
Dia berdiri dengan nafas yang terengah engah, dia menatap ke arah Lin Rong Rong yang masih sibuk dengan Ular Rumput Zhuge yang berjumlah kurang lebih seratus.
Selain itu, ada banyak pecahan es yang ada. Ujung jari nya terasa mati rasa dan membeku karena serangan ini.
"Bertahalah, hanya tersisa sedikit lagi. " Ucap Lin Rong Rong sambil menepuk bahu nya sebelum kembali fokus pada musuh.
Dia mengumpul kan kembali tenaga nya dan mulai menyerang, sampai akhir nya semua nya habis. Baru saja dia akan duduk di batu dengan santai untuk sekedar menarik nafas.
Suara gesekan antar batu pun kembali terdengar, dia melihat ke depan yang di penuhi kabut sebelum melihat sesuatu yang bersisik dan bertubuh sangat besar.
Tangan nya sedikit gemetar, Lin Rong Rong langsung memegang tangan nya dan menenangkan nya dengan memberi tepukan tepukan kecil.
"Ular Rumput Zhuge Raksasa !" Teriak nya dengan terkejut ketika melihat ular hijau besar setinggi 20 kaki.
Mata ular tersebut yang besar dan sebagaian besar tubuh nya belum nampak, ini membuat nya menahan nafas.
Jika ular Rumput Zhuge yang kecil saja begitu sulit untuk di musnah kan maka bagaimana cara mengalahkan yang besar seperti ini ?
Membayangkan nya saja sudah cukup untuk membuat nya berkeringat dingin , dia saling memandang pada Lin Rong Rong.
"Jika kalian ingin memberikan salah satu di antara kalian untuk ku , maka aku akan melepaskan kalian. " Ucap ular itu dengan suara yang tidak jelas.
Dia memandang Lin Rong Rong untuk melihat bagaimana tanggapan gadis itu pada tawaran yang di berikan oleh Ular Rumput Zhuge Raksasa.
"Apa kah kau layak untuk melakukan tawar menawar dengan Ratu ini ?" Tanya Lin Rong Rong sambil mendengus dan berubah menjadi wujud ular nya.
Ular hitam dengan diameter 20 cm, panjang mungkin 10 kaki membuat nya tampak sangat kecil jika di banding kan dengan Ular Rumput Zhuge itu.
"Ah ternyata ada keluarga bajingan Ular Hitam Surgawi ? Penerus mereka tampak nya begitu buruk sampai sampai menghasilkan keturunan seperti mu. " Ucap ular itu dengan sinis.
Dia yang mendengar ini tidak bisa tidak marah, siapa yang boleh menghina orang nya ? Tidak ada !
"Kau tidak layak untuk berbicara seperti itu pada nya !"Ucap nya dengan dingin.
Lin Rong Rong naik ke kaki nya dan melilit di tangannya, dia memandang ular di depan nya dengan tatapan garang.
"Jadi kalian tidak ingin saling mengorbankan satu sama lain ? Dasar bodoh ! Apa kah kalian benar benar berharap bisa mengalahkan ku ?" Tanya Ular Rumput Zhuge itu dengan sinis.
"Jika kami tidak bisa mengalahkan seekor ular jadi jadian seperti mu, maka lebih baik mati dari pada saling mengorbankan. " Ucap nya dengan sinis.
"Apa kau bilang ? Ular jadi jadian ?!" Ular Rumput Zhuge itu terlihat marah dengan nama panggilan yang dia beri kan.
Padahal nama itu lumayan bagus jika di banding kan dengan ular lumutan, jika di lihat dari warna hijau terang mereka.
"Lalu, kenapa ? Aku harus menyebut mu sebagai Ular Lumutan ? Atau seekor ular daun ?!" Tanya nya dengan sengit.
"Kau ?! Seumur hidup ku tidak ada yang berani menghina ku sedemikian rupa !" Teriak Ular Rumput Zhuge itu dengan marah mengibaskan buntut nya ke arah nya.
Dia segera meloncat dengan lincah, dia menyimpan topi bambu. milik nya karena itu pasti akan sangat menganggu diri nya.
"Kalau begitu aku adalah yang pertama, aku merasa terhormat !" Teriak nya sebelum kembali melompat ke tempat lain sembari menghindari batu batu yang berjatuhan.
Dia menembak kan Qi Es murni ke tubuh Ular Rumput Zhuge raksasa. Sedangkan Lin Rong Rong, mengeluarkan bola es seukuran kepala orang dewasa dari mulut nya yang di tujukan pada Ular Rumput Zhuge.
