
" Terima kasih ayah." Ucap nya sambil menerima Jimat Pengantar Pesan yang di berikan oleh Yah nya sebelum turun dari kereta dan menghilang.
Dia turun dan melakukan beberapa jalan memutar untuk memastikan kalau diri nya tidak sedang di ikuti oleh orang. Bahkan beberapa kali dia berbaur di tengah keramaian dan masuk beberapa toko.
Setelah memastikan kalau diri nya tidak di ikuti oleh orang, dia pergi menuju Kediaman Qin. Para penjaga yang menjaga kediaman Qin telah sepenuh nya hilang.
"Bagai mana dengan Jiejie ?" Tanya nya dengan santai pada Qin Liang.
"Dia baik baik saja dan sudah mencapai tingkat 1 penempaan Tulang. Kemungkinan besar, dia sebentar lagi akan sadar menurut perkiraan ku. " Kata Qin Liang sambil menghela nafas.
"Bagus lah, hanya orang yang berbakat layak untuk menjadi saudara ku. Sampah seperti Xue Ling adalah orang cacat yang hanya bisa menggertak. " Ucap nya tanpa emosi sambil duduk di salah satu kursi.
"Apa yang akan kau lakukan pada Xue Ling dan Xue Xing Lun ? Aku tahu kau lah yang melakukan ini pada Xue Xing Lun ?" Kata Qin Liang sambil mengambil kursi dan duduk di depan nya.
"Ayah angkat, apa kau pernah mendengar pepatah ini ? Dosa orang tua di tanggung oleh anak dan dosa anak di tanggung oleh orang tua. Mereka adalah keluarga, tentu saja dosa harus berbagi. " Jawab nya dengan tenang.
"Huft, apa kau tidak bisa lebih lembut pada mereka ? Aku dengar Xue Xing Lun tidak pernah menganggu mu. " Kata Qin Liang.
Pria tua itu tahu bagai mana rasa nya melihat anak nya terbaring dengan kulit yang terus memerah dan terbakar, rasa nya sangat tidak nyaman melihat orang lain mengalami hal yang sama.
"Tidak pernah menganggu ku ?" Tanya nya dengan kekekan yang melengking.
"Apa kau tahu ? 2 Tahun silam, yang arti nya saat aku berumur 11 tahun, pria bajingan itu berniat untuk memperkosa ku. Padahal umur nya masih sangat muda, bagai mana jika di biarkan tumbuh ? Berapa banyak orang yang akan terluka karena nya ? Lagi pula, membunuh satu nyawa untuk puluhan nyawa adalah hal yang sangat sepadan. " Kata nya dengan acuh tak acuh.
"Tapi, sifat seseorang dapat berubah -" Ucapan Qin Liang di potong oleh nya.
"Tidak ada yang bisa merubah pendapat ku, siapa pun itu. Aku tidak akan segan pada mu jika kau berniat untuk menghalangi jalan ku. " Jawab nya dengan dingin.
Aura kematian menyelimuti diri nya, tampak sangat mengerikan.
"Ayah !" Teriak suara manis dari dalam kediaman Qin.
Dia segera menarik seluruh Aura Kematian nya dan tersenyum tipis.
"Jiejie." Panggil nya dan berjalan maju.
"Meimei ! Kau sudah kembali ! Aku kira kau kenapa kenapa karena terlambat datang ! Aku benar benar khawatir. " Kaga Qin Yue dengan bersemangat.
"Aku baik baik saja, hanya ada beberapa kendala. Hari sudah mulai gelap, matahari sudah mulai tenggelam, pelelangan Beruang Emas akan segera di mulai. " Ucap nya sambil tersenyum tipis.
Pelelangan Beruang Emas adalah toko paling besar di kota Qin Shui, tapi dia yakin sebentar lagi gelas itu akan segera jatuh ke toko milik nya.
Pelelangan Beruang Emas ini sudah beberapa kali berusaha untuk menghalangi bisnis milik nya di kota Qin Shui, tapi Paman Yun adalah ahli dalam menghadapi hal ini.
