Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
216. Jadilah Bintang


Dia menghela nafas ketika menyadari betapa menyedihkan dirinya sendiri. Dia menatap ke arah Shangguan Shiyi dan pria itu balik menatapnya.


"Ada apa ?" Tanya Shangguan Shiyi dengan lembut.


"Tidak apa apa. " Ucap nya dengan pelan.


Disisi lain, Shangguan Shiyi sedang mencela dirinya sendiri karena berpikir kalau Qin Zuanshi mengusir Nona Qian karena cemburu.


' Itu hanya karena dia kesal pada orang seperti Nona Qian, tidak mungkin karena cemburu. Sepertinya, perjuanganku masih panjang dan aku juga ragu. Tidak ada dariku yang bisa di banggakan. ' Pikir Shangguan Shiyi sambil memandang Qin Zuanshi yang sempurna dari segala sudut.


Dia merasa tidak percaya diri karena dihadapkan dengan Qin Zuanshi yang sempurna, sedangkan dia seperti seseorang yang tidak memiliki apapun.


( Author : Ckck, keduanya sama sama merasa rendah diri ! )


Kedua nya tenggelam dalam pemikiran masing masing sampai akhirnya hari sudah mulai menggelap, Shangguan Shiyi mengantar Qin Zuanshi menuju tempat Tetua Rong dan dia sendiri kembali ke tempat Wakil Ketua.


Di tempat Tetua Rong


"Kenapa kau begitu lesu ?" Tanya Rong Xian yang sedang merajut.


"Entahlah, hanya merasa tidak percaya diri. " Jawabnya dengan asal asalan.


"Kau suka dengan pria itu ?" Tanya Rong Xian tanpa menoleh.


"Jangan menyemburkan sebuah omong kosong. " Ucap nya dengan marah.


"Ckck, kau tidak suka padanya tapi selalu menatapnya dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta yang rumit. Kemarilah, katakan padaku kenapa kau merasa tidak percaya diri. " Ucap Rong Xian.


Dia berdiri dan duduk di sebelah Rong Xian dengan kepala yang tersender di bahu wanita di sampingnya ini.


"Aku bukanlah tipe gadis yang imut dan penurut, kau tahu sendiri itu. " Jawabnya dengan lesu.


"Jangan merasa rendah diri, aku justru merasa tipe sepertimu ini justru jauh lebih diminati. Percayalah pada dirimu sendiri, jika kamu tidak percaya dirimu sendiri, pada siapa lagi kamu akan percaya ?" Tanya Rong Xian sambil mengelus kepalanya.


"Entahlah, aku selalu merasa kalau diriku ini penuh dengan kekurangan. Tidak mengerti kenapa orang orang memujiku sebagai Dewi. " Ucap nya.


"Kamu tahu ? Dengan sikapmu yang keras ini membuatmu bisa melindungi dirimu sendiri, tidak seperti bunga kecil yang indah tapi lembut dan mudah untuk di ganggu. Kamu seperti bintang, yang indah tapi tidak dapat di jangkau oleh semua orang. Orang orang tidak bisa menganggu mu, orang orang tidak dapat melakukan hal buruk padamu. " Ucap Rong Xian.


"Jangan menjadi bunga, bunga membutuhkan waktu yang lama untuk mekar, tapi sangat cepat untuk kayu dan kehilangan seluruh kecantikannya. Jadilah bintang yang terus bersinar dan tidak akan hilang karena waktu. " Lanjut Rong Xian.


Setelah mendengar ini, hatinya terasa tenang, dia memejamkan matanya.


"Tidak peduli siapapun itu bahkan jika itu adalah Kaisar Langit, dia masih akan merasa sangat bersyukur apabila bisa mendapatkan mu. " Ucap Rong Xian.


"Kamu terlalu berlebihan. " Jawabnya dengan malu.


"Aku tidak berlebihan, karena dari semua orang yang ku temui. Kamu adalah orang yang paling sempurna. Kamu kuat, memiliki semangat, ambisius, tapi tidak melupakan kekeluargaan. " Ucap Rong Xian.


"Berapa banyak orang di dunia ini yang memiliki hati bersih sepertimu ? Orang orang ambisius bisa ditemukan dimana pun, orang orang yang terlalu baik juga bisa ditemukan, tapi dimana bisa menemukan orang yang bisa memadukan keduanya dengan baik ?" Tanya Rong Xian.