Dia melakukan gerakan memutar di udara ketika melihat ada sebuah bola api yang di tujukan pada nya. Sekarang dia tahu kenapa Ular Rumput Zhuge dan Ular Hitam Surgawi adalah musuh bebuyutan.
Selain mereka adalah Monster dan Binatang Ilahi, mereka juga merupakan sesama ular dengan elemen yang berbeda.
Ketika dia berdiri di atas tebing batu dan melihat Ular Rumput Zhuge yang mendekat ke arah nya, dia langsung merapalkan mantra.
Ratusan pedang es terbentuk di sekitar nya dan terus memutari tubuh nya. Ketika Ular Rumput Zhuge sudah mendekat.
Dia langsung mendorong pedang pedang es itu ke depan, pedang pedang es itu menancap dalam ke tubuh Ular Rumput Zhuge Raksasa.
Dia kembali merapalkan mantra yang sama, tapi dalam jumlah yang lebih banyak. Jika sebelum nya hanya beberapa ratus, maka ini beberapa ribu.
Semakin banyak pedang maka semakin besar Qi yang di butuh kan untuk membuat nya.
"Sekarang !" Teriak nya ketika pedang es nya sudah sepenuh nya terbentuk.
Dia mendorong kedua tangan nya ke depan, sedangkan Lin Rong Rong mengeluarkan sebuah bola salju yang begitu besar.
Pedang pedang itu membentuk lingkaran yang di tengah nya merupakan bola salju yang di buat oleh Lin Rong Rong.
Ular Rumput Zhuge yang melihat ini tidak sempat menghindar lagi karena tubuh nya yang sangat besar.
Duarrr !
Suara ledakan besar terdengar, dia langsung membentuk penghalang di depan nya untuk melindungi diri nya dan Lin Rong Rong.
Asap tebal menutupi tubuh besar Ular Rumput Zhuge, tubuh Lin Rong Rong terasa melemah. Itu dapat di lihat dari lilitan nya yang mulai mengendur.
Dia melihat ini dengan sedikit panik, dia menepuk nepuk ular itu dengan pelan, berharap bisa membuat nya untuk tetap sadar.
Semakin lama, dia semakin panik. Dia tidak peduli lagi apakah Ular Rumput Zhuge masih hidup atau tidak, dia tidak peduli !
Yang penting adalah keselamatan Lin Rong Rong terlebih dahulu, dia merasa ular di lengan nya perlahan lahan membesar.
Ketika dia melihat, yang di lihat nya adalah tubuh manusia milik Lin Rong Rong yang terkulai dengan lemas.
Dia membantu gadis itu untuk berbaring di tangan nya. Tangan Lin Rong Rong terulur dengan kesulitan dan mengelus wajah nya.
"Jangan takut, jangan khawatir. Aku akan baik baik saja. Aku menggunakan sedikit jiwa ku ke dalam bola salju tadi. Aku akan tertidur sebentar untuk memulihkan kekuatan ku. Jangan sedih, aku pasti akan segera kembali. " Ucap Lin Rong Rong dengan senyum sedih.
Lin Rong Rong menutup mata nya dan tubuh nya perlahan lahan memudar karena berpindah ke dalam dimensi yang ada di dalam tubuh nya.
Dia tidak langsung bangkit dari posisi berlutut nya dan ke lantai, tidak ada yang tahu dengan apa yang ada di pikiran nya.
Dia berlutut dan termenung di dalam pelindung yang dia buat, sebelum dia menatap keluar dan melihat tubuh Ular Rumput Zhuge yang sudah terbaring lemah.
Dia berjalan keluar dari pelindung yang di buat oleh nya , begitu dia sudah sampai sana. Dia mengambil tusuk rambut nya dan membelah perut Ular Rumput Zhuge.
Dia dalam nya hanya lah tersisa bubur daging yang sudah hancur semua. Dia melihat sesuatu yang sebesar kepala anak anak tampak mengapung di tengah bubur daging itu dan tampak bercahaya.
Dia mengambil nya dan menyimpan nya, dia melihat pada tusuk rambut milik ibu nya yang bisa membelah perut ular seperti sedang memotong tahu.
Begitu tajam, begitu ringan, tidak tahu dari apa di buat tusuk rambut ini. Tusuk rambut ini begitu di penuhi dengan dendam.
Dan dia merasa akrab dengan dendam ini, dia tidak memiliki waktu untuk memikir kan nya lebih lanjut. Jadi dia segera membersihkan tusuk rambut nya dan memakai nya kembali.
Dia menyimpan Inti monster milik Ular Rumput Zhuge Raksasa ke dalam cincin ruang nya, dan di sini lah dia. Kembali lagi pada kesendirian nya.
Bonus Like 24 k : 1 / 3