"Kalian akan keluar ? Berbahaya untuk keluar malam malam." Kata Qin Liang dengan khawatir.
"Dengan kemampuan ku yang baru, apa kah ada yang bisa melukai ku ?" Tanya Qin Yue dengan bangga.
"Tapi tetap saja, kalian berdua adalah wanita." Kata Qin Liang.
"Ayah tenang saja, semua nya akan baik baik saja. " Kali ini dia yang membuka mulut.
"Hm, baik lah kalau kau sudah berkata begitu, aku tidak bisa menahan kalian berdua lagi. " Kata Qin Liang sambil menghela nafas pasrah.
Mereka berdua kebetulan menggunakan pakaian serba putih yang membuat kecantikan terpancar dengan jelas. Jika Qin Yue memancar kan aura Suci dan tak tersentuh, maka dia memancarkan aura gelap yang menggoda.
"Apa kalian tidak akan menggunakan cadar ?" Tanya Qin Liang masih khawatir.
"Jika aku menggunakan cadar maka aku akan ketahuan. Dengan begini tidak akan ada yang mengenali ku. " Ucap nya.
"Jaga diri kalian !" Kata Qin Liang sambil menghela nafas.
"Tentu saja, bagai mana mungkin aku tidak menjaga diri ?" Tanya nya sambil menyeringai.
"Ayo Jiejie !" Ucap nya sambil menarik tangan Qin Yue, mereka bergandengan tangan.
"Meimei, ini adalah waktu yang lama setelah aku tidak melihat dunia luar selain istana. Dulu, aku terkena penyakit yang tidak memungkinkan ku untuk membuka jendela kereta, yang ku lihat hanya lah taman Kekaisaran yang indah tapi memuakkan. Lalu, istana Kekaisaran yang megah tapi di penuhi dengan jebakan mematikan. Aku tidak mengerti kenapa orang berlomba lomba mengejar posisi memuakkan itu. " Kata Qin Yue dengan lirih.
"Jiejie, tidak puas dengan apa yang di miliki adalah sifat asal manusia. Seorang manusia ingin lebih dan lebih, mereka tidak peduli dengan cara mereka mendapat kan nya. " Ucap nya sambil menghela nafas.
"Bahkan dengan mengorbankan nyawa keluarga sendiri ?" Tanya Qin Yue dengan terkejut.
"Bahkan dengan mengorbankan nyawa keluarga sendiri. " Jawab nya sambil mengangguk.
"Mereka akan terus merasa haus sampai akhir nya mereka menyadari kalau puncak yang mereka mimpi kan adalah mimpi belaka. Jika kau tanya aku apa kah aku ingin menjadi Kaisar atau tidak, maka jawaban ku adalah tidak. " Ucap nya.
"Kenapa begitu ? Hampir semua orang ingin menjadi Kaisar ? Tapi aku menikmati dengan kehidupan ku yang sekarang. Aku berharap aku tidak perlu keluar dari zona nyaman ku ini. " Kata Qin Yue.
"Aku sama dengan mu, jika kau pikir Kaisar adalah yang mengendalikan semua nya maka kau salah. Kaisar adalah boneka seseorang yang bermain di balik layar, aku tidak ingin menjadi boneka. Aku ingin menjadi pengendali bukan boneka. Lalu, tidak ada orang yang bisa bertahan di Zona Nyaman selama nya. " Ucap nya.
"Di dunia ini memang ada yang di sebut dengan Keabadian, tapi tidak ada yang bisa menghindari kematian. Semua nya akan menghadapi kematian pada akhir nya, hanya menunggu perbedaan waktu. Jadi, jika kau berharap untuk tetap dengan ayah selama nya maka itu bisa jadi bukan lah hal yang mungkin. Tidak ada yang tahu jelas tentang kematian. "
"Bisa saja aku hari ini sehat sehat saja dan besok nya aku meninggal, tidak ada yang bisa menebak hal itu. Tapi perlu ku beritahu satu hal, kematian bukan lah hal yang sangat buruk seperti yang di kata kan. " Lanjut nya dengan senyuman tipis.