Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
90. Pisau Empat Arah Mata Angin


"Maaf kan aku, Senior Lin. Aku terlalu bersemangat. " Ucap nya, Lin Cong Zi yang mendengar suara nya mendongak.


Lin Cong Zi pun berdiri sambil menyeka air mata dan tersenyum.


"Seharus nya aku yang minta maaf, aku terlalu emosional. Ini adalah pemberian guru ku yang pertama saat aku berhasil masuk ke murid bagian dalam, jadi aku sangat menyayangi nya. Ini adalah salah ku karena tidak cukup kuat untuk melindungi ini. Selamat, kau sekarang berada di tingkat 30 besar. Aku yakin, akhir bulan ini kau pasti bisa mengikuti tanding. " Kata Lin Cong Zi dengan senyum tulus.


"Senior Lin, sebagai ganti kata maaf ku, aku ingin memberikan mu ini. Aku yakin ini pasti akan berguna jika berada di tangan mu, ini di sebut sebagai Pisau Empat Arah Mata Angin. Aku harap, aku bisa menutupi kesedihan mu karena ini. " Ucap nya dengan tulus.


Lin Cong Zi dengan ragu mengambil pisau itu dan melihat sekeliling nya.


"Ayo menjadi teman sejak saat ini, kita akan bertemu lagi besok. Terima kasih atas pisau nya, ini benar benar barang bagus. " Kata Lin Cong Zi dan menyimpan pisau itu.


Saat Lin Cong Zi sudah turun dari arena, dia kembali memanggil wanita itu.


"Senior Lin !" Panggil nya.


Lin Cong Zi tampak bingung ketika dia memanggil nya lagi.


"Ayo berjuang bersama untuk mendapat kan posisi 20 besar !" Teriak nya sambil mengangkat tangan nya tanda semangat.


Lin Cong Zi tersenyum lebar dan juga mengangkat tangan nya, untuk sejenak mereka tertawa sebelum kembali ke rumah masing masing.


Dia menatap tato di lengan nya yang dari angka 57 sudah berubah ke angka 30. Dia tersenyum lebar melihat itu.


Xue Fenghuang yang nama nya melonjak secara terus menerus membuat mustahil untuk kabar tersebut tidak tersebar ke seluruh sekte.


Tidak terkecuali adalah kediaman Ketua Sekte, para penjaga dan pelayan secara diam diam membicarakan Xue Fenghuang.


Di sisi lain, Xue Fenghuang beberapa kali bersin sambil menggosok hidung nya yang memerah. Entah kenapa, dia merasa hidung nya sangat gatal.


"Apa kah ada orang yang sedang membicarakan ky ?" Gumam nya, tanpa tahu kalau satu sekte sedang membicarakan nya.


Dia meminum air hangat dan menenangkan diri sebelum memakan Pil Roh Surga, meski pun memiliki ini dalam jumlah banyak.


Tapi dia belum pernah mencoba nya secara pribadi karena, tidak berani. Pil Roh Surga mengandung Qi yang lebih murni di banding kan milik Pil Roh Bumi.


Dia sendiri sekarang telah berada di puncak Ranah Bumi, tidak masalah untuk membuat beberapa pertaruhan. Dia yakin semua nya akan baik baik saja, karena tampungan Qi nya jauh lebih besar di banding kan orang lain.


Dia merindukan satu hal, ketika dia akan memakan obat obatan yang di larang untuk tingkat kultivasi nya saat ini seperti Pil Roh Surga, maka Lin Rong Rong akan menceramahi nya.


Tapi, sekarang yang dia rasa kan hanya hembusan angin dingin yang membuat seluruh bulu di tubuh nya berdiri tegak.


Dia menghela nafas, dan tidak tahu kapan Lin Rong Rong akan keluar dari pelatihan tertutup. Dia duduk posisi bersila untuk menenangkan detak jantung nya yang tidak beraturan.


Baru saja dia akan memulai penenangan diri, dia merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari mulut nya. Dia segera mengeluarkan sapu tangan nya.


Byurr


Darah hitam memuncrat ke sapu tangan nya, dia menatap sapu tangan itu dengan pandangan yang rumit.


Pikiran nya kembali pada kata kata Ouyang Si Niang kalau Tubuh Yin Murni nya akan membuat nya kedinginan.


Kebetulan yang sangat buruk karena harus muncul bersamaan dengan gejolak racun milik nya yang muncul sebulan paling tidak dua kali.


Dan malam ini adalah malam paling buruk bagi Xue Fenghuang dalam dua kehidupan nya, keesokan hari nya.


Dia membuka mata nya dan pergi berkaca di cermin tembaga, tampak sekali wajah nya yang kusam dengan kantung mata di sekitaran mata nya meski pun dia masih tampak cantik.


Secara sangat tidak terduga di titik titik yang berbahaya dan menegangkan, semalam dia berhasil menerobos tingkat 1 Ranah Surga.


Hal ini benar benar membuka wawasan nya, segera saja dia langsung membersihkan diri dan berganti pakaian mengingat janji nya dengan Lin Cong Zi.


Butuh waktu hampir 10 menit untuk mandi dan berganti pakaian belum termasuk mengikat rambut nya, dia mengikat rambut nya seperti pria agar lebih mudah dan sederhana.


Kaki nya melangkah menuju ke arah pintu dan melihat ke luar lewat jendela yang berada di samping pintu, tampak banyak sekali orang yang berdiri di depan pagar rumah nya.


Ini membuat nya ragu dan membawa dua belati di masing masing tangan nya untuk berjaga jaga, dia keluar pintu dengan waspada.


"Apa yang kalian lakukan ?" Tanya nya dengan nada yang mendominasi.


"Saudari Xue, anda akhir nya keluar. Aku benar benar ingin memberi mu selamat karena sudah berada di posisi 30 besar. " Kata salah satu orang.


Wajah nya berubah menjadi muram, orang orang ini berniat untuk menjilat nya ! Tidak terkecuali dengan beberapa orang yang mencemooh nya ketika dia di tantang oleh Fu Yin Kai.


"Aku adalah seorang ahli dalam menyiapkan pakaian dan menata rambut, bagai mana kalau Senior Xue mengangkat ku sebagai pelayan mu. " Kata yang lain dengan wajah bangga.


"Maaf sekali, rumah ku tidak butuh pelayan. Kalian semua, jangan berkumpul di depan pintu atau aku tidak akan segan. " Ucap nya dengan sedikit penekanan.


Dia menunjuk kan kilatan belati pada tangan nya yang membuat semua orang berteriak ketakutan dan berlari pergi dari rumah nya.


"Tampak nya kau sedikit sibuk pagi ini. " Kata Lin Cong Zi yang baru mendarat di halaman rumah nya.


"Seperti yang Senior Lin lihat. " Ucap nya dengan datar.


"Jangan panggil aku senior, sekarang aku berada di bawah mu. Kau bisa memanggil ku Saudari Lin atau nama juga boleh. " Kata Lin Cong Zi.


"Hm baik lah, aku akan memanggil mu Saudari Lin. Aku tidak terlambat bukan ?" Tanya nya dengan bangga sambil mengangkat pakaian pria nya yang berwarna biru tua.


"Tidak, hanya saja kenapa kau menggunakan pakaian pria ?" Tanya Lin Cong Zi dengan bingung.


"Akan memakan waktu yang lebih lama untuk mengikat rambut ku , jadi aku akan berpakaian seperti pria. " Ucap nya dengan jujur.


Lagi pula, untuk apa berbohong ? Memang itu alasan nya lebih sering berdandan seperti pria.


Bonus Like 8 k : 2 / 3