
Dia menatap ke depan dengan senyum jahat nya.
" Bos, masak makanan menggunakan daging nya ! Biarkan para Tuan Tuan ini mendapat kan hidangan yang layak. " Ucap nya dengan senyum jahat.
Dia menunjuk orang yang di paku nya ke dinding menggunakan sumpit milik nya, pemilik kedai pun dengan ragu ragu mengangguk dan berjalan ke orang yang di paku itu dengan gemetar.
Wajah wajah murid Sekte Api Abadi langsung pucat pasi ketika mendengar kata kata nya.
Tringgg
Suara dentingan besi terdengar kalau besi yang menjadi pengikat rambut nya jatuh, rambut nya berkibar dan kecantikan nya pun menguar.
Untuk sejenak, semua orang terpaku dengan kecantikan nya yang seperti Dewi. Dia berjalan ke depan dan meraih dagu salah satu murid Sekte Api Abadi.
"Kau bilang ingin makan di temani gadis cantik bukan ? Aku rasa aku sudah cukup untuk menemani kalian. Bos, lakukan apa yang ku minta ! " Perintah nya dengan lembut tapi tegas dan mengandung kekejaman.
Dia duduk di salah satu meja di bagian depan sambil menopang dagu nya, aku harap tuan tuan dapat menerima jamuan ku dengan baik.
Para murid Sekte Api Abadi itu kembali pucat pasi dan kembali ke kenyataan.
"No...nona Xue, kami di panggil olah salah satu tetua Sekte kami untuk pergi kembali ke penginapan. " Ucap salah satu murid dengan gemetar.
"Duduk lah, meja ini muat untuk 3 orang lagi. Apa kah kalian tidak ingin memberi wajah pada ku ?" Tanya nya dengan senyum tipis sambil menuangkan teh untuk tiga orang.
Dia diam diam menaruh obat pencahar di masing masing minuman.
(pencahar adalah makanan atau obat-obatan yang diminum untuk membantu mengatasi sembelit dengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus.)
Dia tertawa ringan dalam hati, jumlah obat pencahar ini sudah cukup untuk membuat mereka bolak balik ke toilet semalaman.
Berniat untuk menganggu nya saat makan ? Itu sama saja dengan mencari kematian sendiri.
Tidak lama, pemilik kedai membawa makanya dengan gemetar. Di sana ada buncis yang di tumis dengan daging.
Daging itu adalah daging manusia, dia tersenyum tipis.
"Aku harap Tuan Tuan dari Sekte Api Abadi menghabiskan makanan nya sebagai bentuk wajah yang kalian beri kan pada ku. " Ucap nya.
"Nona Xue, kami benar benar tidak enak hati untuk memakan ini. " Ucap salah satu dari mereka berusaha untuk mencari alasan.
"Kenapa tidak enak hati ? Kita semua adalah teman. Bukan kah begitu ?" Tanya nya dengan senang.
Dia melihat orang orang ini makan daging milik teman nya sendiri sedang kan Lin Cong Zi yang berjalan dari belakang bertepuk tangan dengan penuh kekaguman.
"Tampak nya, Tuan Tuan sangat lahap ketika makan daging teman kalian. " Ucap Lin Cong Zi.
Para Murid Sekte Api Abadi itu tidak berani menimpali dan hanya makan tanpa mengunyah, wajah mereka berubah seperti baru saja memakan kotoran.
"Ada apa dengan wajah kalian, Tuan Tuan ? Kalian tampak nya sangat menikmati nya. Apa kah aku perlu meminta pemilik kedai untuk membuat lebih banyak ?" Tanya nya dengan rendah hati.
"Tidak perlu, tidak perlu. " Ucap mereka dengan serempak.
Setelah menghabiskan 3 piring besar itu, para murid Sekte Api Abadi memasang wajah seolah olah mereka akan muntah.
Ketiga orang itu dengan segera mengangguk.
"Kami mengingin kan nya. " Ucap mereka serempak, mungkin untuk membantu makanan mereka turun.
Dia mengambil salah satu cangkir dan berjalan menuju salah satu orang yang di bunuh nya, di bagian leher mereka darah masih menetes.
Dia menadah darah itu sampai setengah cangkir terisi dan memberikan nya pada murid Sekte Api Abadi.
"Minum lah, kalian ingin jus bukan ?" Tanya nya dengan santai, orang orang itu dengan gemetar meminum sedikit sedikit sampai habis.
Mereka bertiga berlari keluar , dia sudah mencabut pelindung dan muntah di sepanjang jalan.
Tawa nya ringan dan dia belum bergerak seinci pun dari posisi duduk nya, jika sebelum nya terdengar ramah tapi lama kelamaan tawa nya berubah menjadi dingin.
Dia mengeluarkan 100 Kristal Roh tingkat rendah dan memberikan nya pada Pemilik Kedai.
"Tolong urus keributan ini dan ini sebagai upah mu, kubur kan mereka dengan layak." Ucap nya dengan datar sebelum berjalan keluar yang di susul dengan Lin Cong Zi.
"Saudari Xue, kamu benar benar hebat ! Aku yakin, para bajingan itu pasti tidak akan berani menganggu wanita lagi di masa depan. " Ucap Lin Cong Zi dengan penuh kekaguman.
"Entah lah, aku hanya marah karena mereka menganggu makan ku. Kamu tahu sendiri bukan, kalau aku tidak suka di ganggu ketika makan ?" Tanya nya sambil menaik kan bahu nya.
"Emh, aku tahu. Ayo berjalan ke sekitar, biar kan aku yang mentraktir mu kali ini. Aku tahu kalau kamu belum kenyang dengan makan sesedikit tadi. " Ajak Lin Cong Zi sambil menarik tangan nya menuju kios kios kecil yang menjual beragam makanan ringan.
Dia tersenyum lebar ketika mendengar ajakan tersebut.
"Kami memang tahu aku, saudari Lin." Jawab nya dengan bersemangat.
Mereka membeli banyak biji bunga teratai dan bermacam macam makanan ringan lain nya sampai tangan mereka penuh.
Tapi, di sisi lain ada dua orang yang sedang mengawasi Xue Fenghuang. Sayang nya kedua orang ini tampak nya tidak saling mengenal dan tidak saling bertegur sapa.
Satu berdiri di salah satu atap di bagian utara sedang kan yang lain berada di bagian selatan, yang berdiri di Selatan menggunakan topeng.
Sedang kan di sisi lain, yang berada di utara berdiri dengan pakaian berwarna ungu yang mencolok, pria ini memiliki rambut cokelat yang di kepang dengan fitur wajah yang indah.
Orang ini tidak melihat satu sama lain tapi tujuan mereka sama, yaitu memantau Xue Fenghuang dan Lin Cong Zi.
Pandangan mereka tidak bisa di baca sebelum salah satu nya berjalan pergi, ini adalah yang menggunakan topeng sedang kan yang berbaju ungu tetap berada di tempat nya.
Tidak ada yang tahu apa yang ada di pikiran kedua orang itu untuk tetap memantau Xue Fenghuang sejak mereka di kedai tadi.
Mereka juga tidak menghentikan Xue Fenghuang untuk membuat keributan di kedai tadi dan tentu saja mereka berdua tidak memiliki niat buruk terhadap Xue Fenghuang.
Seolah olah murni untuk melindungi Xue Fenghuang dari kejauhan, tapi siapa yang bisa melakukan ini ?
Bonus Like 15 k : 3 / 3
Note : Coba tebak siapa aja kedua orang yang pantau Xue Fenghuang ? Kasih jawaban nya di komen ya !