
Dia mengangkat Bing Yue dan berdiri di tepi kolam sambil melihat buku teknik Seni Bela Diri Pedang Bulan Dingin yang di sandarkan oleh nya di batu besar.
Dia mulai berusaha untuk memperagakan teknik pertama dengan pelan pelan sambil menanamkan, langkah demi langkah ke dalam pikiran nya.
Tidak peduli seberapa banyak dia mencoba, seberapa keras dia berlatih, teknik ini seolah olah melayang dan hanya melewati kepala nya sebelum kembali pergi.
Tidak ada gerakan yang bisa di ingat nya dengan baik, dia bahkan sedikit meragukan kalau kepala nya sudah mulai rusak karena terlalu lama berada di dalam air dingin.
Dia duduk dalam posisi teratai di pinggir kolam dan secara paksa mengingat gerakan yang pertama, lalu mulai bermeditasi.
Dia terus secara paksa membayangkan gerakan demi gerakan di dalam pikiran nya sampai sampai membuat itu seperti satu satu nya kenangan yang ada di dalam pikiran nya.
Perlahan lahan, sebuah bayangan wanita yang sedang memainkan pedang hitam segelap malam terlintas di pikiran nya.
Bayangan nya tampak kabur dan dia tidak bisa melihat gerakan pedang wanita itu dengan jelas, dia diam diam mengepalkan tangan nya dan memaksa diri nya untuk mengukir setiap gerakan yang sudah di lihat nya ke dalam hati nya.
Lalu, gambar wanita itu menjadi lebih jelas dan dia bisa melihat gerakan Pedang Bulan Dingin yang pertama, wanita itu mempraktikkan nya dengan sangat baik.
Wanita itu menggunakan penutup kepala dengan pakaian hitam yang berkibar dan rambut yang berwarna cokelat tua sepanjang pinggang, hampir sama panjang dengan rambut milik nya.
Dia tidak bisa melihat mata wanita itu tapi bisa melihat hidung , bibir dan telinga. Hidung nya kecil dan mancung, bibir nya tidak tebal tapi penuh dan semerah darah, telinga nya kecil.
Dia mengerut kan dahi nya ketika melihat telinga wanita itu yang kecil. Di sini, ada begitu banyak keyakinan kalau seseorang yang memiliki telinga besar akan memiliki umur yang panjang.
Bukan kah kalau begitu, wanita di depan nya ini akan memiliki umur yang pendek? Dia juga termasuk? Karena, telinga nya sendiri kecil.
Dia memperhatikan setiap gerakan yang terlihat mudah itu dengan konsentrasi penuh. Dia mundur dua langkah ketika melihat rambut wanita di depan nya ini akan menghantam wajah nya.
Dia ikut mempraktik kan gerakan itu di samping wanita ini dengan penuh keyakinan, meski pun tanpa pedang. Dia melatih gerakan itu dengan sepenuh hati.
Awal nya, dia. kesulitan untuk menyamakan irama gerakan nya dengan wanita di depan nya ini, tapi perlahan lahan dia bisa menyamakan irama mereka berdua.
Dia merasa seperti tubuh nya bergerak sendiri, bahkan tanpa dia perintah. Seolah olah, gerakan ini bukan lah hal yang baru di pelajari nya.
Setelah bagian pertama selesai, dia terengah engah dan duduk sambil menjulur kan kaki nya. Dia tidak terlalu peduli dengan wanita di depan nya karena wanita itu hanya ilusi di dalam pikiran nya.
"Hei." Panggil suara lembut di depan nya.
Dia mendongak dan terkejut ketika melihat mata hijau terang yang begitu menyejukkan , wanita itu mengulurkan tangan pada nya.
"Kemampuan mu cukup baik. " Ucap wanita itu. Dia dengan ragu ragu menyambut uluran tangan itu.
"Ehm, kamu bukan ilusi ku? " Tanya nya dengan sedikit malu dan wajah nya sedikit memerah.
