Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
316. Qing Yu


Langkah kaki sepasang kekasih itu melangkah keluar dari Sekte Phoenix Langit milik Feng Taoran sebelum akhirnya mereka tidak benar benar menapak lagi, melainkan melayang di udara.


Perlahan lahan, tubuh mereka juga tidak bisa dilihat lagi karena kecepatan terbang mereka yang sangat luar biasa.


"Sangat indah. " Gumam Xue Fenghuang yang melayang tidak terlalu tinggi sambil berpegangan tangan dengan Yuanzheng Yuwen.


Dia memegang erat tangan Yuanzheng Yuwen dan memandang wajah pemuda itu yang sangat tampan dan sangat dicintainya.


Dia tertawa sampai matanya menghilang dan setetes air mata mengali dari kelopak matanya tanpa bisa ditahan oleh siapapun.


"Jangan menangis. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menyeka air matanya dengan tangan yang lain.


"Aku tidak menangis sedih, ini adalah air mata kebahagiaan. Aku sangat bahagia, sampai sampai aku tidak bisa menahan air mataku lagi. " Ucapnya dengan air mata yang mengalir lebih deras.


"Aku selama ini berpikir bahwa aku akan sendirian selama masa hidupku nanti dan menjalani hidup penuh dendam, membayangkan nya saja sudah membuatku lelah. Tapi, takdir berkata lain, takdir tidak ingin aku kesepian. " Ucapnya dengan mata yang sayu.


"Bahkan jika takdir tidak memperbolehkan, aku masih akan mengejarmu. Aku akan mengejarmu dan menunggumu. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan tulus.


Keduanya tertawa lepas yang sangat jarang terjadi, bahkan rambut keduanya berkibar dengan sangat indah.


Gaun merah milik Xue Fenghuang sangat cocok dengan kondisi mereka ini, merah melambangkan kebahagiaan dan biasanya digunakan untuk pernikahan.


"Sayang sekali bahwa aku tidak menggunakan baju merah juga. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil mendesah kesal.


Dia tertawa ringan mendengar ini.


"Aku pikir menikah di udara adalah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya, hahaha. " Dia tertawa dengan lantang kala memikirkan hal konyol ini.


Keduanya langsung tertawa bahagia seolah olah mereka pergi untuk melakukan hal yang menyenangkan dan bukan untuk menyelamatkan seseorang.


Mereka masuk ke dalam terowongan antar dimensi sebelum akhirnya tiba di tempat yang sangat gelap dan penuh dengan pemandangan yang unik.


Tempat ini gelap dengan cahaya merah tua yang mendominasi, tampak seperti tempat iblis yang ada di cerita cerita pendongeng.


Tempat ini tampak sangat kacau, itu bisa dilihat dari banyaknya keributan di depannya. Orang saling memaki satu sama lain dan memukul yang lain dengan kuat , tanpa belas kasihan.


(Note : Ini alurnya sebelum Pedang Jiwa Naga ya, jadi ini Qing Yu belum bertemu Zhang Wei. )


"Sepertinya ini tidak baik. " Ucapnya kalau mendengar suara erangan yang menjijikkan semakin mereka berjalan masuk ke dalam kota itu.


Dia melihat banyak sekali orang yang sedang berpelukan dan bercumbu, bahkan ada beberapa yang sedang bersatu di tempat umum tanpa merasakan rasa malu.


"Jangan melihatnya. " Ucapnya dengan dingin pada Yuanzheng Yuwen.


Yuanzheng Yuwen dengan patuh menatap ke depan, sementara dia menghela nafas ringan dan berusaha untuk menekan riak di dalam hati nya.


Seperti yang diharapkan dari tempat tinggal seorang iblis Na"su , Qing Yu. Ini sangat sangat tidak bermoral dan tidak masuk akal.


Dia mengumpat dalam hatinya kala melihat lebih banyak hal serupa yang ada di sekitarnya , dia terus berjalan tapi genggaman nya pada Yuanzheng Yuwen mengerat tanpa di sadari.


"Jangan khawatir, aku akan menemani mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menepuk tangannya dengan tangan yang satu lagi.


