
Setelah sampai di dalam kamar, dia menurunkan anak laki laki itu dan secara pribadi menyiapkan air hangat untuk anak laki laki itu mandi dan membersihkan diri.
"Siapa nama mu ? Apa kah kau memiliki nama ?" Tanya nya.
"Rong Liangfei. " Ucap anak laki laki itu.
(Rong : Marga milik ayah Liangfei yang merupakan Dewa Air.
浪费 : Liangfei : Limbah. )
Mendengar ini tidak bisa tidak merasa kasihan pada anak laki laki itu, siapa yang akan memberikan nama anak nya sendiri dengan arti limbah ?
"Bagaimana jika kau mengubah nama mu menjadi Xue Hongli ?" Tanya nya dengan pelan dan hati hati, takut menyinggung perasaan anak laki laki yang masih bingung itu.
"Bagaimana jika kau menggunakan marga ku saja ? " Tanya nya dengan iba.
"Ehm, itu kalau jie jie tidak keberatan. Sejak aku di selamatkan oleh jie jie maka seluruh kehidupan ku akan di serahkan pada Jie jie. " Ucap Xue Hongli.
"Baiklah, mulai sekarang kau akan di sebut sebagai Xue Hongli. " Ucap nya dengan senyum tipis.
Dia membantu Hongli membuka pakaian bagian atas nya, dia mengernyitkan dahi nya ketika dia melihat banyak bekas luka yang mirip dengan nya dulu di bagian punggung anak laki laki itu.
Ya, itu adalah luka bekas cambukan. Ketika dia baru bangun dan mendapati diri nya berada di tubuh ini, dia menyadari kalau tubuh nya di penuhi dengan luka bekas cambukan.
"Apa kah kau sering di cambuk oleh ibu mu ?" Tanya nya.
"Sering, sangat sering. Sampai sampai aku tidak bisa merasa sakit lagi ketika di cambuk. " Ucap Xue Hongli sambil berjalan ke dalam bak mandi.
Dia berdiri di sebelah bak mandi, takut kalau anak laki laki itu akan langsung bunuh diri di sana. Dia tentu saja tidak melihat sesuatu yang tidak pantas.
Begitu masuk, air di dalam bak mandi mencapai bagian leher anak laki laki itu. Tentu saja dia khawatir kalau Hongli akan langsung bunuh diri di sana.
"Dulu, ketika aku berumur dua tahun, aku memecahkan piring dan ibu ku mencambuk ku sebanyak 10 kali. "
"Dia sering menampar ku, menendang ku, mencaci ku tanpa alasan. " Gumam Xue Hongli dengan tatapan kosong.
Wajah nya tampak begitu terluka sampai sampai membuat semua nya seperti dia merasakan nya sendiri, cerita anak laki laki itu sangat baik.
Dia merasakan hati nya sakit ketika mendengar itu, mengingat bubur ikan yang ingin di minta nya.
"Lalu, aku juga sering di cambuk sampai akhir nya dia membawa ku menemui ayah, ayah tidak ingin mengakui ku dan menendang ku keluar bersama dengan ibu ku. Ibu ku marah sehingga membawa ku keluar dan memberi ku kepada orang banyak dan mengatakan kalau aku telah memberi nya banyak kesialan. " Cerita Xue Hongli.
"Ayah sudah memiliki istri dan mengatakan kalau hubungan nya dengan ibu hanya lah kesalahan dan kebutaan sesaat, ibu ku yang sudah berharap kalau membawa ku kepada ayah akan memberikan nya kekuasaan langsung marah ketika mendengar kan kenyataan nya. " Lanjut Xue Hongli sambil tersenyum yang di paksa kan.
"Dia marah, dia menyiksa ku, tidak memberi ku makan selama 3 hari, memarahi ku tanpa alasan sampai seminggu berlalu dan di sini lah aku. Aku di bawa ke depan umum. "
"Mereka orang jahat, mereka setuju dengan ibu ku. Padahal aku tidak melakukan sesuatu, aku di tuduh mencuri barang milik salah satu tetangga, aku di tuduh membunuh ternak mereka, aku di tuduh adalah anak Iblis. Mereka tidak tahu, bahwa aku adalah anak dari Dewa yang mereka sembah sembah. " Ucap Xue Hongli dengan senyum miris.
"Hentikan ! Tidak perlu menceritakan nya lagi. " Dia mengangkat tangan nya dan menutup mulut Xue Hongli.
