Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
102. Penyisihan Babak Kedua


Lu Yin yang baru saja terjatuh segera melihat pakaian nya sendiri sebelum menjerit dengan kencang dan jatuh pingsan.


"Xue Fenghuang ! Kau tercela !" Teriak Ketua Lin meledak dalam amarah.


"Ketua Lin, aku tercela ? Memang ! Lalu, kau bisa apa dengan itu ? Aku tidak melanggar peraturan, lalu kalau misal nya dia yang melakukan itu pada ku, apa kah kau akan menegur murid mu dan mengatai dia kalau tindakan nya itu tercela ?" Tanya nya dengan dingin, dia mengangkat kepala nya tinggi tinggi ke arah Ketua Lin.


Tatapan nya berubah menjadi dingin, aura membunuh yang selama ini dia tahan dalam tubuh kecil nya keluar dengan cepat bagaikan rantai hitam yang berjalan bagaikan ular menuju Ketua Lin.


"Kau ! Bagus, aku melihat kalau mulut mu lah yang beracun !" Teriak Ketua Lin sambil berdiri.


"Mulutku beracun ? Maka mulut mu sampah !" Teriak nya sambil mendengus sebelum melompat ke tempat duduk dengan anggun.


"Sudah saat nya untuk masuk ke penyisihan Babak Kedua !" Ucap Yue Lian dengan nada yang tak ingin di bantah.


"Akan ada 11 pertandingan kali ini, lakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Peraturan sama seperti sebelum nya. " Ucap Yue Lian.


"Baik !" Jawab mereka dengan semangat.


"Lin Cong Zi dari Sekte Biru Es melawan Yu Ling dari Sekte Jari Surgawi !" Ucap Kultivator Yin.


"Semangat !" Ucap nya dengan senyum tipis.


Setelah itu, dia memejamkan mata nya sejenak dan menghirup udara segar dalam dalam. Tatapan nya berubah menjadi gelap kala melihat kalau Lin Cong Zi yang terlempar mundur.


"Semangat ! Lin Cong Zi, kamu pasti bisa !" Teriak nya dengan suara kencang.


Lin Cong Zi tampak menatap nya dengan tatapan terengah engah dia berdiri dan melambai lambaikan tangan nya.


"Saudari Lin, semangat !" Teriak murid Sekte Biru Es yang lain ikut memberikan semangat.


Lin Cong Zi yang melihat ini merasa terharu dan mendapat kan kekuatan sebelum berdiri dan kembali mengangkat kepala nya.


Lin Cong Zi mengangkat pedang nya dan memukul musuh nya dengan kuat, pedang Lin Cong Zi akhir nya menembus tangan Murid Sekte Jari Surgawi.


Pertarungan demi pertarungan terlewati dan akan ada 11 pertandingan di sini, setelah Lin Cong Zi selesai, wanita itu kembali duduk di sebelah nya sedang kan musuh nya kembali ke tempat duduk awal.


"Selamat, kamu masuk Penyisihan Babak Ketiga. " Ucap nya sambil memeluk Lin Cong Zi dengan semangat.


Setelah beberapa pertarungan, akhir nya itu adalah waktu nya untuk maju.


"Semangat, jangan lengah sedikit pun. Musuh mu ini hanya sedikit lebih kuat dari mu. " Ucap Lin Cong Zi memberi semangat.


Dia tersenyum tipis dan terbang ke atas arena.


"Salam, Xue Fenghuang dari Sekte Biru Es. " Ucap nya dengan dingin dan kaku.


"Salam, Lu Qian dari Sekte Jari Surgawi. " Ucap musuh nya.


"Tarian Phoenix Es !" Ucap nya, dia menari dengan anggun setiap serangan nya tajam dan tanpa cela.


Tapi bukan berarti kalau musuh nya tidak bisa menghadapi serangan nya, melainkan ada serangan yang lebih kuat dan memblokir semua serangan yang di berikan oleh nya.


Dia menekan pedang nya lebih kuat dan kembali maju ke depan.


"Pedang Tanpa Bayangan !" Ucap nya dengan dingin.


