Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
57. Perburuan Kekaisaran II


Petugas Kekaisaran mulai mengecek umur para kontestan sebelum ada petugas lain yang memberikan mereka sebuah liontin giok.


Dia menggunakan liontin itu yang di ikuti oleh yang lain nya.


"Liontin itu adalah untuk kembali dari Dimensi Perburuan, kalian hanya perlu memecahkan nya. Liontin ini juga yang menghitung jumlah berapa banyak hewan yang kalian bunuh. " Kata Kasim Kekaisaran mewakili Kaisar.


Dia bisa melihat Adipati Yuanzheng yang juga mengikuti perburuan Kekaisaran.


"Dimensi Perburuan adalah dimensi yang berbahaya, jadi berhati hati lah. Usaha kan untuk tidak saling membunuh, apa bila ketahuan melakukan tindakan pembunuhan maka akan di diskualifikasi dari perburuan ini. " Kata Kasim tersebut dengan tegas.


Dia merasa kan ada seseorang lain yang baru datang dengan aura kuat yang sangat menindas, tapi tampak nya ahli ini masih menyembunyikan diri.


Dia menatap pada pintu masuk, dia merasa kan aura ahli ini dari pintu masuk. Kemungkinan ahli ini berada di sekitar pintu masuk.


Ini bahkan jauh lebih kuat di banding kan pria paruh baya yang datang bersama dengan nona muda tersebut.


Tubuh nya gemetar kala merasa kan ada sebuah tatapan tajam yang di layangkan pada nya, tapi dia berusaha untuk tetap tenang.


Sebuah cahaya Biru terang tampak di bagian depan sebelum cahaya itu mulai melebar dan melebar dan memiliki pemandangan di tengah nya.


Pemandangan itu sangat berbeda dengan di sini, pemandangan itu berisi kan hutan yang tampak sangat gelap dan mengerikan.


Tidak ada yang tahu, ada misteri apa yang terkandung di dalam dimensi Perburuan. Selama puluhan kali perburuan di adakan, pasti ada minimal 10 orang ayng tidak dapat keluar dan terjebak.


Pintu antar dimensi itu masih tidak berhenti dan terus melebar sampai bisa memuat 3 orang sekaligus untuk masuk.


Dia berjalan ke depan sambil menggandeng tangan Qin Yue.


"Zuanshi, jaga diri mu baik baik. Tidak perlu khawatir kan diri ku, karena setiap orang yang masuk ke dalam dimensi akan terpisah. " Kata Qin Yue sambil menepuk tangan nya dua kali dan melepas kan tangan nya dengan perlahan.


Dia menggigit bibir nya dengan gugup sebelum mengangguk setuju dengan pernyataan Qin Yue.


"Jaga diri mu jiejie, jangan terlalu memaksakan diri mu. " Kata nya dengan khawatir.


"Kau tenang saja, aku tidak akan memaksakan kemampuan ku. " Kata Qin Yue.


Dia berjalan masuk tanpa keraguan, dia merasa tubuh nya seperti di lempar ke sebuah tempat yang tidak ketahui.


Perasaan ini cukup terasa familiar , karena ini sama dengan saat dia meninggal di dunia modern dan pindah ke dunia ini.


Begitu dia tersadar, pemandangan sekitar nya sudah berbeda. Di sekitar nya ada pohon pohon yang kira kira berukuran 35 kaki.


Dia berdiri dan berjalan dengan hati hati, dia mengeluarkan cambuk nya untuk berjaga jaga.


Auhhhh


Suara lolongan serigala pun terdengar, dia berjalan pelan ke arah suara itu. Sebelum melihat banyak mata merah di balik semak semak.


Dia meloncat mundur, mata merah di balik semak semak itu segera menunjuk kan diri. Mereka memiliki wajah seperti serigala dengan taring yang sangat tajam dan air liur yang terus menetes.


Tapi, yang membedakan mereka dari serigala biasa adalah buntut mereka, mereka memiliki buntut babi yang imut dan berwarna merah muda.


Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa melihat monster di depan nya ini sebelum kembali diam dan menatap dengan tenang.


Meski pun bukan masalah besar untuk kekuatan nya, tapi jumlah mereka lah yang menjadi masalah.


