Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
62. Kebenaran


Setelah diri nya, tidak lama Fu Yin Kai memenangkan kontes pertama dengan wajah cemberut yang di ikuti oleh Qin Yue dan Xue Ling.


Wajah Xue Ling sangat muram ketika melihat diri nya adalah urutan ke empat. Lalu, ada Xiao Qing Qiang yang berada di posisi 5.


"Selanjut nya adalah menunjuk kan bakat kalian , seperti bermain musik, menari dan bernyanyi. Kaisar dan Permaisuri akan secara pribadi menilai kalian. " Kata Kasim Luo, dia mengangguk dengan percaya diri.


Dia mengambil selendang merah dan mulai menari di depan Kaisar dan Permaisuri saat ini.


"Tarian ini mengandung banyak kesedihan. " Kata Kaisar Zhu dengan teliti yang di angguki oleh Permaisuri.


Tubuh nya dengan lincah meliuk liuk ke kanan dan ke kiri, mata Zhu Xing Lian hampir keluar saat melihat tarian nya. Dia berputar dengan anggun sebelum melempar kan selendang nya ke udara yang berubah menjadi bunga es.


Dia mengangguk dengan senyum tipis nya.


"Bagus, bagus sekali ! Nona Qin , anda sangat terampil dalam hal ini, sangat baik sekali. " Puji Permaisuri dengan kagum.


"Terima kasih. " Ucap nya menunduk dan kembali ke posisi nya.


"Nona Qin , menurut mu siapa sebaik nya yang di panggil setelah pertunjukan sempurna mu ?" Tanya Kaisar Zhu.


"Nona Xue adalah seseorang yang hebat dalam menari, seperti rumor yang beredar. Nona Xue adalah Permaisuri masa depan, aku bahkan merasa kurang percaya diri. " Ucap nya dengan nada mengejek.


Xue Ling melempar kan tatapan marah pada nya sebelum terpaksa maju tanpa persiapan. Xue Ling tampak canggung dalam menggerakkan tubuh nya.


"Nona Xue, anda tampak nya masih harus banyak latihan lagi. " Kata Permaisuri terang terangan menunjuk kan ketidak sukaan nya.


"Maaf kan aku Permaisuri ! Aku tidak fokus, mohon berikan yang rendah ini kesempatan lagi !" Kata Xue Ling segera berlutut.


"Kembali lah Nona Xue, masih ada antrian panjang di belakang mu. Kaisar dan Permaisuri akan memberikan mu sebuah penilaian nanti. " Kata Kasim Luo sambil menarik Xue Ling keluar.


Selanjut nya ada Fu Yin Kai, gadis ini tampak malas malasan dalam menari. Ini membuat Kaisar dan Permaisuri salah tingkah untuk memberikan penilaian.


Di satu sisi, mereka harus terlihat adil di depan banyak pejabat dan di sisi lain, mereka tidak bisa sembarangan menyinggung orang dari Sekte Biru Es.


1 Jam berlalu dan mereka tinggal menunggu keputusan akhir dari Kaisar dan Permaisuri.


Xue Ling wajah nya memerah seperti pantat babi karena sudah di permalukan oleh nya sepanjang acara.


"Nona Qin, anda adalah putri Surga yang sangat berbakat dan akan sangat cocok untuk putra ku !" Kata Kaisar dengan suara yang menggelegar.


"Yang Mulia, aku tentu saja layak untuk putra anda. Yang menjadi masalah adalah, apa kah putra anda layak untuk saya ?" Tanya nya sambil menyeringai.


Dia memutus kan untuk mengakhiri permainan ini karena, dia bisa merasa kan kalau bom waktu di sebelah nya ini akan segera meledak.


Tentu saja yang di sebut oleh nya bom waktu adalah Fu Yin Kai dan seorang pria paruh baya yang mengikuti gadis itu.


Semua orang langsung menjadi ricuh dengan kata kata nya, bahkan Kaisar pun tidak bisa tidak mengerut kan dahi.


"Apa maksud dari perkataan mu Nona Qin ? Apa kah anda berniat untuk menghina Putra Surga ?! " Tanya Kasim Luo dengan suara tinggi.


"Selama hampir satu tahun belakangan ini kau terus menerus mencari masalah dengan toko ku, padahal aku tidak pernah menganggu diri mu sedikit pun. " Ucap nya dengan ringan, dia terkekeh.


Tatapan nya beralih pada Adipati Yuanzheng.