Karena, bagai mana pun dia berpikir kalau orang di depan nya ini hanya lah ilusi yang terdapat di dalam Teknik Seni Bela Diri Pedang Bulan Dingin.
"Kamu adalah orang pertama yang berhasil masuk ke sini. Kemampuan yang baik untuk anak seumuran mu. " Ucap wanita itu dengan ramah.
"Aku adalah orang yang menciptakan Pedang Bulan Dingin dan masih hidup. Bukan merupakan sebuah roh atau semacam apa pun itu. " Ucap wanita itu membuyarkan semua yang ada di pikiran nya.
"Lalu, kenapa aku bisa di sini? " Tanya nya dengan bingung.
"Karena kamu berhasil memahami inti dari Pedang Bulan Dingin. Aku sudah berlatih di dalam sini selama lebih dari ribuan tahun. " Ucap wanita itu.
Dia menaik kan alis nya dengan terkejut, jelas jelas wwanita di depan nya tampak seperti seseorang yang berumur 30 tahun.
Siapa yang mengira kalau itu ternyata adalah senior berumur ribuan tahun?
" Jangan terkejut, aku bukan lah seseorang yang bisa di ukur oleh ukuran manusia. Mulai sekarang, dimensi ini terhubung dengan mu. "Ucap wanita itu.
Dia yang mendengar ini merasa lebih terkejut lagi, bagai mana mungkin sebuah dimensi baru di hubungkan dengan nya bahkan tanpa di ketahui oleh nya?
" Nama ku adalah Rong Xian, Tetua Sekte Pedang Bulan. Julukan ku adalah Pedang Bulan Dingin, orang orang menjuluki ku seperti itu jadi aku memberi nama Seni bela diri buatan ku seperti itu, tidak susah untuk di ingat. " Ucap Rong Xian dengan santai.
" Sekte Pedang Bulan adalah Sekte yang berada di Dimensi Tingkat Tinggi , kau mungkin tidak mengetahui nya tapi itu adalah salah satu sekte paling kuat. Hanya saja, belakangan ini ada sedikit perang internal. "Ucap Rong Xian sedikit sedih.
" Apa kah ini yang termasuk salah satu 9 Sekte dan 3 Klan besar? "Tanya nya dengan penasaran.
" Kau benar! Kami berada di peringkat ke 5 dulu nya tapi karena keributan internal kami mundur ke peringkat 8 . "Ucap Rong Xian sambil menghela nafas.
"Sudah 100 tahun berlalu dan aku tidak mengecek situasi luar, tidak tahu apa kah mereka masih bertahan. Aku lelah dengan perang internal yang tidak ada akhir. Sekte yang paling kuat adalah Sekte Es Biru kalau kamu tidak tahu, itu semua karena ada seorang dewa hebat yang mendirikan nya. " Ucap Rong Xian.
Dia tersenyum pahit ketika mendengar itu, dan tidak bisa tidak merasakan asam di dalam hati nya ketika mendengar itu.
"Tidak ada yang istimewa dari Sekte Es Biru, Sekte itu sudah hancur sejak beberapa bulan lalu. " Ucap nya dengan dingin dan keras hati.
"Sekte itu meledak karena Ketua mereka bunuh diri, putri dan adik nya sedang di buru oleh ketiga klan besar." Ucap nya dengan datar dan dingin.
Rong Xian terlihat terkejut ketika mendengar itu.
"Sudah hancur? Aku tidak menyangka akan hal itu. Huft, semua orang bernafsu untuk memiliki harta benda yang di miliki oleh Dewa Xue. Aku sendiri menentang keras hal ini, tapi tidak banyak yang ingin mendengar kan kata kata ku. " Ucap Rong Xian.
"Tidak ada yang perlu di sesali, Sekte Es Biru tidak akan bertahan dengan para murid yang pengecut. " Ucap nya tanpa menunjuk kan emosi apa pun.