"Karena, orang orang terdekatku lah yang memaksa ku untuk menjadi seperti ini. Untuk mereka aku menjadi ambisius , aku menjadi bersemangat, tapi nyatanya mereka masih pergi dan meninggalkan ku. " Ucapnya dengan mata yang basah.


"Jangan menangis, semuanya akan baik baik saja. Selalu ada yang datang di setiap kepergian. Kamu tidak akan kesepian." Bisik Rong Xian sambil memeluknya.


Lalu membaringkan nya dengan perlahan lahan di kasur nya. Dia menyalakan dupa sambil sesekali memandang ke arah Qin Zuanshi.


Masih ada bekas air mata di wajah Qin Zuanshi, dan dia menghela nafas. Dunia ini memang tidak adil, dia mengetahui ini tapi masih tidak bisa terbiasa dengan hal itu.


Seorang gadis kecil seperti Qin Zuanshi di paksa untuk menjadi seseorang yang kuat dan tegas, rasanya itu agak tidak masuk akal.


Dia duduk di sebelah Qin Zuanshi dan menggenggam tangan gadis itu.


"Jadilah bintang. " Bisiknya.


Dia berjalan keluar menuju tempat dia merajut tadi.


Keesokan harinya


Qin Zuanshi bangun dengan kepala yang pusing dan mata yang buram, dia memandang ke sekelilingnya sebelum sadar jika dia tidak tidur di dalam kamarnya.


Tapi, setelah mengingat lagi dia baru ingat kalau dia berada di Sekte Pedang Bulan dan belum memiliki kamar khusus.


Dia melihat kalau dia sedang menggunakan selimut dan mata yang lembab, dia ingat kejadian kemarin dan menghela nafas.


Setelah melipat kembali selimut yang digunakan olehnya, dia berjalan keluar dan tercium harum masakan dari dapur kediaman ini.


"Kau sudah bangun ? Ayo makan ! Aku mendengar dari Shangguan Shiyi bahwa kamu makan cukup banyak jadi aku memasak banyak untuk kita bertiga. " Ucap Rong Xian.


"Shangguan Shiyi ? Dia ada di sini ?" Tanya nya dengan terkejut.


Begitu dia melangkah lagi barulah dia melihat wajah Shangguan Shiyi dan merasa aneh.


"Kamu murid Wakil Ketua Sekte tapi selalu berada disini, apakah dia tidak merasa marah ?" Tanya nya dengan penasaran sekaligus geli.


"Tentu saja tidak berani, meskipun dia berada di atasku dalam hal jabatan. Tapi, dalam masalah sarapan bersama dia tidak akan mencari masalah denganku. " Ucap Rong Xian.


Dia mengangguk paham, berarti meskipun Rong Xian tidak memegang suatu jabatan yang sangat tinggi tapi masih memiliki nilai tinggi di sekte ini.


"Tetua Rong, dimana Shixiong mu? Sejak aku masuk bersama Shiyi, dia belum menunjukkan diri. " Ucapnya.


"Tidak tahu, mungkin mengalami penyimpangan Qi. Tidak ada yang bisa di harapkan darinya. " Ucap Rong Xian dengan ketus.


"Satu hal yang perlu kalian ketahui, dulu Sekte Pedang Bulan tidak seperti ini. Sekte kami menerima para bakat baik tanpa memandang jenis kelamin. Tapi, sejak kematian Shizun ku, semua berubah begitu jauh. Moto kami adalah mengasah batu permata agak terlihat indah. " Ucap Rong Xian.


"Itulah kenapa aku bilang kalau ini semua tidak seperti yang di inginkan oleh Shizun ku lagi dan aku memiliki tanggung jawab untuk memusnahkan Sekte Pedang Bulan. " Lanjut wanita itu sambil menghela nafas dan duduk di seberangnya.


Di sebelah kiri nya ada Shangguan Shiyi yang menunggu untuk makan. Sampai akhirnya Rong Xian mulai makan, barulah mereka berdua mengikuti.


"Tetua Rong, ada yang ingin aku tanyakan padamu. " Ucapnya.


"Tanyakan saja. " Jawab Rong Xian.


"Apakah ada sebuah mantra untuk mengubah suara ?" Tanya nya.