Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
39. Bermain Peran


Matahari telah menunjukkan diri nya, dia segera membuka mata nya ketika mendengar jeritan yang memekak kan telinga.


"Ahhh ! Ada mayat !" Teriak seorang wanita.


Senyum nya mengembang, entah karena apa. Entah karena kultivasi nya yang meningkat menjadi tingkat tujuh penempaan tulang atau rencana nya berjalan dengan mulus.


Dia segera keluar setelah memakai pakaian nya dan cadar nya.


"Ada apa ribut ribut di pagi hari ?" Tanya nya dengan dingin.


"No nona kedua ! Di sini ada mayat pelayan. " Kata salah satu pelayan itu dengan gemetar.


"Mereka ? Mereka yang membawa ku kemarin bukan ? Aku lihat kemarin mereka menunjuk kan gelagat aneh dan langsung segera pergi setelah mengantar ku ke depan pintu. Panggil kan ayah untuk ku. " Ucap nya dengan tenang.


"Baik nona. " Kata pelayan itu segera berlari.


"Ada apa Fenghuang ?" Tanya Xue Longque dengan panik.


"Bagai mana dengan kondisi Adik Xing Lun ayah ?" Tanya nya.


"Adik mu........... huft, kondisi nya sangat tidak baik. Kultivasi nya hilang, dia tidak bisa bicara lagi dan dia terkena racun mematikan. Kulit nya terus menerus memerah, kasus penyakit ini mirip dengan milik putri Jenderal Qin. " Kata Xue Longque sambil menghela nafas.


"Maaf kan Fenghuang ayah, ini pasti kegagalan mu sebagai kakak nya. " Ucap nya memainkan peran.


Dia tampak memasang wajah memelas dan tampak ingin berlutut sebelum segera di tahan oleh Xue Longque.


"Bukan salah mu Fenghuang, kau sudah membawa dan menjaga nyawa adik mu adalah sebuah keberuntungan besar. Astaga, mayat siapa ini ?" Tanya Xue Longque terkejut.


"Ini adalah mayat kedua pelayan yang ayah suruh untuk mengantar ku. Semalam mereka memberikan gelagat yang aneh, mereka terus terusan mendesak ku untuk masuk ke paviliun dan segera pergi bahkan sebelum aku masuk ke dalam pintu. Lalu, tiba tiba ada pelayan yang berteriak kalau ada mayat, tentu saja aku langsung berlari kemari. " Kata nya dengan wajah polos yang menunjuk kan kegelisahan.


"Periksa tubuh mereka !" Kata Xue Longque dengan tegas pada pengawal nya.


Dia tertawa dalam hati dan merasa bangga dengan kemampuan akting nya yang melebihi batas.


'Jika aku bisa kembali ke masa depan, maka aku pasti akan mengajukan diri untuk membintangi drama yang di adaptasi dari novel ku sendiri. ' Gumam nya dalam hati.


"Tanda pengenal milik Kekaisaran lagi ! Aku tidak menyangka kalau akan ada penyusup yang datang ke keluarga ku !" Kata Xue Longque dengan wajah memerah menahan amarah.


"Fenghuang, untung lah kau tidak di lukai oleh mereka. Jika tidak maka aku tidak akan bisa menahan diri lagi nanti di pengadilan. Tenang saja, aku akan memberi keadilan untuk adik mu dan seluruh keluarga ini nanti. "Kata Xue Longque dengan penuh tekad.


"Ya, ayah. Aku benar benar tidak menyangka kalau akan ada penyusup di sekitar sini. Seperti nya kita harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dengan begitu aku akan merasa tenang. " Kata nya memanas manasi.


"Kau benar Fenghuang, ayah sudah tua dan tidak memiliki pikiran setajam diri mu. Kau memang hebat dan tidak mengecewakan ku. "Dia hanya tersenyum tipis membalas pujian itu.


Jika Xue Ling atau Xue Fenghuang yang lama di puji seperti ini maka mereka berdua pasti mengangkat kepala mereka tinggi tinggi dengan kebanggaan yang menutupi langit.


Tapi dia berbeda, dia sudah mendengar banyak pujian semacam ini dan sudah tak terkejut lagi. Pujian seperti ini adalah kata kata yang menyenangkan hati dan membuat seseorang terpana sehingga lupa dengan tujuan awal nya.


Xue Longque sibuk dengan itu sedang kan dia pamit karena tubuh nya tidak enak badan dan segera keluar dari kerumunan yang membuat nya muak.


