
Dia melangkah keluar kediaman Jing Luyan dan sudah menjadi perhatian banyak orang.
"Hei ! Apa yang kau lakukan pada tunangan ku ?!" Tanya seorang wanita dengan sebuah pedang di tangan kanan nya.
"Tunangan mu ? Siapa ?" Tanya nya dengan tenang, tapi di dalam hati dia merasa sedikit bingung.
"Tentu saja Jing Luyan ! Aku dan dia sudah di jodoh kan sejak kecil ! Ibu nya dan ibu ku adalah teman dekat ! Kau seorang rumput liar yang tidak tahu tempat mu, berani berani nya mencoba untuk mendekati tunangan ku !" Teriak wanita itu sambil menunjuk nunjuk nya.
Hati nya terasa sedikit sakit. Karena, ada satu orang lagi yang tidak tahu diri dan tidak jujur. Jing Luyan, pria itu sangat tidak tahu diri.
Berani berani nya mencoba untuk mendekati nya dan menggoda nya padahal sudah memiliki tunangan ?! Dia harus menjauh sejauh mungkin dari pria itu.
' Aku hanya menganggap nya sebagai senior bukan ?' Dia tertawa pelan di dalam hati sambil membohongi diri sendiri.
"Nona, aku tidak tahu apa yang kau maksud ? Tuan Jing tidak mengatakan apa pun pada ku, dia memanggil ku, tentu saja aku harus datang, bukan kah begitu ?" Tanya nya sambil terkekeh dan berkata dengan nada menggoda.
Dia ingin memberi pelajaran pada wanita di depan nya ini karena sudah berani menunjuk nunjuk nya dengan tidak sopan.
"Kau ! Dasar wanita murahan ! Aku tidak akan melepas kan mu ! Aku akan membunuh mu ! Aku akan merusak wajah mu !"Teriak wanita itu dan menerkam nya.
Saat tangan wanita itu ingin menyentuh rambut nya, dia segera menghindar dan menendang perut wanita itu.
Wanita itu langsung terpental ke belakang dengan kejam dan memuntah kan darah.
"Nona, lain kali jika anda ingin melakukan sesuatu maka pertimbangkan baik baik. Lalu, aku dengar laki laki menyukai sikap anggun. Aku lihat, kau sama sekali tidak anggun sama sekali, pantas saja Tuan Jing tidak tertarik pada anda. " Bisik nya pada telinga wanita itu.
"Karena kita sudah bertemu seperti ini maka kita akan menjadi musuh sekarang, selamat datang musuh baru ku. " Dia terkekeh dengan suara melengking nya sebelum berjalan menjauh.
Dia masuk ke dalam rumah milik nya yang berada di dalam sekte.
"Apa yang ku harap kan sebenar nya ? Apa yang ku harap kan dari laki laki halus seperti nya ?!" Dia menggeram marah kala kata kata dari wanita itu terus berputar putar di kepala nya.
Dia melihat burung merpati mendekati jendela nya, dia segera membuka jendela dan mengambil surat yang di ikat pada kaki burung merpati itu.
'Nona, apa kah anda baik baik saja ? Kami akan segera berjalan menuju pasar Sekte Tianwen. Kita akan segera bertemu lagi nona. Datang lah ke toko yang berada di pasar Sekte Tianwen sepuluh hari lagi, aku akan memasak banyak untuk nona. '
Dia tersenyum, suasana hati nya membaik kala membaca surat itu. Surat itu seperti angin segar bagi nya.
Dia segera mengambil kertas, kuas dan tinta, lalu menulis kan sesuatu.
"Nah, antar kan ini ya burung pintar ? " Tanya nya sambil mengelus kepala burung merpati itu.
Burung merpati itu tampak beberapa kali mematuk pelan tangan nya tanda setuju sebelum terbang meninggal kan nya.
Dia tersenyum, perasaan nya menjadi lebih baik setelah ini. Sebenar nya, dia memiliki satu kelemahan yang sangat di benci nya.
Dia tidak menyangka kalau kelemahan nya yang satu ini akan terbawa sampai ke kehidupan kedua. Kelemahan itu adalah, dia mungkin terlihat sebagai orang yang kokoh dan tak tersentuh.
