Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
203. Berkultivasi Pintu Tertutup


Keesokan harinya


Dia berkultivasi dengan sepenuh hati , dia sudah dekat dengan tingkat 6 Kemurkaan Surga. Dia pun berpikir untuk melakukan pelatihan pintu tertutup setelah ini, untuk beberapa bulan.


Jika dengan kekuatannya saat ini, maka bahkan jika ada sepuluh orang seperti dia, masih tidak akan sanggup untuk menghancurkan tiga Klan.


Dia hanya bisa mengikis kekuatan ketiga Klan dengan perlahan lahan. Saat ini dia sedang berada di penjara bawah tanah yang penuh dengan aroma dupa.


Disana, di tempat ruangan yang paling gelap dan lembab merupakan pusat aroma dupa. Doa tersenyum senang, dupa ini membuat seseorang tidak bisa mati bahkan jika dia ingin.


Ini akan menjaga organ internal nya untuk terus bekerja selama 1 tahun. Benar benar ramuan yang sangat baik, dia berjalan menuju yang paling ujung.


Di sana, ada seorang pria yang telah kehilangan seluruh sikap sombongnya, sikap sinis nya, dan sikap anggunnya. Hanya menyisakan tatapan kosong dan ketakutan.


Pakaian pria itu di penuhi dengan robekan dan darah, bahkan wajahnya tidak berbentuk seperti manusia lagi. Sangat kurus sampai sampai seperti hanya tulang berbalut kulit.


"Shui Cao, bagaimana rasanya menjalani kehidupan fana mu ? " Tanya nya dengan pelan tapi membuat seseorang merinding.


Shui Cao hanya menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


"Tahukah kamu ? Aku berada di posisi ini , tanpa makanan, tanpa minuman selama lima bulan. Lima bulan ! Semuanya karena ketiga Klan kalian itu ! Lalu, kau tahu kenapa kamu sendiri yang masih hidup di antara orang orang lain ?" Tanya nya sambil berbisik.


Shui Cao menggelengkan kepala nya dengan pelan.


"Bahkan ketika sekarat seperti ini, kamu masih tidak menyadari kesalahanmu. Kamu menghina kedua orangtua ku, tidakkah kamu ingat itu ?!" Tanya nya dengan nada tinggi.


"Tapi, tenang. Aku akan membuat gurumu melihat kondisi mu yang begitu terpuruk ini. Aku ingin melihat bagaimana reaksinya. " Dia tertawa lantang sambil menginjak kaki Shui Cao sampai patah.


"Semua orang yang kamu bawa telah mati, hanya kamu sendiri yang tersisa. Apa yang akan ada di benak orang lain ketika melihat dirimu sendiri yang masih hidup ?" Tanya nya dengan sinis.


"Kemana sikap arogan mu ketika menghina orangtua ku ? Kemana ?!" Tanya nya dengan marah.


Dalam kemarahan, seluruh tangan nya berlumuran darah. Shui Cao sudah tidak tampak seperti manusia lagi.


Kedua kakinya putus, kedua tangannya juga bernasib sama. Lidahnya putus, giginya di cabut satu persatu dan tidak menyisakan satupun.


Taoh, meskipun begitu, Shui Cao masih hidup. Kebencian nya begitu besar ketika Shui Cao menuduh ayah dan ibu nya secara sembarangan.


Hukuman ini bahkan lebih mengerikan di bandingkan milik Jing Luyan hari itu, dia berjalan pergi dengan tangan yang bersimbah darah.


Setelah keluar, dia mencuci tangannya di aliran sungai terdekat dan duduk di batu pinggir sungai. Wajahnya cemberut kala mengingat hinaan yang dilontarkan oleh Shui Cao.


Meskipun saat ini di anggapan nya, ibunya adalah orang yang menginginkan kehancurannya. Tapi, perlahan lahan dia menjadi ragu.


Terlalu banyak keraguan dalam cerita ayahnya, belum lagi yang mimpi nya saat berada di ambang kematian. Hatinya tidak tahan ketika ada seseorang yang berbicara buruk padanya.


"Mungkin, tidak ada yang tahu pasti. " Jawabnya asal asalan.


"Hm, maka kamu seharusnya adalah Xue Fenghuang bukan ? " Tanya suara itu lagi.


"Ya." Jawabnya singkat.


