
"Pelayan, percepat langkah mu. Aku sudah lelah. " Ucap nya dengan nada memerintah dan sedikit tidak kesabaran.
"Baik Tuan. " Kata pelayan itu dan mempercepat langkah nya.
"Ada apa ?" Bisik Lin Rong Rong di telinga nya.
"Di belakang ada Tetua Ouyang dan beberapa tetua Fraksi lain. " Ucap nya dengan sangat pelan.
Dia tidak boleh ketahuan atau diri nya akan di paksa untuk menjawab banyak pertanyaan dan yang lebih buruk nya lagi adalah mungkin di paksa untuk menjual pil Roh Bela Diri pada sekte dengan harga murah.
Itu akan menjadi kesialan besar bagi nya dan rencana besar nya untuk menjadi orang kaya akan menghilang begitu saja.
Itu adalah sebuah mimpi buruk yang bahkan tidak dia ingin bayang kan.
Sampai akhir nya mereka memasuki sebuah ruangan yang kaca nya di lapisi sesuatu agar mereka bisa melihat keluar tapi dari luar tidak bisa melihat ke dalam.
"Tuan, ini adalah ruangan anda. " Kata pelayan itu dengan sopan.
"Terima kasih nona. " Ucap nya dengan buru buru masuk dan menutup pintu.
Di luar ruangan, ada sebuah papan nama yang bertuliskan Qin Zuanshi. Dia juga bingung dengan orang orang di masa ini.
Merek bahkan tidak curiga ketika wajah nya masih mirip seperti wanita dan suara nya yang lembut, mereka masih tidak curiga.
Atau mungkin mereka memang tidak peduli ? Dia takut kalau Ouyang Si Niang akan dapat mengenali suara nya, jadi jika ada suatu barang yang menarik nanti, dia akan menyuruh Lin Rong Rong yang berkata.
"Pelelangan akan di mulai sebentar lagi, lihat lah selain kita ada 3 ruangan tamu terhormat lain nya. " Ucap nya dengan antusias.
"Hm, kemungkinan ini adalah 3 sekte yang Tetua Ouyang kata kan pada ku. " Lanjut nya.
Sedang kan Lin Rong Rong hanya menjadi pendengar setia, dia sangat semangat menunggu pelelangan sampai ada seseorang yang mengetuk pintu nya.
Tok Tok
"Silakan masuk !" Teriak nya dari dalam.
"Tuan, kami membawakan anda beberapa buah buahan. Tetua Li berharap kalau anda akan menikmati pelelangan dengan baik . " Kata pelayan itu sambil membawakan beberapa orang pelayan untuk melayani nya dengan senampan buah buahan.
"Apakah ada yang anda butuh kan Tuan ?" Tanya salah satu pelayan dengan menggoda.
"Bisakah kalian memijitkan tubuh dan mengipasi ku ?" Tanya nya dengan semangat yang di tekan.
"Tentu saja, dengan senang hati tuan muda !" Kata pelayan pelayan itu dengan genit dan mulai melakukan apa yang dia minta.
Dia memejamkan mata nya dengan ekspresi kenikmatan, sudah sangat lama dia tidak di pijat seperti ini. Apa lagi ketika pijatan yang halus dan lembut terasa di pundak nya.
Belum lagi sebuah kipasan dari kanan dan kiri nya nyang terasa bagai kan angin dari Surga, sedang kan Lin Rong Rong yang melihat nona nya sedang di kerumuni oleh banyak wanita cantik hanya bisa menghela nafas jengah.
Nona nya itu tampak nya terlalu menghayati peran nya sebagai pria sampai sampai, tampak begitu nyaman di raba raba oleh wanita lain.
Xue Fenghuang membuka mata nya kalau merasa kan ada tatapan tidak senang dari sudut ruangan yang di tujukan pada nya.
Dia tersenyum lebar dan diam diam melambaikan tangan pada gadis itu dan kembali memejamkan mata nya dan menikmati setiap sentuhan.