Dia meloncat ke udara dan berjalan di udara sambil menghindari Jari Emas Surgawi yang mengejar nya dengan hitungan detik.


Dia berputar di udara sebelum menghindari Jari Emas Surgawi, pemuda itu mundur beberapa langkah dan cahaya emas itu sudah hilang.


Dia menatap ke arah satu helai rambut nya yang jatuh ke tanah karena terkena cahaya emas itu, dia mendengus kesal sebelum berniat untuk melakukan hal yang sama.


"Pedang Es Abadi !" Ucap nya dengan marah dan ratusan es bahkan termasuk pedang inti nya sendiri membeku dan hawa di tempat itu berubah menjadi dingin.


Dia memerintah kan pedang pedang es nya untuk maju, sedang kan dengan pedang Es Jiwa dia memukul tanah dengan kuat.


Es muncul dari tanah dengan bentuk yang berduri dan bisa menusuk orang yang tidak sengaja menyentuhnya sampai mati.


Musuh nya tampak kewalahan sebelum kembali menggunakan Jurus Jari Emas Surgawi.


"Tarian Seribu Pedang Es !" Kaki nya berputar dan rambut nya berkibar, rasa dingin yang lebih kuat tampak memenuhi tempat itu.


Ribuan pedang es berputar mengelilingi nya dan menjadi pelindung bagi nya sebelum berubah menjadi topan yang terbuat dari pedang es.


Dia melambaikan tangan nya yang memegang pedang Es Jiwa ke depan, topan itu menyerang dengan ganas ke depan.


Lu Qian tampak meraung sebelum mengeluarkan Qi Api yang tak kalah kuat, dia yang melihat ini mengeluarkan Qi Es milik nya dan mendorong ke depan.


Dua energi yang saling berlawanan ini pun saling bertabrakan, ini membentuk dua warna yang sedang berlawanan.


Jika satu berwarna biru maka yang satu lagi berwarna merah, Lu Qian menekan nya lebih kuat dia meraung sebelum mengeluarkan lebih banyak Qi dan memilih untuk habis habisan.


"Arghhh !" Teriak Lu Qian dengan marah sebelum kembali mendorong nya.


Dia merasa kalau Qi nya sudah akan habis, jadi dia dengan paksa menarik semua Qi yang ada di dalam tubuh nya dan melakukan serangan kejutan.


Duar !!!


Suara ledakan yang terdengar bahkan dalam radius 30 Km, membuat semua orang yang berada di sana terkejut dan berteriak.


Asap memenuhi arena pertandingan dan kepala nya terasa pusing, seluruh tubuh nya terasa lemah dan tak berdaya.


Baru kali ini dia bertarung benar benar habis habisan, dia bisa mendengar beberapa orang yang meneriak kan nama nya.


Dia berusaha tersenyum dan berusaha untuk tetap sadar dengan memukul pelan kepala nya sendiri dan berpegangan pada dinding pembatas.


Setelah asap cukup reda berkat salah satu Kultivator yang melatih Qi Angin membawa angin untuk mengusir semua asap.


Tampak lah Lu Qian yang jatuh pingsan di dalam lubang sedalam 5 meter, wajah dan tubuh Lu Qian di penuhi dengan luka dan nafas nya sangat lemah.


"Selamat, Xue Fenghuang dari Sekte Biru Es menang !" Ucap Yue Lian dengan tatapan kagum, sedang kan dia hanya mengangguk sebelum berdiri dengan sedikit linglung.


"Saudari Xue !" Teriak Lin Cong Zi dan langsung terbang menuju arena, sedang kan tubuh nya yang sudah tidak kuat lagi jatuh.


Pandangan nya menjadi kabur dan pendengaran nya menjadi tidak jelas, yang pasti dia melihat ada seorang pria yang menangkap diri nya.


Bonus like 10 k !! : 1 / 4


note : 3 chapter selanjut nya di up besok ya ! karena author lagi gak ada ide sama sekali dan takut nya nanti alur nya jadi aneh, terima kasih.