Tapi sebenar nya, dia adalah orang yang sangat mudah tersentuh oleh hal hal kecil. Karena Jing Luyan termasuk salah satu orang yang bertemu dengan nya di awal dan sering melakukan hal baik pada nya, dia jatuh pada pria itu.
Untung saja, perasaan nya tidak terlalu dalam. Dia sudah biasa untuk hal ini, sehingga dia pasti akan baik baik saja.
"Di masa depan, lebih baik aku menjaga jarak dengan siapa pun. " Gumam nya sambil meremas pakaian nya.
Di sisi lain, Jing Luyan dan kedua lain nya di kejut kan oleh kedatangan seorang wanita tanpa sopan santun.
"Jing Luyan ! Kau bajingan ! Kau berselingkuh dari ku dan menyewa wanita !" Teriak wanita yang melabrak Xue Fenghuang tadi.
"Nona Chen, anda tampak nya salah paham. Lalu, aku rasa hubungan kita tidak sedekat itu sampai harus memanggil menggunakan nama. Lalu, kau harus mempelajari tata krama seperti nya. " Kata Jing Luyan dengan dingin.
"Kau ! Aku akan membunuh wanita itu ! Aku akan melihat apa yang hebat dari nya !" Teriak wanita itu.
"Nona Chen, apa kah anda ingin tahu beberapa hal bahagia ? Aku dan kau tidak memiliki hubungan apa apa lagi sekarang, aku sudah mendiskusikan nya dengan paman Chen kemarin. Beliau juga sudah setuju dan memutus kan untuk membiar kan ku mencari jalan ku sendiri, kau harus berbahagia untuk itu. Lalu , satu lagi, jangan mendekati gadis itu, aku takut kau tidak dapat menyelamat kan diri sendiri. " Ucap Jing Luyan dengan nada dingin nya.
"Nona Chen, jika kau sudah tidak memiliki kepentingan maka sebaik nya kau pulang. Kami sedang membicarakan sesuatu di sini. " Kata Long Ruohan.
"Hmph ! Gadis itu tidak layak untuk mu !" Kata Wanita itu mendengus sebelum berjalan keluar dengan kesal.
"Tidak layak ? Aku rasa, kau lah yang tidak layak untuk ku. " Kata Jing Luyan menanggapi dengan tenang.
Wanita itu langsung kembali ke Klan nya dengan perasaan tidak senang, di sisi lain Jing Luyan duduk ke kursi nya sambil menghela nafas.
"Gadis itu pasti mendapat masalah dari Chen Xiang. " Kata Jing Luyan.
"Aku tahu, dia pasti kecewa pada mu saat ini. Kau tahu sendiri kalau Chen Xiang adalah wanita dengan akal pikiran pendek. Wanita itu sangat brutal, aku takut Xue Fenghuang akan mendapat kan beberapa kerugian. " Kata Liu Long dengan khawatir.
"Aku rasa tidak begitu, Xue Fenghuang memiliki kepribadian yang unik bagi ku. Dia meninggal kan kesan mendalam pada orang orang yang berinteraksi dengan nya. Dia sangat tangguh, tapi menutupi nya dari orang lain. Bisa di bilang, gadis itu adalah seseorang yang tenang dalam menghadapi masalah atau nama lain nya adalah seorang ahli manipulasi. " Kata Long Ruohan menyuarakan pendapat nya.
Di sisi lain, Xue Fenghuang sedang melatih teknik pedang nya di dalam rumah. Aura dingin memenuhi rumah itu sampai sampai mencekik seseorang.
"Pedang Es !" Geram nya dengan suara rendah, dengan satu pedang inti di tengah.
Di pinggiran nya, muncul ratusan pedang yang terbuat dari es. Dia mengendalikan pedang pedang es nya dan membentuk sebuah formasi, senyum nya melebar.
Dia melenyap kan semua pedang itu dan kembali menyimpan Qi nya. Dia merasa sangat senang karena tahap akhir dari seni bela diri yang di pelajari nya sudah berhasil dia pahami.