Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
269. Terkejut


Mendengar kata kata Yuanzheng Yuwen membuatnya terkejut dan tidak bisa berkata kata. Tapi, segalanya buyar setelah pengamat mengumumkan bahwa pertandingan selanjutnya akan segera dimulai.


"Karena kalian ada 12 orang, maka orang yang masuk ke babak selanjutnya hanya 4 orang. Itu artinya, untuk menang kalian harus mengalahkan 3 musuh berturut-turut. " Ucap Pengamat Kekaisaran.


"Ini sangat cepat, lebih cepat daripada yang ku bayangkan. " Ucap Feng Taoran sambil menghela nafas.


"Ya, aku dengar sebelumnya jika ini akan menghabiskan paling tidak 1 bulan. Tapi ini hanya satu minggu sebelum semuanya selesai. " Ucap nya setelah lepas dari pelukan Yuanzheng Yuwen.


"Silakan memulai pertandingan. " Ucap Pengamat Kekaisaran lagi.


Pengamat Kekaisaran ini berbicara sangat sedikit dan hanya mengatakan apa saja yang penting dan tidak akan melakukan hal yang bertele tele.


"Biarkan aku yang pertama, aku menantang mu ! Aku, Shui Fan tidak akan melepaskan dendam ini dengan begitu saja !" Ucap seorang klan Shui yang mencari masalah dengannya tadi.


"Hmph ! Aku ingin melihat apakah kamu layak atau tidak !" Ucapnya dengan sinis.


Dia terbang ke atas arena dengan kaki kanan yang mendarat terlebih dahulu dan kedua tangannya di rentangkan.


Setelah mendarat dengan sempurna, dia mengibaskan jubah lengan nya dengan angkuh di depan Shui Fan.


"Kau, orang yang menghina tetua kami bukan ?"Tanya Shui Fan dengan sombong.


"Menurutmu ? " Tanya nya dengan malas.


"Kau jelas jelas sudah tahu tapi kau masih bertanya, apa kau berharap aku akan menjawab. 'Bukan aku, bukan aku, tolong ampuni aku !' bermimpilah !" Ucapnya dengan sinis.


"Kau ?! Apa kau tidak tahu aku ? Aku adalah Putra Tetua di Klan Shui. Jika aku ingin kau mati maka kau harus menyerahkan nyawa mu dengan sukarela !" Ucap Shui Fan.


"Tutup mulut busukmu, itu mencemari udara. " Balasnya.


"Kau orang yang sombong ! Aku akan membuatmu berlutut di bawah kaki ku dan kau akan menyesal karena telah mengejek ku !" Ucap Shui Fan.


"Apakah suaramu tidak akan habis ? Kau terus berteriak layaknya monyet di hutan. " Dengusnya.


Dia menatap Shui Fan dengan tatapan jengkel dan penuh permusuhan.


"Lebih baik langsung menyerang untuk menentukan siapa yang lebih unggul. "Ucap Shui Fan tidak tahan lagi untuk berdebat dengan nya.


"Sepertinya aku harus membelikan cermin untukmu, siapa yang mengajak ribut pertama ?" Tanya nya tanpa mau mengalah.


"Kau ! " Shui Fan menunjuk nya dengan geram tapi tidak bisa mengeluarkan kata kata lain karena terlalu marah.


Sedangkan, dia yang menjadi sasaran kemarahan Shui Fan hanya melipat tangannya di depan dada sambil memejamkan mata seperti tidak mendengar teriakan demi teriakan Shui Fan.


Dia mengeluarkan Bing Yue dari sarungnya dan menunjukkan bilahnya yang mengkilat dan sangat dingin.


Bahkan memantulkan bayangan dari mata phoenix miliknya. Kekuatan Shui Fan ini, memang berada di atas milik Shui Yao.


Tapi, masih bukan tandingan nya sama sekali.


"Tarian Phoenix Es !" Ucapnya dengan lembut tapi penuh dengan penekanan.


Shui Fan menghindari serangan nya dan memberikan semburan air yang sangat kencang seperti air laut.


