
Satu Bulan Kemudian
Xue Fenghuang sudah kembali ke sekte, Toko Phoenix Salju dalam waktu singkat sudah menyebar dan memiliki toko di mana mana.
Sebenar nya, dia sangat bosan untuk kembali ke Sekte Tianwen. Karena di sana pasti ada orang orang yang menganggu diri nya.
Tapi, jika dia terus menjaga toko maka itu akan sangat membosankan juga. Hal yang tidak membosankan adalah membunuh orang.
Tapi, dia tidak mungkin membunuh orang di dalam Sekte Tianwen. Jadi, dia hanya akan bersenang senang dengan racun selama 10 bulan ini.
Kabar Lin Yi menjadi gila pun sudah terdengar ke seluruh penjuru kota, Xue Longque yang merasa malu dengan itu segera menutup kabar itu.
Tapi meski pun begitu, entah bagai mana cara nya, kabar itu masih bocor dan merambat dengan cepat. Kali ini, Xue Longque tidak dapat menahan nya lagi dan hanya bisa menutup wajah nya dengan malu.
Tentu saja, di kediaman Xue, hanya ada satu orang yang berani untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan Xue Longque.
Itu adalah Xue Fenghuang. Dia lah yang menyebar kan berita itu, bagai mana mungkin dia membiar kan maha karya nya di sembunyi kan oleh Xue Longque rapat rapat.
Saat ini, dia sudah sampai di sekte Tianwen. Beberapa orang menatap nya dengan sinis tapi dia tidak peduli. Dia terus melakukan kuda nya sampai ke pusat misi.
Dia turun dari kuda nya, beberapa orang dengan pakaian pelayan datang menghampiri nya. Dia memberikan tali kendali kuda nya pada pelayan itu.
"Xiao Hei, jangan nakal ya. Aku akan membawa mu jalan jalan lagi nanti. " Ucap nya sambil memeluk kepala kuda hitam itu.
Xiao Hei mengeluarkan ringkikan sedih sebelum mengangguk dan menurut untuk di bawa para pelayan sekte Tianwen ke kandang kuda.
Karena dia adalah seorang murid dalam, tentu saja dia memiliki sarana untuk itu. Selama satu bulan belakangan ini juga dia sudah belajar menjadi alkemis.
Bukan kah itu hebat ? Dia masih berada di tingkat alkemis rendah tapi kemampuan penyembuhan nya sudah berada di tingkat Bumi.
Tahapan Alkemis dan Tabib :
- Rendah
- Menengah
- Tinggi
- Master
- Grand Master
- Bumi
- Langit
- Surgawi
Tahapan Bumi adalah tahapan yang paling tinggi untuk di tempat ini, tapi dia tahu ada tahapan yang lebih tinggi dari itu, berkat kerajinan nya membaca buku buku yang ada di perpustakaan.
Bisa di kata kalau kemampuan medis nya sebagai tabib maka dia adalah yang paling tinggi di tempat ini, sedang kan untuk alkemis, itu akan berkembang terus dari waktu ke waktu.
"Kau menyelesaikan semua nya dengan sempurna. Kemari kan token milik mu. " Kata tetua itu, dia mengeluarkan tanda pengenal nya dan memberikan nya pada tetua itu.
Tetua itu tampak menulis sesuatu dengan Qi sebelum akhirnya muncul angka 375 di tanda pengenal milik nya.
"Tetua, tampak nya anda salah. Anda kelebihan 25 poin. " Ucap nya, dia tidak ingin berutang budi pada seseorang.
"Tidak apa apa, karena memang ini adalah misi yang cukup sulit. Tidak sedikit murid yang mati karena di makan monster, tapi kau bisa menyelesaikan semua nya dalam waktu satu bulan. Oh ya, Ketua Sekte meminta nya untuk datang ke tempat nya apa bila kau sudah pulang ke sekte. " Kata tetua itu.
"Ah baik lah, terima kasih tetua. " Dia mengangguk, dia berjalan menuju kediaman Ketua sekte.
Sangat jauh untuk menuju Kediaman Ketua Sekte, dia perlu melewati murid bagian luar dan murid bagian dalam.
Jika Jing Luyan sampai memesan nya untuk datang seperti ini, maka pasti ada yang ingin di bicara kan. Lagi pula, bahkan jika dia tidak di panggil dia masih akan datang.
Banyak sekali orang yang mencela nya karena iri, bahkan tidak sedikit yang terang terangan melempar kan tatapan tidak senang pada nya.
Tiba tiba, seorang wanita datang di ikuti beberapa orang lain nya.
"Yo, ini adalah murid baru ? Seseorang yang bahkan bisa menyakiti ibu nya sendiri. " Kata wanita itu.
Dia diam dan tersenyum tipis di balik cadar nya.
"Xue Ling, ada beberapa hal yang harus di koreksi. Pertama, dia bukan lah ibu ku dan kedua, aku bukan murid baru lagi. Aku ingat, masa murid baru adalah satu bulan sejak dia bergabung dengan sekte dan ini adalah hari pertama ku setelah satu bulan. Kau harus sedikit lebih pintar dalam menggunakan kata kata, kakak pertama. " Dia menekan kan kata kata terakhir nya.
Xue Ling tampak menggeram marah karena di permalu kan oleh nya.
"Kenapa ? Apa kah ada yang salah dengan kata kata adik ini ? Ah, aku lupa kalau banyak orang di sini. Dengan kata kata ku tadi, pasti kebodohan mu akan langsung terungkap. " Dia menutup mulut nya dan terkekeh.
"Dasar wanita murahan ! Kau bisa masuk ke mari karena merayu Ketua sekte ! Sungguh tidak tahu malu ! Biar kan semua orang tahu wajah jelek mu itu !" Xue Ling menerkam nya dan ingin menarik cadar nya.
Tentu saja dia tidak membiar kan itu, dia menggeser tubuh nya dan mengangkat kaki nya. Xue Ling yang tidak siap, langsung jatuh ke tanah yang sedikit berlumpur.
Lebih sial nya lagi, yang jatuh pertama adalah wajah terlebih dahulu. Ketika Xue Ling bangkit, wajah nya di penuhi lumpur.
Para murid bagian dalam yang melihat itu tidak bisa tidak tertawa, bahkan tidak sedikit yang langsung mengejek Xue Ling.
"Ah ternyata ini rahasia kecantikan nomor satu di Kekaisaran Zhu, ternyata dengan menggunakan masker lumpur bisa menjadi cantik ya ? Ide mu sangat baik kakak perempuan. " Ucap nya dengan nada yang sangat mengejek.
"Xue Fenghuang !" Xue Ling berteriak dengan marah sebelum kembali jatuh terduduk karena kaki nya terkilir.
"Selamat tinggal nona pertama kediaman Xue, aku akan pergi dulu. Terima kasih atas rahasia kecantikan mu. " Dia terkekeh dan langsung berjalan meninggal kan wanita gila itu.
Dia bisa mendengar kan berbagai sumpah serapah dari Xue Ling yang di tuju kan pada nya, lalu kenapa ? Dia tidak akan terpengaruh oleh hal hal kecil seperti itu.
Dia membuka pintu setelah mengetuk tiga kali, ketika melihat dia merasa terkejut karena melihat dua orang yang di kenal nya.
Jing Luyan tampak tersenyum ramah sedang kan kedua orang itu sedikit terkejut dengan kedatangan nya. Dia segera menunduk untuk memberi salam kepada tiga pria di depan nya ini.