"Tarian Seribu Pedang Es !" Teriak nya, dia menyimpan cambuk nya dan menangkup kan kedua tangan nya di depan dada.


Sebelum di tengah kedua tangan nya memancarkan cahaya Biru yang sangat dingin dan terus membanyak sampai membentuk ratusan pedang di belakang nya.


Monster monster Serigala Berbuntut Babi itu segera berjalan mundur dengan ketakutan. Dia sedikit mengerutkan dahi sebelum menyuruh pedang es buatan nya untuk menyerang monster monster itu.


Pedang Es tampak seperti memiliki mata, tidak ada satu pun monster Serigala Berbuntut Babi yang lepas dari jangkauan pedang Es milik nya.


Semua nya mati dengan mengenaskan dan memiliki kepala yang berlubang. Dia tertawa ringan sebelum mengeluarkan satu persatu inti monster.


"Mereka ini adalah monster tapi mereka mundur ketakutan, apa kah mereka adalah pengecut ? Aku tidak pernah mendengar kasus monster mundur ketakutan. Lalu, aku kira mereka sangat kuat dan memiliki kecepatan yang tinggi ternyata mereka sangat lemah. " Gumam nya, dia menyimpan inti monster yang dia bunuh.


Dia tidak tahu kalau dalam seketika nama milik nya melesat ke nomor satu di batu yang menuliskan nama nama peserta.


Qin Liang tampak tenang dan menatap batu itu, dia sudah memperkirakan kalau pertandingan ini bukan lah hal yang sulit bagi kedua putri nya.


Di sisi lain, Xue Fenghuang atau yang di kenal sebagai Qin Zuanshi sedang masuk ke hutan bagian yang lebih dalam dan merasa kalau mendengar sebuah raungan besar.


Langkah nya terus berjalan, bahkan tanpa perintah dari diri nya, hampir seolah olah tubuh nya terakhir pada raungan yang terdengar menakutkan tapi juga menarik.


Sudah 1 jam dia berjalan tapi kaki nya masih belum mau juga berhenti sebelum dia di bawa untuk masuk ke dalam sebuah gua.


"Sebuah gua?" Gumam nya dia berjalan masuk ke dalam dengan hati hati.


Ketika tubuh nya memasuki mulut gua, hawa dingin yang sangat menusuk, menghampiri tubuh nya. Dia mengeratkan pakaian nya, sebelum memutus kan untuk berjalan masuk lebih dalam.


Di dalam gua, dia melihat sebuah ular Hitam raksasa. Ular itu sepenuh nya berwarna hitam dan berukuran sepanjang 7 kaki dengan diameter sebesar pipa.


Ular itu tampak nya sedang mengambil Petir Kesengsaraan, dia berjalan mundur tapi telah terlambat. Ular itu menatap nya dengan tajam.


Dia bersiap siap untuk menyerang Ular Hitam ini, ketika Ular ini membuka mata dia baru menyadari kalau ternyata mata ular ini berwarna ungu muda yang sangat terang dan jernih.


Belum lagi dengan bintik bintik emas di sekitaran leher bagian bawah dan ekor ular. Ular ini juga memiliki lidah yang sedikit lebih panjang dan lubang hidung yang hampir tidak ada.


"Shhh shhshh, bau tubuh mu sangat mirip dengan orang yang ku kenal. Siapa kau sebenar nya ?" Tanya Ular itu sambil berjalan ke arah nya.


"Siapa aku ? Xue Fenghuang. " Ucap nya dengan tenang berjalan mundur.


"Tidak perlu lari, jika aku ingin membunuh mu maka itu adalah hal yang mudah tapi sayang nya saat ini aku sedang terluka parah dan berada di bawah mu. " Kata Ular hitam itu, setelah dia mengamati.


Dia tahu kalau ular ini memiliki kultivasi satu tingkat lebih tinggi di banding kan diri nya, tapi sayang nya karena sedang terluka.


Kekuatan ular ini berimbang dengan nya atau sedikit lebih rendah di banding kan diri nya.


"Apa mau mu ? Kau yang memanggil ku ke sini. " Kata nya dengan waspada.


"Aku yang memanggil mu ? Oh ya ! Bagai mana kau bisa masuk ke sini, shhh. " Kata Ular itu dengan desisan di akhir kalimat nya.