
Orang orang akan secara berbondong-bondong mencari masalah dengannya untuk membuktikan siapa yang lebih kuat.
"Baiklah, siapa namamu ?" Tanya Wakil Ketua Sekte Pedang Bulan sambil melepaskan kacamatanya.
"Qin Zuanshi. " Jawabnya dengan tenang.
"Apakah ada murid lain yang telah di terima selain Nona Qin ?" Tanya Wakil Ketua Sekte Pedang Bulan pada tetua yang membawanya.
"Ya, sudah ada satu yang berhasil melepaskan cahaya emas juga. " Ucap tetua di sebelahnya dengan gemetar.
Wakil Ketua Sekte Pedang Bulan menatap ke arah langit sebelum tertawa lantang.
"Sekte kita telah jatuh terlalu lama, sepertinya kita akan segera menemui kejayaan kita lagi. Sepertinya, Surga pun kasihan dengan nasib kita. Sayang sekali bahwa kamu di lahirkan sebagai perempuan. " Ucap Wakil Ketua Sekte Pedang Bulan sambil menatapnya.
Dia menatap pria di depannya ini dengan tajam ketika kata kata ini keluar.
"Wakil ketua, yang satu lagi adalah seorang murid pria. "Ucap Tetua di sebelahnya.
"Oh ya ? Aku akan segera melihatnya !" Ucap Wakil Ketua Sekte Pedang Bulan dengan antusias dan berjalan ke depan, meninggalkan nya tanpa sepatah katapun.
Dia sudah menentukan kelanjutan Sekte ini di masa depan, satu kalimat besar di matanya yang terpampang jelas di depan Sekte ini.
Tidak ada masa depan !
Kemarahan nya telah mencapai puncak, tapi senyuman nya sama sekali tidak hilang. Dia berjalan dengan tangan yang terkepal dan senyum ramah tidak hilang.
"Ayo pergi, jangan pikirkan kata kata Wakil Ketua Sekte. Dia memang lebih menyukai laki laki, tapi tidak masalah bakatmu tidak akan di sia siakan. Kami memiliki beberapa tetua wanita yang bisa membimbing mu. " Hibur tetua yang membawanya.
Tetua itu tampaknya lebih ramah dan menghormati semua orang, tidak peduli jenis kelamin nya. Pantas saja Rong Xian mengalami banyak kesulitan.
Sesampainya di aula, sudah ada tiga murid lain yang berdiri dengan Shangguan Shiyi, semuanya adalah pria dan dia adalah satu satunya wanita.
Dua orang yang baru masuk menatapnya dengan tatapan merendahkan dan arogan, sedangkan dia hanya menatap mereka dengan ramah.
"Shangguan Shiyi, akan menjadi murid fraksi ku!" Ucap Wakil Ketua Sekte Pedang Bulan.
"Baik." Ucap Shangguan Shiyi dngan wajah datar dan memilih untuk tidak mengangkat Wakil Ketua Sekte sebagai gurunya.
Melainkan hanya menjadi murid luar Wakil Ketua Sekte, tetua tetua lain memilih murid dua yang lain sedangkan dia berdiri sendirian tanpa ada yang memilih.
"Qin Zuanshi akan menjadi muridku. " Ucap suara lembut dari belakang.
Tidak ada orang yang nampak, hanya ada suara dan dia mengenal pasti siapa suara itu. Itu adalah suara milik Rong Xian.
"Baik." Jawabnya dengan tenang.
Ekapresinya tidak berubah walaupun tidak ada yang memilihnya, dia melemparkan senyum pada Wakil Ketua Sekte dan berjalan melalui Shangguan Shiyi.
"Kita akan segera bertemu lagi. " Bisik nya.
Shangguan Shiyi mengangguk dan dia melanjutkan langkahnya, dia terus melanjutkan langkah nya sampai akhirnya bertemu dengan sebuah halaman luas yang lantainya di lapisi es.
Rumah itu sederhana dan di penuhi dengan kedinginan, seperti tidak ada tanda tanda kehidupan. Kenapa dia berjalan kemari ? Jawabannya adalah karena ada Rong Xian yang menjadi peta nya.
Dia berjalan masuk dan menemukan beberapa mekanisme, setelah diberitahu mekanisme nya dia bisa berjalan masuk dan melihat seseorang yang sedang ber kultivasi.
Mata orang itu terpejam dan energi yang kacau mengelilingi nya, dia duduk di depan orang itu dan menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Rong Xian.