Semakin di ceritakan maka semakin menderita anak laki laki itu.
"Biarkan itu semua menjadi pijakan mu, hidup lah di atas dendam dan temukan kekuatan mu. " Ucap nya dengan senyum tipis.
Jika semua orang memilih untuk menyuruh orang lain untuk melupakan dendam mereka maka dia tidak sama. Dia tidak setuju akan hal itu.
Karena, dia sendiri yang akan mengingat dendam itu dan mengukir nya ke dalam hati. Dengan begitu, baru lah dia bisa berdiri dengan kokoh.
"Percaya lah pada ku, jika kau bisa berdiri di atas dendam mu maka kau akan menjadi orang yang hebat. " Ucap nya.
"Balaskan dendam mu, buat lah Dewa Air membayar semua kejahatan nya. Jangan menunggu keadilan, karena sampai saat itu tiba, belum tentu kau berhasil bertahan. Buat musuh mu membayar mahal atas kejahatan mereka. " Bisik nya dengan suara indah nya sebelum dia berjalan keluar dengan senyuman.
Setelah dia mengatakan ini, hati nya menjadi lebih tenang. Di bagian luar, terdengar suara ketukan. Jadi, dia berjalan keluar dan menggeser pintu bambu.
Di depan nya ada pelayan tadi yang membawa pakaian anak anak lebih dari 10 setel. Dia menerima pakaian itu.
"Sisa nya untuk mu saja, terima kasih. " Ucap nya.
Dia masuk dan menutup pintu, lalu menaruh salah satu pakaian di kursi kayu. Dia berjalan ke bagian dalam dan duduk di kasur.
"Hongli, jika kau sudah selesai maka keluar lah ! Pakaian mu sudah ada, aku akan mengobati mu !" Teriak nya dengan suara lumayan kencang.
Tidak lama, Hongli keluar dengan setelan pakaian yang indah. Dia tersenyum dan menyisir rambut anak laki lak itu dengan sisir giok yang di beli nya di tempat suku Iblis.
Lalu, dia mengikat nya seperti ekor kuda. Hongli tampak begitu tampan, dia mengolesi obat di luka luka yang ada wajah tampan anak laki laki itu.
Lalu membuka sedikit pakaian bagian atas nya dan mengobati punggung Hongli yang di penuhi dengan luka cambukan.
Melihat nya saja sudah membuat nya ngilu, padahal dia sudah pernah mengalami nya juga.
"Jie, apa kah kau mau menjadi Shifu ku ?" Tanya Xue Hongli dengan takut takut setelah selesai di obati.
"Seharus nya aku yang bertanya pada mu. Aku telah membunuh lebih dari sepuluh ribu orang, tangan ku di penuhi dengan darah. Aku adalah orang suku Iblis berbeda dengan mu. " Ucap nya dengan tatapan sendu.
Meski pun Xue Hongli tidak di ingin kan, dia masih lah seorang keturunan langsung seorang Dewa.
"Aku tidak masalah dengan itu. Tapi, bagaimana jie jie bisa masuk ?" Tanya Xue Hongli dengan polos.
"Aku tidak mengatakan kalau aku sepenuh nya Iblis, aku setengah Iblis dan setengah Dewa. " Ucap nya sambil tersenyum hangat.
"Apa kah kau tidak takut aku akan memakan mu seperti yang ada di dongeng anak anak ?" Tanya nya setengah bercanda.
"Itu semua adalah omong kosong. Orang yang di sebut malaikat juga omong kosong. Yang aku tahu adalah jie jie adalah malaikat ku. " Ucap Xue Hongli dengan wajah serius.
"Astaga, darimana anak seumuran mu belajar untuk berbicara dengan sangat manis dan lucu ?" Tanya nya dengan gemas sambil menggosok gosok kan tangan nya di pipi kurus Xue Hongli.
"Aku serius, mereka yang di sebut malaikat justru menyakiti ku dan mereka yang di sebut dengan Dewa justru membuang ku. Tapi, kamu yang di pandang buruk oleh orang lain adalah orang yang berbuat baik pada ku. Tidak peduli seluruh dunia memusuhi mu, maka aku masih akan memandang mu sebagai penyelamat ku. " Ucap Xue Hongli dengan penuh keteguhan dan berlutut di depan nya.
