
"Lin Rong Rong ? Itu benar benar kau ?" Tanya nya dengan terkejut, mulut nya ternganga.
Mata nya memanas dan mengabur, dia menatap gadis cantik dengan rambut hitam panjang yang terurai sampai ke mata kaki.
Mata gadis itu hitam kelam sama seperti dirinya dan di penuhi dengan kerinduan, seluruh kaki nya terasa lemas.
Dia langsung berlari ke depan dan memeluk Lin Rong Rong yang lebih tinggi dari nya. Dia saat ini hanya sedagu Lin Rong Rong.
Dia membuang topi bambu nya ke belakang dan memeluk Lin Rong Rong dengan erat, seolah olah takut gadis itu akan pergi jika dia lengah.
Dia terengah engah, nafas nya tidak stabil, tenggorokan nya terasa kering dan tidak bisa mengatakan apa pun. Dia merasakan tepukan ringan di punggung nya.
"Jangan sedih, jangan sedih. Aku ada di sini untuk mu. " Ucap Lin Rong Rong sambil mengelus rambut nya.
"Rong Rong , apa kau tahu apa yang terjadi setelah kamu menutup pintu kultivasi ?" Tanya nya dengan suara serak.
"Meskipun aku tidak bisa menghubungi mu, tapi apa yang kamu lihat adalah apa yang aku lihat juga. Jangan takut, aku ada di sini untuk mu, Fenghuang. " Ucap Lin Rong Rong sambil mengelus rambut nya dengan halus.
"Apa kah kau akan pergi lagi ?" Tanya nya dengan suara yang takut akan kehilangan.
"Tidak, aku tidak akan pergi lagi. Kamulah yang membantuku, sebelum nya ketika aku menghadapi penyimpangan Qi. Aku hampir tidak bisa keluar, tapi melihat mu menderita selama lima bulan membuat ku bertekad. Tidak peduli apa pun yang terjadi, aku harus bertahan dan menemani mu di luar dan terbukti, aku berhasil keluar. " Ucap Lin Rong Rong di penuhi dengan kebahagiaan.
"Maaf karena tidak bisa membantu mu di saat saat yang sulit, maaf karena tidak bisa menghibur mu ketika sedih, maaf karena tidak bisa merawatmu ketika sakit, maaf karena tidak bisa menemani mu ketika kau kesepian, maaf tidak bisa bermain dengan mu selama ini. Maaf kan aku. " Ucap Lin Rong Rong dengan tulus.
"Tolong berhenti lah minta maaf, kedatangan mu saja sudah cukup untuk ku. Aku hanya memohon pada mu untuk tidak pergi lagi. " Ucap nya dengan nada yang memohon.
"Aku tentu saja tidak akan meninggal kan mu. " Ucap Lin Rong Rong.
Tanpa di ketahui oleh Xue Fenghuang, wajah Lin Rong Rong berubah ketika mengatakan hal ini.
Berubah menjadi lebih pahit dan tampak sedikit muram dan juga nada bicara nya sedikit bergetar.
"Fenghuang, bagaimana jika suatu saat nanti aku tidak bisa melindungi mu ? Apa kah kamu akan membenci ku ?" Tanya Lin Rong Rong dengan sedikit rasa canggung.
"Kenapa kau menanyakan ini ? Tentu saja tidak. Aku sudah bilang kalau kehadiran mu saja sudah membuat ku merasa lebih dari cukup. " Jawab nya dengan sedikit bingung.
"Tidak, hanya penasaran saja. Aku harap kamu dapat memegang kata kata ini untuk waktu yang lama. "Ucap Lin Rong Rong sambil memeluk diri nya dengan erat.
Setelah beberapa saat,
Dia melepaskan pelukan nya dan kembali memungut topi bambu nya dan menggunakan nya dengan benar.
"Rong Rong, mulai sekarang panggil aku Sichou atau Yun Sichou. Aku sedang menyamar, ada banyak orang yang sedang mengejar ku. Meski pun kecil kemungkinan untuk bertemu dengan pengejar di dimensi ini. " Ucap nya dengan ringan.
