
"Ayah tenang saja, aku sudah memikir kan semua nya dengan matang. Aku sudah lelah dengan semua nya, aku hanya ingin hidup tenang. " Ucap nya dengan jujur.
"Huft, baik lah. Hidup lah dengan baik, mulai sekarang kau adalah putri kedua ku ! Orang orang akan mengenal mu sebagai Qin Zuanshi ! Nama ini hanya akan berguna sampai 1 tahun ke depan. Aku tahu rencana mu, biar kan aku membantu mu untuk melakukan nya. " Kata Qin Liang.
(金钻石 : Jin Zuanshi : Berlian dan Emas)
"Terima kasih banyak ayah. " Ucap nya, dia berlutut dan memberikan tiga kali sujud.
"Zuanshi adalah nama yang baik, tapi aku rasa masih belum bisa menandingi Fenghuang. " Kata Qin Liang sambil menghela nafas.
"Sebuah phoenix, hanya dapat di sama kan dengan Naga atau Qilin. Aku tidak mungkin diberi nama Qin Long bukan ?"Tanya nya sambil terkekeh.
Fenghuang arti nya adalah Phoenix, sedang kan Xue adalah Salju. Yang kalau di artikan makan arti nya adalah Phoenix Salju.
"Adik Fenghuang !" Teriak Qin Yue dari belakang.
"Yue'er, kau kembali lagi dengan kebiasaan buruk mu. " Kata Qin Liang dengan wajah pasrah.
"Maaf kan aku ayah, aku yakin tidak akan mengulangi nya lagi. Aku sangat antusias ketika mendengar dari kepala pelayan Tian kalau adik Fenghuang sudah pulang. " Kata Qin Yue sambil menarik kursi dan duduk di sebelah nya.
"Qin Yue, mulai sekarang adik mu ini akan ayah beri nama Zuanshi untuk sementara. " Kata Qin Liang, sebelum menceritakan semua nya pada Qin Yue.
Mulai dari masa lalu nya, asal nya dan mengapa dia bisa berada di sini. Qin Yue menyeka air mata yang meneted di mata indah gadis itu.
"Meimei, tidak menyangka melihat diri mu yang tampak sangat ceria ini ternyata menyimpan banyak hal. Kau anggap aku apa ? Kenapa kau tidak menceritakan semua nya pada ku ?" Tanya Qin Yue dengan marah dan menyentil dahi nya.
"Ha ha ha, baik baik. Meimei ini tidak berbakti pada Jijie, pasti tidak akan mengulangi nya lagi. " Ucap nya.
'Aku harap dapat bertahan sedikit lebih lama dengan situasi yang indah seperti ini. Sangat jarang bisa mengalami ini, berharap bisa menjadi Zuanshi selama nya. ' Pikir nya.
"Adik Zuanshi, apa yang kau pikir kan ?" Tanya Qin Yue sambil mengibas ngibas kan tangan di depan wajah nya.
"Ah tidak apa apa, aku hanya berharap kalau keadaan ini bisa bertahan selama nya. " Gumam nya dengan jujur.
"Kenapa tidak ? Selama ada aku, Qin Yue semua nya pasti bisa teratasi. Kau harus percaya pada ku Zuanshi !" Kata Qin Yue dengan bangga.
Mereka tertawa tawa dan melupakan kalau Qin Liang masih ada di sana. Pria tua itu diam diam tersenyum lebar melihat keakraban kedua anak nya.
' Istri ku, apa kah kau senang ? Kita mendapat satu putri lagi. Aku rasa, bukan hal buruk untuk mengangkat nya sebagai anak. Dia adalah anak yang baik, tapi sayang nya nasib nya tidak terlalu mulus. ' Pikir Qin Liang ketika melihat Qin Zuanshi.
Dia bisa melihat senyuman istri nya di wajah Qin Zuanshi atau Xue Fenghuang, ada kesamaan besar antara Fenghuang dan istri nya.
Yaitu, kedua wanita itu adalah wanita yang tangguh dan tak mudah terombang ambing. Wanita, yang bisa menyeledaik semua masalah nya dengan kepala dingin.
