
Waktu berjalan dengan cepat selama ini dan tidak menyangka kalau sudah 12 bulan berlalu, 2 bulan lalu adalah ulang tahun nya yang ke 14 tahun.
Sudah waktu nya untuk keluar, kekuatan nya sudah lebih dari cukup untuk menguasai semua nya. Saat ini, wajah nya sudah berubah jauh.
Jika sebelum nya masih ada jejak tidak kedewasaan di wajah nya, maka sekarang sudah sepenuh nya berubah. Dia menjadi tampak tak tersentuh, saat ini dia sedang menggunakan hiasan rambut yang di bantu oleh dua pelayan.
"Sudah nona kedua, anda begitu cantik. Jika aku tidak melihat sendiri maka aku tidak akan percaya kalau ada seseorang dengan kecantikan yang menantang langit seperti ini. " Kata salah satu pelayan dengan penuh kekaguman.
"Terima kasih atas pujian mu. " Ucap nya dengan datar, dia berjalan keluar dan melihat ayah dan kakak nya sudah duduk.
"Zuanshi ?" Tanya Qin Yue dengan tidak percaya dan memeluk nya.
"Jiejie, kita hanya tidak bertemu selama 12 bulan tapi ternyata kau sudah melupakan ku. Aku benar benar sedih." Ucap nya berpura pura sedih tapi membalas pelukan Qin Yue dengan erat.
"Zuanshi, ayo bertanding ! Minggu depan adalah waktu untuk melakukan perburuan Kekaisaran. " Ucap Qin Yue.
"Jiejie, apa kau berniat untuk masuk ke dalam 10 orang yang di pilih ?" Tanya nya.
"Tentu saja, tapi tidak sampai 3 orang besar. Lalu, kita akan membuat keributan besar. " Kata Qin Yue dengan berapi api.
Dia terbang ke atas arena pertarungan yang di susul oleh Qin Yue, dia menyiapkan diri sebelum Qin Yue meloncat ke arah nya.
Dia menunduk demi menghindari serangan Qin Yue, dia menangkap kaki gadis itu dan memutar nya di udara. Qin Yue sempat terputa putar beberapa kali di udara sebelum meloncat mundur.
"Aku menyerah ! Kekuatan mu besar sekali Zuanshi !" Kata Qin Yue sambil terkejut.
"Jiejie, kekuatan mu sudah sampai tingkat 3 Ranah Jiwa adalah kemajuan pesat. Kau seharus nya sudah bisa mengalah kan Kaisar Zhu bukan ?" Tanya nya.
"Hem, harus nya begitu. Zuanshi, berapa tingkat kultivasi mu ?" Tanya Qin Yue dengan penasaran.
"Tingkat 1 Ranah Bela Diri. " Ucap nya dengan tenang.
Kekuatan Toko Phoenix Salju nya telah berkembang secara pesat dan sebagian besar sudah berkumpul di cabang kota Qin Shui.
Sehingga, jika ingin menyerang maka itu bukan lah hal besar lagi. Dia tinggal memerintah kan mereka untuk menyerang kapan saja.
"Apa kah benar ? Kalian berdua benar benar hebat, bahkan mengalahkan ayah kalian sendiri. " Kata Qin Liang yang baru muncul dengan tepuk tangan.
"Qin Yue, coba kau tanding dengan ayah. Ayah akan membantu mu menyempurnakan teknik yang ayah ajar kan pada mu. " Kata Qin Liang.
Dia mengangguk dan turun dari arena, karena percuma kalau Qin Liang berlatih tanding dengan nya. Kekuatan mereka berdua berbeda jauh.
Angin meniup pakaian nya menjadi berkibar, setelah hampir latih tanding selama 1 jam. Qin Yue menjatuh kan pedang nya dan terduduk di arena dengan lemas.
"Ayah aku menyerah, aku sangat lelah dan membutuhkan banyak makanan. " Kata Qin Yue dengan lesu.
