
"Ck, untuk apa ? Kau saja yang pergi berburu. Aku akan tidur setelah perut ku kenyang. " Kata Lin Rong Rong dengan malas dan menutup mata.
"Aku baru kali ini melihat binatang spiritual yang sangat malas seperti mu, ayo pergi ! " Ucap nya sambil menyeret tubuh Lin Rong Rong yang masih terpejam.
"Astaga, biar kan aku tidur sebentar !" Kata Lin Rong Rong meraung.
"Hati hati !" Teriak nya, pedang nya menancap pada sebuah kelinci berkaki buaya yang berada di balik semak semak.
Kelinci itu tampak terus memandangi mereka , dia langsung saja melemparkan pedang dengan refleks.
"Hati hati, kelinci berkaki buaya belum mati dan ketika mati bau nya akan menarik teman nya. Kau harus hati hari dengan ini , jika ada bau darah salah satu dari mereka maka mereka akan semakin ganas. " Kata Lin Rong Rong dengan wajah serius.
Dia berjalan mendekat dan menarik pedang nya, ketika pedang nya terlepas dari tubuh kelinci berkaki buaya. Monster itu langsung berniat untuk kabur.
Dia yang sudah siap, menggunakan pedang es dan membeku kan tubuh monster itu sebelum memecah nya menjadi beberapa bagian.
Di antara pecahan itu, ada inti monster berwarna hitam yang hanya sebesar satu ruas jari.
Baru saja akan bersorak senang, dia merasa kan sekeliling nya adalah monster.
"Saat pedang mu menusuk tadi, ada satu darah yang menetes. Coba kau lihat di sana, ini telah memanggil mereka. Meski pun mereka tidak terlalu kuat, paling hanya sekitar tingkat 3 - 4 ranah Jiwa, tapi mereka selalu berkelompok. Mereka adalah mahkluk yang merepot kan, hati hati. " Kata Lin Rong Rong sambil menghela nafas.
Gadis ular itu tampak mengeluarkan pedang dengan gagang putih dengan hiasan seperti bintang bintang dan tulisan '蓉蓉'
Itu adalah nama gadis ular tersebut dan yang lebih unik nya lagi adalah pedang nya yang berwarna hitam pekat seperti gelap nya malam.
Ini memiliki sifat yang menyihir bagi siapa pun yang melihat nya, bahkan dia yang biasa tidak menunjuk kan banyak ekspresi hanya bisa ternganga takjub.
"Fokus dengan diri mu sendiri, jangan pernah remeh kan Kelinci Berkaki Buaya. " Kata Lin Rong Rong dengan ketus.
Dia terkekeh geli, dia rasa selama beberapa jam belakangan ini dia bisa memahami sifat ketus milik Lin Rong Rong.
Kalau menurut pengamatan nya, Lin Rong Rong bersikap ketus untuk menunjuk kan kekhawatiran nya. Hanya saja, pasti sering di salah artikan oleh orang lain.
Kalau menurut nya, sifat ini terbentuk atas peristiwa peristiwa yang sudah di alami oleh Lin Rong Rong, sama seperti nya.
Dia juga bisa merasa kalau sifat nya dengan Lin Rong Rong ini lumayan mirip, sehingga tidak sulit untuk memahami satu sama lain.
Di sekitar nya berubah menjadi dingin , di sekitaran nya sudah terbentuk ratusan belati es. Dia sudah memodifikasi serangan milik nya.
Karena membentuk sebuah pedang es dalam jumlah banyak akan menghabiskan banyak Qi nya, jadi dia membuat jurus tersebut menjadi lebih hemat Qi tapi tidak mengurangi kekuatan nya.
Tiba tiba , dia bisa merasakan kalau Kelinci Berkaki Buaya mulai berjalan mundur dengan sedikit gemetar.
"Mereka tampak nya takut dengan mu, lebih baik kita serang mereka duluan !" Teriak Lin Rong Rong, dia mengangguk sebelum memerintah kan ratusan belati es itu untuk mengejar ratusan Kelinci Berkaki Buaya.
Setelah beberapa saat, ratusan Kelinci Berkaki Buaya jatuh dengan lemas dan tak berdaya di bawah serangan nya. Dia secara pribadi mengeluarkan satu persatu inti monster dan menyimpan nya.
