
Suara ketukan menyadarkan nya dari lamunan dan dia segera membuka pintu hanya untuk melihat seorang wanita cantik yang masuk dengan terburu buru bahkan tanpa menyapa nya.
Wanita itu segera mengecek nadi Xue Fenghuang sebelum menghela nafas lega. Wanita itu berbalik untuk melihat nya dan berlutut, sedang kan dia menutup pintu.
"Maaf kan atas ketidak sopanan Ouyang Si Niang ini, hamba ini hanya sangat khawatir dengan kondisi murid hamba ini. Mohon pengertian dari Ketua Sekte. " Ucap wanita itu, dia adalah Ouyang Si Niang.
Begitu mendengar kalau Xue Fenghuang terluka parah dari salah satu murid Paviliun Teratai yang mengikuti perlombaan bersama Xue Fenghuang, Ouyang Si Niang langsung pergi secepat mungkin.
Hati nya tidak tenang sepanjang jalan tapi ketika melihat kalau Xue Fenghuang di tangani secara pribadi oleh Xue Yun, itu membuat nya merasa cukup tenang.
"Berdiri, aku bisa mengerti kekhawatiran mu itu. " Ucap Xue Yun dengan acuh tak acuh dan berjalan ke samping Xue Fenghuang.
"Aku sangat khawatir dengan nya, dia sendiri tidak memiliki keluarga yang tersisa. " Ucap Ouyang Si Niang sambil mengenggam telapak tangan Xue Fenghuang dan menatap gadis yang terbaring lemah itu dengan penuh kasih sayang.
"Tidak memiliki keluarga yang tersisa ? Menurut apa yang ku dengar dari Tetua Liu , dia masih memiliki ayah dan ayah angkat serta kakak angkat ?" Tanya Xue Yun.
"Dia ini adalah seorang yatim piatu, orang yang dia anggap ayah nya ternyata bukan lah ayah nya , ibu nya datang kepada pria dalam keadaan hamil. Jadi, dia hanya memiliki satu petunjuk tentang ayah nya yang asli dan itu pun belum pasti kalau ayah nya masih hidup. Yang pernah dia kata kan secara tidak sadar adalah kalau dia hidup dalam kesepian entah berapa banyak orang yang datang dalam kehidupan nya, dia masih merasa kesepian. Tidak ada yang bisa mengerti diri nya dengan baik. " Ucap Ouyang Si Niang.
"Meski pun dia sering membunuh tanpa pandang bulu, tapi aku tahu kalau dia adalah orang yang baik. Dia hanya ingin melampiaskan emosi nya meski pun itu adalah cara yang salah. Aku berusaha untuk selalu berada di samping nya , tapi aku tidak bisa menghalangi nya melihat kalau orang orang menjauhi nya karena takut. " Ucap Ouyang si Niang sambil meneteskan air mata yang langsung wanita itu seka dengan cepat.
"Apa kah dia baik baik saja ketika melihat banyak nya orang yang menjauhi nya ?" Tanya Xue Yun.
"Dia hanya menampakkan ekspresi dingin nya ketika melihat itu, tapi kada tersenyum tipis seolah olah dia tidak sedih sedikit pun dengan hal itu, tapi aku tahu kalau dia menyembunyikan kesedihan dalam senyuman nya. Atau lebih tepat nya, setiap senyuman nya membawa duka. " Ucap Ouyang Si Niang.
Mereka berdua jatuh dalam keheningan sebelum terdengar suara lenguhan pelan dari gadis yang sedang terbaring di kasur.
"Tetua Ouyang, Ketua Sekte. " Panggil Xue Fenghuang dengan suara lemah dan berniat untuk duduk.
Ouyang Si Niang langsung dengan sigap menahan tubuh Xue Fenghuang dan membawa nya untuk bersandar pada dinding.
Dia menatap sekitar nya dan menyadari kalau ini bukan lah kamar nya.
"Ini adalah kamar ku, kamu tadi langsung pingsan jadi aku membawa mu ke kamar ku. " Ucap Xue Yun dengan segera.