Bayangan seorang wanita berumur 30an duduk di sampingnya.


"Datanglah ke Sekte Pedang Bulan dan bantu aku untuk kembali ke tubuhku. Aku akan membantumu membalas dendam. " Ucap Rong Xian.


"Huft, itu artinya kamu mengkhianati Sekte mu sendiri." Ucap nya dengan lesu.


"Tidak bisa dikatakan seperti itu, Sekte Pedang Bulan yang asli sebenarnya telah hancur sejak 100 tahun yang lalu. Kami Sekte Pedang Bulan seharusnya tidak mengikuti hal hal duniawi, tapi sejak Shizun , ketua Sekte sebelumnya di gantikan oleh Shixiong ku. Semuanya berubah, dia menjadi senang mengurusi hal hal duniawi. " Cerita Rong Xian sambil menghela nafas.


(Shixiong, panggilan untuk kakak seperguruan laki laki. Shizun dan Shifu memiliki arti yang sama, yaitu guru. Ada yang menggunakan Shifu dan ada juga yang menggunakan Shizun. )


"Shixiong telah melupakan ajaran yang diberikan Shizun , Sekte Pedang Bulan saat ini bukanlah Sekte Pedang Bulan yang asli lagi. Daripada membuat niat Shizun menjadi melenceng, lebih baik untuk menghancurkannya terlebih dahulu. " Ucap Rong Xian dengan tatapan menerawang ke depan.


"Aku juga tidak menyangka jika Sekte Pedang Bulan akan terpuruk sampai sejauh ini. Meskipun di bawah kepemimpinan Shizun ku, Sekte Pedang Bulan masihlah bukan yang terkuat di antara 9 Sekte Besar. Tapi, paling tidak itu akan masuk 3 besar. " Lanjut Rong Xian dengan nada sedih.


"Tapi, apakah kamu benar benar mampu untuk melawan Shixiong mu sendiri ? Terkadang tindakan tidak bisa di lakukan semudah perkataan. " Tanya nya pada Rong Xian.


"Demi keinginan Shizun, aku pasti rela dan mampu. Aku masih menyimpan pesan yang diberikan olehnya padaku saat itu. " Ucap Rong Xian sambil mengeluarkan sebuah kertas usang.


Dia membaca pesan itu dengan penuh perhatian.


'Xian'er, jika Sekte Pedang Bulan tidak lagi sama maka lebih baik membubarkan nya atau menghancurkan nya. Jangan sampai membuat niat yang dibuat oleh leluhur menjadi melenceng. '


"Apakah Shizun mu sudah menebak jika Shixiong mu akan mengurus Sekte dengan tidak baik ?" Tanya nya dengan bingung.


"Shixiong sebenarnya adalah orang yang berbakat dan baik pada orang sekitarnya. Hanya saja dia adalah orang yang palsu, dia tidak mengungkapkan keinginan nya yang sebenarnya sehingga membuat orang lain sulit menebak dan dia sebenarnya memiliki ambisi yang sangat besar. Shizun yang mengetahui ini membuat beberapa pencegahan. " Jelas Rong Xian.


"Bukankah itu buruk ? Kenapa Shizun mu masih memberikan posisi Ketua Sekte pada Shixiong mu ?" Tanya nya dengan penasaran.


"Shizun sebenarnya tidak pernah memberikan posisi Ketua Sekte padanya. Kematian Shizun sangat misterius dan penyebabnya masih belum terungkap. Hanya saja kami menemukan kalau Shizun meninggal di keesokan harinya. " Ucap Rong Xian dengan mata yang sedikit memerah.


"Shizun selalu baik pada orang sekitarnya tapi tidak tahu ada orang yang berniat jahat padanya. Setelah itu, Shixiong ku secara paksa mendeklarasikan dirinya sendiri menjadi Ketua Sekte. Awalnya hampir seluruh tetua tidak setuju, tapi perlahan lahan mereka melunak." Lanjut Rong Xian.


"Apakah Shizun mu hanya memiliki dua orang murid ?" Tanya nya.


"Dulu, aku memiliki Seorang Shidi yang sangat berbakat. Tapi, dia meninggal di usia muda dan Shizun pun sangat menyayangkan kepergiannya. " Jelas Rong Xian.


Dia mengerutkan dahi nya dengan bingung dan menurutnya Shixiong Rong Xian ini sangat aneh.