Ratusan inti monster itu dia simpan, dia kali ini benar benar mendapat kan sumber daya kultivasi langka.
"Ini adalah cincin roh kosong yang ku gunakan untuk mengumpulkan inti monster selama ini. " Kata Lin Rong Rong sambil membuang muka.
Dia tersenyum tipis tapi tidak mengambil cincin ruang itu
"Simpan untuk mu saja, aku sudah memiliki nya. Jika masih kurang maka itu arti nya kau harus membantu ku untuk mencari lebih banyak. " Ucap nya sambil tertawa.
Di sisi lain, istana di penuhi dengan kegemparan begitu poin milik Qin Zuanshi meningkat 507 poin, ini membuat nya menjadi nomor satu dan meninggal kan Adipati Yuanzheng di belakang.
Meski pun poin Yuanzheng Yuwen bertambah, tapi tidak secepat milik Qin Zuanshi sehingga membuat nya tertinggal jauh.
Sedang kan Putra Mahkota jatuh ke nomor 5 dan nomor 4 di ambil oleh Qin Yue. Wajah Kaisar Zhu berubah menjadi tidak tertebak.
Di satu sisi, dia merasa senang kalau ternyata Sekte Biru Es tidak mendapat senjata yang mereka ingin kan dengan begitu dia bisa menekan Kediaman Qin dan mendapat kan kembali senjata tersebut.
Belum lagi kalau misal nya Qin Zuanshi menjadi istri Putra Mahkota maka semua nya akan berubah menjadi lebih mudah.
Tapi, di sisi lain penurunan yang di buat oleh Zhu Xing Lian dan Putra Putra nya yang lain benar benar membuat nya geram.
Di meja Jenderal Qin, Qin Liang mendengus dingin ketika dia berhasil menebak apa yang ada di pikiran Kaisar Zhu.
"Jangan harap untuk mendapat kan sesuatu dari Zuanshi, dia adalah orang yang teritorial. Aku takut, kau tidak bisa melindungi kepala mu ketika itu terjadi. " Kata Qin Liang dengan sangat pelan sebelum menyesap anggur nya.
Dia sudah mengira ini semua, tapi masih merasa terkejut dengan pencapaian yang di buat oleh kedua putri nya. Meski pun, Zuanshi atau Fenghuang bukan lah benar benar putri nya.
Tapi dia sudah menganggap Zuanshi sebagai putri nya sendiri. Karena, dia dulu seharus nya memiliki dua putri tapi sayang nya istri nya keguguran sebelum akhir nya mengandung Qin Yue dan meninggal.
Bagi nya, meski pun Qin Zuanshi terlihat ganas dan tanpa ampun. Tapi, ada penyebab tersendiri yang membentuk sifat itu pada gadis itu.
Dia tidak bisa menyalahkan Zuanshi yang memiliki sifat itu untuk bertahan hidup, siapa yang akan memilih untuk mati dengan sia sia ?
Hanya saja, dia tetap berharap kalau kedua putri nya akan hidup tanpa dendam dan hidup dengan tenang dan bahagia, meski pun dia tahu itu hal yang mustahil.
Ini adalah dunia persilatan, sekali masuk tidak ada jalan keluar. Setiap jalan di penuhi dengan darah, jika tidak membunuh maka kita yang akan di bunuh, setidak nya itu lah prinsip dunia persilatan.
Dia menghela nafas dan dalam sekejap memikir kan keberadaan kedua putri nya, apa kah mereka akan baik baik saja ?
Umur seorang kultivator Ranah Jiwa adalah 125 - 150 tahun dan begitu mereka naik ke Ranah Bela diri maka mereka akan mendapat kan tambahan umur sebesar 25 - 40 tahun.
Begitu terus dan sampai akhir nya seseorang akan menjadi abadi, ini lah yang di khawatir kan oleh Qin Liang.
Umur nya saat ini sudah menginjak 125 tahun, dia takut tidak bisa melihat pertumbuhan putri nya. Kultivasi nya juga sudah tidak maju maju lagi.
Dia sengaja tidak memberi tahu umur nya pada kedua putri nya dan hanya Kepala Pelayan tua di kediaman nya yang mengetahui umur serta tanggal ulang tahun nya.
Bonus like 3,2 k : 3 / 3
Challenge selanjut nya adalah 3,5 k like up 2 chapter. Lalu 4 k up 3 Chapter.