"Aku tidak khawatir, hanya saja di hadapkan dengan puluhan hal tidak tahu malu ini membuatku tidak nyaman. " Ucapnya sambil menarik nafas dalam dalam.


"Selamat datang, Xue Fenghuang. Aku sangat kagum karena aku, seorang Iblis Kecil didatangi oleh seorang keturunan Iblis Dewa yang sangat terkenal sepertimu. " Ucap suara centil yang datang dari arah belakangnya.


Tapi, ketika dia menoleh ke belakang, tidak ada yang bisa dilihat nya. Bahkan pemandangan pemandangan menjijikkan yang tadi dilihatnya sudah hilang.


Tapi pemandangan di depan di belakang telah berubah menjadi sebuah ilusi yang menunjukkan salah satu ingatannya.


Dia melihat bayangan itu dengan hati yang mendingin, genggaman nya terhadap tangan Yuanzheng Yuwen menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.


Itu menunjukkan saat saat dimana dia mencekik kakak angkatnya, Qin Yue sampai mati. Lalu menunjukkan betapa kejamnya dia menguliti Jing Luyan hidup hidup.


Memotong tangan dan kakinya, dan membuat goresan goresan kecil, meminum darahnya dan menggantung tubuhnya di atas menara.


Seluruh tubuhnya penuh dengan darah, dia melihat dirinya sendiri dengan tatapan ketakutan.. Dia takut ketika melihat ekspresi nya saat itu.


Begitu gila dan mengerikan, dia melihat dirinya sendiri dari beberapa tahun lalu menoleh ke arahnya dengan seringaian gila.


Sementara dia sendiri masih mempertahankan ketenangannya dan menatap dengan dingin ke dirinya yang beberapa tahun lalu.


"Tidak apa apa, aku ada di sini. " Bisik Yuanzheng Yuwen menenangkan nya.


"Terima kasih. " Jawabnya tanpa susah susah membuat sanggahan seperti sebelum sebelumnya, dia tidak memiliki energi lebih lagi untuk membuat sanggahan.


Dia melihat bayangan itu dan tertawa kecil, dia berusaha untuk menekan perasaan gelisah nya dengan tertawa.


"Nona Qing memberikan sambutan yang sangat bagus seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana aku, Xue Fenghuang membalasnya ?" Tanya nya dengan tawa ringan.


"Saudari kecil Xue terlalu berlebihan, aku tidak akan meminta banyak hanya memintamu untuk memberikan pemuda tampan di sebelahmu. " Ucap Qing Yu sambil tertawa genit.


Dia yang mendengar ini tidak langsung marah, justru bertepuk tangan dengan meriah.


"Kekasihku memiliki selera yang tinggi, aku takut Saudari Qing tidak bisa menarik minatnya. Lalu, aku juga tidak tahu apakah itu layak atau tidak. " Ucapnya dengan tajam.


"Saudari Xue tidak perlu khawatir, penampilanku sama sekali tidak buruk. " Balas Qing Yu dengan tawa kecil yang menggoda.


Ilusi di depannya buyar dan menyisakan seorang wanita dengan dada besar, pinggang ramping dan kaki jenjang.


Pakaian nya sangat terbuka dan mengekspos beberapa bagian tertentu yang membuat wanita itu tampak sangat menggoda.


Tapi, Yuanzheng Yuwen hanya menatap dengan datar seolah olah tidak memiliki keinginan.


"Aku telah melihat banyak wanita semacam ini sebelumnya. " Jawab Yuanzheng Yuwen dengan datar.


"Biasanya mereka adalah orang jahat, apakah kamu juga ? Penampilan kalian memang cukup sama, aku begitu membencinya, haruskah aku membencimu juga ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan kejam.


"Bagaimana mungkin kau bisa begitu kejam padaku yang cantik dan rapuh ini ?" Tanya Qing Yu dengan sedih.


"Aku tidak pernah memandang bulu ketika membunuh seseorang. " Jawab Yuanzheng Yuwen dengan santai.


"Anak muda, siapa yang membuatmu begitu benci dengan penampilan ku ini ? Aku tidak merasa tampilan ini memiliki kelemahan. " Ucap Qing Yu tanpa repot repot untuk menggunakan samaran lagi.