
Dia terus meraung dan tertawa sambil menangis, dia meratap secara terus menerus. Bahkan langit mulai mendung yang seolah olah bisa merasakan kesedihan yang di alaminya.
"Kenapa tidak ada seorang pun disini ? Kenapa hanya aku yang hidup ?!" Teriaknya dengan putus asa.
"Kenapa ?! Kenapa hanya aku yang hidup ?! Kemana perginya semua orang ?! Apakah begitu lucu untuk mempermainkan ku seperti ini ?! Yuwen, Hongli bangunlah ! " Teriaknya seperti orang gila dan terus mengguncang kedua tubuh yang sudah mendingin itu.
"Bangun ! Aku mohon !" Teriaknya sekali lagi dengan putus asa.
Seumur hidupnya, dia tidak pernah se putus asa ini. Dia sangat putus asa sampai sampai air mata tidak ingin menetes lagi dari matanya.
Ini bahkan membuatnya semakin tertekan , dia tidak bisa melampiaskan kemarahannya dengan tepat bahkan kesedihan nya tidak bisa di salurkan.
Tiba tiba dia berdiri dan membiarkan kedua mayat itu dan menatap kedua mayat itu dengan tatapan dingin.
"Karena kalian berdua tidak ingin bangun maka aku akan membenci kalian, hmph !" Ucapnya, dia berjalan pergi.
Setiap langkah nya membawa harapan bahwa akan ada orang yang memanggil namanya dan mengatakan bahwa ini semua bohong.
Setelah dia berdiri, dia melihat semuanya menjadi lebih jelas. Di sekitarnya bukan hanya ada beberapa mayat.
Melainkan gunungan gunungan mayat yang terbuat dari puluhan ribu nyawa yang hilang dan darah telah membuat lautan.
Bahkan, tempat dia berpijak sekarang telah berubah menjadi genangan darah. Dia melihat tangan nya yang mengalirkan darah segar, ini adalah darah Yuanzheng Yuwen dan Xue Hongli.
"Xue Tian Long ! Apakah kau ingin membuatku merasakan hal yang sama seperti sebelumnya ?! Apa kau senang ketika melihatku hancur seperti ini dari Neraka ?! Tenang, kita berdua akan masuk Neraka ! Tidak terlambat untuk membayar hutang ini nanti, Hahahaha !" Dia tertawa terbahak bahak dan berjalan dengan linglung.
Dia telah benar benar kehilangan akal sehatnya, dia tidak bisa menanggung ini semua lagi. Dia telah berada di titik dimana dia tidak akan bisa bangkit lagi.
Kali ini, dia telah tenggelam terlalu jauh dan tidak akan ada jalan kembali untuknya.
"Xue Tian Long, apa kah kau senang ?! Kau senang, hah ?! Bahkan jika kau berada di Neraka terdalam, aku masih akan menyusul dan meminta mu membayar hutang darah ini !" Teriaknya sampai seluruh suaranya habis, lalu kembali tertawa layaknya orang gila.
"Kalian, kalian semua mempermainkan ku bukan ? Aku membenci kalian ! Aku benci kalian semua !"Teriaknya dengan mata yang memerah.
Dia yang tidak memakai alas kaki, berjalan di padang pasir yang panas. Kulit kakinya mengelupas dan mengalirkan darah, tapi dia terus berjalan seolah olah tidak merasakan apapun.
Air mata telah mengering, darah telah mendingin, hati telah hancur dan tidak ada akal sehat yang tertinggal.
"Xue Tian Long, aku membencimu ! Hahaha, aku akan membuatmu menyesal karena telah mengulang hal yang sama dengan Sekte Es Biru ! Aku akan membuatmu menyesal bahkan dalam 10 kehidupan ! Aku tidak akan melupakan dendam ini !" Teriaknya sekali lagi.
Dia memejamkan mata dan pingsan, tubuhnya perlahan lahan mengelupas karena teriknya sinar matahari.
Tadi jelas jelas mendung tapi sekarang awan hitam itu menghilang seolah olah tidak pernah ada di sana.
Tidak ada kehidupan sama sekali di sekitarnya, dia berbaring telentang sambil menatap langit. Kulitnya terasa mendidih karena pasir yang panas.