Xue Hongli bersujud tiga kali, setelah selesai bersujud dia menyuruh anak itu untuk bangkit. Dia memeluk anak itu dengan hangat.
"Mulai sekarang kau adalah murid ku, kau adalah keluarga ku. Aku akan memberikan ini pada mu sebagai tanda karena kau murid pertama ku. " Ucap nya dengan sedikit semangat yang di tekan.
Dia mengeluarkan sebuah pedang lengkung yang tipis dan tajam, gagang pedang itu di hiasi oleh banyak rantai emas dan lonceng emas.
Sehingga ketika di ayunkan mengeluarkan sensasi yang tidak dapat di gambar kan. Bahkan, sarung pedang itu terlihat sangat bagus.
Dia membeli ini ketika berada di tempat Suku Iblis. Di sana memiliki begitu banyak barang indah dan membuat nya gelap mata.
Lagi pula, kualitas pedang ini tidak buruk. Sangat ringan dan baik untuk pemula seperti Xue Hongli.
"Aku akan melatih mu besok, kau bisa menggantung nya seperti ini. " Ucap nya.
Dia mengeluarkan tali tipis yang di buat di samping gagang pedang lalu mengalungkan nya pada tubuh kecil Xue Hongli.
Pedang indah itu tampak sangat pas untuk menghiasi bagian punggung anak laki laki itu. Pedang itu jika ingin di keluarkan tidak di tarik, melainkan di geser ke samping karena bentuk nya yang melengkung sehingga tidak bisa di tarik kecuali jika pedang nya sedikit lentur.
Tapi, sayang nya meski pun bahan nya tipis tapi cukup kokoh dan kecil kemungkinan untuk patah karena beberapa pertarungan.
Hadiah untuk murid baru nya tentu saja bukan sesuatu yang sembarangan, tapi juga bukan sesuatu yang tidak berguna.
"Pedang ini akan menjaga mu sementara. Paling tidak, jika kau tidak memiliki kekuatan. Orang orang akan berpikir dua kali ketika melihat pedang yang ada di punggung mu. " Ucap nya menjelaskan.
Xue Hongli mengangguk, pedang lengkung ini sangat bagus. Bagian dalam nya mengkilap. Sedangkan gagang nya hitam di hiasi dengan emas dan sarung yang senada.
Dia membawa Xue Hongli untuk turun sementara dia menyimpan Bing Yue. Dia memutuskan untuk menggunakan topeng kupu kupu.
Ini menutupi setengah wajah, hanya menunjuk mata dan hidung. Sedangkan di bawah hidung, semua nya tidak tertutup, jadi dia bisa makan dengan tenang.
Lagipula, dengan dandanan nya seperti pria. Orang orang itu tidak akan bisa mengejar nya dan menemukan nya.
Ingin mencarinya ? Mereka tidak akan menemukan nya meski pun berjalan ke ujung dunia !
Dia memiliki lebih dari 3 identitas sekarang yang bisa di gunakan oleh nya kapan saja dan dimana saja. Selama dia berhati hati maka dia bisa lolos meski pun bertemu langsung dengan mereka.
Lalu, setelah dia kuat maka dia tidak memerlukan orang orang itu untuk mencari nya. Melainkan dia sendiri yang akan datang dan mencari mereka.
"Hongli, ayo turun. " Ucap nya.
Xue Hongli mengangguk dengan patuh, di bagian bawah penginapan ada tempat makan. Karena tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian yang tidak di ingin kan, jadi dia memilih untuk memakan di tempat makan yang ada di penginapan.
"Pelayan !" Panggil nya ke salah satu pelayan yang sedang tidak memiliki pelanggan untuk di layani.
"Ya, Gongzi. Apa yang ingin anda pesan ?" Tanya pelayan itu dengan sopan.
"Aku ingin memesan tumis sayur dua porsi, ikan bakar asam manis dua porsi, sop ayam dua porsi, kaki babi tumis kecap dua porsi, lalu nasi putih empat porsi. " Ucap nya dengan tenang.
Pelayan itu tampak terkejut tapi mencatat semua pesanan nya dan berlari ke belakang dengan semangat, Xue Hongli menatap nya dengan tatapan cemas.
Jadi anak laki laki itu menarik narik ujung jubah nya dengan takut takut.
"Shifu, apa kah tidak terlalu banyak ? Bagai mana kalau tagihan nya begitu mahal ? Aku takut tidak bisa mengembalikan nya pada Shifu di masa depan. " Ucap Xue Hongli dengan panik.