"Kamu seperti nya tahu banyak. " Ucap Rong Xian dengan tatapan menyelidik.
"Tidak terlalu, aku memiliki teman yang tinggal di dimensi itu. Yang aku sayangkan adalah Putri Ketua Sekte Es Biru. " Ucap nya tetap dengan senyum tipis dan nada datar.
"Kenapa begitu? " Tanya Rong Xian tertarik.
"Putri itu bernama Xue Fenghuang, gadis malang yang bahkan harus hidup menderita di dimensi bawah, di siksa tanpa mengetahui kebenaran bahwa selama ini yang tinggal dengan nya bukan lah ayah kandung nya. Dia mendapat kan sedikit keberuntungan untuk mengetahui ayah kandung nya dan bertemu dengan Dewa Xue, pertemuan mereka tidak lebih dari satu tahun dan mereka harus kembali berpisah. Lalu, penyerangan itu di rayakan pada hari ulang tahun nya, jika aku menjadi diri nya maka aku akan berpikir kalau mati lebih baik dari pada hidup. " Ucap nya.
Senyum nya melebar kalau menceritakan ini, seolah olah ini cerita lucu dan bukan cerita yang sedih.
"Huft, dunia ini terlalu kejam pada gadis itu. Jika aku bisa bertemu dengan nya, maka aku akan merawat nya dengan baik dan memberi nya identitas baru. " Ucap Rong Xian.
"Bagai mana kalau ternyata Xue Fenghuang itu adalah orang yang berbeda dari bayangan mu? " Tanya nya dengan pelan.
Dia yakin, bayangan Xue Fenghuang di dalam pikiran Rong Xian pasti lah seorang gadis lemah yang membutuh kan bantuan dan dia tidak suka di bayangkan seperti itu oleh orang lain.
"Tidak masalah, aku masih akan menerima nya. " Ucap Rong Xian tanpa ragu.
"Aku dengar, dia telah menjadi tanpa hati. Dia mencari setiap murid Sekte yang kabur dan memotong seluruh anggota tubuh mereka perlahan lahan sebelum menggantung mereka, apa kah kau masih akan menerima nya? " Tanya nya sekali lagi.
"Aku....... Masih akan menerima nya, hanya saja jika cerita mu benar maka itu akan menjadi lebih menyedihkan. " Ucap Rong Xian.
Dia tidak mengubah ekspresi nya meski pun terkejut, hanya ada sedikit kerutan di dahi nya.
" Kenapa menyedihkan? Bukan kah itu lebih baik? Dia bisa membalaskan dendam ayah dan paman nya. " Lanjut nya lagi dengan seringaian.
"Dia menanggung banyak kesulitan, dendam akan merusak diri nya. " Lirih Rong Xian dengan sedih, mendengar ini seringaian hilang dari wajah nya.
Wajah nya berubah menjadi kaku dan tanpa sadar dia meremas pakaian nya sendiri.
"Pemikiran yang sangat bagus Nona Rong, aku harap kau tidak mencabut kata kata mu ketika bertemu dengan nya di masa depan. " Balas nya dengan ringan.
"Tentu saja, aku seseorang yang terhormat bagai mana mungkin mencabut kata kata ku sendiri? " Tanya Rong Xian dengan penuh kebanggaan.
Dia hanya tersenyum sinis melihat itu sebelum berbalik, dia melihat tangan kanan nya yang telah meremas pakaian nya tanpa sadar.
Dia kembali seperti normal dan berbalik lagi dengan senyum tipis.
"Nona Rong, jika suatu saat dia datang ke Sekte mu dan menghancurkan sekte mu. Mana yang akan kau pilih ? Aku tidak percaya jika sekte mu tidak terlibat dalam pembunuhan Dewa Xue. Siapa yang tidak tergiur dengan Pecahan Surgawi ?" Tanya nya dengan tawa hangat.