Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
86. Mencari Mati


Fu Yin Kau, seorang murid bagian dalam yang berada di tahap awal Tanah Surga mencari masalah dengan Xue Fenghuang yang di katakan berada di tingkat 1 Ranah Bumi.


Kabar ini terus menerus menyebar layak nya api, Xue Fenghuang yang baru bangun melihat pesan yang di tulis dengan asal asalan dan penuh dengan kata kata provokasi.


'Hei, jika kau berani maka temui aku di arena duel !'


^^^-Fu Yin Kai^^^


Dia tertawa ringan membaca surat itu, dia menghancurkan kertas itu dan berganti pakaian. Hanya 3 hari lagi sebelum hari pendistribusian pil dan hanya 17 hari lagi sebelum akhir bulan.


Setelah menguncir rambut nya seperti pria, dia berjalan keluar dengan wajah bangga nya. Kultivasi nya saat ini sudah berada di tingkat 9 Ranah Bumi.


" Tunggu dulu, kenapa ada yang aneh ya ? Ahh!!" Dia berteriak karena kaget dan segera menutup mulut nya sendiri.


Dia melompat lompat karena senang.


"Kultivasi ku sebelum nya tingkat 6 dan begitu aku bangun tidur itu sudah berubah menjadi 9, aku tidak bermimpi bukan ?" Ucap nya dengan semangat sambil mencubit pipi nya sendiri.


"Ah, ternyata memang semua nya benar ! Senang nya ! "Dia berjalan keluar dengan semangat, dengan tampilan pria nya.


(Foto nya akan author taruh di instagram author @kc.novel_writer)


Orang orang segera memandang nya begitu dia keluar dengan tatapan antusias dan beberapa mengejek.


"Ck, dia menganggap diri nya terlalu tinggi sampai sampai layak untuk bertarung dengan Nona Fu. " Kata salah satu dengan ejekan.


"Dia mencari mati, tentu saja. Ini adalah hasil yang sangat mudah di tebak, ayo buat taruhan. " Kata murid yang lain sambil tertawa.


Dia membalas itu dengan tertawaan sebelum berubah menjadi seringaian.


'Aku akan menunjukkan siapa yang mencari mati disini. ' Pikir nya.


Dia berjalan ke depan dengan langkah yang tegap, siapa pun yang melihat nya akan tahu kalau dia saat ini sangat santai dan tidak tegang sama sekali.


"Fu Yin Kai, lama tidak bertemu. Tidak menyangka, kita sekarang berada di tingkat yang sama. " Ucap nya dengan nada mengejek pada gadis di depan nya.


Dulu, dia bisa melihat kalau Fu Yin Kai ini sangat bangga dengan status sebagai Murid Bagian Dalam Sekte Viru Es. Sekarang, status mereka sama, dia ingin lihat bagai mana reaksi gadis itu.


"Kau hanya beruntung, jangan harap untuk bisa berada di tingkat yang sama dengan ku. Aku mau berduel dengan mu di sini juga sudah termasuk merendah kan diri ku sendiri. " Kata Fu Yin Kai sambil mendengus.


Dia tertawa dan tidak tersinggung sama sekali dengan kata kata itu.


"Aku tidak tahu kalau kau suka melakukan hal yang membuat mu rendah, seperti mencuri barang dari ku dan berduel dengan ku. Apa kau tidak memiliki harga diri ?"Tanya nya dengan santai.


Suara nya terdengar sangat menyejukkan telinga, tapi sebenarnya mengandung pisau yang tajam dan mengoyak hati Fu Yin Kai.


"Kau ! Jika aku tidak memberi mu pelajaran hari ini maka aku tidak akan menganggap diri ku sebagai manusia dan aku akan berjalan dengan merangkak keliling Sekte !" Kata Fu Yin Kai.


"Tingkat 57 , kau harus bangga dengan itu !" Kata Fu Yin Kai dengan sombong.


Dia mengerutkan dahi nya karena mendengar angka yang tidak sesuai dengan harapan nya itu, jika dia berhasil mengalah kan Fu Yin Kai maka masih ada 26 orang lagi yang harus ia kalah kan.


Uh, itu melelahkan. Seperti nya dia harus mencari lebih banyak sumber daya, tidak apa apa menghabiskan uang nya dalam jumlah banyak selama dia bisa naik tingkat.


Kalau bisa, meski pun ini hampir tidak mungkin, tapi dia ingin menjadi murid inti sebelum satu tahun masuk ke sekte.


Ini sudah tujuh bulan, hanya tersisa 5 bulan tidak sampai lagi sebelum satu tahun dia masuk ke dalam sekte.


Dia tidak mengeluarkan pedang nya karena, untuk melawan seseorang yang ceroboh seperti Fu Yin Kai, dia tidak perlu melakukan banyak hal.


"Keluar kan senjata mu ! Cepat !" Kata Fu Yin Kai dengan tidak sabar.


"Kau tampak nya sangat tidak sabar ya ? Aku tidak perlu pedang ku untuk orang orang seperti mu. " Ucap nya, Fu Yin Kai tertegun.


Dia mengambil kesempatan itu dan menendang dada Fu Yin Kai dengan kuat. Sekarang, kekuatan kaki nya berkembang sangat pesat akibat terus menerus melawan boneka besi.


Fu Yin Kai terlempar ke belakang sejauh 1 meter, dia berdiri dengan tangan yang terlipat di depan dada. Fu Yin Kai berusaha untuk berdiri dengan terengah engah.


"Pertarungan ini belum di mulai, tapi kau sudah terengah engah ? Apa kau memang benar benar seorang murid bagian dalam dengan melewati jalur yang sebenar nya ? Atau kau berbuat curang ?" Tanya nya sambil menaik kan alis nya.


"Curang, apa maksud mu ?!" Teriak Fu Yin Kai dengan marah.


"Kau pasti tahu apa arti dari ucapan ku, apa lagi kalau bukan menggunakan orang dalam. Di lihat dari kemampuan mu yang sangat pas pasan, aku bahkan bisa membunuh mu saat aku di masih di murid bagian luar. " Ucap nya sambil membual.


Entah karena apa, dia senang melihat musuhnya yang merasa sangat marah tapi tidak dapat melakukan apa pun pada nya.


Mungkin benar kalau kata pemilik panti asuhan nya dulu kalau dia suka mencari musuh. Bahkan dia sudah bertengkar sejak umur 5 atau 6 tahun.


Dia meregangkan leher nya, sebelum meloncat ke atas pembatas arena dan melakukan gerakan tolakan, Fu Yin Kai yang panik segera saja menahan serangan nya menggunakan pedang.


Kaki nya menghantam pedang gadis itu dan hancur.


Krekkk


Suara retakan terdengar dari pedang Fu Yin Kai, gadis itu tampak nya terkejut dan melihat pedang nya yang hancur menjadi ribuan keping.


Tentu saja dia tidak merasa kan kaki nya sakit atau apapun karena sekarang tendangan nya bisa membuat kepala boneka besi penyok parah.


Lalu, dengan aneh kerusakan separah itu akan kembali membaik keesokan hari nya. Dia benar benar kagum dengan hal itu.


"Kenapa kau terkejut ? Pedang mu itu hanya besi rongsokan. Lain kali kau seharus nya mengganti pedang dengan yang lebih baik. Oh aku lupa, uang mu kan habis untuk membayar tetua yang membawa mu masuk ke murid bagian dalam ?" Tanya nya dengan seringaian.


Bonus like 7, 5 k : 1 / 3