"Hm, aku sudah tahu akan hal ini. "
"Lalu, berhati hati lah. Aku tadi di hisap oleh pasir hidup di Dimensi Diyu dan lihat lah, kita terlempar ke sini. Saat aku masuk, ada puluhan monster yang terhisap juga. Tapi ketika aku terlempar, tidak ada yang bisa aku lihat di sekitar sini. " Ucap nya panjang lebar sambil membelakangi Lin Rong Rong.
"Baiklah, aku tidak mencium ada nya bau monster di sekitar sini. Lebih baik lebih waspada pada sekitar, kau jalan lah dulu. Aku akan menjaga dari belakang apa bila ada serangan tiba tiba. " Ucap Lin Rong Rong.
Biasa nya, di tempat kuno seperti ini pasti memiliki banyak formasi raksasa kuno yang di sembunyi kan. Dia melangkah dengan perlahan lahan.
Setelah melihat nya aman, Lin Rong Rong mengikuti langkah yang sama dengan nya agar tidak menginjak langkah yang salah.
"Shttt." Dia berbisik sambil menutup mulut nya ketika mendengar suara deru nafas monster yang setengah meraung.
Mereka terus berjalan tanpa suara dan sangat hati hati, seolah olah jika mereka tidak hati hati maka mereka akan mati.
Dia terus melangkah sampai akhir nya melihat seekor monster aneh dengan tubuh singa, tapi memiliki sayap dan kepala burung Rajawali.
Monster itu tampak ganas meski pun sedang tertidur dengan pulas. Mulut nya terbuka tanpa suara sedangkan wajah Lin Rong Rong berubah menjadi gelisah.
Dia tiba tiba merasakan kalau ada sebuah pesan Jiwa yang di kirim pada nya, pesan jiwa adalah pesan singkat yang di kirim menggunakan Qi.
Berbicara di dalam pikiran masing masing tanpa mengeluarkan suara, hanya saja dia tidak terlalu memahami cara kerja nya.
'Hati hati, ini bukan lah monster biasa melainkan monster ganas yang berada di lapisan Surga.' Ucap Lin Rong Rong dalam pikiran nya.
Setelah mendengar ini, dia langsung menegang dan berhenti untuk kagum dengan mhkluk jadi jadian yang ada di depan nya.
Monster di bagi menjadi beberapa lapisan, mulai dari lapisan bawah, lapisan menengah, lapisan atas dan lapisan Surga.
Lapisan atas adalah monster yang cukup langka dan inti monster nya sangat berguna, apa lagi lapisan Surga.
Tapi, kekuatan mereka juga harus di perhitungkan. Jika biasa yang dibunuh nya adalah monster lapisan rendah maka ini adalah monster lapisan Surga yang bahkan harus beberapa sekte untuk menyingkirkan nya.
'Monster itu di sebut dengan Griffin, di dunia ini hanya ada 10 atau bahkan kurang dari itu. Jika aku termasuk binatang ilahi lapisan atas maka dia jauh di atas itu. ' Ucap Lin Rong Rong lagi.
Dia mengamati dengan serius pada monster yang di sebut Griffin itu.
(Ilustrasi nya akan author kasih di instagram @kc.pjn_writer . )
Tiba tiba, dia melihat mata monster besar itu terbuka dan menatap nya dengan tatapan yang dalam dan tajam.
Seolah olah tatapan itu bisa menembus diri nya, tanpa sadar tubuh nya sedikit gemetar. Ini bukan lah sesuatu yang dia ingin kan melainkan, bawaan alami dari tubuh nya yang ketakutan.
Dari posisi berbaring, monster itu menatap nya dalam posisi berdiri dengan kedua sayap sepanjang 10 kaki itu terangkat.
Mahkluk itu memandang diri nya dan Lin Rong Rong dengan tatapan penuh permusuhan tapi tidak memiliki niat membunuh.
"Roarrr !" Griffin itu meraung dengan suara yang sangat keras dan menggelegar, ini membuat nya hampir terlompat karena raungan yang begitu besar.
Bahkan batu batuan mulai berjatuhan karena raungan itu, dia dengan sigap menghindari batu yang jatuh dari atas kepala nya.
Bonus chapter : 1 / 2
Note : Meskipun like nya belum tercapai, tapi author pengen up lebih hari ini sebagai hadiah untuk para pembaca setia.