
Dia menunggu selama beberapa menit, tapi setiap menit itu terasa seperti satu jam. Dia menghela nafas kala orang orang yang ditunggu nya masih belum datang.
Dia memejamkan mata sebelum dia merasa ada seseorang yang terbang ke sampingnya sambil mengisahkan kipas.
Dia membuka matanya dengan bersemangat dan melihat Feng Taoran bersama dengan Lan Tianjin yang datang bersamaan.
Seperti biasa, wajah Lan Tianjin selalu datar dan muram. Berbeda dengan Feng Taoran yang hangat dan menyenangkan.
"Aku kira kalian tidak akan datang. " Ucapnya dengan senyum tipis.
"Bagaimana mungkin kami tidak datang ? Aku selalu menghargai makanan gratis. " Ucap Feng Taoran dengan usil.
Tidak lama, Long Qionglin, Rong Xian dan Yuanzheng Yuwen juga datang dan makanan tambahan telah datang.
"Bagus ! Karena kalian semua sudah datang maka ayo makan ! Jangan sungkan untuk menambah makanan, jika kurang maka aku akan memesannya lagi. " Ucapnya dengan semangat.
Semua orang duduk dan dia duduk di sebelah Yuanzheng Yuwen, duduk bersama sama seperti ini membuat hatinya menghangat.
Dia terasa seperti sedang duduk bersama dengan keluarga, memikirkan ini membuatnya menahan senyum. Di sebelah kiri nya ada Feng Taoran.
Di depan nya ada Rong Xian yang diapit oleh Long Qionglin dan Lan Tianjin.
" Selamat makan semuanya !" Ucapnya dengan semangat.
"Selamat makan !" Balas yang lain, tidak terkecuali Lan Tianjin.
Dia mulai memakan makanannya sebelum sesekali menyesap arak miliknya dan menambah nya lagi , dia tiba tiba merasa arak ini sangat manis dan menyegarkan.
Padahal, ketika dia menyesapnya saat menunggu kedatangan orang orang ini, arak ini terasa sangat buruk dan pahit.
Tapi, sekarang terasa sangat manis dan menyegarkan. Dia tersenyum kecil ketika merasakan ini dan meminum lebih banyak.
Pesta itu dilakukan sampai tengah malam atau bahkan sampai pagi, sebelum mereka kembali ke penginapan masing masing.
Pertama tama, dia membawa Rong Xian yang sudah mabuk berat sedangkan Yuanzheng Yuwen membawa Long Qionglin yang sama mabuknya dengan Rong Xian.
Lalu, mereka berempat, Dia, Yuanzheng Yuwen, Lan Tianjin dan Feng Taoran masih berlomba untuk minum arak.
Sudah tidak terhitung berapa banyak guci kosong karena ulah mereka.
"Aku rasa ini adalah malam paling memuaskan untuk minum arak, minum arak ditemani oleh bulan purnama dan gadis cantik. " Ucap Feng Taoran sambil tertawa.
Wajah Feng Taoran sedikit memerah karena akibat arak yang mereka minum, saat dia baru saja akan menanggapi kata kata pria itu sebelum suara keras mengejutkan dia dan Feng Taoran.
Bukkk
Dia menoleh ke samping hanya untuk melihat kepala Yuanzheng Yuwen yang sudah menghantam meja dan dia menatap ke depan, Lan Tianjin juga telah melakukan hal yang sama.
"Feng Ge, kau bawa Lan Ge pulang. Aku akan mengantar Yuwen kembali ke Penginapan Permata Barat. " Ucapnya dengan kepala yang sedikit pusing.
"Ya, jaga dirimu Fenghuang. " Ucap Feng Taoran dengan nada yang tidak stabil sebelum membawa tubuh Lan Tianjin seperti karung beras di bahunya.
Dia berjalan ke pemilik kedai dan membayar, lalu mulai memapah tubuh Yuanzheng Yuwen yang jauh lebih besar darinya.
Dia berjalan, sambil memeluk Yuanzheng Yuwen yang setengah sadar. Jalan sudah sangat sepi dan dingin nya angin malam menusuk tubuhnya.
Lalu, dia mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh Yuanzheng Yuwen dan menutup jendela yang terbuka karena angin kencang.