"Bagai mana menurut mu, Yuanzheng Yuwen ? Kau berniat untuk berada di posisi siapa ? Kau berniat untuk mendukung Zhu Renming ini ? Atau jangan jangan kau sudah melupakan perang 2 tahun lalu yang melukai mu dengan parah ?" Tanya nya sambil bertopang dagu.


Yuanzheng Yuwen yang sudah di tanyai begitu oleh tetap tenang dan menyesap teh nya, baru lah menjawab pertanyaan beruntun yang dia berikan.


"Nona Xue tampak nya banyak mencari tahu tentang bku belakangan ini, ah ya aku melupakan kalau kau sekarang adalah Nona kedua Kediaman Qin. " Kata Yuanzheng Yuwen berhenti sebentar.


Dia tidak keberatan dengan kata kata Yuanzheng Yuwen karena memang dia akan mengatakan hal ini nanti nya, tapi karena sudah di kata kan oleh Yuanzheng Yuwen dia hanya akan mengikuti alur.


Kata kata pemuda tampan itu memicu banyak keributan yang mendalam, sehingga membuat istana yang sebelum nya di penuhi dengan keagungan berubah menjadi penuh kehancuran.


"Tuan Xue, bagai mana mungkin anda tidak mengenali putri anda sendiri ? Lalu, kesialan besar bagi anda karena tidak memiliki mata yang baik dan memilih putri pertama anda yang cacat. " Kata Yuanzheng Yuwen.


Wajah Xue Longque tampak seperti baru saja memakan segumpal kotoran dan wajah pria tua itu memerah, tampak seperti baru saja di tampar ratusan kali.


"Lalu untuk Kaisar Zhu Renming, kakak pertama ku, aku sungguh kagum pada mu. Belakangan ini aku menemukan bahwa kau lah yang berusaha untuk mencelakai ku seperti kata nona Xue tadi. Aku dan Nona Xue telah mencari bukti ini selama beberapa bulan. " Kata Yuanzheng Yuwen berjalan maju dan menarik pinggang nya.


Dia yang tidak siap hanya bisa diam saat pinggang nya di tarik untuk masuk ke dalam pelukan Yuanzheng Yuwen.


"Nona ini adalah nona kedua kediaman Xue, Xue Fenghuang, tunangan sah Putra Mahkota Zhu Xing Lian !" Kata Yuanzheng Yuwen, entah kenapa jantung nya berdetak tidak normal.


Atau mungkin karena dia bisa merasakan nafas Yuanzheng Yuwen di tengkuk nya. Dia bisa menebak kenapa Yuanzheng Yuwen memeluk nya, itu pasti lah karena pemuda itu tidak mengetahui kekuatan nya.


"Yuanzheng Yuwen ! Jangan sembarangan bicara ! Jangan lupakan status mu !" Teriak Zhu Renming berdiri dari kursi kebanggaan nya.


"Yang Mulia, kata kata ku salah di mana ? Memang benar kan kau yang menyuruh pasukan mu untuk menyerang ku ? Lalu, memang benar bukan ada perjodohan antara Xue Fenghuang dan Zhu Xing Lian ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan lembut tapi tegas.


Zhu Xing Lian tampak terdiam dan mencerna semua nya.


"Kau, kau gadis buruk rupa itu ? Karena kau sudah menjadi angsa dari itik buruk rupa, maka perjodohan kita bisa di lanjut kan !" Kata Zhu Xing Lian tanpa rasa malu.


Dia terkekeh pelan sebelum melempar kan sebuah belati dari besi pilihan nya sendiri yang menancap tepat di samping kepala Zhu Xing Lian.


"Dari pada gila menikah, lebih baik pikir kan masa depan mu sendiri. " Ucap nya dengan dingin.


Zhu Xing Lian tampak berdiri dengan gemetar kala merasakan besi yang sangat dingin menempel di telinga nya, besi itu sangat dingin bahkan bisa membekukan tulang seseorang !


Dia ingin keluar tapi tangan yang berada di pinggang nya, dia mendengus dan mendongak ke atas untuk melihat pemilik tangan di pinggang nya.


Tatapan mereka bertabrakan dan Yuanzheng Yuwen hanya tersenyum tipis tapi tidak melepaskan tangan dari pinggang nya.


Baru saja dia berniat untuk mempeributkan hal tersebut, seorang pemuda yang menggunakan baju zirah berjalan ke depan dengan langkah tegas dan tidak terpengaruh dengan tatapan orang sekitar.


bonus like 3,5 k : 1 / 2