"Jangan panik, makan saja. Aku tidak akan menjadi miskin hanya karena membayar ini. Satu hal yang perlu ku katakan pada mu, Shifu mu ini sangat kaya. " Bisik nya sambil bercanda.
"Ah, itu.... tetap saja...... " Xue Hongli tampak serba salah sehingga menjadi gagap.
Anak laki laki ini seratus delapan puluh derajat berbeda dengan anak laki laki yang di bawa nya dari Dimensi Jiwa Kecantikan.
Xue Hongli saat ini tampak seperti tuan muda sebuah keluarga terhormat, di lihat dari wajah nya sudah pasti akan menjadi pria tampan di masa depan.
"Jangan takut. " Ucap nya sambil membungkam mulut Xue Hongli dengan satu jari nya yang di letak kan di depan bibir Xue Hongli, membuat isyarat untuk diam.
Lalu, tidak lama kemudian pelayan datang untuk membawa makanan. Dia melihat makanan itu dengan mata yang berbinar binar.
Sudah berapa lama dia tidak makan makanan enak ?Setiap makanan tampak begitu enak bagi nya, jika memang sesuai dengan tampak depan maka dia tidak akan keberatan untuk memesan beberapa lagi.
Bagai mana pun, dia benar benar lapar. Dia melihat ikan yang di bakar. Meski pun pelayan belum membawa nya ke meja nya, harum dari ikan bakar telah membuat nya menggila.
Dia mengambil sumpit lalu memberikan nya pada Xue Hongli satu pasang dan dia mengambil sumpit lain. Dia mengambil daging babi yang di pesan nya.
Lalu mengambil nya dengan antusias, rasa nya memang sangat enak. Dia memandang pada Xue Hongli yang tidak makan melainkan hanya menatap nya dengan mata bulat nya.
Dia mengernyitkan dahi nya dan pada saat dia baru ingin berbicara, makanan nya yang lain datang. Dia menaruh sumpit nya dan menghela nafas.
"Kenapa kau tidak mulai makan ? Makanlah. Jangan ragu, aku tidak akan bangkrut. Lagi pula, jika aku mau maka aku bisa membeli penginapan ini untuk mu. " Ucap nya sambil menghela nafas.
"Maaf Shifu, maaf kan aku. Aku tidak bermaksud meragukan Shifu. Maafkan aku, aku tidak berniat untuk menghina Shifu. " Ucap Xue Hongli segera dengan panik.
"Huft, berapa banyak kata maaf mu dalam satu kalimat ? Jangan meminta maaf lagi, mulai lah makan mu. Mulai hari ini, sejak kau menjadi murid ku maka kita adalah keluarga. Kau tidak boleh sungkan sungkan lagi atau aku akan mengira kalau kau memandang rendah diri ku. " Ucap nya dengan ekspresi marah yang di buat buat.
"Baik, Shifu. Aku minta maaf, aku akan mulai memakan nya. " Ucap Xue Hongli dengan ragu ragu.
Xue Hongli mulai mengambil sayur, tapi yang di ambil nya hanya sayur tidak mengambil daging dagingan. Dia yang melihat ini hanya menghela nafas sebelum mulai menjepit daging ikan dan memberikan nya pada Xue Hongli.
"Makan lah, jangan ragu ragu. Jika tubuh mu masih kekurusan seperti saat ini maka aku tidak bisa melatih mu. Kau bilang akan menjadi kuat dan melindungi ku, untuk menjadi kuat kau harus memiliki tubuh yang kuat terlebih dahulu. " Ucap nya.
"Kenapa aku baru mengajar kan mu besok adalah karena aku ingin kau makan lebih banyak hari ini. Tubuh mu saat ini sangat kekurangan gizi. Jika kau berlatih pedang dengan tubuh kurus ini, apa kah bisa mengayunkan pedang dengan kuat ?" Dia bertanya sambil menghela nafas lagi.
"Maaf, Shifu. " Ucap Xue Hongli sambil menunduk dan mulai memakan makanan nya dengan normal.
Setelah melihat Xue Hongli makan tanpa sungkan, baru lah dia mulai memakan makanan nya juga. Dia sesekali memandang keluar untuk memastikan.
Lebih baik berjaga jaga dari pada sedikit santai tapi ceroboh dan membuat musuh menemukan jejak.
Bonus like 28 k : 3 / 3