Qin Liang diam diam berjalan keluar, yang bahkan tidak di sadari oleh kedua gadis itu karena sangking seru nya mereka saling bercengkrama.
"Zuanshi, jiejie akan mengantar kan makanan setiap hari. Kau tidak perlu khawatir untuk kelaparan. " Kata Qin Yue setengah bercanda.
"Tentu saja, jiejie aku ini hanya melakukan latihan tertutup. Kalau pun kelaparan, aku masih bisa keluar dan mencari makan. " Ucap nya.
Dia sudah mengatakan kalau dia akan mulai melakukan latihan tertutup sampai 12 bulan lagi. Karena, 12 bulan lagi adalah waktu nya perburuan Kekaisaran.
Wanita dengan peringkat tertinggi akan di jadikan kandidat Permaisuri bagi Zhu Xinglian. Tentu saja, dia akan mempermalukan Xue Ling di sana.
3 Peserta dengan nilai tertinggi akan di beri tandingan dalam bentuk tata krama, di sini lah dia akan membuat gadis itu kehilangan muka.
"Xue Ling, tunggu aku." Gumam nya, saat ini dia sedang duduk di kursi kayu yang di pesan oleh jenderal Qin pada tukang kayu paling berbakat di kota Qin Shui.
"Mulai lah dari sekarang Zuanshi, bakat mu sangat baik. Apa bila di tekuni dengan baik, maka akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Tidak menutup kemungkinan untuk keluar dengan kultivasi yang lebih tinggi dari ku " Kata Qin Liang.
"Aku tentu saja akan keluar dengan kultivasi yang lebih tinggi dari ayah, jangan lupa siapa yang akan ku lawan ayah. " Ucap nya sambil terkekeh.
"Aku tidak ingin kalah dari adik Zuanshi ! Aku harus memusnahkan Kekaisaran Zhu itu sampai ke akar akar nya !" Kata Qin Yue dengan berapi api.
"Tapi, kalau aku ikut pelatihan tertutup maka aku tidak bisa mengantarkan makanan bagi adik Zuanshi. Aku takut dia akan sakit karena tidak makan. " Kata Qin Yue cemberut.
"Yue'er, apa kau lupa kalau kediaman ini masih memiliki pelayan ?" Tanya Qin Liang sambil menggeleng geleng kan kepala nya melihat sifat anak nya yang kelewat polos.
"Oh iya, masih ada kepala pelayan Tian. Kalau begitu, Zuanshi ayo bertanding setelah pelatihan tertutup. Lalu, setelah itu kita akan pergi mencari makan makanan enak." Kata Qin Yue dengan semangat.
"Baik, aku setuju. Ayo bertanding jiejie, lalu kita akan makan makanan enak !" Ucap nya, dia mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Qin Yue.
Dia tersenyum dan mengikuti langkah salah satu pelayan untuk masuk ke dalam salah satu ruangan latihan dari tiga ruangan latihan langka yang di miliki oleh kediaman Qin.
Ruangan latihan adalah tempat yang langka, di mana Qi berada di kualitas yang jauh lebih tinggi di banding kan dengan yang semesti nya.
Ini hampir sama dengan menara pagoda kultivasi milik Sekte Tianwen, benar benar menakjubkan untuk salah satu dari empat keluarga juga memiliki nya.
Karena, setahu nya, kediaman Xue bahkan tidak memiliki nya. Yang memiliki nya sangat terbatas, yaitu kediaman Qin, kediaman Adipati Yuanzheng, 3 Sekte Besar dan Kekaisaran.
Dia menghirup nafas nya dalam dalam kala merasa kan Qin yang sangat tebal dan membuat nya sedikit sesak karena terasa sangat di intimidasi oleh Qi.
"Nona Zuanshi, jika ada yang di perlu kan maka hanya perlu memanggil ku. " Kata pelayan itu menunduk dan berjalan pergi.
Dia mengelilingi ruangan yang tidak terlalu luas ini sebelum menutup pintu nya. Ruangan ini paling hanya berukuran 7 x 7 meter.
Benar benar tidak besar, paling hanya seperempat kamar nya. Tapi, masih bisa di gunakan untuk berlatih pedang asalkan hati hati dan tidak menghancurkan kertas yang di anggap sebagai dinding.