
Di Kekaisaran yang megah dan sangat indah, seorang gadis cantik dengan wajah sinis yang di ikuti oleh tetua dengan wajah bangga sedang duduk di depan Kaisar Zhu dengan wajah angkuh.
"Nona dan tetua, kalian tenang saja. Perlombaan kali ini akan berhadiah kan Pedang Es Jiwa yang kalian ingin kan. Kalian hanya perlu mengikuti perlombaan. " Kata Kaisar Zhu dengan mengepalkan tangan.
Di depan salah satu murid bagian dalam Sekte Es Biru, satu Kekaisaran nya tidak berdaya kecuali kalau monster itu berniat untuk turun tangan menyelesaikan masalah ini.
"Kami tidak hanya akan mengambil Pedang Es Jiwa, kami juga akan memilih empat murid berbakat dari tempat mu untuk di jadikan murid. " Kata Nona muda itu dengan angkuh.
"Tentu saja, tentu saja ! Nona muda dapat melakukan apa pun yang anda ingin kan. Aku yakin, bagi murid yang terpilih itu adalah berkah tersembunyi bagi mereka karena bisa di terima oleh mereka. "Kata Kaisar Zhu sambil mengepalkan tangan dengan marah.
Kaisar Zhu berusaha untuk menahan amarah nya, karena satu kibasan dari kedua orang di depan nya ini bisa menghancurkan Kekaisaran Zhu menjadi abu.
Kemungkinan besar, dari semua ini hanya Adipati Yuanzheng yang bisa menghindari nya. Siapa yang tahu sudah berapa dalam kultivasi pemuda itu.
Sekte Biru Es adalah sekte independen yang sangat mendominasi, tidak ada yang berani dengan Sekte Biru Es.
Satu murid bagian dalam adalah bakat yang menentang Surga, dengan satu kibasan dari murid bagian dalam bisa mengendalikan semua nya.
"Kaisar Zhu, anda terlihat tidak senang. Apa kah anda tidak setuju dengan kata kata ku ?" Tanya Nona muda itu dengan angkuh.
"Tentu saja tidak, yang kecil ini mana berani untuk tidak puas dengan permintaan nona muda. " Kata Kaisar Zhu dengan buru buru menelan kemarahan nya bulat bulat.
"Ck, aku senang dengan sikap penurut mu. Aku dengar, kau memiliki sikap arogan tapi ternyata itu semua hanya lah kata kata belaka. " Decih nona muda itu dengan sinis.
"Ha ha ha bagai mana mungkin aku adalah orang yang arogan. "Kata Kaisar Zhu tertawa pahit.
Tangan pria paruh baya itu terus mengepal dengan kuat di balik jubah nya. Di depan seorang murid bagian dalam dan seorang tetua Sekte Biru Es, dia hanya lah sebuah semut kecil yang tidak berarti.
Keberadaan nya, bisa di hancur kan dengan satu jentikan jari. Ini lah kenapa dia selalu mati matian menahan orang yang akan di bawa oleh Sekte Biru Es.
Karena , dia takut murid yang menjadi murid Sekte Biru Es berubah menjadi kultivator handal dan mengambil tahkta nya.
Selain itu, dia juga akan kehilangan memiliki seorang warga yang berbakat atau anak yang berbakat. Selama 10 tahun masa pemerintahan nya, dia tidak pernah melihat Sekte Biru Es tertarik dengan warga Kekaisaran Zhu milik nya.
Kemungkinan besar, Sekte Biru Es melihat seseorang dengan bakat Surga di daerah nya yang bahkan tidak ia ketahui.
Perburuan Kekaisaran akan di mulai dalam waktu 3 hari lagi dan dia takut kalau putra nya terlalu menonjol dan menjadi salah satu yang di bawa oleh Sekte Biru Es.
Di sisi lain, dua orang gadis sedang berjalan menuju Kediaman Xue.
"Minggir !" Ucap Qin Zuanshi dengan angkuh di depan para pengawal kediaman Xue.
"Tidak boleh masuk tanpa kartu Identitas dan tidak boleh membawa kuda. " Kata Pengawal Kediaman Xue dengan tegas.