"Terima kasih banyak Ketua Sekte karena telah menangkap tubuh ku tadi. " Ucap nya dengan senyum tipis.
Dia duduk dan ber kultivasi sebelum dia merasa kan tangan nya terasa perih, dia membuka lengan pakaian nya dan melihat kalau luka luka milik nya di penuhi dengan obat.
Dia tidak pernah punya waktu untuk merawat luka luka ini dan jika punya waktu juga, tidak berniat untuk melakukan nya.
Lagi pula, luka luka ini sudah sepenuh nya sembuh.
"Ya, aku melihat kalau luka mu tidak di rawat dengan baik jadi aku mengobati nya, aku harap kau tidak keberatan. " Ucap Xue Yun.
"Ketua Sekte telah mengobati ku, bagai mana mungkin aku berani untuk keberatan ? Terima kasih banyak, lalu Tetua Ouyang kamu pasti baru sampai di sini, kenapa tidak beristirahat dulu ?" Tanya nya dengan senyum lembut.
Ouyang Si Niang yang mendengar kan ini mengangguk dengan tidak rela sebelum berjalan pergi dan menutup pintu.
Setelah memastikan kalau pintu sudah sepenuh nya tertutup. Dia menghela nafas dan menatap Xue Yun dengan kedua mata bulat nya.
"Apa kau memiliki sesuatu yang ingin kau bicara kan pada ku ?" Tanya Xue Yun dengan mudah menebak niat nya.
"Aku pikir pertanyaan ini mungkin kurang sopan dan jika Ketua Sekte tidak berniat untuk menjawab nya maka aku tidak akan keberatan, aku awal nya tidak ingin menanyakan ini tapi karena kita sudah berada di titik ini maka aku akan menanyakan nya pada Ketua Sekte. " Ucap nya dengan sedikit keraguan yang tersisa.
"Kata kan apa yang ingin kau tanya kan, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjawab nya. " Ucap Xue Yun.
"Aku ingin bertanya tentang ini, aku merasa kalau aku bisa mendapat kan petunjuk tentang ini dari mu. Aku harap kau bisa membantu ku, Ketua Sekte. " Ucap nya sambil mengeluarkan Qilin Giok yang bercahaya di tangan nya.
Xue Yun tampak tidak terkejut dengan pertanyaan nya.
"Kenapa kau bisa tahu kalau aku ada kaitan nya dengan Giok Qilin ini atau tidak ? Bagai mana kalau aku tidak tahu ? Lalu, apa hubungan mu dengan pemilik Giok ini ?" Tanya Xue Yun.
"Aku yakin Ketua Sekte mengetahui ini karena ini sama dengan ukiran yang ada di kapal terbang milik Ketua sekte, mustahil untuk tidak mengetahui pemilik nya. Lalu, ini adalah satu satu nya petunjuk antara aku dan keluarga ku yang tersisa. " Ucap nya dengan yakin.
"Huft, aku memang mengetahui hal ini tapi apa kau yakin akan mengetahui hal ini ? Bagai mana jika ternyata itu tidak sesuai dengan pemikiran mu ? Bagai mana kalau ternyata pemilik Giok ini sudah meninggal ? Aku akan memberi tahu mu dengan jelas pada mu di sekte nanti, aku akan membawa mu pada seseorang yang lebih layak untuk menjelaskan hal ini pada mu. " Ucap Xue Yun dengan tegas.
"Ketua Sekte, terima kasih banyak karena sudah berniat untuk membantu ku dalam masalah ini. Dan masalah pertanyaan mu, bagai mana jika ayah ku sudah meninggal ? Maka aku akan datang ke makam nya, aku hanya perlu tahu siapa nama ayah ku yang sebenar nya." Ucap nya dengan senyum tipis dan berjalan turun dari kasur.
"Tunggu !" Panggil Xue Yun yang membuat nya kembali menoleh ke belakang.
Bonus Like 10 k : 3 / 4