
Lin Cong Zi yang akan terbang menuju Xue Fenghuang yang hampir jatuh langsung membatalkan niat nya ketika melihat kalau ada seseorang yang lebih cepat dari nya untuk menangkap tubuh Xue Fenghuang.
Jika itu orang lain maka dia tetap akan terbang ke arena dan membawa tubuh Xue Fenghuang, tapi masalah nya adalah yang menangkap tubuh Xue Fenghuang adalah Ketua Sekte.
Tidak ada yang dapat dia lakukan, tapi yang dia yakini adalah Xue Fenghuang pasti akan baik baik saja selama Ketua Sekte sudah turun tangan.
Xue Yun, nama Ketua Sekte Biru Es, pria itu langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun pada hakim.
Di sisi lain, Xue Yun sudah sampai ke penginapan dan memberi Xue Fenghuang beberapa pil, dia membaringkan tubuh Xue Fenghuang yang tampak sangat lemah.
Dia duduk di tepi ranjang sambil menghela nafas dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Xue Fenghuang.
"Huft, kamu masih muda dan masih memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti tanding ini tapi kamu benar benar ingin memenangkan nya saat ini, apa kah ini menandakan kalau kamu tidak akan lama di dalam Sekte ini ?" Tanya Xue Yun dengan helaan nafas yang dapat terdengar jelas.
Dia merasa jantung nya sedikit berdebar ketika melihat wajah Xue Fenghuang, wajah gadis muda itu tampak memikat nya.
Wajah Xue Fenghuang menyihir diri nya yang dingin menjadi sosok yang hangat dan penuh perhatian, ini benar benar bukan diri nya.
Jika ini dia yang dulu, maka dia tidak akan peduli meski pun ada orang yang mengejek murid dari sekte nya atau murid sekte nya terluka kecuali jika benar benar parah maka dia baru akan ikut campur.
Tapi, melihat Xue Fenghuang yang di ejek oleh si tua Lin Mo itu membuat nya marah setengah mati, ingin rasa nya dia membunuh Lin Mo itu di sana secara langsung.
Tapi, melihat kalau Xue Fenghuang bisa membela diri dengan baik , itu membuat diri nya puas dan penuh dengan rasa bangga.
Semakin dia menatap Xue Fenghuang maka semakin dalam dia terjatuh , dia berjalan ke bagian balkon dan menghela nafas.
Dia berusaha untuk menyegarkan segala pemikiran buruk nya sebelum ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.
"Masuk." Jawab nya dengan pelan.
"Ketua Sekte, bagai mana dengan keadaan Xue Fenghuang ?" Tanya Tetua Liu dengan khawatir.
"Dia baik baik saja, kau tampak nya sangat khawatir dengan nya ?" Tanya nya dengan sedikit tidak kesenangan.
"Aku dan dia memang sudah dekat bahkan sebelum masuk ke dalam sekte , dia dulu adalah seorang yang di buang jadi dia pergi ke perpustakaan kota setiap hari selama beberapa bulan sebelum mengumpul kan kekuatan sendiri. " Jawab Tetua Liu dengan jujur.
"Apa kau mengetahui semua yang berkaitan dengan gadis ini ?" Tanya nya dengan penasaran.
"Lumayan, aku pernah menyelidiki asal usul nya karena aku berniat untuk membawa nya ke Sekte saat itu, tapi sayang nya aku terlambat satu langkah di banding kan Tetua Ouyang. " Ucap Tetua Liu sambil menghela nafas pasrah karena kalah cepat di banding kan dengan Ouyang Si Niang.
"Sifat nya berubah ? Bagai mana itu bisa terjadi ? Coba jelas kan lebih rinci. " Ucap Xue Yun tertarik.
"Sifat nya yang dulu adalah seorang pengecut, tapi ada pepatah yang mengatakan kalau seekor kelinci juga akan menggigit jika di pojok kan secara terus menerus. Dia ini sejak baru lahir selalu di kucil kan oleh istri sah dan putri pertama Xue Longque, ibu nya akhir nya meninggal karena sakit. " Saat mendengar kan bagian kalau ibu Xue Fenghuang meninggal ini membuat dahi nya berkerut.
'Wanita itu tidak mungkin meninggal, dia bukan lah seseorang yang lemah seperti yang di cerita kan oleh Tetua Liu. ' Pikir nya dengan bingung.
"Dia terus menahan penyiksaan itu sampai berumur 13 tahun, dia menjadi sangat kejam, jauh lebih kejam dari pada seorang pembunuh bayaran. Aku pikir, temperamen nya ini sangat cocok bagi sekte kita dan berniat untuk membawa nya ke dalam sekte. " Ucap Tetua Liu.
"Aku mengerti, kau bisa keluar dulu, aku akan duduk di sini dan menunggu nya sampai sadar. " Ucap nya dengan nada yang tak ingin di bantah.
"Aku akan pamit kalau begitu, aku akan menyuruh orang untuk mengantar makan pada Ketua Sekte dan Xue Fenghuang. " Ucap Tetua Liu berlutut sebelum berjalan keluar dan menutup pintu sepelan mungkin.
Dia kembali menghela nafas dan duduk di sebelah Xue Fenghuang. Tangan nya seolah olah bergerak sendiri untuk membelai wajah Xue Fenghuang yang putih dan sehalus giok.
"Apa yang kau makan selama ini ? Apa kah kehidupan mu begitu buruk ? Kenapa tubuh mu begitu kurus seolah olah adalah orang yang tidak mendapat kan makanan dengan baik ?" Gumam nya.
Hati nya terasa teriris ketika melihat banyak nya bekas pukulan di tangan Xue Fenghuang ketika pakaian gadis itu sedikit tersingkap.
Dia menaik kan pakaian Xue Fenghuang di bagian tangan lebih tinggi hanya untuk melihat banyak nya bekas luka pukulan di sepanjang lengan.
"Siapa yang melakukan ini pada mu ? Harus kan aku secara pribadi membunuh nya ?" Tanya nya dengan penasaran.
Dia mengambil obat dan secara hati hati mengoles nya, di lihat dari luka tersebut, itu adalah luka lama yang tidak di rawat.
Seluruh luka telah kering , hanya saja melihat nya dalam jumlah banyak di tubuh seorang anak kecil membuat hati nya terasa sakit.
Dia dengan hati hati mengobati itu dan berpindah ke bagian Xue Fenghuang yang satu lagi sebelum melihat tangan kiri Xue Fenghuang yang bahkan lebih parah.
Luka sepanjang sekitar 10 cm terpampang jelas di bagian tangan kiri Xue Fenghuang, ini membuat nya geram pada siapa pun yang telah melakukan ini pada Xue Fenghuang yang masih sangat muda.
Dia yakin , di bagian punggung pasti akan lebih banyak lagi, tapi dia tidak memeriksa nya karena merasa itu tidak pantas.
Dia menghela nafas dalam untuk menenangkan amarah nya ketika melihat bekas luka yang ada di tubuh kecil Xue Fenghuang.
Tok Tok Tok
Bonus Like 10 k : 2 / 4