"Oh ya ?" Tanya nya sambil menyeringai, dia mengambil cambuk nya.
Cambuk nya melilit leher pengawal itu sampai mati, dia tentu saja tidak membunuh tanpa alasan. Dia melihat sendiri bagai mana pengawal itu mencekik Xue Fenghuang kecil karena perintah Lin Yi.
"Siapa yang membuat keributan ?!" Tanya seorang wanita paruh baya dengan wajah sinis.
"Kepala pelayan Li, para pengawal kediaman Xue tampak nya sangat tidak terdidik. Apa kah ini karena kegilaan Lin Yi ?" Tanya nya dengan suara keras.
"Kau ! Lancang sekali ! Siapa yang memberi mu keberanian untuk menyebut nama Nyonya kediaman kami ?!" Teriak Kepala Pelayan Li dengan marah.
"Apa kah ini cukup untuk membuat ku memiliki keberanian menyebut nama Nyonya kediaman kalian ?" Tanya nya dengan sinis.
Dia mengeluarkan Tanda pengenal milik nya yang berukiran Marga Qin yang tampak sangat jelas dan mulia.
"Nona pertama kediaman Qin, anda tidak layak untuk membuat keributan di halaman depan kediaman Xue kami. Belum lagi anda membawa seorang pelayan. " Kata Kepala pelayan Li dengan berani.
"Ck, jiejie anda di panggil seorang pelayan. Anda tahu bukan apa yang harus di lakukan untuk seseorang tanpa sopan santun seperti nya ?" Tanya nya dengan malas pada Qin Yue yang mengepal kan tangan.
Qin Yue membuat tapak emas di udara sebelum mendorong nya ke depan dengan Qi.
Bukk
Suara terdengar sangat keras, Kepala Pelayan Li terlempar ke belakang dengan mengerikan. Bahkan pelayan pelayan lain tidak berani melihat.
Suara yang terdengar saja sudah cukup untuk membuat anak anak menangis dan pria dewasa gemetar ketakutan.
"Nona pertama dan Nona kedua Qin, ada apa ? Kenapa kalian membuat keributan di rumah ku ?" Tanya Xue Longque dengan tangan yang mengepal menahan amarah.
"Tuan Xue, senang rasa nya karena anda mengenali ku dan adik ku. Kebetulan aku dan adik ku bertemu dengan nona Xue di tempat makan tadi. Aku jadi ingin datang kemari mengingat hubungan antara kedua keluarga yang sangat baik, aku bahkan membawa beberapa buah buahan. Tapi sayang nya sikap pengawal anda sangat buruk. " Kata Qin Yue dengan sinis dan menunjukkan sebuah anyaman kayu yang berisi buah buahan.
"Ternyata begitu kronologi nya. Kalau begitu aku mewakili pengawal dan pelayan ku meminta maaf kepada kedua nona Qin. " Kata Xue Longque masih berusaha tenang.
"Tuan Xue, aku lihat tampak nya anda kurang tulus dalam hal ini. Bukti nya, anda bahkan belum menyuruh orang orang anda untuk membuka pagar. Apa kah ini sikap Kediaman Xue saat ada tamu ?" Tanya nya dengan sinis.
Dia sengaja untuk mancing keributan , tentu saja dia tahu kalau Xue Longque setiap malam nya meminum obat obatan untuk jantung.
Dia ingin membuat pria paruh baya itu merasa kan penyakit yang lebih parah, kenapa ia bisa begitu kejam adalah karena dia bukan Xue Fenghuang yang asli.
Dia tidak memiliki hubungan sedikit pun dengan Xue Longque, jadi hidup dan mati pria paruh baya itu bahkan tidak lebih penting dari satu helai rambut milik nya.
"Ah, di mana kesopanan ku ? Semua nya, buka kan pintu untuk kedua nona kediaman Qin !" Teriak Xue Longque, para pengawal langsung tidak berani menunda.
note: Maaf ya guys karena kemarin gak up.
Bonus Like : 1 / 3
karena sudah 2,8 k maka hari ini akan up 3 chapter. Jadi, jangan lupa untuk selalu like supaya target berikut nya cepat tercapai.