengan es yang begitu dingin.
Bahkan dia yang memiliki toleransi tinggi pada rasa dingin masih tidak bisa menahan diri nya sendiri untuk merasa kedinginan.
Kaki nya melangkah di bebatuan yang penuh debu, langkah nya membentuk sebuah formasi yang berbentuk bintang di dalam sebuah lingkaran besar.
Begitu burung burung itu masuk, lingkaran itu bercahaya terang. Dia menusuk jari nya sendiri dan darah menetes.
Cahaya biru terang memerangkap burung burung itu sedangkan dia berdiri di tengah tengah bintang sambil menerima semua serangan dan berusaha untuk bertahan selama mungkin.
Dia merasa mulut nya di penuhi dengan sedikit rasa manis sebelum seteguk darah mengalir dari mulut nya. Ketika dia melihat, sebuah cakar dari seekor burung Zhu Que telah menembus tubuh nya.
Dia dengan paksa mendorong burung Zhu Que itu sampai mundur beberapa meter.
"Tarian Phoenix Es!" Teriak nya.
Phoenix Es yang hanya merupakan bayangan keluar dan bertarung dengan Burung Zhu Que itu. Sedangkan burung burung yang lain perlahan lahan melemah di tengah formasi yang dia buat.
Sebenarnya, dia tidak tahu formasi apa ini. Hanya saja, dia ingin mencoba. Apa kah darah tubuh Yin Murni bisa mengalah kan burung Zhu Que.
Dia jatuh berlutut, kekuatan nya sudah terkuras sampai habis. Dengan langkah yang menyeret, dia mengambil pedang nya dan melempar nya ke udara.
Pedang itu tidak kembali turun melainkan terbang di udara dengan aura nya yang dingin, ini adalah Pedang Jiwa Es.
Bukan pedang milik paman nya, tiba tiba dia melihat pedang milik paman nya yang terlempar di luar formasi perlahan lahan bergetar.
Suara tangisan menyedihkan terdengar dari dalam pedang bercampur dengan tangisan nyaring milik Burung Zhu Que.
Benar benar memekak kan telinga, dia berdiri dengan tubuh yang kaku dan menunggu apa yang terjadi. Darah nya yang menjadi pusat formasi juga bergetar.
Dia melihat pedang milik paman nya terbang menuju pedang Jiwa Es dan menyatu menjadi satu bersama dengan darah milik nya.
Dia melihat nya dengan terkejut, pedang itu saling melebur bersama dengan darah nya yang melapisi. Dia dengan ragu kembali menetes kan darah nya sebanyak tiga tetes ke tanah menggunakan tusuk rambut milil ibu nya.
Dan benar saja, darah milik nya terbang menuju pedang yang terus bergetar itu.
Pedang pedang itu hancur lebur menjadi sebuah pedang berwarna biru tua dengan ukiran Phoenix di gagang nya, di mata pedang itu terukir sesuatu.
'冰月'
"Bing Yue ?" Dia memegang pedang itu dengan tangan yang sedikit gemetar.
Dia bisa merasakan kalau senjata itu sudah meningkat beberapa kali lipat, bahkan mungkin 10 kali lipat. Nama pedang itu adalah Bing Yue.
(冰月 : Bing Yue : Bulan Es. )
Dia menggerakkan Bing Yue dengan wajah senang dan menatap para Burung Zhu Que dengan tatapan ganas. Pedang ini mengeluarkan hawa dingin yang begitu tebal.
Gagang nya terasa begitu dingin dan membuat siapa pun yang memegang nya akan terasa membeku. Pedang ini di ibaratkan sudah berada terlalu lama di dalam tumpukan salju.
Begitu dingin, begitu kejam, begitu tajam.
"Bing Yue, apa kah itu nama mu ?" Tanya nya dengan lembut pada pedang itu.
Dia yakin, jika pedang sudah setingkat ini pasti di dalam nya adalah Roh pedang seperti Qiu Yue. Bilang bilang soal Qiu Yue, pria itu sedang tertidur lelap setelah melindungi nya dari ledakan itu.
Dia yakin, bisa bertahan dari ledakan itu saja sudah merupakan sesuatu yang hebat. Oleh karena itu dia membiarkan Qiu Yue untuk beristirahat terlebih dahulu.
Bagai mana pun ayah nya adalah seorang Dewa sebelum nya, seseorang yang menjadi mimpi banyak orang.
Dia kembali tersadar dari lamunan nya ketika pedang di tangan nya bergetar dengan suara dengusan yang dingin.
Dia memutar pedang nya, kaki nya membentuk langkah yang indah sebelum menerjang burung Zhu Que dengan seluruh kekuatan nya.
Tidak puas dengan satu dia pergi ke burung Zhu Que yang lain tanpa peduli bahu nya yang masih meneteskan darah.
Beberapa jam setelah nya, perut nya terasa begitu kosong begitu lemah. Dia melihat puluhan mayat burung Zhu Que dengan kepala yang terputus.
Dia berlutut dengan satu kaki sambil bertumpu pada pedang nya yang ringan, tidak berat dan tidak terlalu lebar.
Rasa nya sangat nyaman, darah sudah memenuhi pedang yang baru di tempa itu.
Dia berjalan dengan terseok seok menuju mayat salah satu burung Zhu Que dan menguras darah nya, lalu setelah itu dan meminum nya sedikit.
Luka di dada nya perlahan lahan sembuh dan Riska meninggal kan bekas, seolah olah tidak pernah ada luka di sana.
Hanya saja, rasa sakit nya masih membekas. Dia pergi menuju burung Zhu Que yang lain dan mulai mengambil darah mereka.
Darah burung Zhu Que memiliki khasiat yang sangat baik untuk penyembuhan, karena itu lah dia begitu bersemangat mengambil darah burung Zhu Que.
Setelah itu, dia membelah perut burung Zhu Que dengan Bing Yue dan mengambil inti Roh milik mereka.
(Inti Roh adalah milik Binatang Ilahi sedangkan Inti Monster Roh adalah milik Monster. Ini sama saja, hanya beda nama. )
Dia berbaring di tanah dengan tubuh yang lemas, Bing Yue tampak nya mengeluarkan suara tidak senang dan bergetar marah.
Dia menangkap pedang itu dan membawa nya ke pelukan nya.
"Mulai sekarang kamu adalah senjata ku yang baru, kamu adalah keluarga ku yang baru sekarang. Tidak peduli kamu setuju atau tidak. " Ucap nya dengan senang.
Dia memeluk pedang itu dengan erat, Bing Yue tampak ingin memberontak tapi mengurungkan niat nya.
Bonus Like 24 k : 2 / 3