"Kalian mengatakan bahwa Dewa akan menyelamatkan umat manusia, tapi mereka bahkan tidak pernah sekalipun menolongku ! Mereka menarikku kedalam Neraka, bukankah begitu Dewa Xue ?!" Teriaknya sambil tertawa terbahak bahak.
Perlahan lahan kesadarannya mulai hilang dan pemandangan di depannya mengabur sebelum akhirnya benar benar menggelap.
3 Jam Kemudian
"Fenghuang, Fenghuang, apa yang terjadi ?" Tanya suara seorang pria yang lembut sekaligus khawatir.
Xue Fenghuang dengan cepat memaksa dirinya sendiri untuk membuka matanya dan melihat pemilik suara.
Dia melihat bahwa dia sedang memeluk Yuanzheng Yuwen dengan erat dan penuh air mata.
"Apa yang terjadi padamu Fenghuang ?" Tanya Yuanzheng Yuwen sambil menyeka air matanya.
"Aku mimpi buruk. " Ucapnya dengan gemetar.
Dia tidak bisa tidak mengingat setiap detail mimpi buruk yang di alaminya, itu adalah mimpi paling buruk yang pernah di alaminya.
Itu mengerikan
Dia bahkan tidak berani membayangkan nya sekali lagi, dia tidak berani mengingatnya lagi. Tapi, kenangan itu seperti kaset rusak yang selalu memutar hal dan hal yang sama secara terus menerus.
Ingatan itu terus menerus berputar putar di ingatan nya dan semakin dia ingin melupakan nya maka semakin dia ingat setiap detail yang menyakitkan.
"Aku tidak ingin menjadi gila. " Gumamnya dengan nada yang sangat sedih dan terus memeluk Yuanzheng Yuwen dengan erat seolah olah itu adalah orangtuanya.
"Aku tidak ingin sendirian, aku takut. " Gumam nya lagi dengan akal sehat yang menghilang.
"Tolong jangan pergi. " Ucapnya.
"Aku tidak akan pergi, Fenghuang sadarlah !" Ucap Yuanzheng Yuwen dengan panik.
Tapi, Xue Fenghuang yang tubuh nya di guncang guncang hanya memberikan tatapan kosong yang mengkhawatirkan.
"Aku tidak suka sendirian, aku takut sendirian. Aku mohon, jangan tinggalkan aku !" Ucap Xue Fenghuang seolah olah tidak mendengar kata kata yang di keluarkan oleh Yuanzheng Yuwen.
"Aku tidak akan berbuat salah lagi, tolong jangan kurung aku !" Ucap Xue Fenghuang sekali lagi.
"Aku takut gelap, aku mohon. " Gumamnya lagi dengan linglung.
Pikiran Xue Fenghuang saat ini sedang kacau dan tidak masuk akal, bahkan itu bisa membuatnya menjadi gila.
Segudang kenangan buruk dari kehidupan lalu, langsung berhamburan keluar seperti karung beras yang bocor.
Itu perlahan lahan mengambil akal sehatnya dan membawa nya kembali ke masa lalu, dimana dia sangat ketakutan.
Tapi, tidak ada yang menolongnya. Dia ketakutan, bahkan seluruh punggung nya di penuhi dengan keringat dingin.
Dia menatap sekitarnya dengan penuh ketakutan sekaligus kepanikan yang di alaminya ketika masih kecil.
Ini mengacu pada salah satu ingatan nya dimana dia dibully oleh teman teman sekelasnya, teman temannya mengurung nya di dalam gudang yang gelap.
Xue Fenghuang yang kecil dengan polos mengikuti teman temannya ke gudang yang gelap dan penuh dengan debu.
"Fenghuang, kau harus masuk terlebih dahulu. Aku akan mencari sakelar lampu. " Ucap teman Xue Fenghuang.
"Baik, tapi jangan lama lama. Aku takut." Ucap Xue Fenghuang kecil.
"Kau tenang saja, tidak akan lama. Kau masuklah terlebih dahulu. " Ucap teman Xue Fenghuang.
Xue Fenghuang kecil dengan patuh berjalan masuk ke dalam gudang, setelah dia melangkah masuk ke dalam gudang.
Pintu gudang dengan cepat tertutup dan membuat Xue Fenghuang kecil dilanda kepanikan.
Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 2 / 3