Phoenix es itu membuka kedua sayapnya lebar lebar dan menghalangi seluruh air yang setengah membeku itu.


Tidak berhenti di situ, Shui Fan mengeluarkan raungan sebelum sebuah naga yang terbuat dari air terbentuk di balik punggung pria itu.


Naga itu maju dan berusaha untuk menyerangnya, dia meloncat ke atas punggung Phoenix Es buatannya dan menyentuh tubuh Naga air itu.


Dalam sekejap, Naga air itu membeku sebelum akhirnya pecah menjadi ribuan keping es kecil. Dia meloncat turun dan tepat di depan Shui Fan.


Dia memberikan senyum sombong pada pria itu dan menyarungkan pedangnya kembali, lalu menyimpan nya di dalam cincin ruang.


"Apakah hanya ini kemampuan yang kau miliki ?" Tanya nya dengan sinis.


"Kau ! Lihatlah, aku bahkan baru pemanasan !" Ucap Shui Fan sambil menggertak kan gigi.


"Oh ya ? " Tanya nya sambil menaikkan salah satu alisnya , dia memerintahkan Phoenix es nya untuk maju ke depan.


Phoenix nya mengeluarkan sebuah raungan dan menyerang Shui Fan dengan ganas, Shui Fan merasa kewalahan.


Sementara dia hanya menunggu, dia merasa sangat bosan. Tidak ada yang bisa menjadi lawannya yang sebenarnya di sini.


Semua orang disini hanyalah bocah bocah berbakat tapi masih kurang pengalaman, pada akhirnya mereka terbunuh disini.


Sebenarnya ini cukup kejam, Sekte yang mengirim mereka sudah tahu bahwa jika mereka dikirim kesini maka 90 persen mereka akan terbunuh.


Tapi, sekte sekte itu masih mengirimkan mereka untuk bertarung di kompetisi ini. Itu sama saja dengan melihat bakat mereka.


Yang kuat akan bertahan hidup dan yang lemah akan mati, padahal jika bakat bakat itu di asah dengan baik maka mereka akan bisa menjadi seorang yang baik di masa depan.


Tapi, yang paling penting adalah moral seseorang. Jika moral nya buruk maka meskipun kekuatan nya besar, itu masih akan sia sia.


Dia sendiri tidak suka mengembangkan pasukan sendiri, apalagi terhadap orang orang yang baru di temui nya.


Dia tidak percaya, dan tidak memiliki orang yang bisa di percaya. Sedangkan dia saat ini masih belum memiliki niat untuk menetap di satu tempat.


Dia tidak mungkin menyuruh seseorang untuk melatih pasukan yang telah di kumpulkan nya, dia akan merasa berhutang.


Lalu, dia juga merasa bahwa sifat manusia tidak bisa di percaya dan tidak bisa ditebak. Dia lebih senang memelihara iblis iblis untuk berada di bawah kendalinya.


Dengan begitu, nyawa mereka, kehidupan mereka, pilihan mereka, akan berada sepenuhnya di bawah kendalinya.


"Sayang sekali, kau di kirimkan kesini. Apakah karena kau hanya bakat kelas dua di Klan mu ?" Tanya nya pada Shui Fan.


Shui Fan tampak tertegun dan terkejut karena dia berhasil menebaknya, pria itu dimata orang luar adalah bakat berharga milik Klan Shui.


Tapi, bagi orang orang Klan Shui, dia hanyalah bakat kelas dua yang berusaha untuk membuktikan diri.


"Bagaimana kalau kita bekerja sama ? Kau menyerah dari sini maka aku akan memberimu dua buah pil yang bisa meningkatkan kekuatanmu secara permanen ? Lagipula, jika kita bertarung lagi. Kau pasti sudah bisa menebak dengan jelas bukan siapa yang akan menjadi pemenang ?" Tanya nya dengan suara pelan pada Shui Fan.


"Jika kau memakan pil ini maka kau akan menjadi bakat kelas satu walaupun kau tidak menang , jika kau pikirkan lagi maka ini akan sangat menguntungkan mu bukan ?" Tanya nya sambil menaikkan salah satu alisnya.


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 1 / 3