Setelah selesai melakukan itu semua, dia duduk sejenak di sebelah kepala Yuanzheng Yuwen dan memandang wajah tampan itu untuk sejenak.
Dia memilih untuk berdiri, tepat sebelum dia akan berjalan pergi. Sebuah tangan menarik tangannya untuk kembali sehingga dia yang tidak siap jatuh ke belakang.
Dia jatuh menimpa tubuh Yuanzheng Yuwen, dia menahan nafasnya kala nafas Yuanzheng Yuwen menerpa wajahnya.
Wajah mereka berdua sangat dekat, mata Yuanzheng Yuwen masih terpejam. Tapi, tangannya seolah olah hidup untuk menahan tubuh kecil Xue Fenghuang.
Tangan Yuanzheng Yuwen memeluk tubuh Xue Fenghuang dengan erat yang membuat gadis itu tidak bisa bergerak.
Xue Fenghuang yang berada di pelukan Yuanzheng Yuwen tiba tiba menyadari bahwa dia menjadi bodoh dan otak nya tidak bisa berfungsi dengan normal lagi.
Baru saja dia akan menyingkirkan tangan yang memeluknya, dia terkejut ketika benda kenyal menempel di bibirnya.
Dia membulatkan matanya ketika melihat bibir Yuanzheng Yuwen yang menempel di bibirnya, untuk sejenak dia terdiam sebelum dia memundurkan kepala nya dengan cepat.
Ciuman itu terlepas dan wajahnya terasa memanas, dia merasa kalau seluruh tubuhnya jatuh kedalam gemetaran parah.
Dia melepaskan diri dari pelukan Yuanzheng Yuwen dan tidak berani menoleh ke belakang lagi, dia langsung melesat dengan kecepatan angin untuk keluar dari kamar itu.
Di sisi lain, lilin yang ada di kamar Yuanzheng Yuwen yang sebelumnya telah di padamkan oleh Xue Fenghuang kembali hidup.
Lampu minyak juga sudah dihidupkan kembali, jendela juga sudah kembali dibuka. Kasur juga sudah menunjukkan bekas pergerakan dan kasur telah kosong.
Seorang pria dengan pakaian serba putih yang berkibar kala di tiup angin sedang duduk di jendela, senyuman tampak di wajahnya yang dingin.
Pria itu tampak sedang memegang bibirnya dengan senyuman yang tak tertahankan, senyuman itu bahkan lebih menawan dan lebih cerah dibandingkan bulan purnama.
Itu adalah Yuanzheng Yuwen, sejak awal, pria itu tidak pernah mabuk. Hanya berniat untuk menipu Xue Fenghuang, tidak menyangka bahwa dia akan ditimpa oleh gunung emas.
Suara detak jantungnya bisa terdengar oleh siapapun yang berdiri di dekatnya, sebenarnya dia sedikit tersenyum kala mencium Xue Fenghuang.
Tapi, karena panik gadis itu tidak menyadari hal itu. Seumur hidupnya, dia belum pernah tersenyum begitu lebar.
Dia tidak pernah merasa sebahagia ini dalam hidupnya, hanya hal kecil yang tidak berlangsung selama 30 detik ini mampu membuatnya hampir gila.
Dia tersenyum layaknya orang gila, apalagi ketika mengingat tingkah laku Xue Fenghuang yang salah tingkah.
Di tempat Xue Fenghuang, gadis itu sedang membenamkan wajahnya di tempat tidur dan berteriak layaknya orang gila.
Zhao Lu hanya memandang Xue Fenghuang dengan satu alis yang terangkat dan tatapan yang malas, Zhao Lu sudah tidur tapi tiba tiba dikejutkan oleh teriakan dan pintu yang dibuka secara paksa.
Yang dilihatnya hanyalah wajah Xue Fenghuang yang memerah dan berteriak sambil meraung raung.
"Apakah perlu untukku memanggil seorang biksu ?" Tanya Zhao Lu setelah beberapa saat.
Xue Fenghuang langsung terdiam dan menatap Zhao Lu dengan tatapan tajam yang membuat pria itu merasa tidak nyaman.
Bonus 39 k : 2 / 3