"Tenang, ayah tahu kalau dua putri ayah ini sangat suka makan. Ayah sudah menyiapkan banyak makanan untuk kalian berdua, ayo ikut ayah. " Kata Qin Liang sambil menggandeng tangan nya di bagian kiri dan Qin Yue di bagian kanan.
Mereka tampak seperti keluarga yang sangat bahagia, bukan seperti putri jenderal yang menjalani banyak latihan keras dan fisik.
"Jiejie, kau harus makan dengan perlahan atau kau akan tersedak. " Ucap nya sambil bercanda.
"Hem, Meimei, kita jadi kan malam ini jalan jalan bersakan?" Tanya Qin Yue.
"Tentu saja, bagai mana mungkin kita membatalkan itu. " Kata nya dengan senyum tulus.
Beberapa kali Paman Yun mengantar kan pesan untuk nya yang mengirimkan perkembangan dan gerak gerik Kekaisaran.
Tanpa di ketahui oleh Kekaisaran, 3 sekte besar, 4 keluarga besar dan kediaman perdana menteri, telah memihak diri nya.
Kekaisaran tidak memiliki siapa pun lagi kecuali kediaman Adipati Yuanzheng, tapi sangat sulit untuk menebak apa kah pemuda itu akan memihak diri nya atau Kekaisaran.
"Zuanshi, ada satu hal yang harus ayah beri tahu pada mu. " Kata Qin Liang dengan wajah serius ketika makanan telah habis.
"Apa itu ayah ?" Tanya nya dengan tenang.
"Ayah menemukan kalau kau dulu seharus nya adalah tunangan Putra Mahkota, tapi karena cacat yang kau derita jadi kau di asingkan dan berita ini di kubur dalam dalam. "Kata Qin Liang.
"Oh ya ? Aku tidak menyangka kalau semua nya akan semenarik ini. Ayah, bantu aku mencari bukti nya. Lalu, aku akan menampar wajah mereka di depan banyak orang. Mereka mengucilkan ku di masa lalu, maka aku harus membalas nya. Bukan kah begitu ?" Tanya nya sambil menyeringai, dia memutar-mutar cangkir anggur nya.
"Ya, aku akan membantu mu mencari fakta tersebut. " Kata Qin Liang sambil mengangguk mantap.
Malam hari
Qin Yue dan Qin Zuanshi atau Xue Fenghuang berjalan menuju Toko Phoenix Salju dan bertemu dengan Yun Xing di sana.
"Yun Xing Gege ! " Panggil nya.
"Fenghuang ? Kau sudah keluar dari latihan tertutup ?" Tanya Yun Xing sambil mengelus kepala nya.
"Ya, Yun Xing gege, tolong bantu aku melakukan satu hal." Ucap nya sambil tersenyum jahat.
"Apa yang kau ingin kan ? Senyum mu tampak nya kurang baik. " Kata Yun Xing sambil bergidik ngeri.
"Tidak, bukan hal yang buruk atau hal yang sulit. Sebar kan rumor kalau aku adalah tunangan putra mahkota yang di sembunyi kan karena penyakit wajah yang aku alami. " Ucap nya dengan setengah berbisik.
"Apa ?! Kenapa kau akan melakukan itu ? Itu akan merusak reputasi mu. " Kata Yun Xing tidak senang.
"Tenang saja, aku akan baik baik saja. Pokok nya, aku ingin sekarang juga itu tersebar dengan cepat. " Ucap nya dengan nada yang tak ingin di bantah.
Yun Xing menghela nafas berat sebelum menyuruh anak buah nya untuk melakukan perintah nya, sedang kan Qin Yue hanya diam karena tidak mengerti apa yang di bicara kan oleh nya.
"Zuanshi, kenapa kau memilih untuk melakukan hal ini ?" Tanya Qin Yue setelah keluar dari toko Phoenix Salju.
"Karena, aku akan membingkai seseorang. Tentu nya ini akan menjadi hal hebat yang akan tercatat dalam sejarah. " Ucap nya dengan penuh kebanggaan.
Mereka berdua tertawa, yang membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian. Tapi itu semua hanya sementara, sebelum kabar menggemparkan terdengar ke seluruh penjuru Kekaisaran.