Kaki nya tampak di regang kan oleh tangan halus yang ramping dan lumayan dingin. Kaki nya juga di rendam di dalam sebuah ember kayu yang berisikan air panas dengan banyak bunga bunga dan rempah rempah lain.
Pundak nya di pijat dengan gerakan yang teratur. Sedangkan yang satu lagi memijat kepala nya, dia jadi merasa mengantuk karena pijatan ini.
Sedangkan dua lagi mengipasi nya, total ada 7 orang di dalam ruangan ini termasuk dengan nya dan Lin Rong Rong.
Memikir kan lima pelayan ini mengingatkan nya pada Le Ning yang sudah mati dengan tragis, dia yakin, di tangan Adipati Yuanzheng, Zhu Renming tidak akan hidup dengan mudah.
Zhu Xing Lian yang terkena Racun Musim Semi juga akan hidup dengan penuh penderitaan yang membawa tekanan mendalam bagi Kaisar dan Permaisuri yang sudah melakukan banyak hal jahat.
Permaisuri , meski pun tampak seperti wanita yang lemah lembut, tapi sebenar nya adalah rubah berekor sembilan yang meracuni banyak selir di harem Kekaisaran agar tidak bisa mengandung anak Kaisar.
Kaisar sendiri tidak tahu sudah berapa banyak memperkosa anak gadis orang lain, entah salah satu dari mereka atau pun kedua nya, tidak ada yang layak untuk mati dengan cepat.
Sekarang dia mulai tahu kalau hukuman paling berat bukan lah kematian, melainkan hidup yang penuh dengan kemalangan, penderitaan dan penyesalan.
Memikirkan hal ini membuat nya mengingat suara wanita yang berada di balik badai salju itu, bahwa kehidupan nya yang kedua ini adalah hukuman bukan keberuntungan.
"Nona nona cantik, terima kasih karena telah memijat dan mengipasi ku. Sekarang kalian boleh keluar. " Ucap nya dengan senyum ramah sambil membuka mata indah nya.
Para pelayan itu keluar dan Lin Rong Rong berjalan mendekat ke arah nya.
"Ada apa ? Tadi tampak sangat menikmati tapi sekarang mengusir keluar. " Sindir Lin Rong Rong.
"Entah lah, hanya saja aku merasak tidak nyaman dengan orang asing. " Ucap nya dengan santai memberikan alasan yang masuk akal.
Dia berusaha untuk melupakan dan tidak memikirkan kata kata wanita itu, tapi itu justru membuat kalimat itu lebih sering terputar di dalam otak nya.
Lin Rong Rong tampak nya melihat gelagar aneh nya, tapi memilih tidak bertanya. Dia diam diam berterima kasih atas hal itu, saat ini sebuah pergulatan besar tampak di dalam pikiran nya.
Dia menunduk kan kepala dan berusaha untuk menghilangkan rasa sakit yang ada di dalam kepala nya. Kepala nya secara terus menerus berdenyut dengan kencang.
Dia bernafas dengan terengah engah sebelum memuntahkan darah hitam di dalam tubuh nya, kali ini Lin Rong Rong mendekati nya dengan keadaan panik.
"Ada apa dengan mu ?!" Tanya Lin Rong Rong dengan panik.
"Tidak apa apa, hanya luka kecil. " Ucap nya.
"Jangan berbohong ! Kau terluka parah !" Kata Lin Rong Rong menolak percaya.
"Ini adalah racun yang berbahaya dan sudah lama tergabung dengan darah. " Kata Lin Rong Rong menebak dengan benar.
"Sebenar nya, aku dulu adalah seseorang yang keracunan sejak umur kecil sampai umur ku yang ketiga belas tapi tidak ada yang bisa di lakukan. Racun telah menyatu dan tidak bisa di hilangkan, yang bisa aku lakukan hanya lah membuat tubuh ku menjadi kebal racun. " Ucap nya sambil tertawa sakit.
BONUS LIKE 5, 5 K : 3 / 3