Ini bisa di sebut sebagai penyimpangan Qi, jika tidak di tangani dengan baik maka akibatnya adalah kematian. Dia menyerap energi yang kacau itu dengan perlahan lahan.
Energi yang melindungi Rong Xian terpecah, dia terdorong mundur dan darah mengalir dari sudut bibirnya.
Orang di depannya telah membuka matanya dan menatapnya.
"Kau terluka. " Ucap Rong Xian dengan lemah.
"Tidak masalah, aku baik baik saja. " Ucapnya sambil menyeka darah yang mengalir.
"Apa kau sudah bisa menggerakkan tubuhmu ?" Tanya nya pada Rong Xian.
"Sudah, aku baik baik saja. Telan pil ini, ini akan membantu mempercepat pemulihan mu. Sekarang kamu sudah tahu bukan, bagaimana perbedaan sikap ?" Tanya Rong Xian.
Yang dimaksud oleh Rong Xian pastilah masalah perbedaan sikap yang diterima oleh perempuan dan laki laki.
"Ya, dan aku akan membuat dia berlutut di depan kaki ku nantinya. " Ucapnya dengan dingin.
"Seseorang yang bahkan tidak perlu di pandang, berani beraninya memandang diriku dengan rendah. " Dengusnya dengan marah.
"Ada temanmu di luar mekanisme, ayo pergi !" Ajak Rong Xian.
Dia mengangguk dan berdiri dengan susah payah, dia berjalan keluar mengikuti Rong Xian. Wanita itu dengan mudahnya membuka mekanisme dan setelah mekanisme terbuka sepenuhnya.
Barulah menunjukkan wajah Shangguan Shiyi yang terlihat khawatir.
"Aku khawatir denganmu karena kamu tidak keluar dari sini selama 1 hari. " Ucap Shangguan Shiyi.
"Tenang, aku baik baik saja. Setelah membantu Tetua Rong, akan lebih mudah untuk mencapai keinginanku. " Ucapnya dengan senyum yang tidak bisa di artikan.
"Tetua botak itu sangat gila ! Dia ingin memaksa ku menjadi muridnya. Padahal jika aku bertarung dengannya, aku masih belum tentu kalah !" Keluh Shangguan Shiyi dengan marah.
"Ckck, dia tidak botak hanya gundul. Sepertinya, rambut pun enggan untuk tumbuh dikepalanya yang kotor. " Dengusnya.
"Sudah sudah, ayo duduk dulu. Kalian pasti lelah karena telah menempuh perjalanan panjang. " Ucap Rong Xian.
"Tetua Rong, kamu jelas jelas lebih kuat dari Wakil Ketua Sekte tadi. Kenapa kamu tidak menggeser posisinya dengan paksa ?" Tanya nya dengan bingung.
"Itu karena dia mendapat dukungan langsung dari Shixiong ku. Aku mungkin bisa menyingkirkan nya, tapi melawan Shixiong ku aku masih belum bisa. " Ucap Rong Xian sambil menghela nafas.
"Jadi, permasalahanmu ada pada Shixiong mu ? " Tanya nya dengan bingung.
"Ya, dia adalah satu satunya permasalahan ku. " Ucap Rong Xian.
"Serahkan dia padaku, aku akan menyelesaikan nya. " Ucap nya dengan mata yang berkilau berbahaya.
"Apa yang akan kamu lakukan ?! Jangan mengambil resiko yang berbahaya. " Ucap Rong Xian dengan khawatir.
"Tenang saja, kalian berdua hanya perlu menunggu hasil. Kebetulan yang menarik, aku telah mencari informasi yang cukup banyak tentang keterlibatan 9 Sekte besar dengan 3 Klan. " Ucapnya dengan seringaian.
Dia mengeluarkan sebuah kertas yang menunjukkan nama nama 9 sekte yang melakukan kontribusi pada pasukan 3 Klan besar untuk menyerangnya.
Tentu saja, dia mengeluarkan uang yang sangat banyak hanya untuk melakukan ini. Tapi, tidak peduli dia harus membayar berapa, dia masih akan mencari mereka mati matian.
"Menyumbangkan pangan pada pasukan, benar benar kemampuan yang baik. Aku akan membuat mereka kehilangan pangan, ha ha ha. " Dia tertawa lantang yang membuat dinding bergetar.
Kemarahannya telah mencapai puncak bahkan dari ketika dia baru sampai di dimensi ini. Dia baru dua hari di dimensi ini dan sudah lebih dari 3 kali, kemarahannya telah tersulut.