Dia segera pergi dari kediaman Xue menuju tempat Jenderal Qin, dia sudah berjanji dengan Qin Yue dan tidak dapat mengecawakan gadis muda berwajah tegas itu


Wajah kakak perempuan nya itu, memiliki rahang yang tegas dan mempesona tampak seperti seorang jenderal, berbeda dengan wajah nya yang halus dan imut tampak menipu seperti rubah ekor sembilan.


2 jam kemudian


Dia sudah sampai ke halaman Jenderal Qin tanpa di ketahui oleh Penjaga Kekaisaran.


Pelayan tua yang melihat nya segera membuka kan pintu tanpa berani menunda.


"Fenghuang !" Panggil Qin Liang.


"Ayah." Ucap nya dengan senyum tipis.


"Fenghuang, yang kau lakukan ini berbahaya. Bagai mana kalau kau terluka ?" Tanya Qin Liang dengan khawatir.


"Ayah tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu tanpa pertimbangan. Jangan ragu kan kemampuan ku ayah. " Ucap nya.


"Di mana Jiejie ?" Tanya nya.


"Huft, jiejie mu sedang ber kultivasi. Setelah tidur dan berbaring di tempat tidur selama beberapa tahun, dia menyimpan banyak energi yang harus di olah. Dia juga merasa penuh kebencian terhadap Keluarga Kekaisaran karena telah memfitnah nya. " Kata Qin Liang.


"Tenang saja, dendam nya akan segera terbalas. Aku sendiri yang akan menjahit kulit Kaisar Zhu untuk pakaian nya. Aku akan membawa darah Kaisar Zhu untuk minuman nya, dan daging Kaisar Zhu untuk makanan nya. Dengan begitu maka dendam nya akan terbalas dengan sempurna. " Ucap nya sambil mengangkat bahu dan melepaskan pakaian luar nya yang sangat tebal.


Menyisakan pakaian biasa dengan warna putih polos yang tampak sangat indah, dia berjalan ke dalam dengan langkah angkuh yang menuju halaman latihan keluarga Qin.


Dia melihat Jiejie nya yang sedang duduk, dia mengambil posisi duduk di dekat situ dan ikut ber kultivasi.


Di sisi lain, Kekaisaran Zhu sedang dalam masalah besar mereka saling menyalahkan satu sama lain.


"Siapa yang menyebar kan hal ini ?! Di tahan nya dan di ambil nya setengah kekuatan militer Keluarga Qin adalah rahasia besar yang tidak di ketahui oleh masyarakat dan Kerajaan lain ! Bagai mana mungkin ini bisa tersebar dengan cepat !" Kata Perdana Menteri yang merupakan kakak ipar Kaisar.


Adik perdana Menteri adalah Selir Agung yang sangat di sayangi oleh Kaisar, posisi perdana menteri hampir sama besar nya dengan Xue Longque.


"Jika ini benar benar sampai di telinga Kerajaan lain maka akan menimbulkan keributan yang tidak di perlukan. Seperti nya aku benar benar harus mundur dari hal ini. " Kata Kaisar Zhu dengan marah.


"Sabar lah Yang Mulia, pasti ada jalan keluar lain. " Kata Permaisuri Xue mengelus tangan suami nya.


"Aku harap begitu. " Kata Kaisar Zhu sambil menghela nafas.


Orang orang yang berlutut tidak berani untuk berdiri tanpa izin dari Kaisar.


"Yang Mulia, maaf kan hamba karena datang tanpa di undang. " Kata seorang pria tua dengan nada yang menahan amarah.


"Oh Wali Kota Kuwei, apa ada sesuatu yang mendesak ?" Tanya Kaisar Zhu menaik kan alis nya.


"Aku kemarin menerima putri kedua ku dan putra ku satu satu nya terluka parah, untung lah putri kedua ku berhasil menyelamat kan diri, sedang kan putra ku satu satu nya........ " Xue Longque tidak melanjut kan kata kata nya dan menghela nafas.


"Kakak, apa ada sesuatu yang terjadi pada Xing Lun ?" Tanya Xue Xian, Permaisuri Kekaisaran Zhu.


Wanita ini adalah wanita nomor tiga yang paling di benci oleh Xue Fenghuang setelah Lin Yi dan Xue Ling. Xue Xian ini sangat licik dan menjijikkan.


Dia membenci Xue Fenghuang sampai ke tulang tulang, dia selalu membawa hadiah mewah untuk saudara yang lain sedang kan hanya memberi hadiah berupa perintah pada Xue Fenghuang.


Sudah berapa kali Xue Fenghuang ingin membunuh Xue Xian , tapi apa daya ? Xue Xian adalah seorang permaisuri yang tidak dapat di sentuh.